Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 53 . Dua kubu


__ADS_3

Hari ini Ayana harus merelakan kelas bimbingannya bersama Risa karena harus menunggui Dafha pulang sekolah untuk melancarkan misi yang telah mereka rencanakan kemarin .


Ayana sengaja tidak mengabari siapapun jika akan menjemput Dafha, agar Abang dan Mamanya tidak curiga .


Setelah perdebatannya Bersama sang Ibu kemarin siang, hari ini Ayana akan melancarkan rencana misi balasan dengan Dafha sebagai sekutunya .




Awan mendung masih setia menghiasi langit Ibu Kota , suhu pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya . Aroma hujan kala itu seperti membius seorang wanita yang masih enggan beranjak meninggalkan pembaringannya . Dia , Ayana Syauki .



Salah satu kebiasaan yang sudah sejak dulu diterapkan di keluarga Dimas Syauki adalah sarapan Bersama seluruh anggota keluarga . Keluarga mereka tidak termasuk dalam salah satu jejeran keluarga konglomerat tanah air yang selalu menghiasi pemberitaan dengan segala aktivitasnya .



Tapi sejak dulu , keluarga mereka cukup sibuk untuk terus memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup . Sehingga tak jarang bagi anggota keluarga untuk bisa mengobrol , bertukar pendapat serta keluh kesah . Kecuali saat sarapan di pagi hari .



Meski kini putra tertua mereka telah sukses membawa nama keluarga Syauki sebagai salah satu keluarga terpandang penguasa bisnis dibidang teknologi dan IT . Tradisi untuk berkumpul sarapan Bersama tetap mereka pertahankan .



Ayana yang sempat berendam sebentar dengan air hangat , kini merasa lebih hangat . Ia menggandeng lengan Ayahnya menuju meja makan saat mereka bertemu di ujung tangga .



Papa Dimas mengambil posisi duduk di ujung meja , dengan Aydin dan putranya di sebelah kanan meja sedang Mama Indira dan Ayana berada di sebelah kiri meja .



Sarapan mereka pagi ini penuh aura ketegangan, setidaknya hal itu yang bisa Ayana duga sedang terjadi pada Abang dan Mamanya . Entah ap aitu , Ayana masih tak paham .



“ Oma, Opa, Daddy , jadikan kita berangkat liburan ? “ tanya Dafha .



“ Tentu dong Boy ,” jawab Aydin .



“ Bagaimana dengan Risa ? Apa dia akan tetap ikut ? “ tanya Mama Indira .



Dari senyumnya yang sulit di artikan, Ayana bisa tau jika benar terjadi sesuatu antara Abangnya dengan Ms.Kim .



“ Belum tau . Nanti aku akan meminta Daffin memastikannya . “ Ucap Aydin .



“ Kalau begitu , beri tahu Daffin jika Mama akan mengajak Franda."



Mendengar ucapan Mamanya yang akan mengajak Franda dalam liburan keluarga mereka , membuat Aydin kehilangan selera makannya . Ia tau jika ini adalah cara Mamanya untuk kembali mendekatkan dirinya dengan Franda .



Aku sudah selesai . Aku ke ruang kerjaku dulu . “ Ujarnya lalu langsung berdiri meninggalan makanannya yang baru dihabiskan setengahnya saja .



Ayana yang penasaran denga apa yang telah terjadi menanyakn langsung kepada Ibunya mengenai kebenaran hal itu .


“ Ma , dari mana Mama tau jika Ms.Kim tidak akan ikut ? “ tanya Ayana saat menikmati pudding pisang sebagai makanan penutup sarapan pagi itu .



“ Mama tidak peduli , Risa akan datang atau tidak . Yang pasti Mama akan tetap mengak Franda . “ Jawab Mama Indira .



“ Apa Mama sekarang tidak mendukung abang dan Ms.Kim lagi ?” tanya Ayana .



“ Risa terlalu baik untuk Abangmu . “ Jawab Mama Indira .



“ Bukankah itu hal yang bagus ? “ Tanya Ayana yang tak mengerti pola pikir Mamanya yang cepat sekali berubah.


“ Tentu tidak bagi Risa . “ Jawab Mama Indira sebelum meninggalkan Ayana yang bingung dengan tujuan sebenarnya sang Ibu .



