
Bhumi yang baru selesai mandi, mencari keberadaan Geva namun sudah tidak ada. Diliriknya jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan 07.30 dan Bhumi yakin pasti Geva sudah berangkat sekolah.
Bodoh amat sih dengan itu anak, Bhumi masih cukup jengkel dengan sang istri yang membuatnya mandi sampai dua kali dan yang kedua dalam waktu yang sangat lama.
Bhumi segera naik ke lantai dua untuk siap-siap menggunakan pakaian formalnya sebelum berangkat ke kantor.
"Istri gak ada akhlaq, pagi-pagi udah buat gue tersiksa, gak siapin sarapan buat suami, gak siapin baju suami. eh pergi gak pamitan dasar Alien...." Gumam Bhumi memakai dasinya di depan cermin.
Ponsel Bhumi kembali berdering, lagi-lagi panggilan dari Satria yang mengatakan bahwa ada tamu penting yang ingin bertemu Bhumi dan sudah menunggu 5 menit yang lalu.
Ketika Bhumi bertanya siapa tamunya, Satria hanya menjawab dengan "Kalau saya kasih tahu sekarang, namanya bukan kejutan dong."
Sontak hal itu membuat mood Bhumi makin buruk karena penasaran. Bhumi segera turun ke ruang tengah apartemennya, diambillah dompet dan...
Dan....
Kunci mobilnya?
Dimanakah kunci mobil kesayangannya?
Bukankah dia selalu menaruh dompet itu disamping kunci mobilnya?
Dengan tergesa-gesa akhirnya Bhumi mencari kunci mobilnya di ruang kerja.
Sudah 10 menit Bhumi kesana kemari mencari kunci mobilnya. Namun tidak urung juga bertemu.
Ditambah Satria yang terus menelfon dirinya. Sungguh.. ini sangat-sangat Menyebalkan.
"Kenapa gue gak cek CCTV aja?" Gumam Bhumi langsung kembali ke ruang kerjanya mengecek laptop yang terhubung dengan CCTV. Bhumi belum sempat menghubungkan ponsel barunya dengan CCTV apartemennya.
"What?" Pekik Bhumi menangkap basah seorang Geva sedang membuka dompetnya dan mengambil beberapa uangnya dan membawa pergi kunci mobilnya. Jadi mobil Bhumi dibawa oleh Gevania Azkia Bramantya?
Bhumi segera mengecek Dompetnya dan zonk.. dompetnya kosong.
Deg!
"apa Geva lihat foto gue sama Flower, kalau iya artinya..." Gumam Bhumi pelan melihat foto monokrom yang ada di dompetnya. Dalam foto tersebut, Bhumi berpose dengan mencium pipi Flower, dan Flower tersenyum bahagia, tentunya dengan seragam putih abu-abu yang melekat di tubuh mereka.
drt.. drt.. drt..
✉️ SATRIA
"boss cepet! atau kehilangan saham 30% perusahaan!"
Ancaman macam apa ini. Sungguh asisten pribadinya itu makin hari makin kurang ajar saja. Padahal Bhumi jika di kantor selalu mode dingin tapi Satria kadang juga somplak.
Bhumi segera bergegas, namun sejenak dia berpikir mau ke kantor naik apa? jam segini masih jam-jam macet dan sudah ditunggu seorang tamu di kantor.
Otak cerdas Bhumi mengingat bahwa motor kesayangan Geva kemarin sore sudah diantar ke apartemen dan kuncinya ada ditempat kunci yang ada di laci samping televisi.
Bhumi segera berlari dan menyambar kunci tersebut. Dilihatnya jam hampir menunjukkan pukul delapan pagi.
Hanya umpatan demi umpatan yang keluar dari bibir Bhumi.
__ADS_1
Geva dan Satria, pagi-pagi sudah jadi orang yang sangat menyebalkan untuknya.
Nampak sebuah motor Ninja ZX10- R berwarna hitam doff sama seperti mobil Bhumi.
Motor asing satu-satunya yang ada di parkiran khusus penghuni lantai 30. Karena disana ada beberapa koleksi motor Harley milik Keenan.
Motor Ninja yang sudah di modifikasi itu pun membuat bibir Bhumi tertarik dan mengulas senyum yang sangat tipis melupakan sejenak kekesalannya.
"Menarik.. bagus juga seleranya." Ucap Bhumi langsung memakai helm dan menunggangi motor Geva.
Sudah sangat lama sekali Bhumi tidak pernah naik motor. Terakhir saat SMA, dia sering mengantar jemput Flower menggunakan motor Vespa keluaran terbaru berwarna merah, warna kesukaan Flower.
🍂
Di tempat lain,
sebuah mobil mewah limited edition berwarna black doff yang hanya bisa dinaiki dua orang itu memasuki halaman sekolah SMA Tunas Bangsa.
Geva mah sudah telat banget.. karena dia tadi cukup lama di parkiran apartemen mencoba memahami seluk beluk mobil suaminya sebelum mengendarainya di jalan raya.
