Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Mabuk~


__ADS_3

haii gaess..


maaf ya jadi gak rutin updatenya karena emang otaknya lagi susah buat diajak ngehalu karena di dunia nyata ngajak bermain logika dengan cukup keras... hehehe..


Bhima istirahat dulu ya.. author belum bisa Nemu ide halu yang cucok meong... kalau author paksain nanti jadinya garing gak dapat feel nya atau keluar jalur 😂


Sekali lagi mohon maaf ya udah buat menunggu bagi yang menunggu...


🍂


Beberapa jam telah berlalu setelah kepergian Bhumi dari kamarnya, Geva memilih menyendiri dan termenung, kalimat Bhumi masih terngiang di telinganya dengan sangat jelas. Tiap mengingat itu, pasti air matanya masih menetes. Bukan seperti ini yang Geva mau.. bukan....


mau seperti apa pun seorang Bhumi, Geva tidak akan pernah mau berstatus sebagai seorang janda.


"Jika memang kamu ingin aku melepaskan kamu, katakanlah...


Aku gak mau jadi penghalang segala impian kamu... kamu berhak bahagia daripada hidup bersama lelaki seperti aku. Memang sepertinya Fabian lebih pantas mendampingi kamu dan mendukung segala impian kamu."


Ingin sekali Geva menghubungi suaminya dan meminta maaf karena bagaimanapun ucapannya dan sikapnya pada Bhumi salah. Sebagai seorang istri, dia harus menghormati suaminya, apalagi Bhumi yang punya itikad baik memperbaiki semuanya entah apa alasannya. Namun mengingat lagi Bhumi yang berkata,


"Tapi gak harusnya kamu jadi se-murahan itu dengan dekat sama Fabian!"


Rasa Ego Geva kembali, dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi suaminya untuk meminta maaf. Bhumi salah, iya dia yang salah hingga 3 hari menghilang tanpa kabar. Harusnya kan kasih kabar ke Geva.


Lamunan Geva terganggu kala ponselnya berdering, nama mertuanya tertera disana dan dihapusnya air matanya juga menarik nafasnya supaya suaranya terdengar normal,


📱"Selamat malam Mami, Mami apa kabarnya hari ini? " Sapa Geva lembut.


📲 "Hallo menantu mami yang cantik...Mami udah membaik sayang.. mami gak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan kalian semua." Ucap Mami Naya tampak bahagia.


📲 "Sayang.. gimana keadaan kamu? udah pulang ke apartemen ya? apa tadi Bhumi menjemput kamu dan apa sekarang dia merawat kamu dengan baik?" Tanya Mami Naya.


Geva nampak bingung harus menjawab apa pada mertuanya itu. Jujur atau nggak?


Kalau nggak, pasti ujung-ujungnya mertuanya juga tahu jika dia tidak pulang ke apartemen.


📱"Ma..maaf Mi.. Ge.. Geva pulang ke rumah Mama dan papa." Jawabnya ragu.

__ADS_1


📲"Oh.. iya sih kalau pulang ke apartemen kamu pasti kesepian kan... nggak apa-apa sayang.. yang penting sama Bhumi kan?".


📱 "A.. aku berantem sama kak Bhumi mi." Jawab Geva lirih.


📲 "Berantem? karena apa sayang?" Tanya mami Naya lembut dari negara seberang.


Akhirnya mau tidak mau Geva menceritakan semuanya pada Mami Naya. Mulai dari kekesalannya pada Bhumi yang selalu mengingat mantan juga menghilangnya Bhumi selama tiga hari.


Geva juga menceritakan tentang hubungannya dengan gurunya yang bernama Fabian termasuk hubungannya dengan Theo yang sudah kandas. Menurut Geva untuk masalah seperti ini dan menyangkut soal Bhumi bukanlah curhat terbaik adalah pada wanita yang sudah melahirkan Bhumi.


📲 "Sayang.. maafkan putra Mami ya." Kata Mami Naya lirih.


📱 "Ini bukan salah mami.. tapi anak mami bener-bener ngeselin. Hiks.. hiks.. hiks.." Tangis Geva.


📲 "Benar sayang, Bhumi selama tiga hari bersama mami."


📱 "Tapi kenapa mami gak kasih tau aku!" Protes Geva membuat mami Naya menyunggingkan senyumnya. Meskipun belum ada cinta diantara Bhumi dan Geva tapi nyatanya dua duanya sama-sama sudah saling peduli.


📲 "Bhumi yang minta sayang.. karena.."


📱"Tuh kan anak mami emang ngeselin! hiks.. hiks.. hiks.." Potong Geva.


📲 "Mami cerita ini bukan bermaksud membela Bhumi ya, Bhumi tetap salah kalau dilihat dari segi manapun. Tapi, mami harus cerita ini karena menurut mami kamu berhak tahu, kamu istri Bhumi, ya meskipun kemarin Bhumi melarang mami. "


📱"Jadi intinya apa mi?" Aduh ini menantu gak sabaran banget ya.. boleh jitak gak sih?


