Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Kedatangan Geva~


__ADS_3

Makan malam keluarga akan segera di mulai, tidak ada tanda-tanda kehadiran Geva disana. Dan Bhumi terlihat begitu cemas sehingga untuk menutupi kecemasannya itu Bhumi memasang tampang dingin dan datarnya.


Apalagi Satria tidak menunjukkan petunjuk apa-apa dari anak buahnya yang mencari keberadaan Geva seharian ini. Geva menghilang bersama dengan Naomi. Orang-orang panti pun tidak tahu dimana keberadaan Naomi.


Beberapa orang menanyakan keberadaan Geva, termasuk Papi Gema. Tapi Bhumi hanya diam tidak mau menjawab sepatah kata pun. Otak Bhumi di penuhi dengan Gevania, Gevania dan Gevania hingga Bhumi pun tidak sadar jika dirinya sudah tidak peduli dengan keberadaan Flower yang ada didepan matanya. Senyum Flower yang selalu menyejukkan hatinya dulu itu kini tidak berpengaruh sama sekali.


"Bhum.. mami mau bicara sama kamu." Kata Mami Naya pada putranya.


"Aku lagi gak berminat bicara mi." Ucap Bhumi.


"Ini tentang Geva.. Bukannya Geva pergi dari apartemen?" Bisik Mami Naya membuat Bhumi melotot.


"Da dari mana Mami tahu?" Tanya Bhumi.


"Kamu lupa siapa mami kamu? Ayo ikut mami!" Ucap Mami Naya berjalan menjauhi kerumunan orang dan Bhumi mengikutinya.


"Mami.. dimana Geva mi.. kasih tahu aku mi.." tanya Bhumi saat mereka sudah berada di sudut ruangan.


"Kalau mami gak mau kasih tahu gimana? mami gak suka ya kamu perlakukan Geva seperti itu!"


"Se.. seperti apa?"


"Emang kamu pikir dia apa? boneka sekks kamu? ha? bisa-bisanya melakukan hal itu!"


"Mi.."


"Bhum.." Panggil Mami Naya berbarengan dengan Bhumi.


"Kasih tahu aku mi.. dimana Geva.. aku mau berbicara sama dia mi.. please.."


" mami kecewa atas apa yang kamu lakukan pada Geva!"


"Mi aku khilaf.. aku mabuk mi."


"Jangan gunakan kata mabuk atau alkohol sebagai alasan kamu. Mami tidak terima itu! Makanya punya otak di pakai.. Tuhan itu udah ngasih kamu otak yang waras kenapa kamu mau membodohkan otak kamu dengan barang tidak berguna itu ha? kamu mau buat mami cepat mati! bisa-bisanya loh ungkapin cinta sama Flower! sadar Bhumi sadar!! Pasti papi kamu udah tahu semua ini tapi gak mau cerita sama mami! awas aja kalau itu bener!" Omel Mami Naya.


"Mi.. aku salah mi.. tapi tolong jangan buat aku semakin merasa bersalah! aku mau ketemu Geva mi."


"Mami gak mau mengakui kamu jadi anak mami jika sikap kamu seperti itu.. heran deh anak sama bapak kok sama aja pas awal-awal nikah. nanti ujung-ujungnya bucin gak ketulungan!" Decak Mami Naya.


"Aku harus bagaimana mi?" Tanya Bhumi.


"Bagaimana? ya tergantung kata hati kamu gimana.. dari pada kamu nyakitin Geva terus mending lepaskan Geva aja, masih banyak kok lelaki yang mau sama dia meskipun dia sudah gak perawan lagi! Bagi sebagain lelaki yang udah terlanjur cinta, keperawanan tidak menjadi masalah dan mereka akan menerima apa adanya."


"Mami.. aku gak mau lepasin Geva ya!" Ucap Bhumi tanpa keraguan.


"Bagaimana jika Mertua kamu tahu jika kamu hanya menjadikan anaknya sebagai pelampiasan nafsu kamu saja ha? mami yakin pasti mereka akan membawa Geva pulang ke rumah dan mengurus perceraian kamu. Apa kamu sudah siap menjadi seorang duda?" Tanya Mami Naya.


"Mi aku melakukannya dengan perasaan!" Bhumi menampakkan wajah yang tidak terima disebut jika Geva hanya pelampiasan nafsunya saja.