Geva udah punya SIM ya.. jadi aman.
Semua mata memandang kagum mobil itu, mobil yang ada di Indonesia itu tidak lebih dari lima, jadi wajar jika mereka benar-benar kagum meskipun semua siswa yang sekolah disana juga dari kalangan atas, anak para pengusaha dan pejabat.
Lapangan olahraga yang berada disamping parkiran itu pun membuat para anak-anak kelas Geva yang sedang berolahraga tidak mengedipkan matanya. Mereka penasaran dengan sosok yang menunggangi mobil tersebut.
"Gila.. ternyata enak juga ya pakai mobil, rambut gue gak lepek! masih cantik juga nih wajah.. kelihatan fresh banget tanpa aroma asap kenalpot." Gumam Geva.
Gevania Azkia gadis yang mereka kenal sebagai anak pengusaha kecil itu menggunakan mobil mewah?
Iya Geva tidak pernah mau teman-teman tau jika dia adalah anak dari keluarga Wijaya pemilik mall mall besar di ibu kota juga perusahaan besar di bidang ritel modern tersebar yang tersebar di dalam dan luar negeri.
Namun para siswa tidak ada lagi yang berani menyindir atau nyinyir Geva, mengingat kasus Geva kemarin yang dibuang di Bandung oleh temannya membuat temannya tersebut di keluarkan dan kepala sekolah menegaskan, jika berani mengusik seorang Geva maka ancamannya akan dikeluarkan dari sekolahan dan tidak akan diterima di sekolah ternama di ibu kota.
"Ge.. sini!" Panggil Naomi yang terlihat ngos-ngosan habis keliling lapangan.
"Nggak! gue laper, mau sarapan dulu di kantin." Jawabnya santai.
"Gevania Azkia!" Teriak Bu Angel, guru olahraga berusia 32 tahun, belum menikah, galak dan judes pada murid perempuan dan suka menghukum murid perempuan dengan lari muterin lapangan seenaknya.
"Apa Bu Bidadari cantik!"
"Lari kamu 20 kali!" Perintahnya.
"Nanti Bu, saya mau sarapan dulu.. saya cari tenaga dulu.. dari kemarin saya gak makan. nanti kalau saya lari terus pingsan gimana?" Tanya Geva dengan tampang menyedihkan.
"Nanti saya salamin ke Pak Fabian Bu.. ternyata pak Fabian itu tetangga apartemen saya." Bisik Geva
"Benarkah?" Tanya Bu Angel.
"Iya Bu.. kalau gak percaya ibu bisa main kok ke apartemen Saya..."
"Emang kamu tinggal dimana?"
__ADS_1
"B.A apartemen Bu."
"Apa? itu kan apartemen termewah. Kamu?"
Tunjuk Bu Angel curiga.
"Saya sama kakak saya Bu tinggalnya.. bukan simpanan om om seperti yang digosipkan anak-anak.
Yaelah.. kalau ibu gak percaya main aja saya kenalin sama kakak saya dan saya ajak main ke tempat Pak Fabian."
"Boleh?" Tanya Bu Angel.
"Boleh lah.. buat guru tercantik apa yang enggak tapi saya mau makan dulu Bu..laper.. apa boleh?" Tanya Geva.
"Tentu saja boleh! Sana cepetan makan yang banyak." Perintah Bu Angel.
Geva tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, dia segera berlari terbirit-birit ke kantin.
Sesampainya di Kantin,
"Gevania..." Panggil seseorang padanya dengan melambaikan tangannya bertanda meminta Geva untuk datang mendekat.
Geva segera mendekat,
"Iya pak. ada apa?"
"Tadi saya denger kamu ngomong sama Bu Angel katanya kamu mau ke kantin karena lapar dari kemarin belum makan. Ini saya sudah pesankan SOP daging untuk kamu.. Karena setahu saya kamu suka makan makanan berkuah. Cepat makan mumpung masih hangat." Ucap Pak Fabian sambil tersenyum.
"Astaga.. senyum bapak buat jantung saya pusing pak."
"Kamu pusing?" Fabian segera berdiri dan membantu Geva untuk duduk karena Geva masih bengong sambil memegang dadanya.
Fabian kira Geva pusing karena belum makan.
"Iya pak.." Jawabnya setelah duduk.
"Aku pijit ya kepala kamu biar gak pusing."
"Bukan kepala pak yang pusing.. tapi jantung saya gara-gara lihat senyum bapak." Ucap Geva yang langsung membungkam mulutnya sendiri.
Pak Fabian hanya melongo menatap murid cantiknya yang absurd.
Eh siapa tamu aa Bhumi ya?
Mau dilanjutin udah 1000+ kata..
so, di episode selanjutnya ya.. 😘
BERSAMBUNG...
BUDAYAKAN TINGGALKAN LIKE SETELAH BACA!
KALAU MAU TAMBAH KOMENTAR AKU BERTERIMA KASIH BANYAK 😘
__ADS_1