Dan begitulah bagaimana awal mula terbentuknya dua kubu di kediaman Dimas Syauki . Kubu Ayana yang mendukung Risa sebagai istri Abangnya . Dan Kubu Mama Indira yang mendukung Mama Indira yang ada di pihak Franda .



~~~~~~~~~***FLASH BACK OFF***


__ADS_1


Mobil Ayana kini memasuki Kawasan sebuah Mall yang letaknya tak jauh dari Stars Academy .



Tujuan mereka kali ini adalah sebuah playland yang sudah sejak tadi menjadi topik pembahasan Dafha .



Dafha sangat bersemangat karena Risa juga turut ikut menemaninya saat bermain . Ayana terharu melihat pemandangan Dafha yang bisa tertawa riang kembali setelah kehilangan Mommynya 8 bulan lalu .



Senyum manis Ayana terbit tatkala ponselnya bergetar, dan nampaklah nama Abangnya di layelar .



“ Halo Yana , “ suara Aydin diseberang telepon terdengar panik .



“ Iya Bang , “ jawabnya .



“ Apakah Dafha bersamamu ? Gurunya bilang Dafha dijemput oleh tantenya . “ Tanya Aydin .



“ Ya , Dafha bersamaku . “



“ Syukurlah , “ ucap Aydin penuh syukur .



“ Lalu kalian sekarang di mana ? “ tanyanya setelah menyadari kebisingan di tempat Ayana .



“ Di playland , Dafha sedang asik bermain . “ ucap Ayana jujur .



“ Kalian hanya berdua saja ? “ tanya Aydin yang menjadi penasaran .



“ Tidak , ada Ms. Kim bersamaku . Dan kini mereka masih sibuk bermain ,”




“ Yah tentu saja , apa ada Ms. Kim yang lain selain Risa ,” ucap Ayana sebelum memutus sambungan telepon .



Tak lama Risa ikut bergabung Bersama Ayana yang sejak tadi menunggu dirinya dan Dafha bermain.



“ Ternyata permainan anak kecil juga sangat menguras tenaga ,” ungkapnya .



“ Dan entah dari mana para bocil itu memiliki tenaga hingga tahan bermain berjam-jam . " Sahut Ayana .



Kedua Wanita cantik yang berprofesi sebagai model pun tertawa Bersama .



“ Ms. Kim , bolehkah saya bertanya sesuatu ? “ tanya Ayana .



“ Risa , panggil Risa saja , Sikahkan Ayana . “ ucapnya .



“ Apa Kak Risa dan Bang Aydin menjalin hubungan yang serius ? “ tanyanya hati-hati .



Risa menghela napas dan tersenyum dengan senyum tertahan , “ jika kamu bertanya beberapa minggu yang lalu, jawabannya Iya . “ Risa mengakuinya .



“ Bagaimana dengan sekarang ? “ tanya Ayana .



“ Entahlah , kondisi hubungan kami saat ini sedang tidak baik . Maaf jawabanku mungkin tidak seperti harapanmu ,“ jawab Risa singkat dengan tawa .



“ Kak Risa , jika boleh meminta apakah Kakak bisa berbaikan kembali dengan abang ? “ pinta Ayana .


“ Kenapa kamu yang meminta , jika memang akan di pertahankan maka biarkan Aydin dan Aku yang akan menyelesaikannya .” Ujar Ayana .

__ADS_1



“ Kak, apa kau marah karena aku mencampuri urusan kalian ? “



“ Tentu tidak Ayana . Aku senang kamu perhatian pada kami . “ Ucapnya disenyumi senyuman tulus .



“ Maaf jika ucapanku ini terkesan egois , tapi aku melihat Dafha sungguh Bahagia saat Bersamamu Kak . Bahkan Bang Aydin juga begitu .” Tutur Ayana .



“ Aku bersyukur jika kamu menilai seperti itu Yan , tapi sepertinya kenyamanan Aydin bukan denganku . Tapi bersama Mommy Dafha ." Lirihnya .



Setelah perbincangan cukup berat antara dirinya dan Risa , kini Ayana mengajak Risa untuk makan siag di sebuah restaurant western .



Belum lama kami duduk di resto , bebrapa pelanggan resto meminta untuk berfoto dengan Risa .


“ Penggemar di sini berbeda , di korea kirm ke baklambu , Ucapnya .



Setelah tadi Dafha merengek akhirnya Risa setuju untuk ikut ke Raja Ampat .



Seperti ucapan Esme pagi tadi maka Ia akan memanfaatkan momen terakhir bersama Dafha atau Aydin sebaik mungkin .



Liburan Bersama di destinasi wisata terkenal di Tanah Airnya akan Ia buat sebagai kenangan terindah yang akan Ia sampaikan pada Rani saat Ia mempertanyakan tanggung jawab Risa atas amanat Rani padanya .



Belum lama menikmati hidangan yang mereka pesan , tanpa diduga Gio dan Albert menghampiri keduanya .



“ Risa , tak kusangka kita bertemu disini .” Ucapnya .



“ Gio , Albert , “ sapa Risa menjabat tangan Gio dan Albert bergantian.



“ Bolehkah kami ikut bergabung di sini , sungguh sepi jika hanya makan berdua . “ Bujuk Gio .


Risa melirik Ayana meminta persetujuan gadis itu . Ayana mengangguk kemudian Risa mempersilahkan Gio dan Albert duduk .


Sesekali Risa menatap Ayana , gadis itu sejak ada Gio dan Albert menjadi lebih diam . Mungkinkah ?



Sementara ditempat lain , Aydin dibuat kesal karena Ayana yang mengirim pesan padanya .



*To : Bang Aydin*



Isi pesan : *Bang kau baru saja tertinggal satu langkah lagi dari pria lain .. Bye Bye* .



“ SIal , hanya tau wanita itu bertemu pria lain, emosbiku jadi begini .” Batin Aydin .



“ Awas saja jika suatu saat takdir membawa kami kembali sebagai jodoh , tak akan pernah ku biarkan ada pria lain mendekatinya . ‘



.


.


.


.


“ *The worst feeling is when you don’t wanna give up on someone, but you know you have to* “


(*Perasaan terburuk adalah saat kamu tidak ingin menyerah pada seseorang , tapi kamu tahu kalua kamu harus melakukannya* )


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2