
LAGI PUASA? BANYAKIN BACA KITAB SUCI...
BACA NOVELNYA NANTI MALAM AJA PAS BUKA YA...
OKE 🖤
"Kenapa kamu memecatku Bhum!" Tanya Renata tidak terima atas surat yang Bhumi berikan pagi ini.
"Aku gak butuh sekertaris wanita ta! lagi pula kamu juga bukan orang yang butuh duit kan.. orang tua kamu kaya raya!"
"Pasti semua ini permintaan istri kamu kan Bhum! iya kan? salah aku apa sih Bhum.. aku udah gak mengusik kalian.. aku udah gak melakukan kesalahan.. aku bekerja profesional.. tapi kenapa kamu memecat aku?" Tanya Renata.
"Ini bukan karena Geva ta.. aku hanya merasa tidak nyaman bekerja sama dengan lawan jenis yang kedepannya aku akan sering ke luar kota dengan sekertaris ku saja, karena kamu tahu sendiri kan kalau Satria akan menghandle pekerjaan disini. Jadi, aku gak mau keluar kota dengan lawan jenis." Kata Bhumi.
"Tapi kamu melakukan ini untuk menjaga perasaan Geva kan? Jawab Jujur Bhum!" Tanya Renata dengan tatapan nanar. Bhumi menghela nafasnya,
"Iya." Ucap Bhumi penuh keyakinan.
"Aku sangat mencintai Gevania ta.. aku gak ingin dia berpikir macam-macam jika dalam circle terdekatku ada wanita lain, apalagi.. maaf, wanita itu pernah hampir menjebak ku di apartemen. Aku sangat mencintai nya ta.. hanya dia yang mampu membuat aku bahagia. Tolong mengertilah." Lanjut Bhumi.
Renata paham akan kesalahannya, selama ini dia mencintai Bhumi tanpa membuat Bhumi terusik, tapi karena bujukan Reno, Renata hampir saja menjebak Bhumi. Oke sekarang dia sadar.
"Tapi kenapa Bhum.. kenapa kamu gak pernah memberikan kesempatan padaku sedikit saja?" Tanya Renata memelas.
"Ta, sama halnya dengan kamu.. kenapa kamu dulu tidak pernah memberikan kesempatan pada Deon. Aku mohon Ta.. kejarlah kebahagiaan kamu.. aku pun akan mengejar kebahagiaan aku.. kita bisa bahagia ta, dengan cara masing-masing."
"Tapi aku gak mau jika kamu memecatku Bhum!"
"Maaf ta.. keputusan aku sudah bulat.. nanti pihak HRD akan menghubungi kamu. Kamu bisa keluar sekarang dari ruangan ku." Usir Bhumi dengan halus. Renata tidak memiliki pilihan lain. Dia hanya menghentakkan kakinya lalu meninggalkannya ruangan Bhumi dengan pintu yang sengaja ia banting.
Bhumi menghela nafasnya, satu masalah sudah selesai, Renata sudah dia depak keluar dari Bramantya Corp. Bhumi tidak perlu lagi pusing mendengar pertanyaan dari Gevania mengenai Renata saat pulang kantor. Bhumi juga tidak mau membuat Geva tidak tenang karena adanya Renata. Bhumi hanya ingin Geva fokus pada sekolah dan ujian yang ada didepan matanya.
Drt.. drt.. drt...
Ponsel Bhumi berdering, sebuah panggilan dari Bhima telah masuk dan Bhumi segera menerima panggilan tersebut.
...🍁🍁🍁...
Renata,
Air mata gadis itu terjun bebas saat dia sampai di meja kerjanya yang harus dia tinggalkan hari ini juga. Hatinya sangat rapuh, tapi dia sendiri sudah tahu jika ujungnya akan seperti ini. Bhumi tidak pernah memberikan harapan padanya sedikitpun.
Bukankah harusnya dia sudah tahu diri sejak awal? Kalau mungkin dia lebih tahu diri sejak awal, pasti tidak akan sesakit ini saat kehadirannya saja ditolak oleh Bhumi.
Renata mengemasi barang-barang pribadinya yang ada di meja kerja sesekali dia mengusap air matanya. Dia menangis bukan karena kehilangan pekerjaan nya, melainkan karena dia tidak bisa berada didekat Bhumi lagi. Tidak bisa memandang wajah tampan Bhumi saat serius presentasi, dan saat tersenyum mendengar ucapan-ucapan receh Satria.
