Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kamar Pengantin~


__ADS_3

HAPPY READING 🍁


Jleb,


Gohan masuk dengan sempurna bersamaan dengan air mata Geva yang menetes, meskipun tidak sesakit saat malam pertama, namun sensasi yang Geva rasakan sungguh luar biasa.


Bhumi berhenti sejenak dengan nafas terengah-engah.


"Kenapa bisa?" Tanya Bhumi yang menyadari jika tempat favoritnya itu semakin sempit.


"Kejutan buat kamu sayang.." Kata Geva lirih. Bhumi memejamkan matanya merasakan Gohan serasa digigit tapi gigitan yang nikmat.


"Aku merasa membobol gawang dua kali, hanya saja ini bedanya tidak mengeluarkan darah." Kata Bhumi.


"Apa .."


"Cepat bergerak, apa Gohan mendadak mati suri saat sudah masuk sempurna!" Pekik Geva kesal memotong ucapan sang suami.


"Ayo kita bersenang-senang sayang.." Ucap Bhumi.


Eh apa?


Gohan di bilang mati suri?


Bhumi yang sudah mulai menggerakkan Gohan pun berhenti menatap Geva dengan tajam,


"Kenapa lagi sih sayang... cepetan!" Decak Geva kesal.


"Kamu bilang apa tadi? Gohan mati suri?" Harga diri Bhumi mendadak merasa diinjak-injak istrinya sendiri.


"Nggak mati suri kan? yaudah buktikan!" Kata Geva malas berdebat.


"Oke.. aku tidak akan berhenti ketika sudah memulainya Gevania... " Bisik Bhumi sambil menggigit telinga Geva hingga membuat bulu kuduk Geva berdiri.


Pergulatan panas akan segera dimulai, awalnya memang sakit untuk Geva dan Bhumi sadar betul akan hal itu, sehingga Bhumi melakukannya secara perlahan. Meksipun sedikit tersinggung karena Gohan dibilang mati suri, Bhumi tidak membawanya sampai ke hati, dia hanya perlu buktikan seberapa besar keperkasaan si Gohan anaknya Son Goku yang terkenal dengan jurus Kamehame nya itu.


Tujuan Bhumi melakukan gerakan perlahan itu untuk membuat Geva nyaman dulu, karena sesekali Geva masih meringis kesakitan. Banyak pertanyaan dibenak Bhumi mengapa bisa semakin sempit?


Kecupan hangat dan bisikan-bisikan kata cinta terus memenuhi gendang telinga Geva. Pujian demi pujian akan kenikmatan dan kecantikan juga kesempurnaan tubuh Geva pun tidak sungkan Bhumi lontarkan.


Wangi tubuh Geva benar-benar menjadi candu untuk Bhumi. Bhumi tahu Geva sudah mempersiapkan semua ini dengan baik.


Ah rasanya Bhumi bersyukur, kekecewaannya pada pernikahan Bhima dan Flower membuat dirinya kabur hingga daerah Lembang Bandung dan menemukan gadis yang tersesat disana akibat dikerjain oleh teman-temannya.


Gak kebayang bagaimana jika Geva ditemukan laki-laki lain disana, lalu laki-laki itu memperkosa dan menikmati tubuh Geva.


Jujur, membayangkan saja membuat emosi Bhumi naik drastis dan secara tidak langsung juga Bhumi mempercepat pergerakannya dalam memanjakan Gohan.


Geva mulai kesusahan mengimbangi permainan Bhumi. Hanya desahan dan kepasrahan yang Geva lakukan.


"Kak.. aku mau keluar.." Kata Geva.


"Hmm" jawab Bhumi.


Ini sudah pelepasan ketiga kalinya untuk Geva namun Bhumi masih belum juga mencapai puncaknya, lagi-lagi dia terus saja menggenjot Gua yang sangat Geva rawat dengan baik itu.


Satu penyesalan Geva, dia meragukan keperkasaan Gohan karena nyatanya pergulatan mereka hingga pagi. Berkali-kali Geva merengek meminta Bhumi istirahat sejenak, namun Bhumi tidak menggubris, dia mencari kepuasannya sendiri. Salah siapa menurunkan harga diri Gohan, sahabat kecilnya.


"Kita bersihkan diri dulu lalu tidur ya." Kata Bhumi lembut kala waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


"Aku udah gak punya tenaga." Kata Geva lirih dengan wajah benar-benar pucat.

__ADS_1


"Biar aku yang membersihkan." Kata Bhumi turun dari ranjang mengambil air hangat untuk membersihkan tubuh sang istri yang semalam banjir peluh kenikmatan.


Ada rasa sesak dihati Bhumi karena semalaman penuh dia 'menghajar' istrinya tanpa ampun. menghajar dalam tanda kutip ya...


Geva pasrah, untuk berbicara saja tenaganya sudah benar-benar habis apalagi untuk berdebat dengan Bhumi. Bhumi dengan telaten membersihkan tubuh sang istri tanpa terkecuali, katanya setelah bersenggama harus dibersihkan dulu baru tidur sehingga organ intim akan tetap terjaga dengan baik.


"Sayang maaf ya.. sampai bengkak begini." Kata Bhumi lembut.


Geva tersenyum lemah, karena semua memang yang Geva inginkan, dalam lubuk hati Geva yang terdalam, dia menyesal. Gak lagi-lagi meragukan keperkasaan Gohan,


Bisa Geva simpulkan, ternyata selama ini Bhumi menghentikan permainannya jika sudah dua ronde bukan karena Gohan tidak mampu lanjut, melainkan karena Bhumi tidak mau Geva terlalu kelelahan.


"Gak apa apa, cepetan ya . aku pengen bobok di peluk kamu " Kata Geva dengan manja. Bhumi pun segera menyelesaikan tugasnya dengan mengenakan kemeja putihnya pada Geva jika Geva tidak mengenakan baju, bisa-bisa Bhumi lepas kontrol lagi.


Setelah semua selesai, Bhumi bergegas menyusul istrinya. Memeluk wanita itu dengan penuh cinta dan keduanya terlelap di pagi hari yang cerah.


🍁🍁


Tit!


Pintu hotel terbuka bersamaan dengan Naomi membuka matanya.


"Uhukkk.. uhukkk.." Naomi tersedak tiba-tiba melihat pemandangan kamar hotel. Dan mata Naomi bertemu dengan mata Deon saling pandang..


"Ke.. kenapa kita ke kamar pengantin Geva kak?" Tanya Naomi.


"Sialan kenapa Kaisar kasih kamar yang buat Geva dan Bhumi.. dia gak tahu apa dari tadi gue udah nahan diri!" Batin Deon.


"Kak turunin aku, kita cari kamar lainnya." Kata Naomi.


Tanpa berkata apapun, Deon pun menurunkan Naomi dari gendongannya. Wajah pucat Naomi masih sebagai penghias wajah cantik itu. Kaki Naomi pun masih gemetar selain shock memikirkan siapa keluarganya juga kedinginan akibat hampir tenggelam tadi.


Tubuh Naomi hampir ambruk jika dia tidak berpegangan dengan tembok dan Deon menangkapnya.


"A.. aku ke kamar mandi dulu ya kak.. pengen mengguyur tubuh ku dengan air hangat." Kata Noami.


"Baiklah, aku bantu, aku tunggu diluar ya, jangan dikunci pintunya. Aku takut jika kamu sampai pingsan." Naomi mengangguk. Deon menuntun wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya itu ke kamar mandi dan mendudukkan Naomi di atas closed yang tertutup.


"ingat, kalau kamu merasa pusing atau apa, teriak. aku tunggu diluar." Ucap Deon. Naomi mengangguk dan tersenyum, lelakinya itu sangat perhatian.


ah lelakinya? memang pacaran? nyatanya belum.. tapi kan Deon sudah mengeclaim dirinya sebagai calon istrinya tadi didepan Kaisar, rasanya hati Naomi langsung melayang mendengar itu.


Deon menutup pintu kamar mandi, dia tidak peduli dengan suasana romantis kamar itu, dia mengambil handuk yang ada di atas kasur yang dibentuk layaknya angsa sedang berciuman. Deon juga merasa kedinginan. Dia segera melepas semua bajunya dan menggunakan handuk untuk menutupi area kejantanannya.


Baru saja hendak mencari ponselnya untuk mengubungi Theo, seseorang mengetuk pintu kamar mereka. Deon segera melangkah dan membuka kamar tersebut,


Cklek.


"Permisi tuan, saya di minta tuan kaisar untuk membawakan makanan dan minuman ini ke sini." Kata seorang lelaki dengan mengenakan seragam hotel Bramantya yang berwarna navy.


"Oke terima kasih." Kata Deon menatap nampan berisi teh hangat juga beberapa kue untuk menemani minum teh.


Setelah menutup pintu, Deon meletakkan nampan itu di meja yang terapat sofa cukup panjang untuk bersantai yang berhadapan dengan layar televisi.


Meja itu dipenuhi dengan lilin-lilin indah berbentuk huruf love. Deon menyingkirkan lilin-lilin itu kesamping meja sambil menggelengkan kepalanya,


"Ck, Bhumi ternyata sok romantis juga sama adek gue." Gumam Deon meminum teh hangat supaya tidak masuk angin sambil menyalakan televisi. Deon hendak menghubungi Alex, namun ponselnya mati. Dan dapat Deon pastikan juga ponsel Naomi pasti mati juga.


"Kak.. aku udah selesai." Kata Naomi keluar dari kamar mandi. Mata Deon terpaku melihat rambut panjang Naomi yang basah itu di bungkus dengan handuk lalu dinaikkan ke atas hingga memperlihatkan leher jenjang Naomi. Jangan lupa, bathrobes yang Noami kenakan hanya sebatas menutup bongkahan belakang saja. Ah semua karena rencana Geva yang ingin tampil sexy didepan Bhumi.


Deon segera tersadar, dia menyingkirkan pikiran-pikiran kotornya,

__ADS_1


"Yaudah. kamu minum teh hangat ini ya biar badan kamu hangat, dan makan kuenya supaya kamu gak masuk angin. Aku mandi dulu." Kata Deon berusaha menghindar dari Naomi. Bahaya karena si ucrit sudah bangun.


"Kakak tadi udah telfon kak Alex? aku gak nyaman pakai ini." Kata Naomi menunduk malu tangannya dari tadi menutup dadanya supaya puncaknya tidak nampak hingga luar.


"Ponsel aku mati Nom karena aku nyebur kolam tadi, coba kamu telfon resepsionis dan minta disambungkan ke kamar nomor 1070, kamar atas namaku." Kata Deon.


"Iya kak.. kakak mandi dulu gih." Kata Noami.


Naomi duduk termenung, sambil menikmati teh hangat dengan air mata yang mengalir. Bohong jika dia tidak kepikiran perkataan Ayumi. Besok Naomi harus menemui Ayumi dan meminta penjelasan pada wanita itu. Harus, Noami ingin tahu alasan sebenarnya orang tuanya membuangnya. Apakah benar dia anak dari hasil perselingkuhan sehingga kehadirannya tidak diharapkan?


Sesak dada Noami memikirkan jati dirinya. Oh dia teringat hendak menghubungi resepsionis. Namun, ternyata tidak ada telfon di kamar hotel tersebut. Naomi mendesah kesal, pasti Geva sengaja tidak ingin diganggu jadi membuang perangkat komunikasi itu.


Menunggu Deon cukup lama di kamar mandi karena demi menidurkan si ucrit, Naomi merasa kedinginan karena Ac yang menyala, tubuhnya menggigil dia hendak mengambil selimut diatas tempat tidur saja rasanya tidak mampu, benar-benar menggigil. Mau mengambil remote AC saja tidak mampu juga.


"Nom.. udah telfon Alex nya?" Tanya Deon juga menggunakan bathrobes sama sepertinya dirinya.


"Gak ada telfon disini kak.. kak tolong ambilkan selimut. dingin banget." Kata Naomi lirih.


"Astaga.." Ucap Deon yang sadar wajah Naomi makin pucat. Naomi menggigit bibirnya demi berusaha masih sadar, tubuh Naomi sampai bergetar.


Deon segera mengangkat tubuh Naomi dan dibaringkannya di ranjang lalu menyelimuti tubuh Naomi dengan selimut tebal. Tidak lupa juga Deon langsung mematikan AC disana.


"Nom.. masih dingin?" Tanya Deon. Naomi mengangguk lemah.


"Aku peluk kamu ya?" Tanya Deon meminta izin. Naomi mengangguk lagi. Deon menyusul Naomi ke ranjang dan masuk kedalam selimut meskipun Deon merasa sangat gerah karena AC mati dan mulai engap.


Deon memeluk Naomi, gadis itu benar-benar kedinginan hanya saja dia tidak demam,


"Kenapa bisa menggigil sampai begini Nom?" Tanya Deon khawatir dan memberikan kecupan di kening Naomi supaya gadis itu tenang.


"Kalau aku mandi air dingin malam-malam emang gini kak.. makanya aku sangat menghindari mandi air dingin selepas jam 5 sore. Tapi tadi air kolamnya dingin banget, aku pikir setelah mandi air hangat gak begini lagi." Kata Naomi. Deon mengerti, dia mengeratkan pelukannya.


"Oh shittt nempel!" Umpat Deon dalam hati merasakan dada Naomi begitu nyata menempel dadanya, apalagi Noami tanpa menggunakan Bra~


"Kak, kakak nggak engap.. aku engap. ac-nya nyalain aja ya kak.. tapi jangan dingin-dingin ya aku udah sedikit lebih baik kok. masih dingin tapi gak sampai mengigil."


"Baiklah.. " Kata Deon yang memang merasa engap karena kamar hotel itu tertutup. Ada kaca besar yang tertutup tirai, tapi kaca itu tidak bisa dibuka jadi tidak ada sirkulasi udara yang masuk. Deon mengambil remot Ac yang ia taruh di nakas. Jadi tidak perlu berubah posisi. Deon langsung menyalakan AC tersebut.


Keduanya masih saling berpelukan dan hening. Mendadak suasana menjadi awkward karena keduanya menatap sekitar kamar dengan suasana sangat romantis. Sebelumnya keduanya sama-sama tidak sadar dengan dekorasi kamar pengantin ala-ala malam pertama itu.


"Kak.. aku udah gak apa-apa.. tolong lepaskan pelukan kak." Kata Naomi lirih yang merasakan suasana berbeda saat ini. Jantungnya berdegup sangat kencang. Canggung, bingung namun dingin dan pelukan Deon yang nyaman itu bercampur jadi satu.


"Biarkan seperti ini Nom. Kamu masih kedinginan." Jawab Deon memejamkan matanya, menghirup aroma wangi dari tubuh Naomi. Eits aromaterapi yang Naomi gunakan sama dengan Geva ya..


"Kak." Panggil Naomi lagi.. entah mengapa mendadak hawa panas menjalar ke tubuh Naomi.


"Tolong lepasin pelukan kakak.. aku udah tidak kedinginan kok.. " Kata Naomi. Deon pun menurut.


Deon memejamkan matanya, menghirup udara sebanyak-banyaknya demi menetralkan kewarasannya untuk tidak menyentuh Naomi lebih. Namun justru yang di hirup adalah udara yang bercampur aroma dari lilin yang memabukkan. Lilin yang Flower pesan untuk Geva dan Bhumi dari luar negeri. Aromaterapi yang dikamar mandi juga Flower yang beli karena Flower suka menggunakan itu dengan Bhima.


Ah Flower sungguh berpengalaman dengan hal hal seperti itu, karena memang dulu Flower ada didunia malam. Jadi yang mengajarkan Geva untuk olahraga ini itu, konsultasi dengan dokter untuk menjaga kerapatan, juga semua saran dan masukan dari Flower.


"Nom.." Panggil Deon lirih...


Naomi mendongak dan mata mereka bertemu,


APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?


BERSAMBUNG...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE

__ADS_1


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2