
Aura dingin bukan hanya dari sosok Bhumi yang memang biasa disebut Geva dengan besi berkarat karena saking dingin dan kakunya.
Melainkan dari sosok Geva juga. Gadis menyebalkan bin gasrek itu benar-benar tidak mau kalah, dia juga menunjukkan wajah datar dan aura dinginnya. Geva sudah mengikrarkan dirinya untuk melawan Bhumi yang semena-mena padanya.
Yah wanita mana yang tidak kesal saat suaminya menyuruhnya untuk memutuskan hubungan dengan Theo tapi si suaminya itu masih sibuk memikirkan mantan kekasihnya.
Logika Bhumi benar-benar sudah tidak bisa digunakan dengan baik.
Dan sudah satu jam yang lalu Geva dan Bhumi sampai ke apartemen mereka. Bhumi sempat mampir ke sebuah restoran cepat saji untuk melakukan Drive thru. Bukan Geva yang meminta tapi Bhumi sendiri yang memesankan makanan untuknya dan Geva tanpa bertanya ataupun meminta persetujuan pada Geva.
Maklum ya.. tadi ketika di restoran Bhumi memang sudah memesan makanan untuk dibawa pulang, biar nanti malam jika lapar tidak perlu repot-repot mencari makanan namun melihat Geva bersama lelaki lain membuat Bhumi emosi dan lupa membawa makanannya pulang.
ciee sepertinya mulai cembukor!
Di apartemen,
Geva memilih menyibukkan dirinya dengan mengerjakan tugas sekolah. Karena jika melihat wajah Bhumi membuatnya ingin terus mengomel dan mengumpat.
Meskipun sok-sokan sibuk dengan tugas sekolah, Geva yang merupakan gadis menyebalkan dari lahir itupun tetap saja menguji hasrat Bhumi sebagai lelaki sejati karena saat ini Geva menggunakan tangtop yang mengekspose bagian atas payudaranya yang padat. Juga Hotspans yang hanya menutupi bagian vantat nya yang berisi sehingga menampilkan kaki jenjang nan putih dan mulus.
"Kenapa kamu tidak makan burgernya?" Tanya Bhumi pada Geva yang turun untuk mengambil air putih.
"Lagi gak pengen makan yang ada bau cheese." Pertanyaan singkat, jawabannya pun harus singkat.
"Ada yang tidak menggunakan cheese." Ucap Bhumi.
"Gak pengen makan burger." Jawabnya.
"GEVANIA!" panggil Bhumi kala Geva berlalu begitu saja untuk menaiki tangga dengan Tumbler yang berisi air putih.
"Apa?" Tanyanya.
"Makan atau aku akan..."
"Aku apa? ngajakin making love apa meminta uang kamu yang tadi buat beli sepatu anak-anak panti itu dikembalikan sekarang juga?" Tanya Geva tajam.
"Bagus kalau kamu sudah ingat apa yang harus kamu pilih!" Ucap Bhumi.
"Tenang saja, barusan udah aku transfer ke rekening kamu sebanyak 350juta. Udah aku ganti semuanya termasuk biaya tinggal disini, Pizza 100 box dan 1000 paket nasi mekdi beserta ponsel yang kamu belikan kemarin!" Ucap Geva.
__ADS_1
Bhumi hanya menganga dan dia segera membuka ponselnya untuk mengecek transaksi rekening debit pribadinya. Dan benar Rekening bernama Deon mengirimkan uang sebanyak 350juta.
Dari mana Geva mendapat uang sebanyak itu?
Kenapa atas nama Deon?
"Ge..."
Panggil Bhumi kembali, tapi ternyata yang memiliki nama Geva itu sudah berlalu ke kamar.
Jangan tanya Geva dapat dari mana uang tersebut,
Tentunya dari kakak kesayangan Geva dong.. siapa lagi kalau bukan dari Gedeon alias Deon yang memang memberikan kartu debitnya pada Geva sebelum Geva keluar dari Kediaman Wijaya tanpa sepengatahuan siapapun. Kartu debit dengan saldo lebih dari satu milyar itu boleh Geva gunakan saat kondisi mendesak.
Deon melakukan itu semua supaya adiknya tidak bergantung pada Bhumi. Dia juga cukup tahu seberapa besar perasaan Bhumi pada Flower juga seberapa egois dan keras kepalanya Bhumi. Deon tidak mengajari adiknya untuk membangkang pada suami, tapi Deon gak mau adiknya terluka. Kecuali jika memang nanti Bhumi sudah mau menerima Geva dengan tulus, Deon tidak akan ikut campur.
Dan ini adalah kondisi mendesak karena Geva tidak ingin ditindas oleh Bhumi. Ditambah otak Geva sudah cukup waras, pertengkarannya dengan Bhumi tadi di dalam mobil menyadarkannya bahwa jika tidak mudah menggeser nama sang mantan di hati Bhumi dam jika mereka sudah melakukan making love akan menjadi lebih sakit saat Bhumi terus membanggakan mantannya dan membentak istrinya.
Meskipun belum ada cinta, tapi tetap saja sakit jika hanya dijadikan sebagai pemuas kebutuhan biologis Bhumi.
Bhumi sungguh kesal, Dia mengusap wajahnya dengan kasar.
Ternyata sebuah ancaman tidak membuat Geva takut sedikitpun, Dan tidak ada cara lain untuk membuat Geva menurut selain dengan sikap baik dan kelembutan.
🍂
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Bhumi yang sudah yakin jika istrinya sudah terlelap pun memilih kembali ke dalam kamar untuk tidur. Karena tidur kemarin di sofa ruang kerjanya sungguh tidak nyaman. Badannya terasa sakit semua.
Ceklek.
Baru pintu dibuka, Bhumi sudah mendesah kesal. Pasalnya Geva dengan santainya terlelap dengan baju tidur yang super minim. Mengekspose lekuk tubuhnya yang menerawang dengan ranjang yang diberikan pembatas banyak buku di tengahnya layaknya tembok.
"Apa-apaan ini?" Gumam Bhumi.
"Jangan kepancing Bhum.. tenang dan santai.."Ucapnya menahan hasrat dalam dirinya yang sebentar lagi meronta-ronta.
Bhumi memilih untuk membelakangi Geva meskipun dari lubuk hati terdalamnya sangat penasaran dengan tubuh Geva namun dia tidak mau menambah masalah saat ini.
Dan
__ADS_1
Pagi sudah menjelang. Geva sudah bangun pagi-pagi sekali. Entah mengapa dia kali ini bisa bangun cepat tanpa dibangunin siapapun bahkan tanpa alarm.
Sepertinya memang benar, Tuhan menciptakan otak kita dengan sangat cerdas. Ketika kita sudah bertekad kuat untuk melakukan sesuatu secara alami otak kita akan memberikan sinyal dan alarm.
Melihat wajah Bhumi pertama kali saat bangun tidur membuat Geva terprsona. Bhumi terlihat tampan dan raut wajahnya terlihat begitu hangat tidak dingin seperti setiap harinya.
"Apaan sih gue.. duh.. sadar Gep.. sadar.. jangan jatuh cinta duluan sama lelaki susah move on seperti ini, harus ada harga yang harus dia bayar untuk mendapatkan hati seorang Gevania." Batin Geva langsung beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri.
Tak ada obrolan ataupun apa di pagi ini antara Geva dan Bhumi meskipun mereka sarapan bersama di meja makan dengan berhadapan. Hanya roti dan berbagai selesai yang tersedia di meja. Maklum, Geva sama sekali tidak pernah terjun ke dapur makanya kemarin tidak beli sayuran ataupun bahan-bahan masakan.
Bhumi rasanya tidak tahan di diamkan oleh Geva, terpaksa dia harus menurunkan egonya untuk membuka suara duluan.
"Gev.." Panggil Bhumi.
"Ya?" Jawab Geva yang memang sebenarnya tidak ada niat mendiamkan Bhumi, hanya berbicara seperlunya saja.
"Sekolah bawa mobil aja.. jangan bawa motor."
"Gak punya mobil." Jawabnya.
"Pake mobil aku aja. Lebih aman.. biar aku yang ke kantor naik motor kamu.. nanti kita beli mobil untuk kamu."
"Gak usah repot-repot."
"Gev.."
"Apasih!" Sebal Geva menatap Bhumi dengan tajam.
"Biarkan aku melakukan tugasku sebagai suami dengan memenuhi kebutuhan kamu dan menjaga kamu.. aku balikin uang kamu itu."
"Gak usah sok-sok an untuk menjadi suami yang baik dengan memenuhi kebutuhan istrinya dan menjaga istrinya.
jika kakak saja tidak bisa menjaga hati istrinya." Ucap Geva langsung berdiri dan menyambar kunci motornya tanpa peduli dengan Bhumi yang berteriak memanggil namanya.
BERSAMBUNG...
GEVA : THOR MAKASIH YAA UDAH BANTU AKU KERJAIN SI BESI KARATAN!
AUTHOR : SAMA-SAMA NENG GEPA.
__ADS_1
BHUMI : YA ELAH GEP.. MAAP.. AKU KEMARIN TERBAWA EMOSI.. PLEASE JANGAN SIKSA AKU DENGAN HABISIN SABUN MANDI TEREUS.!
AUTHOR : MAMVUS LU! MAKANYA MOVE ON!