__ADS_1
Bagi Renata, melihat Bhumi adalah semangat tersendiri untuk dia menjalani hari-harinya.
Perjuangannya bertahun-tahun akhirnya harus benar-benar berhenti juga. Renata akan memulai semuanya dari awal. Dia akan mencoba melupakan Bhumi dan menata hatinya kembali yang sudah hancur berantakan.
"Selamat tinggal Bhumi Bramantya." Lirihnya.
Memang apa pedulinya Bhumi?
...🍁🍁🍁...
Siang ini di sekolahan,
Jam istirahat sudah datang, para siswa segera berlari menuju kantin untuk membeli makanan yang mereka inginkan. Namun tidak dengan Gevania, dia masih fokus mempelajari apa yang barusan guru terangkan.
"Gep.. makan yuk!" Ajak Naomi.
"Duluan aja Nom!" Jawab Geva tanpa mengalihkan pandangannya pada sahabatnya. Dia masih fokus melihat buku pelajarannya.
"Elu Kesambet apa sih Gep.. kok akhir-akhir ini elu jadi rajin banget begini?" tanya Naomi heran. Bahkan Naomi sampai memeriksa kening sahabatnya, takut-takut ternyata suhu badannya normal.
Bukan hanya Naomi yang heran akan perubahan Geva yang mengarah ke lebih baik, para Guru pun dibuat tercengang. seorang Gevania biang kerok semua peristiwa mendadak menjadi siswa alim yang rajin belajar dan mengerjakan tugas.
"Gue cuma mau memberikan yang terbaik untuk orang tua dan kak Bhumi Nom.. mau ditaruh dimana muka kak Bhumi jika pasangannya dapat nilai matematika dibawah lima?" Kata Geva.
"Iya juga sih.. parah nilai matematika elu.. tapi giliran ngitung duit aja cepat banget." Geva terkekeh mendengar ucapannya sahabat nya.
"gak usah Yo!" Tolak Geva.
"Makan Gev! jaga kesehatan kamu.. aku gak mau kamu sampai sakit!"
"Oke.. makasih ya Yo!" Kata Geva tersenyum menampilkan gigi putihnya. Menolak Theo pun percuma..
"Kamu cantik banget sih Ge." Batin Theo.
"Semangat belajarnya ya.. kamu pasti bisa mendapatkan nilai terbaik."
"Thank yo!" Theo pun pergi meninggalkan dua sahabat itu.
"Theo cinta banget sama elu deh Gep." Kata Naomi.
"HM.. dan gue gak enak jadinya Nom.. "
"Theo benar-benar berubah demi elu.. eh elu sama kak Bhumi."
"Kenapa Theo gak sama elu aja deh Nom?" Tanya Geva polos.
__ADS_1
"Nggak lah! enak aja.. kan gue maunya sama kakak elu. Tau gak Gep.. kalau nilai ujian gue lebih baik dari elu..kak Deon akan kasih hadiah ke gue.."
"Hadiah apa?"
"Gue juga penasaran."
"Tapi elu kayaknya gak bisa mengalahkan gue deh Nom.. sebab kata kak Bhumi kalau aku bisa mengalahkan nilai matematika elu, dia akan mengajak gue liburan..." Kata Geva riang
"Gue mau honeymoon lagi." Bisik Geva pada Naomi.
"Emang elu udah siap punya anak?" Tanya Naomi berbisik. Geva langsung mematung. Dia selalu berhubungan intim dengan Bhumi, tapi mengapa dia belum hamil?
Lalu bagaimana jika dia mendadak hamil? ah Geva belum siap punya anak, tapi dia selalu siap mendesah keras di bawah Bhumi Bramantya.
Drt.. Drt.. Drtt...
Ponsel Geva berdering,
📨 0813324xxx
"Hati-hati.. suami kamu hampir setiap siang membelikan makanan untuk mantannya bernama Flower. [pict]"
Geva menghela nafasnya, foto Bhumi sedang didepan kediaman Bramantya dan memberikan kantong plastik pada security pun terlihat jelas. Namun Geva tidak mau ambil pusing karena bukan sekali dua kali Geva menerima pesan serupa apalagi Bhumi tidak bertemu dengan Flower kok. Ketemunya dengan security.
BERSAMBUNG..
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
__ADS_1
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA
MAKASIH 🥰