Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 48 . Aku menyerah, silahkan hukum aku


__ADS_3

Tok.. tok...


Aydin dikejutkan dengan suara ketukan di pintu ruang kerjanya .


" Daddy , makan siang sudah siap . Oma meminta Daddy turun . "


" Oke Boy ... 5 menit lagi . " Sahut Aydin .


Aydin melihat jam ternyata sudah 3 jam lebih Ia mengurung dirinya di sini setelah perdebatannya dengan Risa .


Perdebatan ? Tidak , menurut Aydin bukan . Karena mereka tidak saling memaksakan kehendak . Tapi , Risa yang mengalah untuk menerima keadaan Aydin .


" Seharusnya hari ini Ia bersenang- senang bersama Risa dan Dafha . Tapi hanya karena hal kecil menyangkut dirimu , semuanya jadi berantakan . Apa aku masih belum siap  ? Apa aku sudah salah terlalu mengikuti nafsuku dan berakhir melukai Risa ? "


Aydin berbicara pada foto Rani yang ada di meja kerjanya .


Seketika Ia terkesiap , " Apa tadi Risa juga melihat foto ini ? " batin Aydin .


" Sungguh aku sangat jahat sudah menyakiti perasaan wanita rapuh seperti Risa . " Batinnya .


Aydin bergegas turun , 5 menit yang Ia janjikan sudah lewat beberapa menit .


Dari ujung tangga Ia  mencari sosok Risa .


" Loh Risa kemana ? " tanya Aydin .


" Risa udah pergi , dua jam yang lalu kayaknya . Dijemput Esme . " Ucap Mama Indira .


" Kamu gak tau ? Kata Risa dia udah bilang ke kamu kalau ada pekerjaan mendadak . " Lanjutnya .


" Ahh iya... dia udah bilang kok . Salahku , kupikir dia akan pergi setelah jam makan siang ."  Kilahnya .


Mama Indira curiga jika sesuatu telah terjadi antara mereka berdua . Tapi Ia memutuskan untuk tidak ikut campur .


Makan siang terasa sangat berbeda . Jika pagi tadi Aydin merasa   telinganya akan pecah karena Risa terus saja berceloteh seperti tak ada habisnya sesuatu untuk Ia ceritakan .


Tapi kenyataannya makan siang dengan keheningan bahkan   jauh lebih buruk .



**FLASH BACK 2 JAM YANG LALU**



" *Masha.... mama risa ... kenapa melamun* ? "


*Tanya  Dafha* .



" *Apa Mama Risa sakit lagi ? " tanyanya* .



*Risa menggeleng* .


" *Apa Dafha akan kecewa jika aku harus pergi dulu sekarang ? Ada pekerjaan penting . Kuusahakan kembali malam untuk makan malam bersamamu* . " *bujuknya pada Dafha* .



*Setelah Dafha setuju Ia segera menghubungi Esme  untuk menjemputnya secepat mungkin* .



*15 menit kemudian Risa akhirnya pergi  setelah pamit pada Mama Indira  dan Papa Dimas*



" *Ada apa denganmu ? Pagi tadi meminta untuk tidak mengganggu , tiba-tiba saja kau ingin dijemput* ," ujar Esme .



" *Eonni , tolong jangan tanyakan apapun padaku dulu . Ku mohon* . " *Pintanya*



*Esme mengangguk* .



" *Eonni , tolong antarkan ke toko bunga* . "


*Tanpa menjawab Esme segera melajukan mobilnya ke toko bunga terdekat* .



*20 menit Risa berada di dalam toko bunga dan keluar dengan buket bunga Lily Of the Valley* .



Tanpa bertanya lagi Esme sudah tau kemana tujuan mereka berikutnya .

__ADS_1


Setibanya dipemakaman , Esme membiarkan Risa berjalan lebih dulu . Ia sengaja megambil jarak yang jauh agar Risa lebih lepas dan bebas mengungkapkan apa yang Ia tahan selama ini .


Risa meletakkan buket bunga yang Ia bawa diatas gundukan tanah yang tertutupi rumput .


Risa mulai bermonolog , dengan bulir bulir air menumpuk di sudut mata , satu kedipan dari mata indah itu lalu berlinanglah apa yang disebut air mata .


" *Rani , bagaimana kabarmu ? aku datang lagi . Harusnya hari ini aku datang untuk menyombong jika aku hampir berhasil dengan amanatmu ."


