Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ke Club~


__ADS_3

SETELAH BACA, KASIH LIKE YA!


Bhumi Bramantya, dia termenung setelah menutup panggilan dari mertuanya yang memberikan ceramah panjang lebar padanya. Pekerjaannya benar-benar menumpuk dan teramat penting. Namun kini dia harus membagi pikirannya dengan Geva. Mengingat dan memberi kabar pada Geva.


Kelihatannya itu sepele, tapi percayalah itu tidak mudah untuk seorang Bhumi Bramantya lakukan karena sejatinya Bhumi bukanlah tipe tipe lelaki perhatian seperti Bhima kembarannya yang sangat peka itu.


Berharap Bhumi akan se-perhatian Bhima pada Flower itu adalah sebuah kemustahilan. Bagi Bhumi menanyakan kabar "Sudah makan belum?" "Sudah mandi belum?" adalah sebuah perbincangan unfaedah karena lawan bicaranya bukan anak kecil yang harus diingatkan hal-hal receh seperti itu.


Kalau lapar ya pasti makan~


Kalau waktunya mandi juga mandi~


Begitulah sekilas pemikiran Bhumi.


Ingat kan jika dulu saat berpacaran dengan Flower saja Bhima yang terus membalas pesan Flower dan memberikan perhatian pada Flower lewat sebuah pesan. Bhumi dia sibuk dengan kehidupan nyatanya. Memang Bhumi adalah orang-orang yang tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh karena dia terlalu fokus pada dunia nyata.


Ah Bhum ayolah berubah demi hubungan kamu dan Gevania~


Apalagi Geva hanya memberikannya waktu satu bulan untuk menyelesaikan pekerjaan yang serumit ini. Ini adalah masalah terbesar yang Bhumi hadapi selama berada di Bramantya Corp.


Bhumi yakin bisa menyelesaikan itu selama kurang dari sebulan tapi tidak dengan diganggu hal-hal sepele seperti saat ini hingga mertuanya menelfon karena Geva menunggu kabarnya.


Ponsel Bhumi saja di bawa oleh Satria untuk melancarkan rencananya pada Renata. Bhumi meminta siapapun yang mengirim pesan padanya untuk Satria balas, kecuali pesan dari Geva karena itu akan dia balas sendiri ketika sudah sempat. Bahkan Bhumi dari mendarat di Jepang hanya istirahat kurang dari tiga jam saja.


Bhumi menghela nafasnya dan mencari nomor Gevania, ternyata 5 kali Panggilannya tidak di jawab Gevania.


Bhumi menghela nafasnya, mau bagaimana pun Gevania tetaplah kekanak-kanakan mengingat usianya yang masih belasan tahun dan Mungkin Gevania ngambek sama Bhumi karena tidak membalas-balas pesannya.


"Terserah lah Ge.. pekerjaanku sangat menumpuk." Ucap Bhumi mengingat deadline yang akan tinggal 28 hari lagi dia kembali ke Indonesia. Bhumi meletakkan ponselnya secara kasar lalu memijat keningnya terasa pusing.


Bhumi pun melanjutkan pekerjaannya, setidaknya dia tadi sudah ada usaha untuk menelfon Geva dan ada niat untuk meminta maaf sama Geva sekaligus menjelaskan pada Geva karena tidak bisa setiap waktu bertukar kabar supaya pekerjaan nya cepat selesai dan cepat kembali ke tanah air.


Argh... Bhumi menjambak rambutnya kasar mengingat Geva yang akan private matematika dengan Fabian. Ingin rasnya Bhumi langsung kembali ke tanah air dan mengajari Gevania matematika.


"Sat..". Panggil Bhumi pada Satria yang sedari tadi duduk di sofa ruang kamar hotel Bhumi dengan setumpuk berkas didepannya.


"Iya booss.."Jawab Satria.


"Minta orang kita menemui kepala sekolah Gevania dan suruh dia mencarikan guru matematika wanita untuk Geva. Aku gak mau Fabian menjadi guru Geva." Perintah Bhumi.


"Apa itu tidak terlalu berlebihan?" Satria mengernyit. Ide gila muncul di benak Satria.


"aku tidak suka istriku berdekatan dengan lelaki lain!" Ucap Bhumi tegas.


"Terdengar seperti suami pencemburu." Cibir Satria.


"Apa maksud kamu?" Tanya Bhumi tajam.


"Kamu terlihat sangat mencintai Gevania Bhum.." Kata Satria yang memang sudah dianggap Bhumi sebagai sahabatnya sendiri karena Satria adalah satu-satunya orang lain yang dia percaya.


"Aku harus gimana? aku belum bisa melupakan Flower Sat.. tapi aku sudah berusaha untuk menerima Gevania." Kata Bhumi.


Satria menghela nafasnya,


"Tanyakan pada hatimu sendiri seperti apa perasaan kamu dengan Gevania, aku sudah terlalu lama mengenal mu Bhum." Ucap Satria. Bhumi terdiam.


