
"Oh Shitt!" Umpat Bhumi spontan dan lumayan keras saat matanya menangkap sosok yang begitu sexy diatas ranjang.
Auto, Son Gohan bangun pengen belajar jurus Kamehame...
"Gohan.. please, bersahabat lah denganku kali ini saja. jangan buat aku menghabiskan sabun mandi lagi." Batin Bhumi.
Mendengar umpatan Geva membuat hati Geva bersorak gembira, ingin rasanya dia membuka mata dan melihat bagaimana wajah suami tampannya itu.. pasti tambah ganteng dan uwuu banget...
Bhumi menghela nafasnya,
Kakinya melangkah ke arah ranjang,
"Ge.. bangun!" Ucapnya.
"Gevania sudah jam 6 lebih 30 menit." Katanya lagi.
Tidak ada respon dan Geva sedikit pun. Bergerak saja si Geva nggak.
"Ge... bangun sekolah." Kali ini Bhumi mendudukkan dirinya yang hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang kokohnya.
"Ge..." Panggilnya lagi. Geva benar-benar menguras kesabarannya. Mata Bhumi tiba-tiba terpaku pada gundukan indah yang kemarin belum dia nikmati dengan sempurna.
Gundukan kembar yang berukuran besar itu benar-benar terekspose karena baju tidur yang digunakan Geva berbentuk V bagian lehernya dan sangat rendah sekali belahannya. Apalagi tali yang menyangga baju tidur itu sudah mulai kendor.
Lirikan Bhumi semakin tajam ketika matanya menangkan putiing yang berwarna pink benar-benar menggoda iman.
Memang tidak terlihat jelas, namun cukup memanjakan mata, toh putiing itu juga tercetak jelas di baju katun yang Geva kenakan.
Mendadak Bhumi kehilangan kewarasannya,
Disingkapnya baju tidur bagian atas Geva itu kesamping hingga salah satu gundukan itu benar-benar menyembul ke atas menantang Bhumi.
Bhumi baru sadar, jika milik Geva sangatlah indah, kemarin tangannya sudah bermain disana namun karena diliputi emosi, dia tidak memperhatikan dengan jelas bentukan milik Geva.
"Mampus gue... kenapa Gue yang malah kejebak sendiri sama permainan gue! mikir Gev mikir! jangan mau disentuh dia dulu sebelum elu bisa membuat dia bertekuk lutut." Gumam Geva dalam hati.
Bhumi sempat berpikir, tapi Gohan sudah meronta-ronta ingin merasakan seberapa nikmatnya sih tembak di dalam?
Bukan tangan Bhumi yang hendak memainkan gundukan Geva. Tapi wajah Bhumi justru mendekat kesana... Geva bisa merasakan nafas Bhumi yang panas itu menelusup ke pori-pori kulit putih mulusnya.
"Emmppp ." Geva mendadak menggeliat dengan mata terpejam.
Sontak membuat Bhumi auto berdiri secara spontan dari ranjang.
"Kak..." Panggil Geva yang berlahan membuka matanya layaknya orang yang baru bangun tidur. Geva langsung duduk di ranjangnya.
__ADS_1
"Eh..." Sontak Geva terkejut, gundukan nya yang satu masih menyembul ke luar bagaikan pepaya gantung kualitas super.
Geva langsung menutup dadanya dengan cepat. Wajahnya sudah merona.
Setidak tahu malunya Geva pun dia tetap lah anak gadis yang belum merasakan jurus Kamehame. Dan hanya Bhumi yang berani menyentuh Geva.
"Makanya kalau tidur pakai pakaian yang bener! tidur dada di pamerin kemana-mana! gak sopan!." Decak Bhumi kesal.
Kesalnya Bhumi bukan karena baju Geva, tapi dia gagal nyusu yang belum keluar air susunya.
"Ck. mana ada begitu, orang kamu yang buka baju aku! dasar munafiq, bilang aja mau.. susahnya apa sih?" Batin Geva.
Geva hanya nge -batin. Kalau dia ngomong langsung ketahuan doang dia pura-pura tidur.
"Emang kenapa kalau dipamerin kemana-mana?" Tanya Geva tajam.
"Ya kamu sadar, disini kamu gak sendiri. Tapi ada aku, dan aku adalah lelaki normal!"
"Kamu?" sambil berdiru Geva menunjuk Bhumi yang sudah berdiri dari tadi.
"Kamu kan suami aku? masalahnya dimana?" Ucap Geva dengan ekspresi datar lalu dengan santainya melenggang masuk ke dalam kamar mandi.
Bhumi melongo melihat Geva yang santai banget... bener- bener alien.
Jika kebanyakan anak gadis akan malu-malu, Fix! Geva gak punya malu.
Dia menatap dirinya didepan cermin sambil menghela nafasnya mengingat kembali obrolannya dengan mama dan mertuanya,
"Mami cuma mau bilang sama Gev, jika kamu tidak bisa menaklukan Bhumi, dan Bhumi sampai menceraikan kamu.. itu artinya kamu akan menjadi janda.. dan kamu tahu kan bagaimana masyarkat kita melihat status itu? apalagi janda dari seorang Bhumi pasti kamu di sorot media." Kata Mami Naya.
"Dan tentunya kalau Bhumi sampai menceraikan kamu, kamu akan mama coret dari daftar penerima warisan keluarga Wijaya." Sahut Mama Rachel.
"dan keluarga Bramantya." Sambung Mami Naya mendramatisir.
"Ja.. jadi.. aku bakal missqueen dong?" Ucapnya melongo.
Gevania, gadis yang sebenarnya bukan manja. Tapi dia memang tidak bisa jauh dari yang namanya uang. Maklum dari kecil dia sudah sangat dimanja. Apalagi sejak bergaul dengan Bianca, hobby shoppingnya makin menggila.
"Bukan hanya itu, mama pastikan kalau mertua kamu tidak akan membiarkan kamu diterima kerja di manapun setelah keluar dari keluarga Wijaya dan Bramantya."
"Yaudah aku cari suami kaya!" Jawab Geva.
"Dan Mama tidak akan biarkan itu terjadi."
"Ma.. kenapa Mama tega sama aku sih.. mami juga.. aku sayang sama mami dan mama.. tapi kalian?" Kata-kata Geva sudah mulai meninggi.
__ADS_1
"Maafkan mami sayang." Ucap Mami Naya.
"Ge.. mama juga sayang banget sama Kamu, dan kamu tahu kan Ge,, Mami kamu sedang sakit kanker..dia hanya ingin melihat kamu dan Bhumi bahagia nak." Kata Mama Rachel.
"Kamu mau kan melihat mami bahagia?" Geva mengangguk lemah.
"Mami akan bantuin kamu taklukan Bhumi." Kata Mami Naya tersenyum.
"Argh.. aku seperti wanita murahan saja di depannya.. udah terlanjur basah juga.. jadi gak ada pilihan lain selain menyelam kedalam dan menikmati indahnya lautan." Gumam Geva Menghapus air matanya.
🍂
Geva sudah bersiap berangkat sekolah saat jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih. Sekolahnya masuk jam 7.30 dan jarak sekolah dengan Apartemennya cukup dekat.
Apalagi jam pertama adalah Olahraga, dan biasanya Geva bolos karena guru olahraganya hanya menyuruh muterin lapangan doang.
"Kok sepi?" Gumam Geva turun ke lantai bawah.. perutnya sangat lapar tapi tidak menemukan makanan apapun disana.
"Dimana si besi karatan?" Gumamnya lagi mengelilingi apartemen yang kemarin belum sempat ia kelilingi. Dan apartemen ini sangat sesuai dengan selera Geva. Didominasi warna abu, hitam dan putih namun tetap terkesan elegan.
Mendadak Geva terkekeh mendengar gemercik air dari kamar mandi yang tidak jauh dari ruang dapur..
"Aaahhh.. damn! Aagghhh...." Teriak Bhumi yang tidak menyadari ada orang yang sedang menguping di luar.
"Pusssy... what hell!"
"Gevaniaa." Erang Bhumi ketika mencapai puncak dalam permainan Solonya.
Geva yang menyadari Bhumi akan segera keluar, dia segera terbirit-birit jangan sampai ketahuan.
Geva melirik kunci mobil dan dompet Bhumi tergeletak di meja ruang tengah yang terdapat TV ukuran 50 inchi.
"Suamiku.. izin minta uang saku ya.." Gumam Geva langsung menyambar dompet Bhumi dan mengambil 6 lembar uang 100ribuan yang menampilkan gambar Soekarno- Hatta tersenyum.
"Suamiku.. mobil kamu aku bawa ya.." Ucapnya lagi langsung keluar dari apartemen.
Jangan harap Bhumi dengar, karena Geva meminta izinnya dengan berbisik, so Bhumi gak bakal denger kan masih di kamar mandi.
Kira-kira bagaimana ekspresi Bhumi mengetahui uang cash nya diambil oleh Geva semua dan parahnya lagi mobilnya dibawa oleh Geva?
BERSAMBUNG..
BESOK SENIN YA...
ITU ARTINYA KALIAN BISA VOTE..
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE AA BHUMI DAN NENG GEPA. VOTE KALIAN BERPENGARUH LOH SAMA SEMANGAT UPDATE NYA AUTHOR HEHEHEHE...