Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Geva Menangis Juga~


__ADS_3

Thor.. nggak ngucapin palentin?


Nggak...


soalnya palentin bukan budaya kita, budaya kita suka baca novel gretongan hahahaha


Gue banget dah itu~ sayang duitnya kalau bayar..


🍂


Geva melangkahkan kakinya memasuki sekolah Tunas Bangsa yang memiliki parkiran cukup luas tentunya setelah berganti baju, dari celana menjadi rok pendek. Maklum motor Geva motor laki. Gak bisa kalau pakai rok pendek, bisa-bisa itu rok Geva sobek. Sebenarnya hati Geva ingin ke sekolah mengendarai mobil Bhumi, tapi dia gengsi karena Bhumi sudah cukup menjengkelkan dari kemarin.


"Beb.." Panggil seseorang yang suaranya sangat tidak asing buat Geva. Geva memejamkan matanya dan menengok ke belakang setelah berusaha menetralkan perasaannya.


Dilihatnya Theo berjalan dengan menggunakan Walker mendekat ke arah Geva sembari tersenyum.


Geva juga tak mau kalah. Dia menampilkan senyum terbaiknya pada cowok yang jaraknya sudah semakin dekat dengannya. Geva merindukan cowok tersebut, dia tidak bisa membohongi hal itu.


"Bep.. kamu gak apa-apa kan? kamu sehatkan? mana yang sakit?" Tanya Theo khawatir.


"Kok kamu malah tanyain aku sih.. kamu aja seperti ini.. mana yang sakit?" Tanya Geva bergantian menatap Theo dari atas sampai bawah.


"Aku khawatir sama kamu setelah anak-anak cerita kalau kamu diculik Mak lampir dan ditinggalkan di Bandung gitu aja saat mau menjenguk aku. Maafkan aku ya Bep." Kata Theo.


"Aku gak apa-apa Bep.. harusnya aku yang minta maaf sama kamu.. aku gak jenguk kamu sama sekali.. maaf." Cicit Geva.


"Maaf Theo.. karena hari-hariku sudah disibukkan dengan besi karatan tersebut." Batin Geva.


"Nggak masalah.. melihat kamu disini saja udah cukup bagiku.. makasih ya.. karena kamu semangat aku untuk segera sembuh dan kembali ke sekolah. Yuk ke kelas." Ajak Theo.


"Aku bantu ya." Kata Geva memegang lengan Theo menuju kelas mereka.


"Udah sarapan Bep?"


"Udah tadi pakai roti.. kaki kamu masih harus di gips sampai kapan?" Tanya Geva.

__ADS_1


"Belum tahu.. kata dokter sih tergantung perkembangannya dulu.. harus dilakukan observasi karena patahnya cukup parah."


"Maafkan aku ya.. yang malam itu gak bisa temenin kamu balapan." Sesal Geva.


"Heii kenapa kamu jadi sedih sih.. udah aku gak apa-apa.. justru aku gak mau terlihat lemah dihadapan kamu..


Aku sayang kamu Gev.. aku sangat mencintai kamu dan aku merindukan kamu.. ketemu kamu pagi ini aja udah buat aku happy banget." Theo menampilkan deretan gigi putihnya yang menambah ketampanannya.


"Tuhan.. gimana aku mau mutusin Theo kalau dia seperti ini... dia baru sembuh.. aku gak mau buat dia kepikiran. Tapi disisi lain aku juga tidak bisa terus membohongi dirinya dan menkhianati kak Bhumi, bagaimanapun juga statusku adalah istri dari kak Bhumi.. dan jika aku masih berpacaran dengan Theo itu artinya aku selingkuh.. aku gak mau.." Batin Geva.


"Udah jangan pasang wajah sedih gitu.. aku gak apa-apa Bep.." Theo mengacak rambut Geva membuat bibir Geva semakin mengerucut.


"Aku sayang kamu Theo.." Ucap Geva begitu tulus.


"Aku lebih sayang kamu Bep.. udah ah.. yuk masuk."


Theo memang bukan anak baik-baik, suka minum, suka tidur dengan cewek, suka balapan dan taruhan..


Tapi semua berubah saat dia bisa mendapatkan Geva, cintanya begitu tulus untuk Geva. Meski dia begitu ingin menyentuh Geva tapi dia tidak ingin memaksa Geva. Dia menerima segala penolakan Geva yang meskipun hanya sekedar kecupan di pipi atau kening.


Penolakan Geva membuat Theo termotivasi menjadi lelaki yang baik dan setia pada Geva. Apalagi Geva yang cantik dan baik meskipun sedikit menyebalkan itu mau menerima masa lalu Theo dengan baik.


🍂


Apalagi anak-anak kelas dua belas yang sudah mulai pemadatan pembelajaran untuk bekal Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.


Namun tidak dengan Geva, Geva memilih duduk dikelas berdua bersama Theo setelah tadi dia berkata ingin berbicara penting pada Theo.


"ada apa Bep?" Tanya Theo menatap Geva yang dari tadi murung.


"A.. aku..." Air mata Geva menetes, lidahnya terasa sangat kelu.


"Kamu kenapa Bep?" Tanya Theo.


"A.. aku gak bisa melanjutkan hubungan kita Theo." Kata Geva lirih sambil menunduk tidak berani menatap wajah Theo.

__ADS_1


Bagaikan tersambar petir,


Hubungannya dengan Geva selama ini baik-baik saja dan bahkan dia sering mengalah dengan sikap menyebalkan Geva. Tapi mengapa Geva mendadak memutuskan dirinya. Yah meskipun seluruh dunia juga tidak percaya kalau Theo tulus menyayangi Geva dan sudah berubah.


"Ke.. kenapa Gev?" Tanya Theo berkaca-kaca.


"A.. aku udah di jodohkan sama orang tua aku Yo.. dan setelah ujian, mereka langsung akan menikahkan aku dengan lelaki pilihan orang tuaku." Jawab Geva sesegukan. Geva bingung sendiri kalimatnya ini termasuk bohong apa jujur ya?


"Masih ada waktu Gev.. aku akan memperjuangkan kamu." Theo menarik Geva ke dalam pelukannya.


"Tapi Yo.."


"Aku gak akan menyerah buat dapetin kamu Gev.. aku sayang sama kamu, dan jika orang tuamu tidak percaya, aku juga siap menikahi kamu setelah lulus. Aku bisa menafkahi kamu Gev.. kamu tahu kan, cafe aku sekarang sudah berkembang pesat. Ya meskipun jika sama aku hidup kamu tidak akan semewah sekarang." Kata Theo.


"Masalahnya tidak semudah itu Yo... orang tua aku gak akan mengubah keputusannya."


"Kenapa Gev?"


"Karena memang aku sudah di jodohkan pada saat aku belum hadir di rahim mama aku."


"Siapa lelaki yang dijodohkan sama kamu Gev?" Tanya Theo penasaran.


"Bhumi Bramantya.. dari keluarga Bramantya.. dan hubungan Papa aku dengan keluarga Bramantya memang sudah seperti saudara. Papa aku dulu di urus oleh keluarga tersebut ketika kedua orang tuanya meninggal."


Theo tertegun, jika berhadapan dengan seorang Bramantya maka tidak perlu perang pun sudah pasti kalah.


"Maafin aku Yo.. hiks.. hiks.. hiks."


"Gev.. kasih aku kesempatan buat buktiin kalau aku beneran sayang dan cinta sama kamu."


"Seandainya aku bisa memilih.. tapi sayangnya aku tidak memiliki pilihan Yo.. maafkan aku yang tidak bisa melanjutkan hubungan kita.. aku sayang sama kamu Yo. Dan akan terus menyayangimu meskipun mungkin hanya sebatas sahabat untuk kedepannya nanti." Kata Geva sendu.


Pipi Theo basah juga, gadis yang dirindukan berhari-hari akhirnya bisa ia temui tapi...


Ini terlalu menyakitkan. Tidak ada lagi yang berbicara, keduanya larut kedalam pelukan masing-masing untuk saling menenangkan dan menguatkan takdir yang tidak berpihak pada mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


Udah bisa Vote loh.. kalian gak ada cita-cita Vote aku gitu?


__ADS_2