
Tok.. tok...
Aydin dikejutkan dengan suara ketukan di pintu ruang kerjanya .
" Daddy , makan siang sudah siap . Oma meminta Daddy turun . "
" Oke Boy ... 5 menit lagi . " Sahut Aydin .
Aydin melihat jam ternyata sudah 3 jam lebih Ia mengurung dirinya di sini setelah perdebatannya dengan Risa .
Perdebatan ? Tidak , menurut Aydin bukan . Karena mereka tidak saling memaksakan kehendak . Tapi , Risa yang mengalah untuk menerima keadaan Aydin .
" Seharusnya hari ini Ia bersenang- senang bersama Risa dan Dafha . Tapi hanya karena hal kecil menyangkut dirimu , semuanya jadi berantakan . Apa aku masih belum siap ? Apa aku sudah salah terlalu mengikuti nafsuku dan berakhir melukai Risa ? "
Aydin berbicara pada foto Rani yang ada di meja kerjanya .
Seketika Ia terkesiap , " Apa tadi Risa juga melihat foto ini ? " batin Aydin .
" Sungguh aku sangat jahat sudah menyakiti perasaan wanita rapuh seperti Risa . " Batinnya .
Aydin bergegas turun , 5 menit yang Ia janjikan sudah lewat beberapa menit .
Dari ujung tangga Ia mencari sosok Risa .
" Loh Risa kemana ? " tanya Aydin .
" Risa udah pergi , dua jam yang lalu kayaknya . Dijemput Esme . " Ucap Mama Indira .
" Kamu gak tau ? Kata Risa dia udah bilang ke kamu kalau ada pekerjaan mendadak . " Lanjutnya .
" Ahh iya... dia udah bilang kok . Salahku , kupikir dia akan pergi setelah jam makan siang ." Kilahnya .
Mama Indira curiga jika sesuatu telah terjadi antara mereka berdua . Tapi Ia memutuskan untuk tidak ikut campur .
Makan siang terasa sangat berbeda . Jika pagi tadi Aydin merasa telinganya akan pecah karena Risa terus saja berceloteh seperti tak ada habisnya sesuatu untuk Ia ceritakan .
Tapi kenyataannya makan siang dengan keheningan bahkan jauh lebih buruk .
**FLASH BACK 2 JAM YANG LALU**
" *Masha.... mama risa ... kenapa melamun* ? "
*Tanya Dafha* .
" *Apa Mama Risa sakit lagi ? " tanyanya* .
*Risa menggeleng* .
" *Apa Dafha akan kecewa jika aku harus pergi dulu sekarang ? Ada pekerjaan penting . Kuusahakan kembali malam untuk makan malam bersamamu* . " *bujuknya pada Dafha* .
*Setelah Dafha setuju Ia segera menghubungi Esme untuk menjemputnya secepat mungkin* .
*15 menit kemudian Risa akhirnya pergi setelah pamit pada Mama Indira dan Papa Dimas*
" *Ada apa denganmu ? Pagi tadi meminta untuk tidak mengganggu , tiba-tiba saja kau ingin dijemput* ," ujar Esme .
" *Eonni , tolong jangan tanyakan apapun padaku dulu . Ku mohon* . " *Pintanya*
*Esme mengangguk* .
" *Eonni , tolong antarkan ke toko bunga* . "
*Tanpa menjawab Esme segera melajukan mobilnya ke toko bunga terdekat* .
*20 menit Risa berada di dalam toko bunga dan keluar dengan buket bunga Lily Of the Valley* .
Tanpa bertanya lagi Esme sudah tau kemana tujuan mereka berikutnya .
__ADS_1
Setibanya dipemakaman , Esme membiarkan Risa berjalan lebih dulu . Ia sengaja megambil jarak yang jauh agar Risa lebih lepas dan bebas mengungkapkan apa yang Ia tahan selama ini .
Risa meletakkan buket bunga yang Ia bawa diatas gundukan tanah yang tertutupi rumput .
Risa mulai bermonolog , dengan bulir bulir air menumpuk di sudut mata , satu kedipan dari mata indah itu lalu berlinanglah apa yang disebut air mata .
" *Rani , bagaimana kabarmu ? aku datang lagi . Harusnya hari ini aku datang untuk menyombong jika aku hampir berhasil dengan amanatmu ."
