Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat
Bab 66. Langkah awal merelakan


__ADS_3

Mobil Echa memasuki kompleks apartemen saat hari sudah mulai gelap .


Setelah tadi makan siang bersama Gio dan Albert , Risa dan Amora ingin ditemani berbelanja di salah satu Mall .


Jika bukan karena ingin bersama Esme lebih lama , Echa tidak akan sanggup menemani dua wanita berbelanja .


Tentu saja hanya dua , karena Esme tidak termasuk. Dan itu yang membuat Echa makin jatuh hati pada pesona wanita itu .


" Baiklah , kalian naiklah duluan . Aku harus langsung pergi lagi , " ucap Echa .


" Terimakasih , selamat malam Echa ." Ucap Risa dan Amora bersamaan lalu keluar dari mobil Echa .


Berbeda dengan Esme , wanita itu tidak langsung turun .


Dengan sudut mata yang menyipit , Ia menatap tajam pada Echa .


" Jujur padaku , kau mau kemana setelah ini ? "


" Aku ada janji dengan teman kantor ku . " Jawabnya berbohong .


" Aku tau kamu berbohong , " tudingnya .


" Apa sekarang kamu sedang berperan sebagai kekasih yang posesif dan pencemburu ? "  godanya , tak lupa alisnya Ia naik turunkan .


" Cih ... , " Esme berdecih .


" Jangan berlebihan . Aku hanya tak ingin ada musuh dalam selimut , aku akan terus mengawasimu . " peringat Esme sebelum turun dari mobil .


Echa menunggu Esme menghilang di balik pintu lobby apartement lalu mulai melajukan kembali mobilnya .


Ia menghela napasnya panjang , " untung saja dia tidak ketahuan . "


Echa segera melajukan mobilnya menuju restauran tempat seseorang telah menunggunya .



FLASH BACK  ON



Aydin dan rombongan keluarganya memilih penerbangan paling pagi untuk kembali dari Sorong menuju Jakarta .



Chandra masih tak mengerti jalan pikiran Aydin .


Seingatnya, bos nya itu bahkan mengancam nyawanya jika tidak bisa mendapatkan bukti jika Franda telah menjebaknya .



Setelah bersusah payah dan juga mengeluarkan banyak biaya , bukti yang mereka dapatkan dari  Steve hanya menjadi file di ponsel Aydin .



Di sisi lain , Chandra sungguh muak melihat tingkah Franda.


Franda bagaikan ular berbisa yang sangat beracun . Wanita itu bahkan bisa menangis tersedu-sedu seolah telah menjadi korban .



" Pak , kenapa tidak langsung saja mengungkap semua kebohongannya ? " tanya Chandra saat pesawat telah lepas landas meninggalkan Sorong . Meninggalkan Raja Ampat dan segala kenangannya .



" Jika masih bisa diselesaikan dengan cara yang baik , tidak perlu sampai mempermalukan seseorang . Terlebih dia seorang wanita . " Jawab Aydin .



Chandra hanya bisa mendengus dengan jawaban yang entah bijak atau sok bijak dari  bos nya itu .



Lebih dari 4 jam mengudara , kini mereka telah kembali berada di Jakarta .


" Ma ... aku titip Dafha . Aku akan langsung berangkat ke kantor bersama Chandra . " Ucap Aydin .


" Franda kau boleh cuti saja untuk hari ini , istirahatlah   " Lanjutnya .


Aydin mengecup kening putranya yang sedang tertidur dalam gendongan sang kakek sebelum Ia pergi bersama Chandra .


Dalam lubuk hatinya Ia sungguh merasa bersalah pada Dafha , putranya .

__ADS_1


Sejak kepergian Risa , Ia sudah mendengar dari Chandra jika Dafha  menjadi pendiam , tidak bersemangat , dan porsi makannya berkurang banyak .


Bukannya tidak peduli  tapi Aydin juga tak tahu harus berbuat apa .


Sedangkan adiknya , Ayana . Sejak kejadian itu mereka belum lagi bertegur sapa .



Baru saja tiba di kantor , Aydin segera memasuki ruangan pribadinya .



Ia mengganti pakaian casualnya dengan setelan jas yang selalu siap sedia di lemarinya  



Entah mengapa Aydin tiba -tiba mengingat ciuman pertamanya bersama Risa di ruangan ini .



" Walaupun waktunya singkat , tapi kenangan bersamamu sayang masih terus membayangiku. " batin Aydin .



Belum lama Ia duduk di kursi kebesarannya , Chandra yang juga sudah berganti pakaian dengan setelan jas masuk dengan tergesa-gesa.



" Pak ... pak ... Anda harus baca ini . "


Chandra memberikan sebuah map pada Aydin .



Aydin membaca surat yang ternyata berisi  pembatalan kerja sama dari Sky High Group .


" Sudah ku duga , ini pasti akan terjadi . " gumamnya .