"Aku belum bisa membuka hati ku untuk Geva." Ucap Bhumi lirih namun terdengar begitu berat.


"Oke.. kita lihat saja nanti." Ucap Satria diotaknya sudah menyusun sebuah rencana yang akan melancarkan ide gilanya tadi yang terbesit di otaknya.


"Aku akan meminta orang untuk terus mengawasi Gevania..aku akan pastikan jika Gevania tidak akan dekat-dekat dengan Fabian. Kamu tenang saja dan fokus bekerja." Ucap Satria meyakinkan Bhumi.


"Aku percaya padamu. Sat." Satria mengangguk tersenyum penuh arti tanpa Bhumi sadari.


"Lalu bagaimana dengan Renata Sat?" Tanya Bhumi.


"Tenang saja.. dia selalu kegirangan melihat pesan-pesan yang aku kirimkan." Ucap Satria.


"Baguslah.. aku akan membuatnya menyesal sudah mencintai ku.. aku akan membuatnya tersiksa dan hancur dengan perasaannya sendiri." Kata Bhumi tersenyum sinis.

__ADS_1


"Bhumi Bramantya memang raja tega." Ucap Satria diiringi tawa yang menggema.


"sudah cukup. ayo kita lanjutkan pekerjaan kita." Kata Bhumi.


"ck. sepertinya kamu sudah tidak sabar hokya hokya dengan Anak SMA?" Cibir Satria.


Bhumi tersenyum,


"Carilah pasangan Sat.. kamu akan merasakan bagaimana nikmatnya tembak dalam apalagi saat membuka gembok Sat. rasanya tidak ingin mengakhirinya." Ucap Bhumi bangga. Sudah tidak ada yang bisa mengejeknya soal tembak dalam lagi karena dia sudah melakukannya dengan Gevania Azkia Bramantya.


Satria hanya bisa mencebikkan bibirnya.


Sementara ditempat lain,


Geva mendengus kesal. Tau gitu tadi dia pulang sekolah langsung ke Panti Asuhan dan menginap disana jika di rumah dia merasa benar-benar Gabut. Papanya belum pulang, Deon entah kemana padahal Geva tadi punya rencana mengajak kakaknya by one untuk duel main game.


Menunggu kabar dari Bhumi sungguh membuat Geva sangat kesal, jengkel dan benar-benar membuat emosinya naik turun tidak jelas. Apalagi tadi, dengan santainya dia berkata jujur jika dirinya hari ini uring-uring an karena tidak ada kabar dari Bhumi.


Dan parahnya lagi Bhumi menertawakan itu.


Geva tidak suka ditertawakan seperti itu, Geva kesal sama Bhumi yang mengabaikannya dan Geva mau Bhumi tahu hal itu sehingga Geva memilih dengan sengaja tidak mengangkat telfon dari Bhumi.


Geva layaknya ABG pada umumnya yang mendadak menghilang atau menjauh lalu berharap di cari dan dikejar terus di rayu-rayu supaya mau memaafkan.


Tapi, sepertinya Geva salah berhadapan dengan orang... jika itu Bhima maka Bhima pasti akan melakukannya. Lah ini Bhumi?


5 kali panggilan Bhumi tidak ia jawab, rencananya dia akan menjawab di panggilan ke 6. Namun sayang ponselnya tidak berdering lagi. Bhumi sudah berhenti mengunjunginya.


Oh sungguh bertambah kesal hati Geva saat ini.


"Ternyata segitu aja perjuangan kamu kak." Gumam Geva menatap layar ponselnya yang tidak berdering lagi.


Hingga satu jam berlalu, tidak ada satupun pesan dari Bhumi untuk Geva. Geva kini sadar akan posisi nya. Dia hanyalah pemuas nafsu Bhumi sedangkan hati Bhumi hanya untuk Flower. Sehingga saat jauh seperti ini tentu Bhumi tidak membutuhkan dirinya lagi kan.


Geva menghela nafasnya, dia harus mencari hiburan malam ini.


Geva mencari kontak seseorang,


"Hallo Gep" Sapa Naomi dari tempat yang berbeda.


"Siap-siap, gue akan jemput elu. 15 menit lagi gue udah sampai depan panti, gue bawa mobil. Pakai rok pendek." Kata Gevania lalu menutup telfonnya.


Naomi yang mendengar itu hanya menatap heran, pasti Geva sedang ada masalah yang mengganggu pikirannya.


Naomi segera mencuci muka dan berganti pakaian.


"Mau kemana Nom?" Tanya Bu Panti.


"Ibu.. aku mau pergi sama Geva sebentar boleh?" Tanya Naomi. Yaelah nom nom.. udah siap-siap baru ngomong mau pergi, kan yang mau larang juga gak enak~


"Kemana? ini udah jam 9 loh Nom?" Tanya Ibu Panti.


