Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 20 . Kebetulan yang terencana


__ADS_3

Setelah memastikan bayangan Aydin sudah menghilang , Risa segera menuju ke ruang ganti.


Risa melihat loker yang ditempati Esme  sudah tidak terkunci dan kosong .


" Esme kemana lagi ... bisa bisanya ninggalin aku . " batin Risa .


Tidak ingin berlama lama , Risa segera mandi dan berganti pakaian .  Entah mengapa di Jakarta , Risa masih takut berada di luar saat sudah larut . Padahal jika di Korea pulang dini haripun dirinya berani .


Risa menghubungi ponsel Esme , ternyata wanita itu menunggu Risa di cafe yang tak jauh dari tempat Gym .


" Ya udah buruan jemput sekarang yah . " Risa mengirim pesan pada Esme .


" Oke . Aku OTW yah . " Balas Esme .


Risa menghentikan kegiatannya yang sedang mengeringkan rambut , meski rambutnya belum kering sempurna .


Ia mengambil Baguette Bag Di*r miliknya juga tak lupa tas gym .


Sebelum keluar Risa memoleskan sedikit lip tint di bibir merah mudanya .


Risa melangkah keluar menuju depan pintu lobby , agar jika Esme tiba dia tidak perlu menunggu .


Entah suatu kebetulan atau memang takdir . Tak lama setelahnya , Aydin juga keluar .


Pria itu juga sepertinya sudah membersihkan diri. Karena kini dia mengenakan kemeja putih yang digulung , juga celana bahan berwarna dark grey .


Sebuah ide terlintas di benar Risa .


Risa mempercepat langkahnya mengikuti Aydin.


Dan Aydin tidak sadar jika ada seseorang yang mengikutinya .


Hingga Aydin tiba di tempat Ia memarkirkan mobilnya .


Aydin meletakkan tas Gymnya di bagasi mobil , lalu masuk ke bagian kemudi .


Dengan gerakan cepat Risa juga ikut masuk ke dalam mobil Aydin tanpa permisi .


" Astaga .... " teriak Aydin yang terkejut dengan kehadiran Risa yang tiba tiba .


" Annyeong .... " sapa Risa sambil nyengir .


" Kaa...mu ? Kenapa kamu naik mobil saya tanpa permisi . " ujar Aydin .


" Maaf . Tadi saya  niatnya mau izin dulu kok . Tapi lihat kamu yang udah mau jalan , aku takut ketinggalan . " ujar Risa .


" Terus , mau kamu apa ? " tanya Aydin  .


" Aku ingin minta tolong diantar pulang . " pinta Risa dengan puppy eyesnya .


" Loh... bukannya kamu bareng teman kamu . "


" Dia udah pulang duluan . Ada urusan mendadak . "


Risa beralasan .


" Kamu bisa naik taksi saja . Lagian kita baru bertemu . Kenal juga tidak , kenapa kamu berani sekali naik ke mobil pria yang namanya bahkan kamu tidak tahu . " Ujar Aydin .


" Ya udah , kenalin namaku Kim Risa ,  panggil Risa aja . Nama kamu siapa ?  Lagian tadi katanya kamu wajah aku familiar , sekarang kamu bilang kita baru bertemu . " ujar Risa .


Aydin memijit keningnya yang tidak sakit .


Setelah tadi dibuat gemas dengan tingkahnya , sekarang wanita ini malah membuat dirinya kesal.


" Please tolongin yah . Aku masih takut pulang sendiran . Aku juga belum hapal jalan disini . " ujar Risa .


Aydin akhirnya mengalah .


Ia menyalakan mesin kendaraannya membuat senyum mengembang di wajah mungil Risa .


" Nah gitu dong .  Lagian yah kalau terjadi sesuatu padaku , kamu yang akan di cari . Karena kamu yang terakhir ketemu aku . " ujar Risa .


Aydin kembali kesal .


" Wanita ini sudah mau di tolong , masih aja ngomong macam macam . "  batin Aydin .


Aydin mematikan mesin lalu menatap Risa .


Risa nyengir , sadar jika Aydin kesal dengan ucapannya terakhir kali . 

__ADS_1


" Oke oke .. aku diam . " ujar Risa .


Aydin akhirnya mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkin tempat gym .


" Kamu tinggal dimana ? "  tanya Aydin .


Risa menyebutkan nama gedung dan nama jalan apartemennya .


Aydin mengangguk .


" Tadi kamu belum jawab pertanyaanku . Nama kamu siapa ? "  tanya Risa .


" Aydin . " jawabnya singkat .


Aydin menoleh menatap Risa lekat . Dipandanginya Risa dari atas kepala hingga ke kaki .


Risa merasa aneh dengan tatapan Aydin refleks memeluk tas Gym di depan dadanya .


" Sudah ku duga jika aku pernah melihatmu . " ujar Aydin .


