Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Rencana Naomi


__ADS_3

Pikiran Bhumi sangat kacau saat ini, ada rasa penyesalan yang menelusup hatinya karena sudah menonjok saudara kembarnya. Namun untuk meminta maaf juga terlalu gengsi. Apalagi Bhima berhasil menghamili Flower, ada rasa sesak tersendiri dihati Bhumi membayangkan adegan-adegan panas pasangan suami istri itu.


Karena dulu Bhumi sangat diperlakukan istimewa oleh Flower ketika Making Out.


Orang ngomong move on move on sih gampang, tapi coba dia yang ada diposisi Bhumi? apa gampang?


Delapan tahun loh menunggu sebuah kepastian dan jawaban, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. di sakiti pas lagi cinta-citanya.


Bhumi memang berusaha mencari Flower namun, dia juga kurang tegas dengan perasaannya sendiri. Jika saat itu dia tegas dan meyakinkan kedua orang tuanya, pasti Papi dan Mami nya akan mengizinkan bertemu Flower.


Salah sendiri dia terpuruk terlalu lama, hingga membuat keluarga Bramantya mem-blacklist nama Flower.


Percuma berada di kantor sedangkan otaknya tidak bisa berpikir dengan baik sedikitpun.


Bhumi melangkahkan kakinya keluar dari kantor, dilihatnya jam tangan mewah yang melingkar di tangannya. Masih cukup siang, Bhumi yang memang tidak suka dengan tempat- tempat ramai memilih untuk kembali ke Apartemen. Toh Geva juga masih di sekolah. Setidaknya dia bisa tenang dan berpikir dengan baik.


Mau kembali ke rumah? nggak mungkinlah.. yang ada dia bertemu Flower lagi dan semakin membuatnya gagal move on.


Dengan menaiki motor sport Geva, Bhumi menikmati teriknya matahari dengan otak yang tidak henti berpikir.


"Elu harus memulai dari sekarang. Jangan sampai elu menyesal Bhumi.. karena dengan kesabaran dan kasih sayang yang Bhima berikan buat Flower, gue yakin gak akan butuh waktu lama akan membuat Flower jatuh hati. Semua wanita sangat suka diperlakukan istimewa seperti itu. Toh dulu elu gak pernah perlakukan Flower seperti itu kan? Dan Geva seperti itu karena kamu tidak memperlakukannya dengan baik! Jalin hubungan yang baik padanya!" Ucap Keenan.


"apakah gue harus benar-benar memulai membuka hati gue buat wanita lain selain Flower?" Gumam Bhumi.


Tidak berselang lama, motor yang di kendarai Bhumi sudah memasuki area parkir apartemen. Bhumi terus menarik gas dari kuda besi itu menuju parkiran yang di khususkan untuk penghuni lantai tiga puluh.


Belum juga sampai tempat tujuan, Bhumi langsung menghentikan laju motornya dan menatap Geva yang tengah ngobrol di parkiran dengan lelaki yang ditemui Geva kemarin di lobby.


Geva terlihat sangat bahagia dengan tawa yang tidak pernah Bhumi lihat sebelumnya. Tanpa berpikir panjang, Bhumi langsung menghampiri Geva dengan motornya.


Kedua orang yang tengah asyik mengobrol itu sama sekali tidak sadar jika Bhumi lah yang mengendarai motor dan berhenti didekat mereka.


"Kenapa kamu sudah pulang? Jangan bilang bolos lagi." Kata Bhumi tajam sontak membuat Geva benar-benar terkejut.


"Kakak.. aku gak bohong kok!"


"Hallo.. senang bertemu anda lagi." Sapa Fabian pada Bhumi dengan tersenyum meskipun kemarin Bhumi tidak menganggap ukuran tangan Fabian untuk berkenalan.

__ADS_1


"Kak.. kenalin dong ini guru aku." Ucap Geva.


"Bhumi." Ucapnya mengalah pada Fabian melihat tatapan Geva yang seakan matanya hendak keluar.


"Perkenalkan saya Fabian, saya guru Geva di sekolah dan saya tinggal di lantai 29."


"ternyata seorang guru bisa juga ya menyewa apartemen disini." Ucap Bhumi sinis.


Fabian hanya tersenyum.


"Kakak ih! pak Fabian.. maafin kakak sepupu aku ya.


