Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Resepsi I ~


__ADS_3

HAPPY READING 🍁


🍁🍁


Hotel Bramantya adalah hotel bintang lima yang berada di pusat kota. Hari ini, semenjak pukul 12 siang, seluruh aktivitas di hotel tersebut di hentikan karena ada perhelatan Akbar dimana salah seorang keluarga Bramantya mengadakan resepsi pernikahan untuk pertama kalinya, maklum Bhima Bramantya dan Flower menolak adanya resepsi. Mereka sudah akan menjadi calon orang tua.


Acara pernikahan yang diadakan hari itu heboh selama hampir sepekan terakhir di media semenjak banyak orang yang memposting undangan pernikahan Bhumi dan Geva yang elegan padahal fotonya di roof top apartemen doang, namun berkat fotografer hebat dan modelnya juga ganteng dan cantik, hasilnya juga luar biasa memukau.


Yang menjadi pembahasan publik adalah mempelai perempuan yang merupakan gadis cantik satu-satunya putri dari keluarga Wijaya itu baru saja menyelesaikan ujian sekolah dan ujian nasional. Belum mendapat surat kelulusan dari sekolah. Kok buru-buru menikah?


Masih berstatus gadis SMA, namun membuat iri para wanita dewasa. Pasalnya, gadis SMA itu akan menjadi nyonya muda keluarga Bramantya, menikahi Bhumi Bramantya lelaki 26 tahun yang terkenal dingin dan berwajah datar yang memiliki masa lalu cukup kelam.


Bagaimana gadis SMA itu bisa memikat seorang Bhumi Bramantya?


Apakah gadis SMA bernama Gevania itu sudah hamil di luar nikah, apalagi mengingat postingan-postingan Gevania yang mendadak menyusul Bhumi di negeri sakura.


Tidak sedikit juga yang berasumsi bahwa pernikahan Bhumi dan Geva tidak lain adalah pernikahan bisnis untuk menyatukan dua raja bisnis dalam bidang berbeda dan menyatukan keluarga besar konglomerat.


Namanya juga netizen yang maha benar, untung readers MGM gak kayak netizen lucknat ya .. hehe..


Di Hall hotel sudah di dekor sesuai keinginan Gevania, papan bunga ucapan pernikahan yang disertai doa untuk rumah tangga Bhumi dan Geva dari rekan-rekan bisnis pun berbaris sangat rapi disepanjang jalan menuju hotel tempat diadakannya resepsi.


Persiapan sudah 99%, semua sesuai dengan konsep yang Geva inginkan. Tapi tinggal 1% yaitu kehadiran mempelai perempuan yang belum terlihat batang hidungnya.


Bhumi sebagai mempelai pria sangat cemas menunggu kehadiran sang istri, dari tadi dia mondar-mandir kesana kemari. Apalagi ponsel Geva tidak aktif. Tidak ada yang memberitahu sampai detik ini juga dimana keberadaan Geva.


Suami mana yang bisa tenang setelah 3 hari penuh tidak bertemu dan mendengar suara istrinya.


"Kak Bhum.. kita ke hall sekarang." Kata Kaisar membuka pintu kamar hotel Bhumi.


"Geva sudah datang?" Tanya Bhumi.


"Belum.. dia akan datang jika kak Bhumi udah disana."


"Benarkah?" Tanya Bhumi semangat lalu merapikan jasnya dan berjalan keluar kamar menuju hall hotel ditemani oleh kaisar.


🍁


Hall Hotel Bramantya,


Tamu undangan sudah banyak yang hadir, kebanyakan dari mereka adalah kaum Borjuis, yang terlihat dari cara berpakaian dan gaya mereka.


Bhumi mendadak gugup, lelaki yang selalu memenangkan tender itu berkali-kali menghela nafasnya kala semua mata tertuju padanya saat kakinya melangkah memasuki area Hall dimana ruang itu di dekor sangat menakjubkan.



"Kenapa elu gugup sih kak.. ini kan cuma akting kamu baru menikah sama Gepa." Bisik Kaisar.


"Sialan.. ini pertama kali gue ditatap orang sebanyak ini dengan senyum aneh." Jawab Bhumi dengan memasang tampang cool tapi matanya berputar kesana kemari mencari sosok yang teramat dia rindukan.


