
Menutup pintu mobil dengan kasar , Risa masuk ke mobil diikuti Esme yang segera melajukan mobil meninggalkan gedung Ohana Tech Group.
" Mwol bwayo (apa yang kamu lihat ) ? "
Risa bertanya pada Esme dengan ketus saat menyadari Esme sesekali melirik padanya .
" Andwae ( tidak ada ) . "
Jawab Esme segera sebelum Risa benar benar merajuk .
" Geojinmal hajima ( jangan bohong ) .. " ujar Risa karena tahu Esme pasti penasaran dengan apa yang terjadi .
Esme tak membalas lagi ucapan Risa . Melihat jejak jejak di leher dan pundak Risa , sedikit banyak sudah dapat Esme pahami apa yang terjadi .
Mobil mereka kini sudah sampai depan di sebuah studio foto . Seharusnya satu jam yang lalu adalah jadwal photo session untuk Risa dan 11 peserta trainee guna keperluan materi promosi .
" Sini .. aku bantu samarkan dulu . " ujar Esme .
Risa tanpa banyak bicara segera menarik kesamping rambut yang sejak tadi dia gunakan untuk menutupi jejak jejak itu , walaupun dia tahu hasilnya percuma saja .
Dengan perlahan Esme menutupi jejak yang dibuat Aydin dengan foundation .
" Tenangkan dirimu . Jangan sampai kejadian tadi mengganggu konsentrasimu . Bersikaplah profesional seperti seorang Kim Risa . " Ujar Esme di sela sela kegiatannya dan dibalas anggukan oleh Risa .
" Jika sudah siap cerita , maka ceritalah . " lanjutnya .
" Nah... akhirnya selesai . Semoga tak ada yang menyadarinya . " gumam Esme .
Keduanya lalu berjalan masuk kedalam studio .
Sudah menjadi kebiasaan bagi Risa untuk menyapa semua staff yang bertugas tak lupa juga Ia meminta maaf karena harus datang terlambat .
Sebelum tiba gilirannya , Risa mengecek beberapa hasil foto yang sudah dilakukan oleh para model trainee .
Risa cukup puas dengan hasilnya , namun ada beberapa yang akhirnya harus diulang setelah Risa berdiskusi dengan fotografer .
Sebentar lagi tiba giliran Risa . Dia akan make up dan berganti pakaian dulu . Walaupun lebih senior Risa tidak meminta tempat khusus untuknya , dia dengan senang hati berbaur dengan model model trainee yang lain .
" Ms . Kim ... apa kabar ? " sapa Ayana yang baru saja masuk untuk touch up riasannya .
" Hai Ayana ... aku baik . " jawab Risa .
Tanpa Risa sadari Ayana samar-samar bisa melihat jejak berwarna merah di leher Risa . Dia sudah dewasa , dan tahu apa yang menyebabkan warna merah di leher idolanya itu.
Entah mengapa tiba tiba Ayana merasa kecewa. Bukan kecewa karena mengetahui apa yang telah Risa lakukan , tapi karena berpikir apa Risa sudah punya kekasih . Rencananya untuk menjodohkan kakaknya dengan Ms.Kim idolanya terancam gagal .
Photo session berjalan cukup lancar , kecuali untuk satu orang model yang tak lain adalah Anggun . Seperti komentar Risa sebelumnya jika Anggun tidak berhasil menampilkan karakter di depan kamera . Dan gadis itu bahkan tidak mau menerima kritik dan masukan .
Setelah selesai , Risa mengajak semua peserta trainee dan tim produksi untuk makan malam bersama .
Aydin malam ini minta izin pada mamanya untuk menitipkan Dafha lebih lama . Karena Ia akan lembur .
Namun sebenarnya itu hanya alasannya saja . Pasalnya kini Ia bersama asisten setianya Chandra berada di sebuah lounge .
Jika bertanya mengapa mereka tidak ke club , keduanya bukannya tidak pernah ke club . Tapi bagi Aydin , jika sedang banyak pikiran dia lebih senang untuk ke tempat yang lebih tenang ,lebih santai .
Seperti sekarang , Aydin duduk di salah satu lounge , menikmati gelas demi gelas alkohol walaupun yang dinikmati adalah alkohol dengan kadar terendah yang tidak mungkin membuatnya mabuk , mendengarkan alunan musik lembut bukan musik yang memekikkan telinga .
Aydin kembali terbayang perbuatannya pada Risa hari ini . Dia juga menyesal sudah berkata jika apa yang dilakukannya sebuah kesalahan .
Sejujurnya , Aydin hanya takut jika ada harapan yang nantinya timbul . Aydin belum yakin jika dirinya bisa membuka lembaran baru hidupnya tanpa Rani .
Sudah mulai tenang , ponselnya bergetar beberapa kali . Aydin melihat notifikasi jika Ayana mengirimkannya beberapa pesan dan gambar .
