
WARNING!!
JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.
BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...
Gevania.. gadis itu tetap diam seribu bahasa kala mobil yang Bhumi kendarai sudah membelah ibu kota disaat sinar matahari sudah benar-benar tenggelam bergantikan lampu-lampu kota. Bhumi tahu, istrinya itu masih sangat shock dengan apa yang dia lakukan pada Fabian dan ditambah Geva belum siap melihat wajah lelaki yang telah melecehkan nya. Raut cemas terukir jelas di wajah cantik itu.
Geva merasa jijik pada dirinya sendiri saat melihat Fabian. Geva tidak habis pikir dengan wanita-wanita yang bisa dengan mudahnya disentuh oleh lelaki hanya karena uang. Parahnya lagi yang lelaki hanya bermodal rayuan terus wanitanya meleleh?
modus pacaran hanya digunakan para lelaki untuk mendapatkan pelukan, ciuman, greepe-grepee bahkan teman bercinta dengan mengatasnamakan cinta.
Setelah lelaki mendapat apa yang dia mau, keperawanan, menikmati tubuh sang wanita, tidak perlu nunggu lama. Kebanyakan pasti cinta tidak akan berujung dengan satu kata yaitu putus. Iya, kata putus menjadi pilihan terakhir. Kalau wanitanya mendadak hamil, lelaki dengan terpaksa menikahi si wanita, namun dalam banyak kasus pernikahan itu tidak berjalan lama dan langgeng. Perceraian menjadi bayang-bayang yang mengerikan.
Ck. atas nama cinta? wanita yang memberikan mahkotanya atas kata pacaran tidak lebih dari wanita murahan. Sebab semurah-murahannya wanita malam, dia masih mendapatkan uang dengan menjual tubuhnya. Lah ini gak dapat apa-apa selain gombalan dan kata-kata manis. meskipun semuanya sangat tidak bisa dibenarkan juga.
"Bee.." Panggil Bhumi mengusap rambut Geva dengan lembut.
Geva menengok menatap Bhumi,
"Kenapa?" Tanya Bhumi.
"Aku hanya pusing." Jawabnya sambil menyenderkan kepalanya di pundak sang suami saat Lambu jalan berwarna merah yang menandakan harus berhenti untuk memberi kesempatan pada pengendara lain melintas.
"Apa kita pulang saja? kamu harus banyak istirahat.. wajah kamu pucat." Tanya Bhumi.
"No! tadi acara makan-makan nya udah gagal.. aku mau merayakan ulang tahun Naomi, Apalagi ada kak Deon disana, aku gak mau melewatkan pendekatan mereka." Kata Geva.
"Tapi senyum dong sayang.." Kata Bhumi lembut. Geva pun tersenyum menatap suaminya, tapi Bhumi tahu itu adalah senyum keterpaksaan.
Setelah kejadian tadi, dimana Bhumi menghajar dan mematahkan tangan kiri Fabian, Bhumi memang mengajak Geva, Deon juga Naomi untuk pindah ke restoran bintang lima milik keluarga Bramantya karena nafsu makan Bhumi sudah hilang semenjak Fabian menampilkan wajahnya di sana.
"Kak.. kamu kalau marah benar-benar mengerikan." Kata Geva lirih.
"Maafkan aku membuat kamu takut... aku hanya ingin melindungi kamu.. aku mencintai kamu Gevania. Dan aku gak akan membiarkan satu orangpun untuk menyakiti kamu."
"Makasih ya kak.. aku beruntung punya suami seperti kakak." Jawab Gevania.
"Kamu sedang memikirkan apa sayang?" Tanya Bhumi.
"Aku takut, bagaimana dengan kakak? keluarga dia pasti tidak akan terima kakak mematahkan tangannya. Apalagi tadi ada banyak orang yang mengambil video saat kakak menghajar dia. Aku gak mau kakak berurusan sama hukum.. aku gak mau pisah sama kakak." Air mata Geva meleleh begitu saja. Dan inilah sebenarnya yang ada dibenak Geva. Takut jika masalah ini akan semakin panjang, dan orang-orang tahu dia adalah korban pelecehan seksual meskipun belum ke ranah yang terlalu fatal.
"Kamu lupa siapa suami kamu.. kamu tenang saja ya.. aku bisa menyelesaikan nya dengan sangat mudah sayang.." Bhumi mengecup kening Geva dengan lembut.
Bhumi menghentikan mobilnya di restoran mewah bernama Bram's Foodism,
Mobil Deon sudah ada disana, karena Bhumi memang sengaja memperlambat laju mobilnya supaya Deon dan Naomi memiliki waktu berdua lebih banyak untuk ngobrol dan berdekatan, Bhumi juga ingin lama-lama berdua dengan sang istri.
"Lama banget sih.." Kata Naomi saat Geva duduk di depan sahabatnya itu.