" Chandra , hitung semua kerugian dan nominal pinalty yang harus di tanggung oleh Sky High Group . "  perintahnya dengan tegas .




Aydin segera menghubungi Gio untuk mengatur pertemuan membahas mengenai  pembatalan kerja sama ini .



Namun sungguh hatinya bagai tertampar kenyataan pahit saat mendengar samar - samar suara wanita yang sangat Ia rindukan saat ini .



" itu suara wanitaku, suara Risa ku . Dan kini Ia tertawa , tapi tidak denganku . " batin Aydin.



Sesuai janji pukul 2 siang  , Aydin dan Gio bertemu di sebuah restauran yang ada di sebuah Mall .


Sebelum masuk Aydin sempat mengedarkan pandangannya , berharap sosok yang Ia cari ada di sana .


" Siang Aydin , " sapa Gio sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan .


Aydin menyambutnya , dan yang terjadi saat ini sungguh jauh berbeda  dengan  yang biasa mereka lakukan  .


Sungguh kaku , tak ada sapaan hangat layaknya teman dekat seperti biasa .


" Kami sudah menerima surat pembatalan kerja sama . Kami menerimanya dan ini adalah lampiran total kerugian dan  biaya pinalty yang kami ajukan . " Ucap Aydin .


Gio hanya melihat sekilas tanpa memeriksa , " Oke . " jawabnya singkat menyetujui .


" Apa Risa masih tetap pada proyek ini ? " tanya Aydin .


" Ya, tentu saja . "


" Kalau begitu tolong jaga dia , " pinta Aydin .


" Tentu , tak akan ku biarkan Ferdinand itu menyentuhnya walau seujung kuku pun .  " Janji Gio .


Aydin cukup terkejut saat mengetahui fakta jika Gio mengetahui siapa Ferdinand .

__ADS_1


" Ada apa Aydin ? Kamu bingung aku tau dari mana ? " tanya Gio .


" Aku selalu mencari tau hal-hal yang berkaitan dengan wanita yang ku sukai . " Lanjutnya .


" Entah apa yang terjadi pada hubungan kalian . Tapi yang ku lihat Ia sangat tersakiti . Jika kau masih tidak bisa memberikan seluruh hatimu , sebaiknya berhentilah . " Ucap Gio .


" Wanita itu sudah terlalu banyak bersedih , aku bersedia memberi semua hatiku untuk membahagiakannya . Walau ku tau , saat ini hatinya masih milikmu . "


Ucapan Gio seperti menampar wajah Aydin .


Selama perjalanan kembali setelah  bertemu Gio, Aydin terus teringat ucapan Gio  


" Aku memang pria brengsek . Aku menuntut  semua Cinta dari Risa , tapi nyatanya aku bahkan masih membagi hatiku . " Batin Aydin .


Aydin merogoh saku jasnya, mencari ponsel lalu menghubungi Echa .


" Halo  , " sapa Echa ..


" Echa , maaf menganggu mu . Apa kau sibuk ? "


" Aku tidak sibuk , malah sedang bosan . "


Echa terdengar bagai seorang anak yang mengadu pada Ibunya .


" Memangnya kau tidak ada kerjaan ? " tanya Aydin .


" Pekerjaanku banyak . Tapi untuk menghibur hati mantan kekasihmu , aku malah berakhir menemaninya berbelanja berjam-jam lamanya . " jelasnya .


" Apa ? Mantan kekasihku ? Siapa ?  " tanya Aydin .


" Siapa lagi kalau bukan Risa . Hubungan kalian sudah berakhir kan ? "


" Apa karena itu sekarang kau sudah berencana untuk mendekatinya ? " Aydin membalasnya juga dengan pertanyaan .


" Ya , tentu saja . Ini kesempatan emas . Kesempatan yang di tunggu-tunggu oleh banyak pria . " Echa sangat senang berhasil membuat Aydin cemburu .


" Sialan . Aku menyesal menghubungi pria ini . " batin Aydin .


" Halo ,memangnya ada apa kau menghubungiku ? " tanya Echa setelah Aydin diam .


" Aku ingin bertemu denganmu hari ini . Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan . Penting . "


"  Baiklah , akan ku kabari lagi jika sudah lowong . " Ucap Echa sebelum mengakhiri panggilan telepon dengan Aydin .


FLASHBACK OFF




Namun hari ini , Kim Risa sosok yang nyaris sempurna memilih untuk kembali ke identitas lamanya .



Lebih tepatnya Ia kembali sebagai Brisa Elzavira.


Namun kali ini , Ia akan semangat, penuh antusias, serta dengan pikiran yang positif dalam menyambut tantangan hidup.


*Ia tak* akan takut lagi untuk bermimpi dan memiliki tujuan yang kuat atas keinginannya .


.


.


.


.


.


“*Satu-satunya batasan untuk meraih mimpi kita adalah keragu-raguan kita akan hari ini. Marilah kita maju dengan keyakinan yang aktif dan kuat” - Franklin Roosevelt*


.


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2