Papi Gema meminta Bhumi untuk menyapa para rekan-rekan bisnis juga petinggi-petinggi perusahaan. Bagaimana pun juga sebentar lagi Bhumi akan diangkat menjadi Presdir Bramantya Corp. Apalagi acara resepsinya masih 30 menit lagi akan dimulai.


Berbeda dengan Bhumi yang matanya selalu mencuri-curi kesempatan untuk berputar mencari keberadaan sang istri,


Tangan Deon sudah benar-benar mengepal dan rahangnya mengeras melihat Naomi yang datang bersama dengan lelaki lain, apalagi baju mereka senada. Naomi tidak mengenakan gaun yang sudah diberikan keluarga Wijaya.


Apalagi Naomi terlihat bahagia sekali berkumpul dengan teman-teman seusianya yang sudah Deon pastikan sebagai teman sekolah Geva. Sesekali Naomi terlihat tertawa bersama dengan Dewa, jangan ketinggalan dengan tatapan Dewa yang penuh cinta pada Noami. Deon tahu itu.


Bahkan Deon sudah tidak peduli dengan kehadiran Renata yang sedang ngobrol bersama Reno dan Alex ( ini latar waktunya belum sampai Keenan tertusuk apalagi Reno kecelakaan ya).


Penampilan Naomi yang membuat Deon naik darah :



"De.. kamu mau aku ambilkan minum?" Tanya Ayumi yang mendekati Deon tengah berdiri sendiri dan matanya fokus pada gadis cantik dengan gaun berwarna merah maroon.

__ADS_1


"Tidak usah!" Jawabnya ketus. Memang begitulah sikap Deon dari dulu pada Ayumi. Deon tidak ingin memberikan harapan pada Ayumi karena dia tahu bahwa dia tidak akan mampu membalas perasaan Ayumi.


"Yon.." Ayumi memegang tangan Deon saat Deon hendak beranjak.


"Lepas Yum.. gue mau nemuin seseorang."


"Tapi.." Tidak mau menunggu lebih lama lagi, Deon menghempaskan tangan Ayumi cukup kasar hingga Ayumi tersentak dan hampir terjatuh.


"siyalan!" Umpat Ayumi dalam hati.


Deon berjalan menuju pada Naomi tanpa mempedulikan sekitar, Flower dan Bhima yang memanggilnya pun tidak Deon gubris.


"Nom.. bisa kita bicara sebentar?" Tanya Deon lembut namun terdengar cukup horor ditelinga Naomi karena penuh penekanan.


Naomi menghela nafasnya, lalu menengok ke belakang, ke arah lelaki yang berdiri tepat dibelakangnya.


"Aku sibuk!" Jawab Naomi dengan tatapan penuh kekecewaan pada Deon.


"Kamu gak ingin kan aku buat keributan disini?" Tanya Deon yang mengancam Naomi karena Deon tahu bahwa Noami tidak akan membuat pesta sahabatnya terganggu sedikitpun.


Ye Deon lupa, sahabat Naomi kan adik kandung kamu~


"Baiklah." Jawab Naomi malas.


"Gaes.. gue kesana dulu." Kata Naomi pamit pada teman-temannya.


"Mau kemana?" Tanya Dewa menggenggam pergelangan tangan Noami.


"Bentar doang kok, DEWA jangan nakal ya." Goda Noami pada Dewa. Naomi menekan nama Dewa seolah ingin menunjukkan pada Deon, bahwa ini loh yang namanya Dewa, ganteng juga kan?


"Emang gue bayi!" Decak Dewa membuat Naomi terkekeh. Namun itu tidak lama, karena tangan Deon langsung memutus tangan Naomi yang dicekal Dewa.


Selanjutnya Deon menggandeng Naomi menuju tempat cukup sepi keluar dari Hall hotel,


"Apa urusan Kaka?" Naomi dengan mode menantang Deon.


"Ganti gaun kamu yang kemarin kita fitting!" Perintah Deon.


"Siapa kakak, kok ngatur-ngatur aku! Jangan sok ngatur-ngatur aku deh!"


"Naomi jaga ucapan kamu!" Bentak Deon sedangkan Naomi tersenyum sini.


"Ayo ikut aku ke kamar dan ganti baju!"


"nggak! apaan sih!" Naomi menghempaskan tangan Deon.


