Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Deon Cemburu~


__ADS_3

HAPPY READING...


Sudah dua jam lalu Mami Naya dan Papi Gema dengan di temani kedua Oma Hits yaitu Oma Intan dan Oma Rani telah berangkat ke bandara untuk menuju negara tetangga demi mami Naya menyelesaikan pengobatan kanker yang dideritanya.


Setelah mertuanya meninggalkan kediaman mewah Bramantya, Geva langsung belajar masak dengan Flower dan Bianca.


Tiga wanita cantik itu ternyata mudah sekali akrab, keberadaan Bianca yang begitu polosnya yang bertanya seputar hubungan lelaki dan perempuan membuat suasana di dapur yang awalnya awkward antara Geva dan Flower menjadi mencair dan penuh canda tawa.


Flower dengan sabarnya mengajari Geva mengenal bumbu -bumbu dapur sebelum masak dan Geva dengan senang hati memperhatikan materi yang diberikan sang kakak ipar. Menurut Geva lebih mudah mengenal bumbu-bumbu dapur dari pada mengenal rumus aritmatika, geometri hingga rumus aljabar. Sehingga dengan semangat Geva membantu Flower dan Bianca memasak rendang.


Setelah masakan selesai, Flower menyuruh Geva untuk memasukkan sebagian makanan tersebut ke dalam rantang untuk Geva bawa pulang ke apartemen sebagai menu makan malamnya nanti bersama Bhumi. Tentunya Geva tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, karena ini adalah karya pertamanya meskipun dia hanya membantu-membantu saja.


Geva sangat bahagia, masakan yang mendapat campur tangannya ternyata terasa sangat nikmat. Geva tidak sabar untuk menunjukkan nya pada Bhumi.


Ah, Ternyata berkutat di dalam dapur cukup melelahkan dan menguras keringat. Geva tidak sabar ingin membersihkan dirinya yang terasa begitu lengket.


Ceklek.


Geva membuka pintu kamarnya,


Dilihatnya sang suami tengah terlelap dengan sangat nyenyak. Memang sejak tadi Bhumi tidak sedikitpun menampakkan batang hidungnya setelah Mami Naya dan Papi Gema pamitan.


Geva memandang wajah Bhumi yang begitu menggemaskan kala terlelap itu dengan senyuman. Mungkin Bhumi terlalu lelah karena semalam begadang dan malam-malam sebelumnya selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Geva tidak ingin mengganggu tidur sang suami, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu, Geva berendam dengan air dingin mengingat cuaca diluar yang begitu panas.


Sabun mandi dengan harga fantastis itupun membuat tubuh Geva terasa lebih lembut dan harum.


Keluar dari kamar mandi, Geva menatap sang suami yang masih dengan posisi yang sama seperti tadi. Namun bedanya kali ini terdengar dengkuran yang cukup kencang dari Bhumi hingga membuat Geva terkekeh.


"Dasar kebo!" Kata Geva berjalan ke arah ranjang dengan hanya memakai bathrobes berwarna putih.


Cup!


Geva mendaratkan satu kecupan di kening sang suami, tapi sang empu tidak terusik sama sekali.


"Kalau tidur begini kenapa jadi lebih tampan sih? nggak nyebelin.." Katanya sambil tersenyum.


"Kakak... bangun!" Pinta Geva menoel-noel pipi sang suami.


"Kak bangun..." Kata Geva lagi dengan menutup hidung sang suami.


"Bentarr sayang..." Jawab Bhumi dengan suara parau tanpa membuka mata namun tangannya berusaha menyingkirkan tangan sang istri dari hidungnya.


"Bangun mandi.. kita balik ke rumah papa Arsa dulu sebelum ke apartemen kak.. buku aku masih disana, dan kata Mama nanti ada orang butik ke rumah." Kata Geva menatap jarum jam di dinding kamar yang terus berdetak.


"30 menit lagi sayang.." Jawab Bhumi yang masing enggan membuka matanya.


"Oke 30 menit, itu artinya 30 hari kakak harus puasa untuk tidak menyentuhku sama sekali." Kata Geva dengan santainya. Bhumi langsung membuka matanya dan melotot.


Ancaman Geva ternyata sangat ampuh untuk menaklukkan seorang Bhumi Bramantya.


Pandangan pertama yang Bhumi lihat adalah wajah cantik Gevania... Bhumi tersenyum, namun sedetik kemudian dia ingat pada ancaman pemilik wajah cantik di hadapannya itu.


"Puasa 30 hari?" Tanya Bhumi memastikan sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


"HM.. bahkan cium aku aja gak boleh.." Kata Geva.


"Kok gitu."


"Oke.. udah berjalan 2 menit artinya puasa dua hari.. terserah kakak mau bangun dan mandi jam berapa!" Kata Geva beranjak dari ranjang.


Bleeppp


Bhumi menarik Geva hingga jatuh ke dalam pelukannya,

__ADS_1


"Kak ih lepas.. bau ih kakak.. belum mandi juga.."


"Emang yakin kamu bisa tahan jika aku puasa? yakin?" Goda Bhumi memeluk tubuh sang istri yang berada diatasnya.


"Ya.. yakinlah.." Kata Geva.


"Kita buktikan ya?" Tanya Bhumi dengan senyum liciknya namun tangannya sudah merayap ke arah benda padat yang kenyal dan sangat menggoda. Bhumi mereemas benda tersebut.


"Kak ih geli.. " Kata Geva berusaha menyingkirkan tangan Bhumi di bokong nya.


"Yakin gak mau aku sentuh selama 30 hari?" Tanya Bhumi lagi namun kini tangannya sudah mulai masuk ke dalam bathrobes.


Geva memejamkan matanya, tangan Bhumi sudah merayap bagaikan cicak..


"Nyerah-nyerah aku nyerah!" Teriak Geva membuat Bhumi tersenyum puas.


Bhumi menghadiahi banyak ciuman pada wajah cantik sang istri.


"Tapi kakak mandi dulu.."


"Pengen kamu mandiin." Ucap Bhumi manja


"Ck. manja! Mandi sendiri, aku mau packing dulu.." Kata Geva.


"Packing apa?" Tanya Bhumi.


"Mau packing baju-baju kakak, dasi dll. Di apartemen kan baju-baju kakak belum begitu banyak."


"Udah biar nanti saja aku minta si mbok packing dan antar ke apartemen sayang." Ucap Bhumi.


"Nggak! kakak itu suami aku.. bukan suaminya si mbok. Jadi aku pengen mengurus dan melayani suami aku sebisa dan semampu aku." Kata Geva.


Mendengar ucapan Geva, rasanya Bhumi melayang seperti diantara jutaan bunga-bunga yang mekar.


"Terima kasih istriku... " Kata Bhumi mengecup bibir Geva sekilas dan berlari ke kamar mandi.


"Kalau kamu sunat nanti jadi pendek gimana? Nanti gak bisa muasin kamu loh.." Bhumi menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar mandi.


"Kakak ih mesum!" Teriak Geva.


🍁


KEDIAMAN WIJAYA,


Deon memasuki rumah mewah itu dengan seorang gadis cantik. Tangan mereka saling bertautan dan melempar senyum satu sama lain.


Beberapa pelayan menunduk hormat sembari tersenyum pada anak majikannya. Gadis yang dibawa anak majikannya juga sangat ramah.


"Duh calon menantu mama udah datang." Kata Nyonya pemilik rumah sambil merentangkan tangannya. Gadis itu langsung menghambur ke pelukan nyonya tersebut yang tidak lain adalah mama Rachel.


"Tante kangen..." Rengek gadis itu seperti anak kecil yang lama kehilangan induknya.


"Panggil Mama sayang.. jangan Tante.. karena setelah kamu lulus sekolah, mama dan papa akan melamar kamu untuk Deon." Kata Mama Rachel mengusap pipi mulus gadis cantik yang tidak lain adalah Naomi.


"Makasih mama.." Jawab Naomi. Deon menatap wajah bahagia mamanya dengan senyuman.


"Jadi sebenarnya kapan sih kalian jadiannya?" Tanya Mama Rachel mengajak Naomi duduk di sofa diikuti dengan Deon.


"Sebenarnya kita gak pacaran ma.. kita mau langsung nikah aja.. lagi pula kita kenal juga bukan setahun dua tahun kan? iya kan Nom?" tanya Deon, dan Naomi mengangguk sembari tersenyum.


"Mama doain ya.. semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan dan selalu bahagia." Kata Mama Rachel.


"Aamiin.." Jawab Deon dan Noami bersamaan.


