Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Nyicil? ~


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


BIAT AUTHOR RAJIN UPDATE 😎


Geva memasuki kamar Bianca, setelah pintu besar itu Geva tutup dengan rapat, lalu keduanya berteriak histeris dan berpelukan layaknya sahabat lama yang sudah puluhan tahun terpisahkan.


Geva adalah sosok adik perempuan bagi seorang Bianca. Masa kecil Bianca yang menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarga Bramantya membuat Bianca ingin memiliki adik perempuan.


Tapi keinginan Bianca itu tidak disetujui oleh Papi Gema. Kata Papi Gema hal yang paling menakutkan di Dunia ini adalah melihat istrinya tercinta bertaruh nyawa untuk melahirkan buah cinta mereka. Sudah memiliki dua jagoan dan satu princess cantik, sudah cukup. Apalagi ditambah dengan Keenan dan Kaisar, mereka seperti memiliki empat jagoan.


Jadi hadirnya Geva dalam kehidupan Bianca memberikan warna tersendiri. Semenjak Geva pindah ke Jerman, bukan hanya Bhumi yang sedih, Bianca juga sedih. Apalagi dari kecil memang Bianca tidak begitu menyukai Alona yang selalu hadir ditengah-tengah asyiknya dirinya yang bermain dengan Keenan.


Sehingga beberapa kali Bianca mengajak kedua Omanya untuk berlibur ke luar negeri, tepatnya ke Jerman demi bertemu Geva.


Tidak ada yang tahu kecuali kedua Oma dan papi Gema juga Mami Naya. Bianca sering ditinggal di Jerman di rumah Mama Rachel setelah itu oma-oma kece itu menikmati liburan di negara lainnya. Tapi itulah keinginan Bianca, bersama dengan Geva. Dan sebisa mungkin memang Bianca dilarang mami Naya membahas perihal Bhumi, takutnya Geva si gadis absurd itu menemui Bhumi kala waktunya belum tepat.


"Kak Caca..." Geva mengeratkan pelukannya pada adik iparnya.


Plak!


Bianca menyentil kepala Geva,


" auu sakit!! kakak kebiasaan deh.."


"Sekarang aku adik kamu Gege.. bukan kakak kamu lagi." Kata Bianca mencubit kedua pipi Geva dengan gemas.


"Tetep aja aku adik kak Caca.. kan tua-an kakak!"


"Meskipun tua-an aku, tapi tetap saja kan pengalaman kamu dari ciuman hingga adegan +21!" Ucap Bianca dengan wajah cemberut.


"eh bentar-bentar deh aku mau nanya.. serius kakak belum pernah ciuman?" Tanya Geva dengan polosnya menatap Bianca. Bianca mengangguk dengan wajah yang semakin sedih.


"Bwahahahaha...." Tawa Geva pecah.. untung kamar Bianca kedap suara kan jadi tidak akan terdengar sampai luar.


"Sialan!" Umpat Bianca sambil melempar bantal pada kakak ipar rasa adiknya itu. Lalu Bianca menggelitik perut Geva hingga tawa keduanya pecah.


"Ampun kak ampun!" Pekik Geva masih tertawa terpingkal-pingkal.


"Gege... dieeem!" Ucap Bianca memasang wajah cemberut meskipun hatinya sedikit bahagia karena hadirnya Geva membuat Bianca mengurangi pikirannya mengenai Keenan.. Pasti Keenan sangat sedih melihat video tunangannya tersebar.


"Maaf kak maaf... gimana-gimana?" Tanya Geva menatap Bianca dengan serius, dua gadis cantik itu kini duduk saling berhadapan diatas ranjang besar dengan kaki bersila tentunya tidak ketinggalan bantal dipangkuan mereka.


"Aku sedih." Gumam Bianca mengingat wajah Keenan yang penuh beban tadi kala meninggalkan kediaman Bramantya tanpa mengantar Alona pulang. Padahal tadi berangkatnya barengan.


"Karena video manusia sampah tadi?" Tanya Geva dengan gaya ceplas-ceplos nya membuat Bianca langsung menatap Geva. dari tatapan Bianca, Bianca seolah bertanya siapa yang Geva anggap manusia sampah itu.

__ADS_1


"Kak Alona." Jawab Geva yang paham akan tatapan Bianca.


"Gak boleh ngatain orang Gege, gak baik .. iya, aku sedih sama video itu... kenapa mereka tega ya melakukan itu ..." Polosnya Bianca yang memang kadang membuat Geva sendiri gemas karena menurutnya Bianca terlalu baik.


"Ya . ya ya.. terserah kakak." Ucap Geva malas berdebat mengenai manusia yang Geva anggap sampah masyarakat itu. Ada hal lain yang harus Geva pastikan meskipun hatinya sudah sangat yakin dengan feeling-nya.


"Tapi kakak mau sampai kapan sih memendam perasaan kakak?" Tanya Bianca.


"Aku gak memendam perasaan aku kok.. aku hanya... ehmm... hanya sedih kenapa pacar aku kak Reno begituan sama Kak Alona yang statusnya sebagai tunangan kak Keen.


Padahal aku pacaran sama kak Reno juga sembunyi-sembunyi dari kak Keen karena kak Keen melarang keras aku untuk pacaran. Apa karena Kak Reno yang terus mengajakku making love aku gak mau, jadi dia sama kak Alona?" Cerita Bianca.


"Kenapa kak Keen larang-larang kak Caca? punya hak apa dia?" Selidik Geva yang sedang berperan sebagai pakar micro ekspresi untuk mengetahui bagaimana perasaan Bianca pada Reno ataupun Keenan juga Alona.