"Lalu apa? Ha?"


"Iya aku lelaki normal mi.. aku memang melakukannya dengan nafsu tapi juga aku melakukannya dengan hati!"


"Jangan berbicara hati jika menyangkut Geva kalau kamu masih menganggap Flower adalah pemilik hati kamu."


"Mi.."


"Tanyakan pada hati kamu.. sebagai apa Geva dihati kamu."


"Berjuanglah Bhum sebelum hati Geva benar-benar beku karena kebodohanmu!" Lanjut Mami Naya.


"Mi dimana Geva sekarang mi? aku akan buktikan mi jika aku akan mempertahankan rumah tanggaku dengannya dan aku akan belajar mencintai Geva."


" Mami gak akan kasih tahu.. jika memang nanti Misal Geva memang datang kesini, jangan berharap dia udah memaafkan kamu.. karena apa yang dia lakukan nanti di depan umum hanya demi menjaga nama baik kamu sebagai suami." Ucap Mami Naya.


"Apa maksud mami?" Tanya Bhumi, tapi Mami Naya sudah melangkahkan pergi sambil melambaikan tangannya.


Geva akan datang? benarkah Geva akan datang?


"Selamat malam semuanya..." Sapa Keenan dengan menggunakan mic hingga membuat suaranya menggema.


"Malam..." Jawab semuanya serempak, kecuali Bhumi.


"Apa kabar kalian hari ini?"


"Luarr Biasa...."

__ADS_1


"Oke.. sebelumnya saya sebagai perwakilan dari keluarga Bramantya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran keluarga dan teman-teman semua dalam acara makan malam sederhana merayakan ulang tahun Bhima dan Bhumi.." Tepuk tangan meriah menyambut ucapan Keenan kecuali Bhumi yang hanya diam dengan tatapan dinginnya.


"Baiklah.. langsung saja kita ke inti acaranya ya..."


PET!


Lampu ruangan tiba-tiba mati, semua yang berada di ruangan langsung berteriak histeris dan mencoba mengeluarkan ponsel supaya ada sumber Cahaya.


Namun tidak lama, suara seseorang menyanyi dengan lembut dan merdunya membawakan cake dengan lilin yang menyala.


"Happy birthday to you... "


"Happy birthday to you... "


"Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday to you.... "


"Ge.. Geva..." Gumam Bhumi berkaca-kaca menatap gadis cantik yang berjalan begitu anggun mendekat ke arahnya.


Bhumi tidak melepas pandangannya hingga Geva kini sudah berdiri di depannya membawakan kue ulang tahun.


"Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun Bhumi... selamat ulang tahun..."


"Ge...Geva..." Gumam Bhumi yang sudah meneteskan air mata tidak percaya.


"Tiup lilinnya kak." Kata Geva.


FLASHBACK ON


Setelah lelah bercerita dengan Naomi dan mengungkapkan segala isi hatinya, Geva segera berganti baju. Dari baju seragam sekolah menjadi hots pans dan tangtop andalannya yang memang miliknya yang ada di panti asuhan tempat Naomi tinggal karena Geva memang sering menginap di panti asuhan jika kedua orang tuanya ke luar kota.


Lelah bercerita, lelah menangis dan menghabiskan dua porsi makanan yang mereka pesan, akhirnya Geva terlelap dengan begitu tenang.


Naomi membelai rambut Geva dengan lembut,


"Gue gak nyangka ada lelaki bodoh yang nyakitin cewek sesempurna elu hingga elu seperti ini Gep!" Gumam Naomi yang pengen membejeg bejeg lelaki bernama Bhumi Bramantya yang sudah menyakiti hati sahabatnya. Naomi begitu ngeri melihat tubuh Geva seperti macan tutul. Otak Naomi juga berpikir bagaimana cara membuatnya itu? Ah tau lah~


Setelah puas menatap wajah sahabatnya Naomi segera melepas seragamnya dengan pakaian non formal yang dia bawa di tas sekolahnya. Naomi emang udah niat banget ya bolos.. gak bawa buku sekolah loh.. tapi bawa baju ganti.


Naomi harus segera pergi ke butik mengambil pesanan Geva.


Naomi pergi tanpa berpamitan pada Geva, biarlah sahabatnya itu istirahat dengan tenang setelah semalam tenaganya terforsir karena memuaskan suaminya, Bhumi.


