Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Renata Menyusul? ~


__ADS_3

NYICIL BAYAR UTANG YANG KEMARIN-KEMARIN JARANG UPDATE HEHEHE


HAPPY READING 🍁


"Bhum.. elu pengen pulang cepat kan? gue punya ide." Tanya Satria.


"Apa?" Tanya Bhumi dengan semangat.


"Minta Renata nyusul kesini dan bantuin kerjaan kita. Kalau soal administratif-administratif begini kan Renata ahlinya pasti cepat banget deh dia kelarinnya."


"Lalu Geva?" Tanya Bhumi yang mengingat jika tidak mau Renata ikut ke Jepang.


"Tanpa sepengatahuan Geva. Toh semua juga demi Geva.. biar elu segera pulang dan segera bermanjaan dengan Geva." Jawab Satria.


Bhumi nampak berpikir keras.


"Ayolah Bhum.. gue juga capek kerja rodi begini terus... pengen cepet balik.. kangen pacar gue..Lagian kerjaan Renata sekarang di kantor juga cuma duduk-duduk doang dan bantuin kak Keenan." Ucap Satria penuh harap.


"Sejak kapan elu punya pacar?" Tanya Bhumi menatap Satria penuh curiga.


"Si.. siapa yang punya pacar?" Tanya Satria mendadak gugup.


"Jawab jujur gak elu." Bhumi semakin menatap Satria dengan tajam.


"Apaan sih elu.. udah. gue mau ngerjain ini di kamar gue!" Kata Satria langsung ngacir menghindari Bhumi.


Alhasil malam ini Bhumi juga tidak bisa tidur nyenyak lagi karena Geva belum membalas pesannya.


Coba Mami Naya gak sedang sakit, pasti Bhumi udah telfon maminya dari kemarin buat kasih solusi masalah rumah tangganya. Kalau gini kan, lihat makanan saja Bhumi tidak berniat menyantapnya padahal perutnya terasa lapar.


🍁


Semalaman Bhumi memikirkan ide Satria yang cukup ekstrim itu, namun memang banyak benarnya juga. Jika Renata kesini otomatis kerjaannya akan cepat kelar. Bhumi tahu lah.. bagaimana kinerja Renata, makanya Bhumi mempertahankan Renata.


Dan rencana awal Bhumi yang mau membalas Sisil dengan membuat Renata sakit hati ternyata tercium oleh Papi Gema, siapa pelakunya kalau bulat Satria yang cerita. Papi Gema melarang keras anaknya balas dendam karena itu nanti tidak akan ada habisnya. Terlebih tidak baik untuk Bhumi yang sudah memiliki pasangan, pasti akan menjadi masalah yang panjang juga rumit kedepannya nanti.


Hanya karena sakit hati dan balas dendam, lalu apa bedanya dia dengan Sisil? Bukankah kebanyakan orang sakit hati itu karena ekspektasi nya sendiri yang terlalu tinggi sedangkan kenyatannya tidak sesuai dengan harapan.

__ADS_1


Papi Gema hanya mewanti-wanti Bhumi untuk berhati-hati pada Renata. Selama dia tidak membuat masalah secara langsung, ya sudah.. Papi Gema melihat Renata itu sebenarnya kasihan, dari kecil kurang mendapat kasih sayang dari keluarganya meskipun uang berkecukupan. Keluarganya tidak peduli karena dia lahir dari rahim Sisil dan sampai saat ini Renata masih menunggu kedatangan kakak kandungnya yang entah pergi kemana.


So, misi Bhumi untuk membuat Renata sakit hati dan menderita harus berhenti tengah jalan.


🍁


Bhumi tidak mau salah langkah lagi. Dua pekan ini dia udah benar-benar kalut gara-gara Geva tidak membalas pesannya dan Naomi memblokir nomornya.


Bhumi seperti orang bodoh yang setiap harinya kirim pesan pada Geva hingga lebih dari 50 pesan. Padahal Geva hanya meminta 3 kali sehari aja kan. Dan semua pesannya hanya dibaca oleh Geva. Tiap kontak Geva tertulis sedang online pasti Bhumi langsung menelfon Geva. Tapi sayang, Geva selalu menolak Panggilannya tanpa sepatah kata pun. Nyesek gak Bhum?


Makanya Bhum please deh jangan egois, meskipun Geva gak bilang cinta.. tapi kan kamu bisa merasakan bagaimana sikap Geva sama kamu. Bisa melihat bagaimana Geva bisa menunjukkan kedewasaan nya dengan selalu menjaga nama baik kamu didepan keluarga. Dan yang terpenting Geva rela melepaskan Theo, Geva tahu posisinya yang sebagai seorang istri bahkan Geva juga menjaga jarak dengan Fabian meskipun Fabian adalah guru les privat nya.


💌 Alien Cantik 🖤


"Sayang.. maafkan atas segala kesalahanku.. Maafkan suami kamu yang gak peka dan egois ini.. maafkan aku...


Harus dengan cara apalagi supaya kamu mau maafkan aku dan membalas pesanku? Jika aku bisa pulang saat ini.. pasti aku akan pulang saat ini juga.. Tapi kamu tahu kan Ge.. tanggung jawabku cukup besar.. aku ingin segera pulang untuk menemui kamu dan meluruskan segalanya. Aku gak bisa terus seperti ini...