📩 Ayana :
' Aku baru saja selesai sesi pemotretan bersama Ms. Kim . Kami sedang makan malam , hingga seorang pria menyapa Ms. Kim . Prianya cukup tampan , tapi setelah ku perhatikan lagi , bukankah dia adalah teman yang menyapamu saat di restauran ? '
__ADS_1
📩 Ayana :
FOTO
FOTO
Awalnya Aydin tak ingin peduli .
" Apa urusannya makan malam tim mereka denganku . " ujar Aydin pada Chandra .
Chandra hanya menjadi pendengar saja tanpa ingin berkomentar sedikitpun .
" Tapi tunggu ? Teman ku siapa ? Bukankah temanku disini hanya kamu Chandra . " gumam Aydin .
" Cihh... jika sedang seperti ini dia bilang gw temannya . " Chandra berdecih .
Suasana kembali hening , Aydin kembali melamun .
Namun tiba tiba , beberapa pengunjung dan juga Chandra dikejutkan oleh Aydin yang tiba tiba mengumpat .
" Bren\*s\*k . Sialan . " umpatnya dengan suara yang cukup mengganggu pengunjung lain .
Aydin lalu meminta Chandra terus melajukan mobil lebih cepat . Dia harus segera bertanya pada adiknya .
" Yana .... Ayana .... " panggilnya dengan berteriak .
" Din.. ssstttt ... baru pulang kok udah ribut ribut. Dafha bisa bangun . " tegur mamanya yang keluar dari kamar Dafha setelah mendengar keributan .
Aydin melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Ayana .
Braakkkk .... suara pintu yang di buka dengan kasar .
" Bang .... ada apa ? " tanya Ayana .
" Katakan siapa pria yang kamu lihat bersama dengan Risa ? "
" Lihatlah sendiri . Bukannya sudah ku kirimkan fotonya . " ujar Risa .
" Cih ..... Aku tidak mau melihatnya . " jawab Aydin dengan berdecih .
" Dia pria yang kita temui kemarin malam di restauran . Siapa namanya? Aku lupa. Jay ? Jerry ? Jimm ? " ujar Ayana .
__ADS_1
" Gio . "
" Yah.... Gio . Bener bang . " Ayana membenarkan ucapan kakaknya .
Aydin menyugar rambutnya dengan tangan . " Jadi benar Risa adalah pawang yang Gio maksud ? "
" Bang , memangnya apa hubungan Ms . Kim dan kak Gio itu ? " tanya Ayana .
" Tidak ada . Mereka tak punya hubungan apapun. " jawab Aydin ketus .
" Sepertinya mereka punya . Tadi bisa ku lihat bagaimana tatapan memuja dari Gio . Dia akan tertawa jika Ms. Kim tertawa . Sangat terlihat ada cinta dimatanya . Bahkan saat tadi di ruang make up aku lihat Ms. Kim memiliki banyak jejeak jejak cinta di leher dan pundaknya . " Ujar Ayana sengaja memanas manasi kakaknya .
" Kamu anak kecil diam saja . Mana tahu soal cinta cinta . " tegur Aydin kemudian hendak keluar dari kamar adiknya ..
Sebelumnya menutup pintu , Aydin kembali ingin menggoda adiknya .
" Yana ... apakah jejak jejaknya di leher dan pundak sebelah kanan ? " Tanya Aydin .
Ayana mengingat sebentar . " Sepertinya benar ... tapi aku kurang yakin . "
" Aku yakin kok di sebelah kanan , karena jejak itu adalah jejak hasil karyaku tadi . " Ujar Aydin dengan santainya lalu menutup pinu kamar adiknya sambil tertawa penuh kemenangan .
" What ??? Bang... bang... beneran itu abang ? Awas kalau berani macam macam sama Ms. Kim . " teriak Ayana dari dalam kamarnya .
Pagi harinya , Aydin yang akhirnya menginap di rumah orang tuanya kini ikut sarapan bersama putranya sebelum berangkat ke kantor dan mengantar Dafha sekolah .
" Yana .... mukanya jangan ditekuk gitu kalau di depan makanan . Kamu kenapa sih ?" Tegur mama Indira .
" Yana kesel sama bang Aydin . Bisa bisanya dia seperti itu . Menodai kulit putih mulus idolaku dengan jejak jejak gak jel.....mmmppphhh lheeppp...haaasss ..."
Ucapan Ayana dihentikan oleh Aydin dengan membekap mulutnya .
" Kalian berdua kenapa ? Udah pada gede' tapi tingkah masih seperti anak kecil . " tegur Mama Indira lagi .
" Ini Ma .. Bang Aydin masa udah berani ci..... mmmmppphhhhhh ..... mmmmmppphhhh ..... "
Kembali Aydin membekap mulut Ayana saat akan berbicara .
Dan begitulah berulang ulang , sarapan pagi itu di kediaman Bapak Dimas Syauqi yang biasanya damai menjadi rusuh karena tingkah bocah dari dua anaknya yang sudah tidak bocah lagi .
.
.
.
.
.
"Jika kamu membatasi pilihanmu hanya untuk apa yang tampaknya mungkin atau masuk akal, kamu memutuskan dirimu sendiri dari apa yang benar-benar kamu inginkan, dan semua yang tersisa adalah kompromi."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue