
Naomi duduk di sebuah bangku yang ada di samping panti asuhan tempat ia dibesarkan. Dibawah pohon yang rindang, ditemani ibu Asih yang merawatnya dari bayi, Naomi memandangi anak-anak yang sedang bermain disana.
Rencana, Naomi akan menginap di panti malam ini karena semalam Papa Arsa harus pergi ke Singapore bersama dengan Mama Rachel, sedangkan Deon sang suami ada pekerjaan di Bandung dan kemungkinan besar menginap disana.
Deon sendiri yang tadi pagi mengantarkan sang istri ke Panti supaya istrinya tidak kesepian. Ibu Asih sangat bahagia mendengar pernikahan Naomi dan Deon, ibu Asih berharap pernikahan itu segera di sahkan secara hukum.
Akhirnya, Naomi bisa bersama dengan lelaki yang ia cintai sejak dulu.
"Omi.." Panggil ibu Asih.
"Iya Bu.."
"Dari kemarin ada seorang gadis cantik yang mencari kamu, namanya Ayumi. Dia sangat mirip sama kamu.."
"Ka Ayumi? ngapain?" Tanya Naomi terkejut. Pasalnya terakhir dia bertemu dengan Ayumi itu hubungan mereka tidak baik.
"Ibu gak tahu, dia terus memohon dan mendesak ibu untuk kasih tahu dimana kamu, tapi ibu kan udah janji buat gak kasih tahu siapa pun, apalagi tentang pernikahan kamu sama nak Deon."
"Syukurlah ibu tidak mengatakan apapun sama dia.. makasih ya Bu." Kata Naomi tersenyum.
"Tapi aneh loh mi.. dia datang kesini itu berpakaian cowok, padahal wajahnya cantik. Sepertinya dia menyamar begitu.. dan terkahir dia datang bersama dengan si itu temennya pacarnya neng Gepa."
"Temennya pacarnya Geva Bu?"
"Iya yang datang bawa ayam banyak banget dibagi-bagiin waktu itu." Kata Bu Asih.
"Oh bang Saat.."
"Hust! kok kamu ngomongnya kasar gitu sih Omi!"
"Itu namanya bang Satria Bu, Geva biasa panggilnya Bang Sat." Jawab Naomi membuat ibu Asih terkekeh.
"Ada-ada saja emang si Eneng Gepa itu, ibu jadi kangen.. setelah nikah dia gak pernah menginap disini ya. Begitu pun kamu, pasti gak akan menginap disini kalau gak nak Deon sedang ke luar kota." Kata Ibu Asih dengan raut sedih.
"Ibu.. maafkan Omi ya.. Omi belum bisa balas semua kebaikan ibu sedikitpun.. eh Omi udah nikah aja.." Kata Noami memeluk ibu Asih.
"Nggak apa-apa, yang penting Omi bahagia, Omi harus nurut sama suami dan jadi istri yang baik.. selalu ingat pesan-pesan ibu tadi ya?" Naomi mengangguk dan tersenyum.
"Nom.. gue mau ngomong sama elu sebentar!" Suara wanita yang Naomi kenali tiba-tiba memecah suasana haru antara dua wanita beda generasi tersebut.
Naomi dan Bu Asih melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Naomi mengernyitkan keningnya, Ayumi berdiri didepannya dengan baju serba hitam dan masker, gayanya seperti anak laki.
"Ada apa?" Tanya Naomi berusaha tenang.
"Kita ngomong di dalam.. ini penting.. kamu sedang bahaya Nom." Ucap Ayumi langsung menarik Naomi memasuki panti begitu saja padahal pemilik pantinya masih berdiri mematung di sana.
"Lepas woi!" Kata Naomi. Ayumi tidak melepas, justru dia semakin menggenggam erat tangan Naomi memasuki ruang tamu panti asuhan.
"Nom.. elu pergi dari sini Nom.. gue mohon.."
"Apaan sih!" Kata Noami menatap Ayumi dengan tajam. Tanpa menjawab, Ayumi langsung memeluk adiknya dengan erat, menumpahkan segala kerinduan dihatinya.
"Apaan sih! lepas! gerah tau gak!" Omel Naomi.
"Kamu adik aku Nom.. maaf jika selama ini aku bersikap tidak baik sama kamu, aku hanya mau melindungi kamu dari nenek dan kakek aku.. karena papa kita lagi di luar negeri dan gak bisa dihubungi Nom.. aku gak bisa menghubungi papa." Kata Ayumi meneteskan air matanya. Karena ternyata asisten Hagia, papa Ayumi sudah bekerja sama dengan kakeknya supaya menyulitkan Ayumi menghubungi sang papa.
"lepas ih! drama macam apalagi sih?" Naomi melepas pelukan Ayumi dengan kasar.
"Aku gak bohong Nom.. tanya sama Satria dia menunggu aku diluar dan dia tahu semuanya.. aku dan Satria sedang mencari keberadaan ibu kandung kamu Nom.. please Nom..percaya sama kakak ya.. kamu harus hati-hati." Kata Ayumi memegang tangan adiknya.
"Aku gak peduli sama latar belakang aku, aku mau hidup maju ke depan kak.." Lirih Naomi.
"Kamu bukan anak dari perselingkuhan, bukan! kamu dipisahkan secara paksa dengan ibu kandung kamu dan papa oleh kakek dan nenek aku, mereka ingin melihat ibu kamu gila seperti mama aku yang tidak pernah mendapatkan cinta papa." Jelas Ayumi.
"Oke baiklah... gak masalah.. tapi satu hal yang harus kamu ingat, kamu kemana-mana jangan sendiri dan harus hati-hati, ini kartu nama kakak.. butuh apa-apa langsung hubungi kakak atau Satria... jaga diri kamu baik-baik, kakak gak bisa lama-lama.. kakak sayang sama kamu Nom. apapun akan kakak lakukan buat melindungi kamu!" Kata Ayumi langsung pergi begitu saja.
Naomi mematung, tangannya bergetar menerima kartu nama dari sang kakak. Ada apa ini?
sebenarnya ini teka teki macam apa?
Siapa sebenarnya dirinya? Bagaimana sifat Ayumi yang sesungguhnya? Kenapa semua ini begitu membingungkan dan mendadak.
"Omi.. ibu bisa merasakan dia itu sangat tulus sama kamu."
"Tapi Bu.. dia itu juga cinta sama kak Deon bahkan dia.."
"Percaya sama dia seperti apa yang dia ucapkan tadi, jika dia hanya ingin melindungi kamu dari kakek dan nenek nya yang jahat. Dia bahkan sampai memohon pada ibu sampai menangis untuk bisa bertemu dengan kamu. Sehari dia bisa 4 kali datang, baik sendiri ataupun sama temen lelakinya. "
"Bu..."
"Simpan kartu namanya, ibu yakin kamu pasti akan membutuhkannya nanti." Perintah ibu Asih yang diangguki oleh Naomi.
__ADS_1
Tidak lama telfon Naomi berdering, nama Deon tertera disana.
Naomi segera menghapus air matanya dan menampilkan senyum terbaiknya untuk suaminya yang melakukan panggilan video..
"Hallo mas." Sapa Naomi.
"Hallo istri.. kamu lagi apa? siapa yang datang ke panti?" Tanya Deon to the point. Deon sangat cemas mendengar laporan dari anak buahnya yang dia tugaskan menjaga lingkungan panti.
"Oh.. i.. itu tadi orang tanya lowongan pekerjaan mas." Jawab Naomi bohong. Jika Naomi bilang itu Ayumi, maka Deon akan cemas.
"Cari pekerjaan tapi Naik motor sport? Dua orang? yang satu nunggu di luar?" Tanya Deon curiga.
eh.
"Kok kamu bisa tahu se detail itu?" Tanya Naomi.
"Karena aku akan selalu menjaga istri aku meskipun aku tidak sedang disampingnya. Jadi jangan protes, siapa tadi yang datang kesana. Masak cari pekerjaan?."
"I.. itu mas.. dia tadi cari pekerjaan tanpa mau digaji. Iya..pekerjaan dengan ikhlas gitu. Iya kan Bu.." Jawab Naomi asal dan memanggil nama Bu Asih.
"I.. iya bener.. " Jawab Bu Asih terbata karena tidak biasa bohong.
"Syukurlah, aku pikir orang jahat.. .," Ucap Deon dengan helaan nafas.
"Oh ya Nom, kamu jangan telat makan ya.. jika pekerjaan aku malam ini bisa selesai, aku langsung pulang jemput kamu."
"Jangan dipaksakan mas.. kamu istirahat aja, aku gak mau kamu ngantuk dijalan.,"
"Gak apa-apa Nom, karena aku udah kangen banget sama kamu.. kayaknya aku gak bisa tidur kalau gak sambil peluk kamu deh.."
"Ck gombal!" Kata Naomi terkekeh.
"Aduh.. aduh pengantin baru yang lagi LDR beberapa jam." Ledek ibu Asih membuat Naomi merona.
"Iya Bu, bawaannya pengen lama-lama diatas kasur empuk berdua." Sahut Deon dengan tidak tahu malunya.
"Mas Deon!" Decak Naomi dibalas tawa bersamaan ibu Asih dan Deon.
BERSAMBUNG...
BAGI VOTE EUY!
__ADS_1
BUAT SEMANGAT NULIS DITENGAH KESIBUKAN YANG LUAR BIASA PADAT.
THANK YOU YAW 🙏