Oleh sebab itu, please izinkan aku menyuruh Renata untuk membantu pekerjaanku dan pekerjaan Satria disini. Aku janji akan hati-hati, aku janji akan jaga jarak sama Renata dengan radius 1 meter. Semua demi kamu biar aku bisa segera pulang. Aku mohon balas pesan ku ini Gevania.. aku mencintaimu.. jangan seperti ini terus.. aku mohon."


Padahal awal-awal baca pesan Bhumi, Geva sudah senyum-senyum sendiri karena dia benar-benar bisa menaklukkan si besi karatan Bhumi Bramantya.


"Kenapa Ge?" Tanya Naomi berbisik karena di depan sedang ada guru yang menjelaskan acara camping bersama yang akan diadakan dua hari lagi untuk refreshing murid-murid sebelum belajar giat menghadapi ujian.


"Kak Bhumi mau minta Renata nyusul ke Jepang buat bantu kerjaannya. Katanya kerjaannya biar cepat kelar dan cepat balik kesini." Jawab Geva masih dengan nada kesal.


"Terus kak Bhumi bilang sama elu?" Geva mengangguk.


"Dia minta izin sama gue.. tapi gue izinin apa enggak paling dia juga masih suruh Renata buat nyusul Ke Jepang.";


"Kenapa kak Bhumi bilang sama elu? Kalau gue jadi kak Bhumi mah gue ogah minta izin sama elu yang udah cuekin dia lebih dari dua Minggu. Tega benar dah elu." Kata Naomi.


Otak Geva mendadak berpikir, iya ya.. kenapa kak Bhumi justru memberi tahu dia? kan kalau memberi tahu dia, pasti akan ribet.


"Kenapa elu senyam senyum?" Tanya Naomi curiga.


"Gue gak nyangka Nom.. ternyata gue sepenting itu buat kak Bhumi.. ternyata kak Bhumi cinta banget ya sama gue.. sampai izin sama gue.. pasti dia gak mau gue makin marah sama dia." Ucap Geva cengengesan.

__ADS_1


"Gevania Azkia!" Panggil seorang Guru.


"Eh.. eh i.. iya bu.." Jawab Geva.


"Sudah mulai membuat ulah lagi ya kamu dengan ngobrol di kelas.. padahal beberapa pekan ini kamu sudah jadi siswa yang rajin dan tidak buat masalah." Kata guru wanita yang tadi menjelaskan di depan tapi tidak Geva perhatikan.


"Ah ibu.. namanya juga menuju baik bu.. pasti ada prosesnya.. Gak mungkin orang berubah jadi baik dan dewasa itu langsung instan Bu.. mie instan aja di rebus dulu kan bu?" Tanya Geva sambil menggaruk tengkuknya.


"Terserah deh terserah kamu.. sebagai hukumannya kamu harus membawa persediaan makanan selama camping 2 hari 1 malam di puncak lusa." Perintah Guru.


"Beres bu.. saya jamin makanan akan berlimpah ruah di acara camping nanti.. " Kata Geva jumawa.


"Jangan sombong kamu Ge." Sahut Anne gadis yang duduk di baris paling depan.


"Gak sombong.. tapi aku emang mau traktir kalian semua dan teman-teman satu angkatan plus guru-guru semua. aku akan pesankan makanan di restoran bintang lima Bramantya, karena aku sedang bahagia."


"Ck. sombong.. padahal udah dicampakkan kak Bhumi.. masih gak punya malu minta di restoran keluarga Bramantya." Kata Anne nyolot. Sudah di pastikan Anne adalah bagian dari netizen minim akhlak yang selalu menyudutkan Gevania di sosial media.


"Anne sudah." Kata Guru yang mendengar perdebatan muridnya tadi.


"Kurang ajar ya elu.. gue bisa bayar makanan itu semua! bahkan gue bisa beli rumah dan aset keluarga elu." Ucap Geva gak mau kalah dan langsung berdiri dari duduknya tanpa peduli ada guru di depannya


"Ge.. sabar." Ucap Naomi menarik Geva untuk duduk kembali.


"Ge.. elu benar di campakkan kak Bhumi Bramantya?" Tanya teman Geva lainnya.


"Ya iyalah.. Orang Geva SMA aja belum lulus, terus lihat aja nilainya. Lalu apa yang bisa dibanggakan dari seorang Geva? Jelas kak Bhumi milih Ayumi lah.. lebih berkelas, elegan, cerdas dan dewasa plus anggun." Sambung Anne lagi.


"Kurang ajar!" Umpat Geva hendak menuju ke bangku depan untuk melabrak Anne.


"GEVA ANNE BERHENTIII!!!!" Teriak ibu Guru.


BERSAMBUNG....


KALAU KALIAN ANTUSIAS DENGAN RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR, ITU KALIAN SEDANG MENYEMANGATI AUTHOR UNTUK BESOK UPDATE 3 KALI LAGI SEHARI..


SEMOGA BESOK BISA SEMPAT NULIS 3 EPISODE LAGI YA.. AAMIIN...

__ADS_1


__ADS_2