
Setelah memastikan bayangan Aydin sudah menghilang , Risa segera menuju ke ruang ganti.
Risa melihat loker yang ditempati Esme sudah tidak terkunci dan kosong .
" Esme kemana lagi ... bisa bisanya ninggalin aku . " batin Risa .
Tidak ingin berlama lama , Risa segera mandi dan berganti pakaian . Entah mengapa di Jakarta , Risa masih takut berada di luar saat sudah larut . Padahal jika di Korea pulang dini haripun dirinya berani .
Risa menghubungi ponsel Esme , ternyata wanita itu menunggu Risa di cafe yang tak jauh dari tempat Gym .
" Ya udah buruan jemput sekarang yah . " Risa mengirim pesan pada Esme .
" Oke . Aku OTW yah . " Balas Esme .
Risa menghentikan kegiatannya yang sedang mengeringkan rambut , meski rambutnya belum kering sempurna .
Ia mengambil Baguette Bag Di*r miliknya juga tak lupa tas gym .
Sebelum keluar Risa memoleskan sedikit lip tint di bibir merah mudanya .
Risa melangkah keluar menuju depan pintu lobby , agar jika Esme tiba dia tidak perlu menunggu .
Entah suatu kebetulan atau memang takdir . Tak lama setelahnya , Aydin juga keluar .
Pria itu juga sepertinya sudah membersihkan diri. Karena kini dia mengenakan kemeja putih yang digulung , juga celana bahan berwarna dark grey .
Sebuah ide terlintas di benar Risa .
Risa mempercepat langkahnya mengikuti Aydin.
Dan Aydin tidak sadar jika ada seseorang yang mengikutinya .
Hingga Aydin tiba di tempat Ia memarkirkan mobilnya .
Aydin meletakkan tas Gymnya di bagasi mobil , lalu masuk ke bagian kemudi .
Dengan gerakan cepat Risa juga ikut masuk ke dalam mobil Aydin tanpa permisi .
" Astaga .... " teriak Aydin yang terkejut dengan kehadiran Risa yang tiba tiba .
" Annyeong .... " sapa Risa sambil nyengir .
" Kaa...mu ? Kenapa kamu naik mobil saya tanpa permisi . " ujar Aydin .
" Maaf . Tadi saya niatnya mau izin dulu kok . Tapi lihat kamu yang udah mau jalan , aku takut ketinggalan . " ujar Risa .
" Terus , mau kamu apa ? " tanya Aydin .
" Aku ingin minta tolong diantar pulang . " pinta Risa dengan puppy eyesnya .
" Loh... bukannya kamu bareng teman kamu . "
" Dia udah pulang duluan . Ada urusan mendadak . "
Risa beralasan .
" Kamu bisa naik taksi saja . Lagian kita baru bertemu . Kenal juga tidak , kenapa kamu berani sekali naik ke mobil pria yang namanya bahkan kamu tidak tahu . " Ujar Aydin .
" Ya udah , kenalin namaku Kim Risa , panggil Risa aja . Nama kamu siapa ? Lagian tadi katanya kamu wajah aku familiar , sekarang kamu bilang kita baru bertemu . " ujar Risa .
Aydin memijit keningnya yang tidak sakit .
Setelah tadi dibuat gemas dengan tingkahnya , sekarang wanita ini malah membuat dirinya kesal.
" Please tolongin yah . Aku masih takut pulang sendiran . Aku juga belum hapal jalan disini . " ujar Risa .
Aydin akhirnya mengalah .
Ia menyalakan mesin kendaraannya membuat senyum mengembang di wajah mungil Risa .
" Nah gitu dong . Lagian yah kalau terjadi sesuatu padaku , kamu yang akan di cari . Karena kamu yang terakhir ketemu aku . " ujar Risa .
Aydin kembali kesal .
" Wanita ini sudah mau di tolong , masih aja ngomong macam macam . " batin Aydin .
Aydin mematikan mesin lalu menatap Risa .
Risa nyengir , sadar jika Aydin kesal dengan ucapannya terakhir kali .
__ADS_1
" Oke oke .. aku diam . " ujar Risa .
Aydin akhirnya mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkin tempat gym .
" Kamu tinggal dimana ? " tanya Aydin .
Risa menyebutkan nama gedung dan nama jalan apartemennya .
Aydin mengangguk .
" Tadi kamu belum jawab pertanyaanku . Nama kamu siapa ? " tanya Risa .
" Aydin . " jawabnya singkat .
Aydin menoleh menatap Risa lekat . Dipandanginya Risa dari atas kepala hingga ke kaki .
Risa merasa aneh dengan tatapan Aydin refleks memeluk tas Gym di depan dadanya .
" Sudah ku duga jika aku pernah melihatmu . " ujar Aydin .
" Hah ? Dimana ? " tanya Risa . Ia mulai hawatir jika saja Aydin sempat melihatnya menemui Dafha .