" Tapi apa kau melihat bagaimana tersiksanya aku sekarang karena dihianati oleh perasaanku sendiri? "
" Rani ...aku jadi bertannya - tanya, apa tujuan mu sebenarnya memintaku melakukan ini ? "
" Apa mungkin kau sudah tau jika aku tak akan berhasil, jadi kamu memintaku melakukannya ? Tapi apa alasannya ? Apa kau marah padaku karena aku tak pernah sekalipun mengunjungimu dalam 10 tahun* ? "
Risa menumpahkan semua emosinya di atas makam Rani . Ia menangis .
" *Maaf ... maaf Rani , aku kembali lagi menjadi egois . Ku tahu ini salahku karena dengan mudah menyerahkan seluruh hatiku padanya . "
" Tapi rani apa kamu akan marah kalau aku berhenti ? Rasanya bahkan lebih sakit dari pada saat aku melukai nadiku dulu* . "
" Sakit ini aku tidak tahu di mana tempatnya ? Di mana yang harus ku obati. Dari awal sudah ku tau jika dia hanya memiliki cinta untukmu. Tapi kenapa aku bodoh memberinya cintaku . "
" *Rani kamu menyayangiku bukan ? Maka tolong biarkan aku berhenti . Aku akan tetap menyayangi Dafha walau tidak dengan cara menjadi ibunya . "
" Jadi sekarang kau bisa lupakan permintaanku dulu yang memintamu untuk memberi tahu Tuhan agar menyentuh hati Aydin untukku* ."
" *Sebagai gantinya , m*intalah pada Tuhan agar Aydin bisa mendapatkan wanita yang sepertimu , hingga dia benar- benar bisa mencintainya seperti mencintaimu . "
Risa berdiri , menatap nisan Rani beberapa saat .
" *Ran, Aku telah menghapus air mata yang ku tumpahkan untuk suamimu bersamaan dengan aku merelakannya . Silahkan , aku terima jika Tuhan akan menghukumku karena tak melakukan amanat dari orang sebaik dirimu . "
" Silahkan hukum aku , tapi bersabarlah , setelah aku menang dengan perlawananku. Hingga jika Tuhan ingin menghukum dengan nyawaku , aku ikhlas . Saksikanlah dari atas bagaimana aku melawan mereka . "
" Aku selalu menyayangimu Risa* . "
Setelah itu Risa kembali ke mobil , dimana Esme menunggunya .
" Eonnin, mau minum bersamaku ? " tawar Risa.
" Sekarang ? Siang hari ? Yang benar saja . "
Risa mengangguk sebagai jawaban .
" Dengan pakaian seperti itu ? "
Risa melirik pakaiannya , ia kini mengenakan kemeja hitam dan celana panjang kain berwarna hitam .
Esme mulai melajukan mobilnya .
" Ku berikan kau dua pilihan , yang pertama tetaplah pertahankan pakaian tidak burukmu itu dan ku antar ke pemakaman, kau bisa minum di sana sepuasnya gratis . " Ujar Esme membuat Risa tertawa .
" Kedua , aku tahu sebuah lounge yang minumannya enak , dan toko pakaian bagus di depannya . Bagaimana ? " Lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya .
" Sebenarnya aku malas jika harus berganti pakaian lagi , tapi aku sangat butuh minuman sekarang eonni . Dan ku tahu di Indonesia pemakaman tidak seperti di Korea , kau mungkin lupa jika aku juga lahir di Indonesia . "
Keduanya tertawa . Tertawa sekencang kencangnya .
" Ternyata ini yang kubutuhkan eonni ... aku butuh waktu untuk bernapas sendiri tanpa ada orang lain yang mengaturku . "
Satu jam perjalanan menuju bar & lounge rasanya belum cukup bagi Risa untuk membuat daftar kesalahan yang telah Ia buat .
" Ayo turun , kita sudah sampai . "
Esme mengajak Risa ke salah satu butik terkenal milik salah satu artis dan designer .
" Maaf , bukankah anda Kim Risa ? " sapanya ramah .
Risa mengangguk juga balik menyapanya . Setelah memilih beberapa pakaian dan berfoto bersama , Risa dan Esme segera berpindah tempat ke seberang .
Tempatnya sangat nyaman , bernuansa klasik dengan gaya vintage yang kuat meyakinkan Risa jika Ia akan tahan berlama-lama disini .
