
Mobil Echa memasuki kompleks apartemen saat hari sudah mulai gelap .
Setelah tadi makan siang bersama Gio dan Albert , Risa dan Amora ingin ditemani berbelanja di salah satu Mall .
Jika bukan karena ingin bersama Esme lebih lama , Echa tidak akan sanggup menemani dua wanita berbelanja .
Tentu saja hanya dua , karena Esme tidak termasuk. Dan itu yang membuat Echa makin jatuh hati pada pesona wanita itu .
" Baiklah , kalian naiklah duluan . Aku harus langsung pergi lagi , " ucap Echa .
" Terimakasih , selamat malam Echa ." Ucap Risa dan Amora bersamaan lalu keluar dari mobil Echa .
Berbeda dengan Esme , wanita itu tidak langsung turun .
Dengan sudut mata yang menyipit , Ia menatap tajam pada Echa .
" Jujur padaku , kau mau kemana setelah ini ? "
" Aku ada janji dengan teman kantor ku . " Jawabnya berbohong .
" Aku tau kamu berbohong , " tudingnya .
" Apa sekarang kamu sedang berperan sebagai kekasih yang posesif dan pencemburu ? " godanya , tak lupa alisnya Ia naik turunkan .
" Cih ... , " Esme berdecih .
" Jangan berlebihan . Aku hanya tak ingin ada musuh dalam selimut , aku akan terus mengawasimu . " peringat Esme sebelum turun dari mobil .
Echa menunggu Esme menghilang di balik pintu lobby apartement lalu mulai melajukan kembali mobilnya .
Ia menghela napasnya panjang , " untung saja dia tidak ketahuan . "
Echa segera melajukan mobilnya menuju restauran tempat seseorang telah menunggunya .
FLASH BACK ON
Aydin dan rombongan keluarganya memilih penerbangan paling pagi untuk kembali dari Sorong menuju Jakarta .
Chandra masih tak mengerti jalan pikiran Aydin .
Seingatnya, bos nya itu bahkan mengancam nyawanya jika tidak bisa mendapatkan bukti jika Franda telah menjebaknya .
Setelah bersusah payah dan juga mengeluarkan banyak biaya , bukti yang mereka dapatkan dari Steve hanya menjadi file di ponsel Aydin .
Di sisi lain , Chandra sungguh muak melihat tingkah Franda.
Franda bagaikan ular berbisa yang sangat beracun . Wanita itu bahkan bisa menangis tersedu-sedu seolah telah menjadi korban .
" Pak , kenapa tidak langsung saja mengungkap semua kebohongannya ? " tanya Chandra saat pesawat telah lepas landas meninggalkan Sorong . Meninggalkan Raja Ampat dan segala kenangannya .
" Jika masih bisa diselesaikan dengan cara yang baik , tidak perlu sampai mempermalukan seseorang . Terlebih dia seorang wanita . " Jawab Aydin .
Chandra hanya bisa mendengus dengan jawaban yang entah bijak atau sok bijak dari bos nya itu .
Lebih dari 4 jam mengudara , kini mereka telah kembali berada di Jakarta .
" Ma ... aku titip Dafha . Aku akan langsung berangkat ke kantor bersama Chandra . " Ucap Aydin .
" Franda kau boleh cuti saja untuk hari ini , istirahatlah " Lanjutnya .
Aydin mengecup kening putranya yang sedang tertidur dalam gendongan sang kakek sebelum Ia pergi bersama Chandra .
Dalam lubuk hatinya Ia sungguh merasa bersalah pada Dafha , putranya .
__ADS_1
Sejak kepergian Risa , Ia sudah mendengar dari Chandra jika Dafha menjadi pendiam , tidak bersemangat , dan porsi makannya berkurang banyak .
Bukannya tidak peduli tapi Aydin juga tak tahu harus berbuat apa .
Sedangkan adiknya , Ayana . Sejak kejadian itu mereka belum lagi bertegur sapa .
Baru saja tiba di kantor , Aydin segera memasuki ruangan pribadinya .
Ia mengganti pakaian casualnya dengan setelan jas yang selalu siap sedia di lemarinya
Entah mengapa Aydin tiba -tiba mengingat ciuman pertamanya bersama Risa di ruangan ini .
" Walaupun waktunya singkat , tapi kenangan bersamamu sayang masih terus membayangiku. " batin Aydin .
Belum lama Ia duduk di kursi kebesarannya , Chandra yang juga sudah berganti pakaian dengan setelan jas masuk dengan tergesa-gesa.
" Pak ... pak ... Anda harus baca ini . "
Chandra memberikan sebuah map pada Aydin .
Aydin membaca surat yang ternyata berisi pembatalan kerja sama dari Sky High Group .
" Sudah ku duga , ini pasti akan terjadi . " gumamnya .
" Chandra , hitung semua kerugian dan nominal pinalty yang harus di tanggung oleh Sky High Group . " perintahnya dengan tegas .