"Ma.. Gegep dimana?" Tanya Noami karena rumah mewah itu terasa sangat sepi setelah tanpa adanya si biang kerok.

__ADS_1


"Lagi dirumah mertuanya.. bentar lagi paling juga sampai sini... udah kalian puas-puasin ngobrol berduanya ya.. sebelum si biang kerok datang dan mulai besok kalian gak boleh bertemu dulu.. biar Naomi fokus ujiannya." Kata Mama Rachel.


"Mama emang mau kemana?" Tanya Deon.


"Mama mau ketemu Tante Bela, mau lihat gedung tempat resepsi Bhumi dan Geva. Kan Tante Naya lagi di Macanpura, jadi nanti datangnya H-1 sebelum resepsi."


"Pasti acaranya keren banget ya ma.." Kata Naomi antusias.


"Pasti.. meskipun persiapannya hanya sepekan karena keputusan papa kalian dan Om Gema, tapi semua harus cetar, nanti akan ada orang butik yang mengukur baju Geva dan Bhumi sekalian kalian ya.." Kata Mama Rachel.


"Oke ma.." Jawab Naomi bersemangat.


"Oh ya Nomnom sayang.. kamu tenang saja. Mama nanti juga akan membuat resepsi pernikahan kamu dan Deon gak kalah mewah dengan resepsi nya Bhumi dan Geva." Kata Mama Rachel.


"Tapi kan aku gak punya keluarga ma." Jawab Naomi mendadak insecure.


"Heii.. kita ini Keluarga kamu Nom." Kata Deon mengacak rambut Naomi.


"Ih kak Deon.. rambut aku berantakan kan!" kata Noami dengan cemberut.


"Tetep cantik kok." Balas Deon sambil terkekeh.


"Sayang dengar, keluarga Wijaya dan Bramantya itu udah anggap kamu sebagai keluarga.. jangan merasa sendiri seperti itu!"


"Tapi ma.. latar belakang aku gak jelas."


"Nom.. denger... kamu adalah pribadi baik itu sudah cukup.. aku gak peduli latar belakang kamu, yang aku pedulikan adalah latar depan kamu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku." Kata Deon menatap Naomi dengan serius.


"Ck! SAE AE gombal!" Kata Mama Rachel terkekeh.


"Udah sana berduaan tapi gak boleh aneh-aneh ya!" Kata Mama Rachel meninggalkan dua sejoli yang menjalin hubungan tanpa status.


🍁


Disinilah mereka,


Kamar Deon yang sangat rapi dan luas. Naomi duduk di sofa kamar Deon sambil menunggu sang pemilik kamar sedang mandi. Awalnya Naomi menolak masuk kamar Deon, tapi Deon terus memaksa dan berjanji tidak akan macam-macam pada Naomi hingga akhirnya Naomi setuju untuk ke kemar Deon.


Naomi terus tersenyum sambil bermain ponselnya hingga tidak menyadari kehadiran Deon di depannya yang sudah selesai mandi.


"Chatting sama siapa sih bahagia banget?" Tanya Deon.


Naomi seolah tuli tidak mendengar teguran Deon hingga Deon memilih langsung duduk disamping Naomi dan melirik layar ponsel Naomi.


"Dewa?" Ucap Deon mengernyit.


"Eh.. kakak udah selesai mandinya?" Tanya Noami langsung menutup layar ponsel nya.


"Sama siapa kamu chatting? pacar kamu?" Tanya Deon dengan nada dingin.


"Nggak.. aku kan gak punya pacar kak." Jawab Naomi.


"Terus siapa Dewa? kenapa kamu senyum-senyum sendiri chatting sama dia?" Tanya Deon lagi penuh selidik.


"Oh itu temen aku kak.. temen sekelas aku sama Geva juga." Jawab Naomi.


"Kamu suka sama yang namanya Dewa?" Tanya Deon.


"Nom.. aku gak suka ya kamu berhubungan dengan cowok lain.. please hargai usaha aku.. aku juga sama Nom, aku gak komunikasi sama perempuan lain kecuali masalah pekerjaan. Aku mau serius sama kamu Nom.. aku udah buka hati aku buat kamu.. jangan kecewain aku!" Kata Deon.


"Kakak gak sedang cemburu kan?" Tanya Naomi tersenyum.


BERSAMBUNG....


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2