Mengambil tempat di meja sudut yang tak jauh dari meja bartender . Esme memesan 1 gelas mocktail untuknya dan 1 gelas cocktail untuk Risa .
Lagu lagu old school tahun 90'an mulai mengalun lembut . Lagu dari westlife , backstreet boys , britney spears , hingga lagu milik space girl mengalun silih berganti mendukung suasana lounge .
Bartender mengantar langsung minuman mereka , bahkan memberi setangkai mawar merah yang katanya dititipkan seseorang untuk Risa .
Risa mengembalikan bunga itu dengan sopan pada bartender ,
" Maaf tolong katakan padanya jika aku sangat berterimakasih atas perhatiannya . Tapi aku hawatir tunanganku akan salah paham dengan maksud orang ini yang hanya ingin menyapa . "
See ? Itulah pesona Kim Risa .
Mengutamakan Attitude yang baik bahkan ketika sedang menolak atau merasa tidak nyaman pada orang lain . Siapa yang bisa menolak pesonanya.
" Kecuali dia pria bodoh seperti Aydin ." Batin Esme .
Risa meneguk minuman dari gelasnya .
__ADS_1
" Eonni ... kau memang yang terbaik . "
" Apa yang terjadi ? " tanya Esme .
" Aku sadar aku sudah terlalu serakah . " Jawabnya
" Tujuan ku kemari untuk memenuhi amanat Rani , tapi aku juga malah kembali membawa diriku berurusan dengan iblis itu . "Jelas Risa .
" Kau tau Eonni , aku sesak . Harusnya aku melepaskan beberapa agar ada ruang yang lebih lapang , tapi aku serakah . Aku malah menerima pria itu untuk memberi napas untukku."
Risa tertawa. , " Eonni aku rindu eomma . "
Eomma yang dimaksud Risa adalah ibu angkatnya saat di Korea yang tak lain adalah ibu kandung dari Esme dan Amora .
" Cih.... bahkan saat eomma ada di Indonesia kau sedang bersama pria bodoh itu ."
" Haruskah aku menyusul eomma ? " tanyanya .
" Jika kau memang sangat butuh pelukannya , susullah . Dia akan sangat senang jika putri kecilnya menemuinya . "
Risa tertawa .....
" Eonni , kau tahu apa yang ku katakan pada Rani ? " racaunya .
" Ku katakan padanya jika dia bukan Tuhan . Dia tidak bisa memaksa suaminya mencintaiku . "
Risa tertawa lirih , " Ku minta dia untuk meminta pada Tuhan agar memberi suaminya wanita yang bisa pria itu cintai , bukan wanita yang Ia butuhkan . "
Risa menggeleng-gelengkan kepalanya .
" Ku tau , Rani itu sangat dekat dengan Tuhan . Doanya agar aku mencintai suaminya di kabulkan . "
Risa meneguk kembali gelas cocktail nya yang ke 6 .
" Apa kau ada permintaan eonni ? Katakan padaku , aku akan meminta Rani menyampaikan pada Tuhan langsung . "
" Kenapa kau tidak meminta untuk menghapus perasaan cintamu itu ? " tanya Esme .
Risa menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan di depan wajah Esme , " Jangan eonni . Ini satu rasa yang baru untukku . Aku suka hampir semua hal tentang perasaan ini . Debaran jantungku , hembusan napas yang memberat , gelenyar aneh di kulitku , rasanya luar biasa eonni . Jauh berbeda dengan rasa geli saat kita bertiga bermain perang bantal . "
Risa dan Esme tertawa bersamaan .
" Kau sudah dewasa adik kecilku ... bahkan kau lebih banyak tau dariku . " Ujar Esme .
" Makanya carilah kekasih , " timpal Risa sebelum Ia memasrahkan kepala kecilnya di atas meja .
" Ya setelah ku buat si bodoh itu mengakui kebodohannya . "
Sementara itu di gedung Apartemen Risa , dua orang pria sedang saling berterimakasih dan berjabat tangan .
Namun ocehan wanita yang sepertinya sedang mabuk menarik perhatian keduanya .
Dua pria itu menanti wanita seperti apa yang mabuk bahkan saat langit belum berubah menjadi jingga .
" RISA ! ?
Pekik keduanya bersamaan .
.
.
.
.
.
"*Sulit untuk menunggu sesuatu yang kamu tahu mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetapi, lebih sulit untuk menyerah ketika kamu tahu itu semua yang kau inginkan*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue