Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Hamil~


__ADS_3

🍁


Saat Geva dan Bianca mengobrol depan pintu apartemen Keenan, tiba-tiba pintu apartemen Bhumi terbuka dari dalam dan keluar lah sosok wanita cantik dari sana.


"Ka.. kamu siapa?" Tanya Geva dengan mata berkaca-kaca.


Eh.


Wanita cantik itu terlihat begitu terkejut mendapati sosok wanita yang dia ketahui sebagai istri pemilik apartemen yang barusan ia kunjungi.


"SIAPA KAMU HA?" bentak Geva dengan emosi yang sudah memuncak berjalan mendekati wanita yang belum diketahui latar belakangnya itu.


"Saya...."


"Awww...." Belum juga menjawab wanita itu sudah diserang Geva. Jiwa bar-bar Geva meronta-ronta.


"Gege.. lepasin Ge.." Teriak Bianca panik melihat Geva langsung menjambak wanita cantik dengan pakaian cukup sexy yang keluar dari pintu apartemen Bhumi.


"Bianca tolongin gue!" Teriak wanita yang diserang oleh Gevania.


"Nggak akan gue lepasin elu! Kurang ajar elu ya! mau jadi pelakor elu ya mentang-mentang baju elu sexy! gak akan gue lepasin elu ya! Punya wajah cantik jangan digunain buat menggoda suami orang!" Teriak Geva menggebu-gebu.


Emosi yang Geva tahan beberapa hari ini akhirnya meledak juga setelah melihat sosok wanita yang di duga secara spontan sebagai selingkuhan Bhumi.


Logika Geva mendadak hilang, bukankah sebagai istri Geva cukup mengenal Bhumi bahwa Bhumi tidak akan mau disentuh wanita lain, Geva aja penuh perjuangan untuk mendekati Bhumi agar Bhumi mau menyentuhnya.


Aih Geva.


"Gevaaania berhenti!!" Teriak Bianca.


"Awww sakit banget! sakit!!" Teriak wanita itu.


"Lepasin Gegep.. lepas!" Teriak Bianca lagi saat melihat wajah cantik wanita itu terkena cakaran Geva. Benar-benar mengerikan.


"Aww! sakitt!!! Lepaskan!"


"Nggak!"


"tuan Bhumi itu cuma clien saya! jangan salah paham! sakitt!" Wanita itu berusaha menjelaskan disaat kondisinya makin tersudut karena tidak mampu melawan kekuatan Geva yang ketika emosi menjadi berkali-kali lipat


"Apa clien?" Bukan semakin menurun, emosi Geva justru makin naik.


"Clien esek-esek maksud elu?" Teriak Geva dengan wajah memerah karena Geva tersadar sudah cukup lama dia tidak melayani suaminya. Pasti suaminya jajan!

__ADS_1


Bianca yang melihat itu menjadi ketakutan jika Geva berbuat lebih bar-bar sama teman kampusnya itu.


"Ge.. stop!" Teriak Bianca memegang lengan Geva supaya tenang.


"Kak Ca.. lepasin aku! aku mau buat belajaran sama wanita itu." Sedangkan wanita itu hanya merintih kesakitan akibat perlakuan kasar istri dari clien yang membayar mahal jasanya.


"Aww..." gumam Geva yang mendadak kepalanya pusing dan matanya berkunang-kunang. Hanya hitungan detik, Geva pun jatuh pingsan, untung masih di pegang oleh Bianca sehingga Geva tidak langsung jatuh di lantai.


"Geva!!" Ucap Bianca melihat Gevania justru pingsan.


🍁


Bhumi berlari menyusuri koridor rumah sakit. Baru saja dia terpejam sejenak di sofa ruangan kantornya karena beberapa hari ini Bhumi tidak bisa tidur nyenyak, tidak bisa makan enak dan pekerjaan kantor begitu menumpuk. Apalagi hampir tiap pagi Bhumi merasa mual.


Eh Bianca sudah menelepon dan mengatakan bahwa Geva pingsan setelah menyerang Riska, teman kuliah Bianca yang menjual buket bunga. Bhumi memakai jasa Riska untuk mendekor ruang tamu apartemennya juga kamar apartemennya yang akan dia gunakan sebagai kejutan Geva malam ini. Dan Riska baru datang ke apartemen Bhumi pagi tadi bersama dua orang karyawannya, karena karyawannya sedang membeli kekurangan hiasan, sehingga Riska tinggal sendiri RI apartemen Bhumi.


Selama dua malam pun Bhumi memilih tidur di kantor sekalian lembur, sedangkan password apartemen di ganti buat jaga-jaga jika Geva tiba-tiba datang diwaktu yang tidak tepat. Seperti saat ini.


Capek dan kantuk Bhumi mendadak hilang karena rasa khawatir yang begitu dalam pada sang istri tercinta.


"Kak.. syukurlah kakak datang dengan cepat!" Kata Bianca melihat kakaknya mendekat ke arahnya.


"Gimana kondisi Geva?" Tanya Bhumi ngos-ngosan.


"Salahin kakak kamu yang namanya Bhima! ini ide Bhima buat kasih kejutan Geva, aku pikir ini akan berkahir romantis!" Keluh Bhumi langsung memasuki ruang IGD begitu saja.


Bhumi langsung melihat brankar tempat Geva berbaring dengan wajah pucat nya. Namun saat mata mereka bertemu, Geva langsung membuang pandangannya begitu saja, enggan melihat Bhumi.


"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" Tanya Bhumi.


Dokter wanita itu tersenyum,


"Nyonya Gevania hanya kelelahan, anda tidak perlu terlalu cemas dia hanya shock sekaligus kecapean, Dan..."


"Udah sana kamu pergi! pergi sama wanita tadi! jangan kembali lagi sama aku!" Teriak Geva pada Bhumi di barengi air mata.


"Sayang.. kamu salah paham!"


"Nggak! aku lihat sendiri dia keluar apartemen kamu! pantas aja kamu ganti password apartemen! kamu jahat bee! jagat! huwaaa.."


"Aku bisa jelaskan sayang.. " Kata Bhumi tiba-tiba berlutut menggunakan lututnya sebagai tumpuan dan tangannya menggenggam erat tangan Gevania.


Dokter perempuan yang menangani Geva itupun mendadak bingung dengan situasi yang ada diantara pasangan suami istri bucin tersebut.

__ADS_1


"Nggak! kamu jahat!"


"Sayang dia itu temannya Caca yang jual bunga sekaligus jasa dekor."


"Bohong! huwaa kamu jahat!"


"Aku jujur..." Bhumi menatap Geva penuh harap agar istrinya itu tenang.


"Dok tolong panggilkan adik saya di luar!" Perintah Bhumi, keluarga pasien yang gak ada akhlak. Namun dokter tersebut hanya menurut perintah anak pemilik rumah sakit tersebut sampai sang dokter itupun lupa jika ada sesuatu yang belum dia sampaikan pada pasien.


Bianca dan Riska yang rambutnya masih acak-acakan tapi luka ditangan dan wajahnya sudah di obati.


"Maafkan aku.." Cicit Geva merasa malu dan bersalah pada sosok Riska yang justru senyum padanya.


"Gak apa-apa nyonya, saya mengerti posisi nyonya." Jawab Riska yang sudah tidak sedih lagi karena Bianca memberikan kompensasi yang sangat besar untuknya saat diluar ruangan tadi.


"Makanya jangan emosian sayang!" Ucap Bhumi mencubit gemas hidung Geva.


"Sakit!" Rengek Geva.


"Bagaimana, apa susah selesai permasalahannya?" Tanya dokter wanita bername tag Novi.


Geva mengangguk malu,


" Baiklah, sebenarnya ada hal yang penting yang belum saya beritahukan pada nyonya Gevania dan tuan Bhumi karena tadi nyonya Geva.."


"Hal penting? apa?" Tanya Bhumi mendadak panik.


"Sebenarnya di perut Nyonya Gevania tengah tumbuh sebuah makhluk yang bernama janin, untuk mengetahui lebih lanjut tentang usia dan perkembangannya kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut." Ucap dokter membuat Bhumi dan Geva mematung.


"Ha.. hamil? ah syukurlah akhirnya aku mau punya ponakan lagi!" Pekik Bianca kegirangan.


"Kak... A.. aku hamil." Kata Geva setelah sekian detik terdiam.


"I.. iya sayang." Jawab Bhumi langsung memeluk Geva dengan erat dibarengi dengan air mata bahagia yang menjadi bukti bagaimana rasa syukur mereka sudah diberikan Tuhan kesempatan lagi memiliki calon buah hati, Geva dan Bhumi Junior.


End~


Terima kasih para readers setia dan baik hati. Saya sebagai author mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang disengaja atau tidak.


terima kasih, tanpa kalian (readers-readers baik hati) author gak sampai di titik ini. Author pamitan dulu ya...


Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf.

__ADS_1


__ADS_2