
"Anak-anak kurang ajar! kalau pergi itu pamit. jangan pergi tengah malam, lewat pintu belakang pula.. untung kan mama ngecek CCTV. Coba kalau nggak Mama udah lapor polisi kalau kamu di culik! belum juga sembuh, udah pakai motor tengah malam dengan baju tipis." Omel Mama Rachel menatap anak dan mantunya dengan tajam.
"Motor? Geva semalam naik motor?" Tanya Bhumi.
"Iya.. sama kamu kan?" Mama Rachel yang menatap sang menantu baru tersadar tubuh sang menantu terekspose begitu saja.
"Astaga.. pantesan aja Geva merengek-rengek minta di jamah... ternyata bayi kecil yang sering gue gendong dulu tubuhnya jadi merem melek begini." Ucap Mama Rachel dalam hati.
"Mamaaaa jangan liatin suami aku kayak gitu!" Teriak Geva tidak terima tapi tidak digubris oleh sang mama.
"Kakak ngapain disini sih? cepat naik!" perintah Geva.
"Kamu semalam naik motor sama siapa? apa angin malam itu yang membuat kamu sampai demam?" Tanya Bhumi.
"Kakak mandi dulu.. nanti aku ceritain." Ucap Geva.
"Jawab Gevania Azkia Bramantya!" Kata Bhumi terdengar tegas dengan mata yang dipenuhi emosi.
"Sa... sama Theo." Cicit Geva.
"Tapi itu juga karena...."
"Sudah cukup." Ucap Bhumi berlalu meninggalkan Geva dan Mama Rachel Ayng masih bengong.
"Kak... dengerin penjelasan aku dulu kak." Teriak Geva.
"Suami kamu kenapa Ge?" Tanya Mama Rachel bingung setelah mendengar Bhumi membanting pintu kamarnya.
"Mama ih.. semua karena mama kan...jadinya kak Bhumi marah dan kak Bhumi gak jadi ngajakin aku making love lagi." Rengek Geva.
"Jadi semalam belum? kamu bela-belain tengah malam dia jemput belum making love?" Tanya Mama Rachel.
"Belom, kan aku demam." Jawab Geva tidak jujur. Ternyata Mama Rachel tidak dengar ketika tadi Geva menyebut nama Theo pada Bhumi. Geva tidak ingin orang tuanya tahu jika Bhumi semalam mabuk dan hampir tidur dengan wanita lain.
Dari artikel yang Geva baca di mbah Gugel, mengenai hubungan antara istri dan suami, katanya aib suami adalah aib istri. Begitu pula
sebaiknya. Sehingga Geva tidak ingin mengumbar aib suaminya, toh semua masih bisa ia kendalikan kan?
"Mama ngapain sih kesini pagi-pagi?" Geva mengalihkan pembicaraan dengan sang mama, urusan Bhumi yang ngambek itu nantilah saat berdua di dalam kamar.
"Mama mau nganterin obat kamu ini! Mama gak mau ya kamu sampai kumat lagi.. " Ucap Mama Rachel menatap sang putri dengan sedih.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa ma.. aku udah sehat kok."
"Mama hanya takut kejadian kemarin terulang lagi Gev.. mama takut kehilangan kamu.. mama gak mau kamu kenapa-kenapa. Mama hanya ingin kamu bahagia... bagaimana jika Bhumi terus tidak memperhatikan kamu, Bhumi tidak menyayangi kamu bahkan tidak ada usaha Bhumi untuk melupakan mantannya. Bagaimana nasib kamu sayang.. mama menyesal udah memaksa kamu menikah muda." Mama Rachel memeluk sang putri dengan penuh cinta sekaligus ke khawatiran.
"Mama percaya sama aku kan." Ucap Geva menghapus air matanya, sebandel-bandelnya seorang Gevania akan menangis jika melihat Mamanya menangis.
"Aku gak menyesal mama nikahkan dengan kak Bhumi. Dia itu selain tampan juga baik dan perhatian loh ma... ini buktinya aku udah dibuatin bubur." Kata Geva mencoba memberikan senyuman terbaiknya. Dia tidak ingin orang tuanya cemas ataupun memaksanya untuk menjadi janda.
Hal itu wajar mereka lakukan karena kejadian kemarin dimana Geva sesak nafas karena keju cukup membuat kedua orang tua Geva sangat kecewa.