" Tapi apa  kau melihat bagaimana tersiksanya aku sekarang karena dihianati oleh perasaanku sendiri? "


" Rani ...aku jadi bertannya - tanya, apa tujuan mu sebenarnya memintaku melakukan ini ? "


" Apa mungkin kau sudah tau jika aku tak akan berhasil, jadi kamu memintaku melakukannya  ? Tapi apa alasannya ? Apa kau marah padaku karena aku tak pernah sekalipun mengunjungimu dalam 10 tahun* ? "


Risa menumpahkan semua emosinya di atas makam Rani . Ia menangis .


" *Maaf ... maaf Rani , aku kembali lagi menjadi egois . Ku tahu ini salahku karena dengan mudah menyerahkan seluruh hatiku padanya . "


" Tapi rani apa kamu akan marah kalau aku berhenti ? Rasanya bahkan lebih sakit dari pada saat aku melukai nadiku dulu* . "


" Sakit ini aku tidak tahu di mana tempatnya ? Di mana yang harus ku obati. Dari awal sudah ku tau jika dia hanya memiliki cinta untukmu. Tapi kenapa aku bodoh memberinya cintaku . "


" *Rani kamu menyayangiku bukan ? Maka tolong biarkan aku berhenti . Aku akan tetap menyayangi Dafha walau tidak dengan cara menjadi ibunya . "


" Jadi sekarang kau bisa lupakan permintaanku dulu yang memintamu untuk memberi tahu Tuhan agar menyentuh hati Aydin untukku* ."


" *Sebagai gantinya , m*intalah pada Tuhan agar Aydin bisa mendapatkan wanita yang sepertimu , hingga dia benar- benar bisa mencintainya seperti mencintaimu . "


Risa berdiri , menatap nisan Rani beberapa saat .


" *Ran, Aku telah menghapus air mata yang ku tumpahkan untuk suamimu bersamaan dengan aku merelakannya . Silahkan , aku terima jika Tuhan akan menghukumku karena tak melakukan amanat dari orang sebaik dirimu . "


" Silahkan hukum aku , tapi bersabarlah , setelah aku menang dengan perlawananku. Hingga jika Tuhan ingin menghukum dengan nyawaku , aku ikhlas . Saksikanlah dari atas bagaimana aku melawan mereka . "


" Aku selalu menyayangimu Risa* . "


Setelah itu Risa  kembali ke mobil , dimana Esme menunggunya .


" Eonnin, mau minum bersamaku  ? " tawar Risa.


" Sekarang ? Siang hari ? Yang benar saja .  "


Risa mengangguk sebagai jawaban .


" Dengan pakaian seperti itu ? "


Risa melirik pakaiannya , ia kini mengenakan kemeja hitam dan celana panjang kain berwarna hitam .


Esme mulai melajukan mobilnya .


" Ku berikan kau dua pilihan ,  yang pertama tetaplah pertahankan pakaian tidak burukmu itu dan ku antar ke pemakaman, kau bisa minum di sana sepuasnya gratis . " Ujar Esme  membuat Risa tertawa .


" Kedua , aku tahu sebuah lounge yang minumannya enak , dan toko pakaian bagus di depannya .  Bagaimana ? " Lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya .


" Sebenarnya aku malas jika harus berganti pakaian lagi ,  tapi aku sangat butuh minuman sekarang eonni . Dan ku tahu di Indonesia pemakaman tidak seperti di Korea , kau mungkin lupa jika aku juga lahir di Indonesia . "


Keduanya tertawa . Tertawa sekencang kencangnya .


"  Ternyata ini yang kubutuhkan eonni ... aku butuh waktu untuk bernapas sendiri tanpa ada orang lain yang mengaturku . "



Satu jam perjalanan  menuju bar & lounge rasanya belum cukup bagi Risa untuk membuat daftar kesalahan yang telah Ia buat .


" Ayo turun , kita sudah sampai . "


Esme mengajak Risa ke salah satu butik terkenal milik salah satu artis  dan designer .


" Maaf , bukankah anda Kim Risa ? " sapanya ramah .


Risa mengangguk juga balik menyapanya . Setelah memilih beberapa pakaian dan berfoto bersama , Risa dan Esme segera berpindah tempat ke seberang  .


Tempatnya sangat nyaman ,  bernuansa klasik  dengan gaya vintage yang kuat  meyakinkan Risa jika Ia akan tahan berlama-lama disini .