Pak aku duluan ya.. " Ucap Geva langsung menarik lengan suaminya yang dia akui sebagai kakak sepupu itu menjauh dari Fabian.


Fabian hanya mengangguk dan tersenyum, Fabian sudah tahu siapa Bhumi.. dan dia percaya saja jika Bhumi adalah sepupu Geva karena dia paham kedekatan keluarga Wijaya dan keluarga Bramantya sejak dulu.


Sepupu?


oh astaga. Bhumi rasanya ingin membungkam bibir Geva dengan bibirnya itu biar gak lames.


"Apa maksud kamu bilang aku Sepupu kamu?" Tanya Bhumi dengan sorot mata tajam.


Ingin rasanya Bhumi langsung marah-marah pada Geva, namun dia teringat pada ucapan-ucapan Keenan. Tahan.. tahan dan tahan emosi, jika dia marah pada Geva maka Geva akan membuat dia lebih kesel lagi dan tidak akan ujungnya aksi balas membalas. Sudah cukup dia dikerjain Geva pagi ini. Bhumi sudah dewasa jadi dia yang seharusnya mengalah.


Dari menaiki lift hingga kini memasuki apartemen mewah yang mereka tinggali berdua, semuanya sama-sama diam karena sibuk dengan pikiran masing-masing.


Terlihat banyak keraguan dari sorot mata Geva dan Bhumi masih setia menunggu Geva yang tak kunjung buka mulut, padahal keduanya kini sudah lima menit duduk berdampingan di sofa depan layar televisi yang mati.


"Mau ngomong apa kamu? kenapa jam segini sudah pulang?" Tanya Bhumi.


"Ehm.. ka.. karena hari ini gak ada les." Jawab Geva. Bhumi hanya mengangguk lemah.


"Kak."


"Hmm."


"Maaf soal tadi pagi ya..aku bawa mobil kakak dan ambil uang kakak tanpa izin." Ucap Geva.

__ADS_1


"Kalau gak menjalankan rencana Naomi aku juga ogah! tapi siapa tahu ide Naomi justru berhasil karena ternyata gak mudah meluluhkan si besi berkarat dengan mengandalkan body goals aku!" Batin Geva.


"Aku juga minta maaf atas perlakuanku selama ini sama kamu." Jawab Bhumi mode datar.


Geva auto melongo.


Bhumi meminta maaf sama dia? dapat mukjizat dari mana?


"kakak minta maaf sama aku? aku gak mimpi kan?" Geva menepuk-nepuk pipinya.


"Nggak!


"Kok Kakak bisa minta maaf emang kakak semalam mimpi apa?" Tanya Geva.


"Mimpi basah!" Jawabnya.


"Apaan itu?"


"Sudah jangan bahas itu, ada hubungan apa kamu sama guru kamu itu?" Tanya Bhumi.


"Gak ada." Jawab Geva.


"Jangan bohong kamu! saya tahu dia suka sama kamu."


"Aku juga merasa seperti itu kak. Tapi gak apa-apa kan ya.. makanya kakak jangan bilang kalau kakak suami aku." Entengnya Geva berkata seperti itu.


"Maksud kamu apa?" Tanya Bhumi tajam.


"Kan kakak gak pernah menganggap aku istri. Kakak hanya menganggap aku adik karena kakak belum bisa move on dari mantan kakak. Aku gak bisa memaksa kakak buat cinta dan sayang sama aku dengan tulus, tapi aku kan berhak bahagia kak."


"Yang jelas kalau ngomong Gevania!"


"Jika suatu hari kakak melepaskan aku.. atau aku yang sudah tidak sanggup berada disamping kakak, maka sudah ada seseorang yang mau menerima aku dan mencintai aku kak...


Gak mungkin kan kita hidup seperti ini, aku udah nikah.. dan aku juga penasaran gimana rasanya making love, gimana rasanya diperlakukan secara istimewa. Dan itu semua gak aku dapat dari kakak. karena semandiri-mandirinya wanita dia juga butuh kasih sayang dari pasangannya."


Kalimat panjang lebar Geva membuat Bhumi tertegun.

__ADS_1


"Kayaknya rencana Naomi berhasil.. bersikap baik pada Bhumi.. menjadi istri yang baik tapi dekat dengan Pak Fabian." Gumam Geva dalam hati.


BERSAMBUNG ..


__ADS_2