" Di restauran X , siang ini . Salah seorang temanku tadi sepertinya menabrakmu saat berjalan . " Ujar Aydin .
" Aku jadi ingat setelah melihatmu mengenakan dress merah ini . " Lanjutnya .
" Ohh ya , ternyata ada kamu juga yah . Kebetulan sekali . " ujar Risa .
" Iya , hanya saja malam ini kebetulan itu seperti telah direncanakan . " singgung Aydin .
Risa menjadi gugup seketika . Apa Aydin mencurigainya .
Hingga tiba di lampu lalu lintas yang berwarna merah , sehingga mobil harus berhenti .
Aydin menengok ke kursi belakang , seperti sedang meraih sesuatu .
" Aku bercanda kok , jangan dianggap serius ucapanku tadi . " ujar Aydin .
" Nih , keringkan rambutmu . Dibiarkan terlalu lama , kamu bisa sakit . " lanjutnya sambil memberi sebuah handuk .
Risa menerima handuk tersebut . Lalu tanpa di duga Aydin juga menaikkan suhu mobilnya agar tidak terlalu dingin .
" Perhatian - perhatian kecil seperti ini yang membuat orang mudah membuka hati padanya. " pikir Risa .
" Benar . Seorang putra . Kamu tahu dari mana ? " tanya Aydin .
" Syukurlah . Ini pasti punya putra mu . Akan aneh jika seorang pria sepertimu memiliki handuk motif kartun anak kembar berkepala botak ini . " Ujar Risa sambil menahan tawa .
" Jadi itu juga alasan kamu tadi awalnya nolak ngantar aku ? Pasti kamu takut istrimu berpikiran macam macam . " Ujar Risa .
Aydin tidak menjawab .
Hingga mereka tiba di apartemen .
" Mau masuk dulu ? " Ajak Risa .
Aydin menggeleng .
" Jika istrimu curiga padaku , hubungi aku . Aku akan menjelaskannya . "
Risa memberi kartu nama pada Aydin .
" Tidak perlu . Istriku tidak akan berpikir macam macam , karena dia melihat semua kejadiannya . "
" Dari surga . " Ujar Aydin dengan memelankan suaranya di akhir ucapannya .
" Maaf jika aku membuatmu jadi mengingatnya . " Ujar Risa merasa bersalah .
" Hemm ... masuklah. Akan semakin larut jika kamu terus disini . "
Tringggg ..... tringggg..... tringggg.....
Bunyi alarm di atas nakas .
__ADS_1
Risa menurunkan selimut yang menutup hampir seluruh wajahnya .
" Udah pagi lagi yah ? " gumamnya .
Dengan kepala yang terasa berat , Risa memaksakan dirinya untuk bangun .
Bersandar di kepala ranjang , Risa mulai memeriksa ponselnya . Memeriksa akun akun media sosialnya . Seperti biasa , banyak pesan dari penggemar yang masuk .
Satu pesan yang menarik perhatian Risa adalah pesan dari akun ' ' @AyanaSyauqi ' . Isi pesannya biasa saja , hanya ucapan kagum dan harapan Ayana agar dia bisa terpilih menjadi salah satu model yang akan mengikuti kelas dari Kim Risa nanti di Stars Academy .
" Hemmm sepertinya gadis ini sangat mengidolakanku . " batin Ayana .
Risa segera mengirimkan pesan balasan untuk Ayana dalam bahasa inggris , karena Ayana juga mengirimkan pesan padanya dalam bahasa inggris .
" *Thanks for the enthusiasm . Do your best and I'll see you there* . "
Setelah selesai dengan ponselnya , Risa segera ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya lalu bersiap .
Saat merias wajahnya , Risa melihat lingkaran hitam di bawah matanya . Lingkaran hitam ini mengingatkannya masa masa dulu Ia masih menjadi model trainee di Korea . Demi mengejar karir bahkan jam latihannya lebih banyak dibanding dengan jam istirahatnya .
Semalaman dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Aydin . Raut wajah Aydin terus terbayang di benaknya . Risa ingat jelas bagaimana perubahan wajah Aydin saat Risa membahas istrinya , Rani .
Raut wajah Aydin saat itu , menggambarkan banyak sekali kerinduan , penyesalan , kesedihan , dan rasa lelah .
Sepertinya seorang Rani telah mengakar di dalam hati Aydin . Seberapa besar cinta Aydin pada Rani membuat Risa menjadi tak percaya diri .
" Apa aku mampu menggantikanmu di hatinya ? "
" Jika tidak bisa menggantikanmu , apa masih ada sedikit tempat kosong untuk aku masuk disana ? "
Ujar Risa menatap foto dua gadis SMA di atas meja riasnya .
.
.
.
.
.
"*Aku tidak pernah membenci pertemuan, karena yang aku benci ialah kenyamanan*."
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue