Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kedatangan Renata~


__ADS_3

Haii gaes..


Sebelumnya mau minta maaf karena sesuatu hal, kemarin tidak bisa update ya... dimaafkan gak ya? maafkan ya? please...


Dan Author juga mau mengucapkan...


Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 🖤


Mohon maaf lahir dan batin...


Oh ya... Selama bulan puasa Author updatenya malam ya...


Jadi jangan berharap ada notifikasi update saat pagi atau siang ya... hehehe


Happy reading 🍁


Hingga keesokan harinya, Bhumi masih belum mendapatkan balasan dari Geva mengenai dirinya yang meminta izin pada istri tercintanya untuk menyuruh Renata menyusul dirinya dan Satria ke Jepang demi membantu pekerjaan yang sangat menumpuk bagaikan gunung Fuji.


Bhumi tidak mau mengambil keputusan tanpa persetujuan Geva karena selain dia sangat menghargai Geva sebagai istrinya yang berhak tahu semua yang berhubungan dengan dirinya, Bhumi juga tidak mau membuat Geva berpikir macam-macam sebab Geva sangat tidak menyukai Renata.


Jika Geva tahu dengan sendirinya kalau tiba-tiba Renata menyusul ke Jepang, maka akan di pastikan ada perang dunia ke -3 dan bukan Hiroshima dan Nagasaki lagi yang di Bom tapi hanya Bhumi yang di Bom.


Tentunya semua akan berakibat pada hubungan keduanya yang sangat-sangat tidak baik.


Oh peka sekali Bhumi~


Ternyata dua pekan dicuekin Geva, dua pekan dibiarkan Geva dan dua pekan tidak mendapatkan kabar dari Geva membuat Bhumi berpikir keras. Iya, semakin kesini, Bhumi semakin sadar dan introspeksi diri supaya menjadi lelaki yang tidak egois dan lebih mengutamakan untuk menjaga perasaan Geva sebagai wanita yang ia cintai.


Kepekaan Bhumi itu tentu tidak lepas dari peran Bhima Bramantya sebagai saudara kembar Bhumi yang kini menjadi coach relationship untuk Bhumi. Ceileh si Bhumi gaya banget punya coach relationship.. Tapi ya begitulah Bhima menyebut dirinya sendiri. Meskipun Bhumi malas disebut memiliki coach tapi mau bagaimana lagi, Bhumi membutuhkan masukan-masukan dari Bhima juga perlu banyak belajar dari Bhima untuk mengerti pada sosok yang disebut wanita.


Mengapa Bhumi memilih Bhima, karena dari lubuk hati kecil Bhumi, Bhumi sangat kagum dengan saudara kembarnya tersebut yang dengan waktu yang sangat cepat mampu meluluhkan hati wanita bernama Flower dan menyingkirkan nama Bhumi dari hati Flower. Padahal Bhumi cukup tahu bagaimana cinta Flower untuk nya sebelum semua ini terjadi.


Selain suami idaman,


Bhima dengan sabarnya mengarahkan sang adik yang keras kepala dan tidak peka untuk lebih mengalah dari Geva si abege tanggung yang labil dan selalu menguji kesabaran semua orang.


Memang, Bhima adalah sosok suami sempurna di mata banyak wanita karena selain ketampanan dan kekayaannya, Bhima adalah laki-laki ter-peka, ter-sabar dan ter-pengertian sehingga membuat Bhumi menelan egonya dan curhat dengan Bhima mengenai hubungan rumah tangganya.


"Elu jangan minta Renata menyusul sebelum Geva menyetujui nya.. jangan sampai elu ambil keputusan yang salah lagi hingga akhirnya Geva memutus kan untuk meninggalkan elu dan kuliah di luar negeri." Itulah kata-kata Bhima semalam melalui panggilan telfon yang tersambung dengan Bhumi.


Bhumi tidak bisa membayangkan jika ucapan Bhima benar-benar jadi kenyataan dimana Geva memutuskan untuk meraih impiannya dengan kuliah di luar negeri ketimbang berada disampingnya karena keegoisannya sendiri. Jangan sampai hal itu terjadi. Jangan sampai.


Namun semua di luar dugaan dan rencana Bhumi, sebab asisten yang semakin hari semakin suka membantah perintahnya itu ternyata melakukan hal-hal yang diluar dugaan Bhumi.


Bhumi yang baru keluar dari kamarnya dan sudah mengenakan baju formal sangat rapi itu di buat melotot melihat Renata yang pagi ini sudah duduk manis di sofa ruang tengah apartemennya yang menghubungkan kamar nya dan Satria.

__ADS_1


"Nga.. ngapain elu kesini Ta?" Tanya Bhumi yang benar-benar shock. Geva belum ACC kehadiran Renata? tapi Renata sudah disini.


Benar-benar keadaan sangat genting.


"Di suruh Satria.. kemarin sore Satria minta aku untuk langsung terbang ke sini. Dan pagi ini aku baru sampai, tadi dia yang jemput ke Bandara." Jawab Renata santai sambil menikmati roti yang ternyata sudah disiapkan oleh Satria juga.