Mengambil tempat di meja sudut yang tak jauh dari meja bartender .  Esme memesan 1 gelas mocktail untuknya dan 1 gelas cocktail untuk Risa .


Lagu lagu old school tahun 90'an mulai mengalun lembut  . Lagu dari westlife , backstreet boys , britney spears , hingga lagu milik space girl mengalun silih berganti mendukung suasana lounge .


Bartender mengantar langsung minuman mereka , bahkan memberi setangkai mawar merah yang katanya dititipkan seseorang untuk Risa .


Risa mengembalikan bunga itu dengan sopan pada bartender ,


" Maaf tolong katakan padanya jika aku sangat berterimakasih atas perhatiannya . Tapi aku hawatir tunanganku akan salah paham dengan maksud orang ini yang hanya ingin menyapa . "


See ? Itulah pesona Kim Risa .


Mengutamakan Attitude yang baik bahkan ketika sedang menolak atau merasa tidak nyaman pada orang lain .  Siapa yang bisa menolak pesonanya.


" Kecuali dia pria bodoh seperti Aydin ." Batin Esme .


Risa meneguk minuman dari gelasnya .

__ADS_1


" Eonni ... kau memang yang terbaik . "


" Apa yang terjadi ? "  tanya Esme .


" Aku sadar aku sudah terlalu serakah . " Jawabnya


"  Tujuan ku kemari untuk memenuhi amanat Rani , tapi aku juga malah kembali membawa diriku berurusan dengan iblis itu . "Jelas Risa .


" Kau tau Eonni , aku sesak . Harusnya aku melepaskan beberapa agar ada ruang  yang lebih lapang , tapi aku serakah . Aku malah menerima pria itu untuk memberi napas untukku."


Risa tertawa. , " Eonni aku rindu eomma . "


Eomma yang dimaksud Risa adalah ibu angkatnya saat di Korea yang tak lain adalah ibu kandung dari Esme dan Amora .


" Cih.... bahkan saat eomma ada di Indonesia kau sedang bersama pria bodoh itu ."


" Haruskah aku menyusul eomma ? "  tanyanya .


" Jika kau memang sangat butuh pelukannya , susullah . Dia akan sangat senang jika putri kecilnya menemuinya . "


Risa tertawa .....


"  Eonni , kau tahu apa yang ku katakan pada Rani ? "  racaunya .


" Ku katakan padanya jika dia bukan Tuhan . Dia tidak bisa memaksa suaminya mencintaiku . "


Risa tertawa lirih , " Ku minta dia untuk meminta pada Tuhan agar memberi suaminya wanita yang bisa pria itu cintai , bukan wanita yang Ia butuhkan . "


Risa menggeleng-gelengkan kepalanya .


" Ku tau , Rani itu sangat dekat dengan Tuhan  .  Doanya agar aku mencintai suaminya di kabulkan . "


Risa meneguk kembali gelas cocktail nya yang ke 6 .


" Apa kau ada permintaan eonni ? Katakan padaku , aku akan meminta Rani menyampaikan pada Tuhan langsung . "


" Kenapa kau tidak meminta untuk menghapus perasaan cintamu itu ? " tanya Esme .


Risa menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan di depan wajah Esme , " Jangan eonni . Ini satu rasa yang baru untukku . Aku suka hampir semua hal tentang perasaan ini . Debaran jantungku , hembusan napas yang memberat , gelenyar aneh di kulitku , rasanya luar biasa eonni . Jauh berbeda dengan rasa geli saat kita bertiga bermain perang bantal . "


Risa dan Esme tertawa bersamaan .


" Kau sudah dewasa adik kecilku ... bahkan kau lebih banyak tau dariku . " Ujar Esme .


" Makanya carilah kekasih , " timpal Risa sebelum Ia memasrahkan kepala kecilnya di atas meja .


" Ya setelah ku buat si bodoh itu mengakui kebodohannya . "




Sementara itu di gedung Apartemen  Risa , dua orang pria sedang saling berterimakasih dan berjabat tangan .



Namun ocehan wanita yang sepertinya sedang mabuk menarik perhatian keduanya . 



Dua pria itu menanti wanita seperti apa yang mabuk bahkan saat langit belum berubah menjadi jingga .



" RISA ! ?


Pekik keduanya bersamaan .



.


.


.


.


.


"*Sulit untuk menunggu sesuatu yang kamu tahu mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetapi, lebih sulit untuk menyerah ketika kamu tahu itu semua yang kau inginkan*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2