Aydin segera menghubungi Gio untuk mengatur pertemuan membahas mengenai pembatalan kerja sama ini .
Namun sungguh hatinya bagai tertampar kenyataan pahit saat mendengar samar - samar suara wanita yang sangat Ia rindukan saat ini .
" itu suara wanitaku, suara Risa ku . Dan kini Ia tertawa , tapi tidak denganku . " batin Aydin.
Sesuai janji pukul 2 siang , Aydin dan Gio bertemu di sebuah restauran yang ada di sebuah Mall .
Sebelum masuk Aydin sempat mengedarkan pandangannya , berharap sosok yang Ia cari ada di sana .
" Siang Aydin , " sapa Gio sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan .
Aydin menyambutnya , dan yang terjadi saat ini sungguh jauh berbeda dengan yang biasa mereka lakukan .
Sungguh kaku , tak ada sapaan hangat layaknya teman dekat seperti biasa .
" Kami sudah menerima surat pembatalan kerja sama . Kami menerimanya dan ini adalah lampiran total kerugian dan biaya pinalty yang kami ajukan . " Ucap Aydin .
Gio hanya melihat sekilas tanpa memeriksa , " Oke . " jawabnya singkat menyetujui .
" Apa Risa masih tetap pada proyek ini ? " tanya Aydin .
" Ya, tentu saja . "
" Kalau begitu tolong jaga dia , " pinta Aydin .
" Tentu , tak akan ku biarkan Ferdinand itu menyentuhnya walau seujung kuku pun . " Janji Gio .
Aydin cukup terkejut saat mengetahui fakta jika Gio mengetahui siapa Ferdinand .
__ADS_1
" Ada apa Aydin ? Kamu bingung aku tau dari mana ? " tanya Gio .
" Aku selalu mencari tau hal-hal yang berkaitan dengan wanita yang ku sukai . " Lanjutnya .
" Entah apa yang terjadi pada hubungan kalian . Tapi yang ku lihat Ia sangat tersakiti . Jika kau masih tidak bisa memberikan seluruh hatimu , sebaiknya berhentilah . " Ucap Gio .
" Wanita itu sudah terlalu banyak bersedih , aku bersedia memberi semua hatiku untuk membahagiakannya . Walau ku tau , saat ini hatinya masih milikmu . "
Ucapan Gio seperti menampar wajah Aydin .
Selama perjalanan kembali setelah bertemu Gio, Aydin terus teringat ucapan Gio
" Aku memang pria brengsek . Aku menuntut semua Cinta dari Risa , tapi nyatanya aku bahkan masih membagi hatiku . " Batin Aydin .
Aydin merogoh saku jasnya, mencari ponsel lalu menghubungi Echa .
" Halo , " sapa Echa ..
" Echa , maaf menganggu mu . Apa kau sibuk ? "
" Aku tidak sibuk , malah sedang bosan . "
Echa terdengar bagai seorang anak yang mengadu pada Ibunya .
" Memangnya kau tidak ada kerjaan ? " tanya Aydin .
" Pekerjaanku banyak . Tapi untuk menghibur hati mantan kekasihmu , aku malah berakhir menemaninya berbelanja berjam-jam lamanya . " jelasnya .
" Apa ? Mantan kekasihku ? Siapa ? " tanya Aydin .
" Siapa lagi kalau bukan Risa . Hubungan kalian sudah berakhir kan ? "
" Apa karena itu sekarang kau sudah berencana untuk mendekatinya ? " Aydin membalasnya juga dengan pertanyaan .
" Ya , tentu saja . Ini kesempatan emas . Kesempatan yang di tunggu-tunggu oleh banyak pria . " Echa sangat senang berhasil membuat Aydin cemburu .
" Sialan . Aku menyesal menghubungi pria ini . " batin Aydin .
" Halo ,memangnya ada apa kau menghubungiku ? " tanya Echa setelah Aydin diam .
" Aku ingin bertemu denganmu hari ini . Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan . Penting . "
" Baiklah , akan ku kabari lagi jika sudah lowong . " Ucap Echa sebelum mengakhiri panggilan telepon dengan Aydin .
FLASHBACK OFF
Namun hari ini , Kim Risa sosok yang nyaris sempurna memilih untuk kembali ke identitas lamanya .
Lebih tepatnya Ia kembali sebagai Brisa Elzavira.
Namun kali ini , Ia akan semangat, penuh antusias, serta dengan pikiran yang positif dalam menyambut tantangan hidup.
*Ia tak* akan takut lagi untuk bermimpi dan memiliki tujuan yang kuat atas keinginannya .
.
.
.
.
.
“*Satu-satunya batasan untuk meraih mimpi kita adalah keragu-raguan kita akan hari ini. Marilah kita maju dengan keyakinan yang aktif dan kuat” - Franklin Roosevelt*
.
.
.
.
to be continue
__ADS_1