📲 "Bhumi bertemu psikolog yang dulu menangani dia. Dia melakukan terapi lagi setelah kejadian kemarin, dia merasa bersalah karena hampir merenggut nyawa kamu. Kamu pasti udah tahu kan dari mama Rachel kalau dulu Bhumi pernah membunuh penjahat yang menculik Bianca dengan tangannya sendiri. Dan itu membuat Bhumi overthinking lagi hingga tidak bisa tidur dan tidak tenang." Jelas mami Naya membuat Geva termenung.


📲 " Itu adalah salah satu yang membuatnya trauma dengan darah, sebenarnya sih berawal dulu waktu kecil Kak Keenan kecelakaan dan dia membantu menolong Keenan yang berlumuran darah. Dia takut jika ada orang yang celaka karena dia, psikosomatis nya kambuh. Jadi dia harus terapi lagi kira-kira seminggu, namun dia yang cemas dan khawatir sama kamu, jadi 3 hari belum genap langsung balik deh nemuin kamu." Kata Mami Naya. Air mata Geva menetes tanpa henti.


📱 "A.. aku salah menilai kak Bhumi mi. A.. aku kira dia bertemu mantannya. aku salah mami.. hiks.. hiks.." Ucap Geva tersedu-sedu.


📲 "Gak apa-apa sayang.... kan memang seperti itu. Semua butuh proses untuk membuat dua orang bisa saling terbuka, mengisi dan melengkapi juga menerima. Ini adalah proses kalian. Gak ada yang salah dan gak ada yang benar nak.." Ucap Mami Naya.


Mami Naya terus menceritakan pada Geva tentang Bhumi yang tidak banyak orang ketahui. Termasuk kerapuhan Bhumi, jika Bhumi sudah meneteskan air matanya didepan orang tersebut dalam keadaan sadar, maka orang tersebut sudah memiliki ruang spesial di hati Bhumi.


Dan benar, secara tidak sadar tadi di Rumah sakit Bhumi menangis untuk meminta maaf pada Geva. Geva kini tahu apa yang harus dia lakukan demi memperbaiki hubungan rumah tangganya,

__ADS_1


🍂


Waktu sudah menunjukkan 10 malam, Bhumi sudah menghabiskan satu botol minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi ditemani Renata, Alex dan Reno.


"Bhumi udah.." Kata Renata mengusap pundak Bhumi. Bhumi tidak menjawab apa-apa dia hanya terus minum, minum dan minum untuk membuang segala kegundahan hatinya, kekacauan pikirannya.


"Lu kenapa sih?" Tanya Reno. karena untuk pertama kalinya sahabatnya itu mabuk.


"Sakitt! hati gue sakitt!" Ucapnya sambil menepuk-nepuk dadanya. Tingkat kesadaran Bhumi semakin minim.


"Kenapa? karena Flo hamil anak Bhima?" Tanya Alex.


Bhumi mendongak menatap wajah sahabatnya itu, air matanya kini keluar untuk pertama kalinya di depan sahabatnya. Padahal Bhumi dari kecil bukanlah anak yang cengeng dan enggan menunjukkan air matanya pada orang lain.


"Kenapa Bhima tega? kenapa dia tega tidak kasih tahu gue tentang perasaannya?" Rancauan Bhumi merasa sangat bersalah pada saudara kembarnya.


"Maksud elu apaan?" tanya Reno.


"Hati gue sakit membayangkan ada di posisi Bhima selama ini! dia sangat mencintai Flo tapi gue? gue saudara kembarnya dengan tega dan tidak peka telah menyakitinya tiap detik dengan bermesraan sama Flo di depannya dulu. Emang bangssadt si Bhima! ." Rancauan Bhumi terdengar sangat tulus.


"Jadi benar, Bhima sudah cinta Flo dari dulu?" Selidik Reno lagi.


"Hmm." Jawab Bhumi.


"Lalu gimana hubungan kamu sama Geva?" Tanya Renata mencoba mencari kesempatan saat Bhumi mabuk. Katanya orang mabuk kan berkata jujur.


"Hahahaha.. " Tawa Bhumi menggelegar membuat ketiga sahabatnya itu menatapnya penuh tanya.


"Kalian tau gak.. gadis kecilku itu selalu mengajakku untuk making love.. dia itu sangat menggemaskan sekali. Tapi..."


"Tapi apa Bhum?" Renata tidak sabaran.


"Ta.. tapi .. di saat gue mau belajar menerimanya, dia nolak gue karena lelaki sialan dan kecakepan itu! katanya gue adalah penghancur impiannya." Rancau Bhumi lagi.


seseorang tersenyum saat melirik ponsel Bhumi yang terus menyala layarnya karena ponselnya di silent.


Tertera sebuah nama "Alien Cantik" memanggil dengan banyak panggilan dan banyak pesan. Diambilnya ponsel Bhumi...

__ADS_1


Dan.....


BERSAMBUNG....


__ADS_2