"Ge.. Mama sedih jauh sama kamu sayang.. gak ada yang mama omelin dan semprot air tiap pagi."
"Mama ih ngeselin! kirain mama beneran kangen sama aku." Decak Geva.
"Kamu putri kecil mama dan papa sayang.. kamu adik kesayangannya Kak Deon. Tentu kami selalu merindukan kamu tiap sarapan, makan malam dan setiap harinya. Tapi kamu sudah menjadi hak Bhumi saat ini..
Harapan papa dan mama hanya ingin kamu bahagia." Kata Mama Rachel sambil mengusap air matanya.
"Maaaama.." Geva kembali memeluk sang Mama.
"Aku janji ma.. aku akan bahagia, aku punya seribu satu cara untuk bahagia meskipun nantinya Kak Bhumi gak bisa mencintaiku dan memilih kembali pada mantannya." Kata Gevania.
deg!
"Apa yang gue lakukan selama ini,, bahkan Geva berpikiran gue punya niatan kembali dengan Flo." Lirih Bhumi yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.
"Gadis yang gue selalu anggap menyebalkan selama ini adalah anak gadis yang sangat disayang dan dibanggakan oleh orang tuanya. bahkan dia adalah anak gadis yang bisa bijak dengan tidak mengadu pada mamanya bahwa semalam gue mabuk. Dia bisa bersikap dewasa didepan orang lain, meskipun tidak didepan gue." Lanjut Bhumi.
"Maafkan aku Ge.." Kata Bhumi berjalan mendekat.
"Ma.. mama mau sarapan bubur?" Tanya Bhumi sopan.
"Loh kok cepet mandinya?" Geva berbalik nanya.
"Nggak usah Bhum.. mama mau langsung pamit, mau nemenin papa keluar kota nanti siang. nitip Geva ya."
"Udah jadi tanggung jawabku ma."
"Iya.. mama tahu.. tapi mama minta jangan ajak Geva jajan diluar dulu sebelum dia benar-benar sehat. jadi mama akan suruh bibi buat antar makanan setiap hari kesini, gak mungkin kan kamu masakin Geva tiap hari?"
"Masakin Geva?" Tanya Bhumi mengernyit.
__ADS_1
"Iya.. karena Geva itu sama sekali gak bisa masak. Coba aja suruh rebus air, dia paling gak tahu gimana cara menyalakan kompornya." Ucap Mama Rachel membuat Bhumi semakin melongo.
Setidakbisakah itu Geva di dapur.
"Mama pulang dulu ya.. bye sayang.."
"Hati-hati ma." Ucap Geva.
"Kamu beneran gak bisa masak?" Tanya Bhumi setelah Mama Rachel pulang.
"HM." Jawab Geva masih menikmati bubur buatan sang suami.
"Gimana ceritanya anak perempuan gak bisa masak?" Tanya Bhumi. Karena seluruh keluarga Bramantya semua bisa memasak termasuk Bianca.
"Kata Mama kalau gak bisa puasin suami dengan makanan harus bisa puasin suami diatas ranjang." Ucap Geva polos semakin membuat Bhumi melongo.
"Ya sudah.. setelah ini puasin aku di diranjang." Ucap Bhumi.
"Aku kan juga belum bisa untuk itu kak." Rengek Geva.
"Ya udah aku ajarin biar kamu bisa puasin suami diatas ranjang." Ucap Bhumi.
BRAK!!
Geva membanting sendoknya dengan kasar hingga berbenturan dengan mangkuk bubur cukup keras sehingga menimbulkan suara yang menggema ruangan.
"Kakak mau ngajarin aku? berarti kakak udah pengalaman dong?" Tanya Geva menatap Bhumi tajam.
Bhumi menelan salivanya kasar. Bagaimana bisa gadis menyebalkan ini berubah menjadi sangat menakutkan?
"Ng.. nggak.."
"Jawab jujur! kakak pernah melakukan apa saja dengan mantan kakak?" Tanya Geva.
"Jujur kena, bohong dosa." Batin Bhumi.
"Kenapa semalam kamu bisa sama Theo?" Bhumi menatap tajam Geva demi mengalihkan fokus Geva supaya tidak membahas mantan.
BERSAMBUNG...
thank you yang sudah bersedia like, komentar dan vote..
__ADS_1
moga kalian dilancarkan rejekinya ya.... aamiin 🥰