Bodoh amat cerita lainnya, Geva sangat penasaran dengan sosok Keenan menurut Bianca.


"Papi kan menemani mami terapi dan berobat di luar negeri Ge.. jadi Papi mempercayakan aku sepenuhnya pada Kak Keen.. kamu tahu kan kedua Oma hits kita sibuk dengan kegiatan sosialnya hingga jarang di rumah.. mereka selalu keluar kota dan keluar negeri sesukanya. Sedangkan kakak kembar aku udah pada nikah semua... kata Papi, gak boleh ganggu kak Bhima dan kak Bhumi karena dalam awal-awal pernikahan ujiannya udah ribet, jadi papi gak mau menambah beban kalian jika harus ngurusin aku juga, padahal aku udah gede gak perlu diurusin dan terlalu dikekang terus begini." Jelas Bianca.


"Kakak suka kan sama kak Keen? cinta kan sama kak Keen?" Tanya Geva to the point membuat Bianca terkejut, namun sebisa mungkin Bianca bersikap biasa saja memasang wajah datar. Bianca ingin semua orang menganggap kesedihannya adalah karena Reno, bukan Keenan.


"cinta sebagai adik kakak...sayang sebagai adik kakak Ge." Ucap Bianca tanpa berani menatap Geva.


"Lalu kenapa Kaka sedih lihat video kak Alona yang notabene nya adalah tunangan kak Keen.. kak Caca seperti tidak mau kak Keen terluka. Kakak cinta sama kak Keen sebagai wanita pada lelaki kan? bukan adik pada kakaknya?" Geva benar-benar tidak menyerah.


" Nggak aku cinta sama Reno!" Kilah Bianca.


"Gege.. itu gak mungkin terjadi, aku dan kak Keen sepupu." Lirih Bianca sedih mendapati cintanya yang tidak akan berujung. Apakah Benar?!


"Huh... padahal diotakku udah banyak rencana besar untuk membuat kak Keen jatuh cinta sama kakak." Gumam Geva.


"apa itu?" Tanya Bianca spontan dan langsung menutup bibir tipisnya.


"Nggak jadi deh nggak jadi Ge.. aku gak mau jadi pelakor yang merebut tunangan orang."


"Bagaimana kalau kak Keen juga memiliki perasaan yang sama?"


"Itu gak mungkin! gak akan pernah mungkin! udah yuk kita nonton Drakor.


"Baiklah.. aku nyalakan layarnya dulu ya kak.. tapi kakak harus Ingat, kalau berubah pikiran ingin memperjuangkan cinta kak Keen, hubungi Gevania Azkia Bramantya, sang dokter cinta.


"Gelay ah!" Kata Bianca tersenyum.


🍁


Waktu sudah pukul dua pagi,

__ADS_1


Matahari enggan untuk muncul ke permukaan Bumi demi memberikan kehangatan pada penduduk Bumi, ini masih terlalu larut.


namun Bhumi Bramantya belum terpejam,


Ah gak ada Geva disampingnya membuatnya tidak bisa terpejam apalagi habis mandi air dingin,,


Mau tidak mau demi bisa tidur, Bhumi membawa bantalnya dan berjalan menyusuri tangga menaiki lantai tiga kediaman Mewah Bramantya.


Ceklek. Bhumi membuka kamar Bianca yang tidak dikunci.


Dua gadis yang teramat penting di hidup Bhumi sama-sama terlelap dengan televisi masih menyala juga bungkus-bungkus makanan ringan yang tercecer di lantai.


Bhumi menggeleng kepalanya, gak menyangka adik kesayangan dan istri tercintanya itu begitu jorok padahal cantik-cantik dan modis-modis.


Bodoh amat lah.. Bhumi sudah mengantuk namun tidak bisa tidur. Bhumi pelan-pelan menggeser tubuh sang istri lalu berbaring disampingnya. Untung ranjang Bianca berukuran sangat luas. Jadi buat tidur berempat pun masih bisa sangat nyaman sekali.


Bhumi memeluk Geva yang membelakanginya. Diciuminya pundak Geva yang terekspose, sambil membayangkan tingkah Geva tadi yang mengerjai dirinya membuat Bhumi terkekeh sendiri, ada-ada saja ide istri absurdnya ini yang balas dendam karena pagi tadi Bhumi tinggalan saat lagi pengen-pengennhya.


Pelepasan dalam kamar mandi menggunakan sabun? memalukan!


ah Bhumi tidak terima itu, dan tangan Bhumi sudah mulai nakal masuk kedalam baju tidur yang Geva kenakan, baju tidur milik Bianca yang hanya menggunakan tali spaghetti bagain pundaknya dan celana pendek diatas lutut.


Tetap saja baju tidur itu menampilkan tubuh sexy Geva meskipun jauh lebih baik dari pakaian laknat tadi yang bernama lingerie.


"Ahh..." desah Geva mendadak kala Bhumi sudah mereemas gunung yang belum bisa mengeluarkan lava pijar itu. Geva terkejut langsung membuka matanya, siapa yang berani kurang ajar padanya?


" Diamlah...atau nanti Caca akan bangun.." Geva tahu suara siapa itu, bahkan aroma tubuhnya Geva sudah mengenalinya makanya Geva tidak spontan berteriak.


"Lepas kak.." lirih Geva sudah mulai tak nyaman dengan permainan tangan Bhumi.


"Kita nyicil disini yuk.. tapi jangan berisik biar Bianca gak bangun.."


"APA?" Pekik Geva.


BESAMBUNG...


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR

__ADS_1


KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI


MAKASIH 🥰


__ADS_2