Geva gak mau datang sendiri, dia butuh teman untuk menguatkannya jika berhadapan dengan Bhumi karena Geva tidak ingin terlihat lemah didepan Bhumi.


Naomi telah kembali ke hotel Bramantya, dan tanpa dia sengaja dia menabrak tubuh seseorang.


"Aw.." Pekik orang tesebut yang terdorong ke belakang hingga siku tangannya terkena ujung guci yang berukuran besar.


"Maaf kak maaf." Ucap Naomi sopan karena dia memang tidak fokus jalannya saat melihat mobil Keenan keluar dari hotel karena Naomi tahu Keenan adalah bagian dari keluarga Bramantya.


"Oh iya gak apa-apa.. lain kali hati-hati jika jalan, selain membahayakan orang lain juga bisa membahayakan diri kamu sendiri." Ucap wanita itu mengelus-elus sikutnya yang terasa sedikit sakit.


"Iya kak.. maaf.. kakak gak apa-apa."


"Nggak apa-apa?"


"Syukurlah.. Kalau gitu saya permisi ya kak." Pamit Naomi sopan.


"Eh.. bentar-bentar bukannya kamu temannya Gevania ya?" Tanya Wanita yang di panggil Naomi dengan kakak.


"I.. iya.. siapa anda? kenapa anda bisa kenal Geva dan tahu jika saya temannya Geva?"


"Karena profil wasap Geva kan fotonya sama kamu.. Perkenalkan saya Naya Bramantya, ibu dari Bhumi Bramantya." Ucap Wanita itu yang ternyata Mami Naya.


Naomi auto bengong.. ternyata yang dipanggil kakak adalah mertua dari sahabatnya. Naomi menggelengkan kepalanya, melihat Mami Naya dari atas ke bawah. Mengapa masih kelihatan muda banget? seperti baru 30 tahunan.


"Anda kakaknya suami sahabat saya kali.. bukan ibunya." Ucap Naomi polos.


Mami Naya terkekeh.


"Oh.. astaga ternyata kamu tahu hubungan Bhumi dan Geva ya.. syukurlah.. Tante ini mertua Geva. Bukan kakaknya. Tanya aja sama Geva." Kata Mami Naya yang merasa berbunga-bunga dianggap masih sangat muda. Pantas saja Papi Gema bucinnya juga akut.


"Really?" Mami Naya mengangguk mengiyakan pertanyaan Naomi.


"Perkenalkan nama saya Naomi, saya sahabat perempuan satu-satunya Gevania." Kata Naomi bangga.


"Kamu cantik dan lucu seperti Geva." Puji Mami Naya.

__ADS_1


"Oh ya.. kebetulan saya bertemu anda disini Tante, karena saya mau Tante memperingatkan anak Tante untuk tidak terus menyakiti sahabat saya dan menjadikannya sebagai pemuas nafsunya saja." ucap Naomi dengan nada pelan namun penuh tekanan.


"Ada apa nak? Maksudnya gimana?" Tanya Mami Naya.


"Anak anda yang bernama Bhumi Bramantya sudah menyakiti sahabat saya hingga membuat sahabat saya terpuruk saat ini." Ucap Naomi tegas.


Mami Naya terkejut dengan penuturan Naomi. Mami Naya menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya apa yang Naomi katakan.


"Apa maksudnya, bukannya hubungan Geva dan Bhumi baik-baik saja?"


"Geva tidak baik-baik saja! dia sekarang ada di lantai 20 sedang tidur. Jika anda mau lihat bagaimana kondisi sahabat saya saat ini, Mari ikut saya!" Ucap Naomi.


Mami Naya bingung, namun karena dia penasaran, dia pun mengikuti langkah Naomi menuju lantai 20 hotel mewah milik keluarganya.


Tidak ada pembicaraan saat naik lift antara Mami Naya dan Naomi. Namun Mami Naya dapat menangkap jika apa yang dikatakan Naomi adalah jujur dan apa yang sebenarnya terjadi?


"Tante jangan terkejut ya." Kata Naomi sebelum membuka pintu kamar yang sudah ia pesan tadi, dan Mami Naya mengangguk.


Perlahan Mami Naya mengikuti Naomi masuk. Terlihat Geva yang terlelap dengan mata sembabnya, rambutnya acak-acakan dan lagi.. kulit putih mulusnya terdapat banyak kissmark.