" Hah ? Dimana ? " tanya Risa . Ia mulai hawatir jika saja Aydin sempat melihatnya menemui Dafha .


" Di restauran X , siang ini . Salah seorang temanku tadi sepertinya menabrakmu saat berjalan . " Ujar Aydin .


" Aku jadi ingat setelah melihatmu mengenakan dress merah ini . " Lanjutnya .


" Ohh ya , ternyata ada kamu juga yah . Kebetulan sekali . " ujar Risa .


" Iya , hanya saja malam ini kebetulan itu seperti telah direncanakan . " singgung Aydin .


Risa menjadi gugup seketika . Apa Aydin mencurigainya .


Hingga tiba di lampu lalu lintas yang berwarna merah , sehingga mobil harus berhenti .


Aydin menengok ke kursi belakang , seperti sedang meraih sesuatu .


" Aku bercanda kok , jangan dianggap serius ucapanku tadi . " ujar Aydin .


" Nih , keringkan rambutmu . Dibiarkan terlalu lama  , kamu bisa sakit . " lanjutnya  sambil memberi sebuah handuk .


Risa menerima handuk tersebut . Lalu tanpa di duga Aydin juga menaikkan suhu mobilnya agar tidak terlalu dingin .


" Perhatian - perhatian kecil seperti ini yang membuat orang mudah membuka hati padanya. " pikir  Risa .


" Benar . Seorang putra . Kamu tahu dari mana ? " tanya Aydin .


" Syukurlah . Ini pasti punya putra mu . Akan aneh jika seorang pria sepertimu memiliki handuk motif kartun anak kembar berkepala botak ini . " Ujar Risa  sambil menahan tawa .


" Jadi itu juga alasan kamu tadi awalnya  nolak ngantar aku ? Pasti kamu takut istrimu berpikiran macam macam . " Ujar Risa .


Aydin tidak menjawab .


Hingga mereka tiba di apartemen .


" Mau masuk dulu ? " Ajak Risa .


Aydin menggeleng .


" Jika istrimu curiga padaku , hubungi aku . Aku akan menjelaskannya . "


Risa memberi kartu nama pada Aydin .


" Tidak perlu . Istriku tidak akan berpikir macam macam , karena dia melihat semua kejadiannya . "


" Dari surga . " Ujar Aydin dengan memelankan suaranya di akhir  ucapannya .


" Maaf jika aku membuatmu jadi mengingatnya . " Ujar Risa merasa bersalah .


" Hemm ... masuklah. Akan semakin larut jika kamu terus disini . "




Tringggg ..... tringggg..... tringggg.....


Bunyi alarm di atas nakas .


__ADS_1


Risa menurunkan selimut yang menutup hampir seluruh wajahnya .



" Udah pagi lagi yah ? " gumamnya .



Dengan kepala yang terasa berat , Risa memaksakan dirinya untuk bangun .



Bersandar di kepala ranjang , Risa mulai memeriksa ponselnya . Memeriksa akun akun media sosialnya . Seperti biasa , banyak pesan dari penggemar yang masuk .



Satu pesan yang menarik perhatian Risa adalah pesan dari akun ' ' @AyanaSyauqi ' . Isi pesannya biasa saja , hanya ucapan kagum dan harapan Ayana agar dia bisa terpilih menjadi salah satu model yang akan mengikuti kelas dari Kim Risa nanti di Stars Academy .



" Hemmm sepertinya gadis ini sangat mengidolakanku . " batin Ayana .



Risa segera mengirimkan pesan balasan untuk Ayana dalam bahasa inggris , karena Ayana juga mengirimkan pesan padanya dalam bahasa inggris .



" *Thanks for the enthusiasm . Do your best and I'll see you there* . "



Setelah selesai dengan ponselnya , Risa segera ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya lalu bersiap .



Saat merias wajahnya , Risa melihat lingkaran hitam di bawah matanya . Lingkaran hitam ini mengingatkannya masa masa dulu Ia masih menjadi model trainee di Korea . Demi mengejar karir bahkan jam latihannya lebih banyak dibanding dengan jam istirahatnya .



Semalaman dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Aydin . Raut wajah Aydin terus terbayang di benaknya . Risa ingat jelas bagaimana perubahan wajah Aydin saat Risa membahas istrinya , Rani .



Raut wajah Aydin saat itu , menggambarkan banyak sekali kerinduan , penyesalan , kesedihan , dan rasa lelah .



Sepertinya seorang Rani telah mengakar di dalam hati Aydin . Seberapa besar cinta Aydin pada Rani membuat Risa menjadi tak percaya diri .



" Apa aku mampu menggantikanmu di hatinya ? "



" Jika tidak bisa menggantikanmu , apa masih ada sedikit tempat kosong untuk aku masuk disana ? "


Ujar Risa menatap foto dua gadis SMA di atas meja riasnya .



.


.


.


.


.


"*Aku tidak pernah membenci pertemuan, karena yang aku benci ialah kenyamanan*."


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2