"Dimana Satria?" Tanya Bhumi.


"Mandi katanya.. soalnya tadi jemput aku dia belum mandi." Ucap Renata.


Bhumi mencoba untuk tenang, dia berpikir keras bagaimana cara memberitahu Gevania soal Renata supaya Geva tidak salah paham.


Bhumi memilih duduk di sofa seberang Renata dan berpikir dalam diam.


"Bhum." Panggil Renata.


"HM." Jawab Bhumi.


"Kamu mau aku masakin apa buat sarapan?" Tanya Renata.


"Nggak perlu." Ucap Bhumi dengan datar. Renata hanya tersenyum hambar, selalu saja lelaki dihadapannya itu bersikap dingin, padahal dia yang masih jet lag bersedia memasakkan Bhumi dengan penuh cinta loh..


"Ta.." Panggil Bhumi menatap Renata dengan tatapan yang sulit di tebak.


"Kemana elu sama Deon waktu habis ketemu Geva di Bar milik Alex?" Tanya Bhumi membuat Renata semakin tersenyum. Apakah Bhumi memang sudah jatuh hati padanya? kenapa Bhumi yang selalu dingin dan tidak pernah mau peduli dengan urusan orang lain mendadak menanyakan dirinya dengan Deon.


"Kamu cemburu Bhum?" tanya Bhumi dengan percaya dirinya.


"Jauhi Deon!" Tegas Bhumi. senyum Renata semakin mengembang. Bhumi dapat melihat wajah berbinar Renata, pasti Renata salah paham.


"Bhum.."


"Gue gak mau elu dekat-dekat Deon karena Gevania tidak suka itu. Gue mau memastikan semua berjalan dengan apa yang Gevania mau." Jelas Bhumi membuat Renata bengong tidak percaya.


"Jauhi Deon, cari lelaki lain.. jangan sampai gue yang turun tangan sendiri jika elu berani membuat Gevania sedih." Ucap Bhumi tegas dan penuh ancaman itu. Bhumi langsung beranjak meninggalkan Renata.


Hancur hati Renata hingga berkeping-keping. Renata pikir itu Bhumi lakukan karena cemburu ternyata untuk seorang Gevania, adik kesayangan Deon.


"Bhum.. kalau kamu mau aku jauhi Deon. Oke aku jauhi.. tapi dengan satu syarat." Ucap Renata tegas membuat Bhumi menghentikan langkahnya tanpa menengok ke belakang.


"Aku mau kamu dekat dengan ku Bhum. Aku janji akan jauhi Deon sejauh-jauhnya."


"Ck. Siapa elu berani memberikan syarat sama gue? tanpa elu beri syarat.. gue pastikan Deon yang akan menjauhi elu.. dan jangan pernah bermimpi dekat dengan gue lagi karena persahabatan kita sudah berakhir semenjak elu berniat menjebak gue di apartemen saat gue mabuk." Kata Bhumi meninggalkan Renata begitu saja ke kamar untuk menghubungi Gevania.


Renata mengusap air matanya dengan kasar.

__ADS_1


"Kalau emang aku gak bisa dapatkan kamu Bhum, aku akan dapatkan Deon. Aku akan membuat keluarga Wijaya pecah belah dan Gevania kesayangan kamu itu akan bermusuhan dengan kakaknya sendiri." Batin Renata dalam hati.


🍁


Lebih dari sepuluh kali Bhumi mengetik pesan lalu ia hapus...


ketik.


hapus.


ketik.


hapus.


ketik.


hapus.


"Astaga aku harus gimana ini nyusun kalimatnya supaya Geva gak salah paham saat baca. Ah semoga ini udah benar dan gak bikin salah paham. Sent! " Bhumi mengusap rambutnya dengan kasar setelah menyentuh icon kirim pesan.


💌 To : Alien Cantik 🖤


"Gevania sayang.. aku mohon maaf banget.. maaf banget.. semua di luar sepengetahuan aku. Karena dari awal yang memberikan ide untuk Renata menyusul kesini adalah Satria. Dan tanpa seizin aku dan sepengetahuan aku.. pagi ini Renata ternyata sudah sampai di Jepang. Semua 100% ide Satria murni. aku gak ikut-ikutan sayang.. sumpah!"


namun sedetik kemudian ponsel Bhumi berdering, ada sebuah pesan masuk yang membuat senyum Bhumi mengembang sempurna.


Secepat itukah Geva membalas pesannya?


💌 From : Alien Cantik 🖤


"Kak.. besok aku mau ikut camping acara sekolah di puncak sebelum ujian. Jadi mau kakak izinkan atau tidak... aku akan tetap berangkat dengan Naomi."


Camping?


berarti ada Theo? Fabian juga?


astaga... Bhumi semakin dibuat kalut.


Mamvus! Setelah membaca pesan jika Renata sudah di Jepang pasti Geva akan murka.


"Bagaimana kalau Geva didekati oleh dua lelaki tidak jelas itu? " Gumam Bhumi semakin frustasi.


Bersambung..


Bagaimana kira-kira reaksi Geva mengetahui jika Renata sudah ada di Jepang?

__ADS_1


__ADS_2