"Tante lihat kan, bagaimana kondisi sahabat saya saat ini.. lihatlah Tante.. anak Tante sudah memaksa sahabat saya untuk memuaskan nafsunya. Padahal beberapa jam sebelum anak Tante memaksa sahabat saya, Tante tahu apa yang terjadi, sahabat saya mendengar dan melihat sendiri bahwa anak Tante, Bhumi Bramantya mengatakan cinta pada Flower kakak iparnya sendiri." Jelas Naomi.


Jedarr!


Mami Naya lemas seketika, kerasukan setan apa anaknya hingga membuat Geva seperti ini. Mami Naya mendekat ke arah ranjang lalu mengusap lembut rambut Geva. Air mata Mami Naya menetes begitu saja.


Masih teringat jelas bagaimana dulu Mami Naya sudah menikah dengan Papi Gema tapi papi Gema masih memiliki kekasih bernama Talia, itu sungguh menyakitkan meskipun mami Naya berusaha tegar.


"Ge... maafin mami.." Lirih mami Naya membuat Geva menggeliat.


"Apaan sih Nom.. berisik deh lu!" Ucap Geva sambil terus menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Set dah! ngapa gue mimpi ketemu mertua gue ya." Kata Geva yang sudah duduk sambil mengecuk-ngucek matanya.


"Ge.."


"Nom.. kenapa suara elu jadi mirip sama mami Naya ya?" Tanya Geva polos.


"Bangun dodol!" Naomi menoyor kepala Geva.


"Aw..." Pekik Geva.


"Eh pelan-pelan jangan sakitin anak Tante " Kata Mami Naya mengelus kepala Geva.


"Mami..." Geva baru tersadar jika wanita didepannya adalah mertuanya.


"Maafin Mami Ge.." Kata Mami Naya memeluk sang menantu.


"Mami.." Geva membalas pelukan sang Mami dan lagi-lagi air mata Geva menetes.


Tiga puluh menit lebih Mami Naya mendengar isi hati sang menantu secara langsung. Awalnya memang Geva tidak ingin membuat keluarganya tahu masalahnya, dia tetap akan datang di acara ulang tahun Bhumi dan Bhima dan bersikap biasa saja.


Tapi semua gara-gara Naomi hingga mami Naya tahu semuanya. Dan Geva meminta Mami Naya merahasiakan ini dari keluarga Wijaya. Geva tidak ingin masalahnya semakin runyam apalagi jika Kak Deon dan Papa Arsa tahu. Pasti mereka tidak akan terima.


Mami Naya meminta pada Geva untuk menceritakan padanya jika ada masalah dengan Bhumi kedepannya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya selain perpisahan. Dan Mami Naya adalah orang yang tepat, karena dia sangat mengenal dan tahu bagaimana putranya itu.


Berkali-kali mami Naya meminta maaf pada Geva karena merasa bersalah akibat kelakuan putranya. Namun Geva justru tersenyum karena wanita cantik yang dia panggil Mami ini tidak tahu apa-apa dan tidak salah apa-apa.


"Kamu yakin mau ketemu Bhumi?" Tanya Mami Naya menatap menantunya. Geva mengangguk.


"Aku gak mau mempermalukan suami aku didepan keluarga dan teman-temannya mi..apalagi jika yang namanya Renata itu tahu hubunganku dengan kak Bhumi sedang tidak baik.. Maka dia akan bahagia dan mencari kesempatan."


"Cerdas kamu sayang. yaudah serahkan semua sama mami ya.. mami punya rencana sesuatu."


"Apa mi?" Mami Naya berbisik sesuatu sama pada menantunya dan menantunya tersenyum lalu mengangguk.


"Tapi aku gak mau mi tinggal sama kak Bhumi dulu.. aku takut." Kata Geva sendu.


"Soal tinggal dengan Bhumi.. nanti saja kamu putuskan setelah acara makan malam." Ucap Mami Naya.


FLASHBACK OFF


UDAH LEBIH 2000 KATA WOIII..


UDAH LEBIH...


KALAU GAK MAU KASIH LIKE INI MAH READERSNYA TEGA!!

__ADS_1


YANG MAU KASIH LIKE KOMENTAR ATAU MAU KASIH BUNGA DAN KOPINYA


SEMOGA REJEKINYA LANCAR 🥳


__ADS_2