"Menginap di rumah Geva Bu..Geva lagi kesepian dan sedih karena sesuatu hal.. boleh ya?" Jawab Naomi asal, padahal dia sendiri tidak tahu Gevania mau membawanya kemana.


"iya boleh nak.. salam ya buat nyonya Rachel.. sampaikan terima kasih ibu atas kiriman makanan dan bahan-bahan dapur dari Nyonya Rachel." Kata Ibu Panti dengan lembut


"Baik bu.. akan aku sampaikan nanti." Ucap Naomi.


🍁


Geva dan Naomi sudah berada didalam mobil. Dan Geva menghentikan mobilnya tidak jauh dari Club malam milik Alex, Alexandria Night Club setelah 30 menit berkendara.


Mereka berdua termenung disana,


"Elu yakin mau masuk?" Tanya Naomi tidak percaya.


"HM.."


"Apasih yang elu pikirkan Gep sampai nekat mau datang ke Club malam?" Tanya Naomi menatap sahabatnya tidak percaya.

__ADS_1


"Entahlah.. gue bingung dengan perasaan gue!" Ucap Geva menyandarkan kepalanya di jok mobilnya. Geva tadi keluar dan izin pada Mama Rachel untuk menjemput Naomi yang akan menginap di rumahnya mengerjakan tugas.


"Bingung kenapa Ge.."


"Gue pengen kuliah di kampus impian gue.. gue pengen jadi dokter Nom.." Kata Geva lirih.


"Tapi Ge..."


"Gue tahu itu tidak mungkin Nom.. makanya gue ingin melepaskan impian gue malam ini." Kata Gevania.


"Tapi tidak dengan di Club malam. Banyak pria jahat dan mata keranjang disana." Jawab Naomi.


Tanpa menjawab Geva langsung menginjak gas mobilnya dan memasukkan mobilnya ke gerbang Alexandria Night Club.


"Ge.. elu jangan gila deh." Kata Naomi.


"Gue lihat mobil kak Deon masuk kesini Nom." Ucap Gevania.


"Apa?" Pekik Naomi tidak percaya.


"Nah kan bener.. kak Deon sama Renata." Ucap Gevania membuat jantung Naomi terasa nyeri, apalagi Deon merengkuh pinggang Renata yang mengenakan baju cukup terbuka itu.


"Kak Deon bersama kak Renata?" Lirih Naomi.


"Kita ikutin mereka Nom." Ucap Geva.


"Tapi gak mungkin kita masuk." Ucap Naomi.


Otak cerdas Geva mulai on saat seperti ini meskipun off saat pelajaran matematika. Geva mengingat bahwa dia menyimpan nomor Alex, dan Geva juga tahu jika Alexandria Night Club adalah milik Alex, sahabat Bhumi.


"Gue hubungi kak Alex. Dia akan menjaga kita di dalam. Dia pemilik Club malam ini." Ucap Geva.


🍁


Lima menit berlalu, ponsel Geva berdering, bodohnya Geva masih berharap itu Bhumi dan Bhumi akan memarahinya karena keluar malam. Geva ingin mendengar Omelan Bhumi dan ke overprotektif an seorang Bhumi Bramantya, namun lagi-lagi harapan hanya tinggal harapan.


Alex yang menghubungi Geva dan menanyakan posisi mobil Geva. Alex sudah keluar Club dan menjemput Geva.


Tok.. Tok.. Tok..


Alex mengetuk kaca mobil Geva sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Kak Alex." Sapa Geva keluar dari mobil diikuti dengan Naomi.


"Ge.. ngapain kamu kesini ha?" Tanya Alex bingung.


"Nanti kalau Bhumi tahu bisa ngamuk.. dia aja baru beberapa kali masuk sini."Kata Alex lagi.


"Aku mau mengikuti kak Deon. Antarkan aku ke tempat kak Deon tapi jangan sampai dia tahu." Ucap Geva pada Alex penuh harap.


"Baiklah.. tapi kamu jangan jauh-jauh denganku, pengunjung semakin ramai." Ucap Alex.


"Makasih kak."


"Yuk Nom." ajak Gevania. Naomi masih termenung dia ragu untuk masuk.


Bukan karena masalah masuk Club malam lagi yang banyak pria jahat disana, kan udah ada Alex orang yang Geva percaya.


Tapi sanggupkah hatinya melihat Deon tertawa bahagia bersama dengan Renata.


Belum sempat Naomi menolak permintaan Gevania, Geva sudah menggandeng Naomi masuk ke dalam Club malam. Geva hanya bisa pasrah.


Dan benar saja.


setelah melihat keberadaan Deon, Naomi disuguhkan dengan Deon yang sedang berciuman dengan Renata.


BERSAMBUNG...


BIAR BANYAK YANG LIKE,

__ADS_1


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


__ADS_2