"Kenapa? mau senada dengan Dewa Dewa gendeng tadi? Apa hubungan kalian Ha?" Tanya Deon semakin emosi.


"JAWAB!" bentak Deon.


"Apa urusan kakak? aku mau temenan sama dia, mau pacaran sama dia juga bukan urusan Kaka!" Kata Naomi.


Deon tertawa remeh,


"Oh.. jadi karena itu kamu memblokir nomor aku selama beberapa hari ini? I see!"


Deg.


Blokir?


Naomi mengernyit, perasaan dia tidak pernah memblokir nomor Deon, yang ada dia selalu menunggu telfon dan pesan dari Deon. Naomi terdiam mencoba berpikir.


"Terima kasih sudah memberikan harapan palsu, semoga kamu bahagia." Kata Deon langsung pergi meninggalkan Naomi.


Eh..

__ADS_1


"Kak.. tunggu kak.." Teriak Naomi mau menyusul Deon tapi kesusahan karena dia memakai hak tinggi, biasanya kan pakainya sneaker.


Pasti ada yang enggak beres ini! Pantesan Deon tidak ada menghubungi dirinya.


"Kak Tunggu!" Teriak Naomi. Namun Deon yang terlanjur sakit hati nggak peduli.


"Kok jadi gini sih?" Gumam Naomi nampak bingung.


"Eh nom.. kemana aja sih elu gue cariin dari tadi." Kata Nadia didepan pintu Hall karena Naomi baru masuk.


"Kenapa Nad?" Tanya Naomi terpaksa menghentikan kakinya yang ingin mengejar Deon.


"Geva dari tadi hubungin gue.. dia mau elu nemenin dia buat masuk Hall.. katanya elu disuruh nunggu aja di sini, dia sudah turun, kelamaan sih!" Kata Nadia.


"eh tapi kan baju gue gak senada?" Gumam Naomi.


Pintu Hall ditutup oleh petugas disana, Naomi menunggu di luar Hall,


Tidak berselang lama, pintu lift terbuka.


Nampak gadis cantik dengan gaun pengantin yang sangat elegan keluar lift dengan Bianca dan Mama Rachel.


"Ya ampun Gep.. elu cantik banget sumpah!!" Pekik Naomi yang keanggunannya mendadak ilang.


"Kemana aja sih elu! kesel gue!"


"Gue tadi ngobrol sama anak-anak Gep.. ya ampun gila.. gila . cantik banget sumpah.. anggun banget.. ga.. " puji Naomi tiada henti-hentinya.


"Jangan banyak omong elu.. gue mau jadi princess malam ini.. ayo sini gandeng gue.. kita masuk ketemu kesayangan aku yang aku rindukan."


"Tapi Gaun gue?"


"Gaun elu masih terselamatkan noh.. untung kan seragam keluarga Bramantya juga maroon." Sambung Bianca.


"Udah jangan ngobrol aja.. Kasian menantu mama kalut cari istrinya."


Geva berada ditengah-tengah Naomi dan Bianca.. tiga gadis cantik namun paling menonjol kali ini adalah Geva, karena dia princess nya malam ini.


Cklek...


Pintu Hall dibuka bertepatan dengan lagu romantis yang diputar oleh bagian music. Semua tamu undangan langsung menghadap ke arah pintu.


Semua memandang kagum pengantin perempuan yang sangat cantik dan memukau.


Tidak terkecuali Bhumi yang langsung mematung menatap sang istri yang selalu dirindukan.


Jantung Bhumi rasanya ingin merosot langsung ke dasar perut,


Pujian demi pujian para undangan tujukan pada mempelai wanita, Bhumi mendengar itu, tapi pandangannya fokus pada Gevania.


"Bhum.. jemput istri elu ah! malah terpesona!" Bisik Bhima menepuk pundak Bhumi. Bhumi mengangguk dan tersenyum berjalan mendekati Geva lalu mengulurkan tangannya untuk menggandeng Gevania.


"Aku sangat merindukanmu.." Kata Bhumi lirih.


"Aku merindukan Gohan." Jawab Geva spontan langsung menutup mulutnya. Untung yang dengar cuma Bianca dan Naomi yang gak paham siapa Gohan.


Sedangkan pemilik Gohan langsung melotot. Bisa-bisanya istrinya berpikir mesum saat momen seperti ini.


BERSAMBUNG..


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2