"Bhum.. kenapa elu gak bilang kalau lelaki tadi udah melecehkan adik gue!" Kata Deon tiba-tiba karena Deon baru diberitahu oleh Naomi saat perjalanan menuju restoran.
Melecehkan?
Mendengar kata itu hati Geva rasanya nyeri, iya dia sudah dilecehkan oleh gurunya sendiri meskipun gurunya masih sangat muda dan tampan, tetap saja Geva jijik. Mengingat nama Fabian saja sudah membuat Geva jijik. Raut wajah Geva berubah sedih.
Bhumi melotot ke arah Deon, kakak ipar sekaligus sahabatnya.
"Kalau elu bilang gue habisin itu orang karena menyakiti Adik gue." Kata Deon lagi mengganti kata melecehkan menjadi menyakiti. Sepertinya lebih baik.
__ADS_1
Deon terlihat sangat emosi.
"Sayang.. are you oke?" Tanya Bhumi. Geva mengangguk menyandarkan kepalanya ke pundak Bhumi lagi.
Bhumi menghela nafasnya.
"Sudahlah.. jangan membahas soal itu lagi." Ucap Bhumi yang tahu betul suasana hati sang istri.
"Kamu gak apa-apa kan Ge?" Tanya Deon cemas pada adiknya.
"Gak apa-apa.. meskipun sama nyeseknya dengan kakak yang dorong adiknya sendiri di Club malam." Geva mencibir kakaknya secara langsung.
"Maafkan aku.. aku akan memperbaiki semuanya." Ucap Deon menggenggam tangan adiknya.
"Buktikan saja." Jawab Geva.
"Gue akan hancurkan perusahaan keluarga Fabian!" Kata Deon dengan amarah yang berapi-api.
"Buat apa?" Tanya Bhumi.
"Gue ingin dia hancur.. gue akan membalas apa yang dia lakukan ke adik gue dengan berkali-kali lipat!"
"Jangan kak." Lirih Geva.
"Kak jangan gitu dong." Sambung Naomi.
"Terus untungnya apa? yang buat masalah adalah bajiingan itu. Jadi cukup dia yang mendapat kan pelajaran. Jangan bawa-bawa keluarganya karena mereka tidak tahu apa-apa. Gue juga gak mau ada dendam yang tidak akan pernah kelar nantinya Yon.. sampai ke anak cucu kita." Ucap Bhumi dengan bijak mengingat bagaimana dendam NYI pelet.. eh dendam NYI Sisil.
"Bisa juga gue dengan mudah menarik saham gue dari sana dan pasti perusahan FB Fashion akan kolaps.. tapi itu bukan cara yang baik.. kekuasaan dan kekayaan yang kita punya bukan untuk menang-menangan atau semena-mena." Lanjut Bhumi.
"Suamiku emang terbaik." Geva tersenyum sangat tulus lalu mengecup pipi sang suami.
"Lah.. lupa belom pesan!" Teriak Naomi. Padahal tadi Bhumi sudah bilang dengan Deon kalau sampai duluan diminta pesankan makanan paling spesial di restoran itu duluan.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Ditempat lain,
Papi Gema memijat pelipisnya.
Bhumi membuat ulah lagi, belum juga Papi Gema menanyakan tentang kepulangan nya yang dadakan ke Indonesia tanpa memberi tahu pada Satria alasan sebenarnya, sekarang video beredar dimana Bhumi menghajar anak dari Perusahaan FB Fashion, keluarga Darmawan bahkan dengan mudahnya Bhumi mematahkan tangan dari lelaki muda itu.
"Ada apa ini sebenarnya? tidak mungkin Bhumi berbuat seperti itu jika tanpa alasan yang besar. Logika Bhumi ada dimana.. bisa-bisa nya dia bertindak gegabah." Ucap Papi Gema menghela nafasnya.
Sementara di ruang sakit,
Fabian langsung mendapatkan penanganan terbaik dari rumah sakit Bramantya atas perintah Bhumi.
Windi, ibu dari Fabian menangis histeris melihat luka bonyok di wajah tampan anaknya juga tangannya yang patah.
Bahkan Windi sempat pingsan kala melihat video bagaimana Fabian dipukuli oleh Bhumi Bramantya.
"Pa.. bawa kasus ini ke polisi." Perintah Windi apa sang suami.
"Papa juga tidak terima.. namun papa harus membicarakan ini dulu pada tuan Gema Bramantya. Satu jam lagi dia akan datang kemari." Jawab Yosep ayah dari Fabian.
"Kenapa papa tidak langsung laporkan ke kepolisan saja." Sentak Windi.
"Jangan buru-buru istriku.. kita bisa mendapatkan keuntungan dari sini." Jawab Yosep dengan senyum liciknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...
__ADS_1
LIKE KOMENTARIN VOTE KASIH HADIAH...