Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Nilai Matematika~


__ADS_3

Kalut.


Semenjak kejadian siang tadi guru matematika menghampiri dan membelikan ia makanan yang diketahui Bhumi, Bhumi sama sekali tidak membalas satu pun pesan dari Gevania. Entah apa yang dipikiran lelaki yang seharusnya dewasa itu.


Geva tahu Bhumi mungkin sedang ngambek, sebab dari kemarin Bhumi sudah bilang dia tidak suka Geva dekat-dekat dengan Theo ataupun Fabian, apapun alasannya Bhumi tidak suka.


Namun bukan Geva yang dekat-dekat mereka kan, melainkan mereka yang dekat-dekat Geva. Lalu Geva bisa apa, menolak aja belum sempat kan tadi karena Bhumi sudah memutuskan panggilannya secara sepihak dan Bhumi tidak memberikan kesempatan pada Geva untuk menjelaskan. Childish bukan?


"Ge.. kamu kenapa dari tadi diam aja? kok buku cuma di bolak balik aja?" Tanya Mama Rachel yang dari tadi memperhatikan putrinya menatap buku pelajaran namun tidak nampak sedang belajar.


"Mama." Lirih Geva.


"Kenapa? ada masalah apa sayang? kenapa kamu murung dari tadi ? cerita sama mama.. apa ini tentang Bhumi?" Tanya Mama Rachel mengusap lembut rambut sang puteri. Baginya Geva masih lah tetap Puteri kecilnya yang super bawel dan sedikit menyebalkan dari orok.


"Aku bingung ma.."


"Bingung kenapa?"


"Kak Bhumi.. dia itu gak bales pesan aku satu pun hanya gara-gara tadi pak Fabian nyamperin aku dan beliin aku makan siang pas jam istirahat dan pas banget kak Bhumi lagi telfon terus dia denger sendiri." Adu Geva pada Mamanya seperti anak kecil yang sedang di jahilin teman sekolahnya.


Mama Rachel tersenyum, "Dia cemburu.."


Geva mendengus kesal. Mana mungkin Bhumi cemburu, orang Bhumi gak cinta dengannya. Ups.. bukan gak cinta.. tapi belum.. Lagi pula Bhumi seperti itu hanya karena Bhumi tidak suka apa yang dia miliki didekati orang lain. Itulah pikiran Geva.


"Kenapa lagi?" Tanya Mama Rachel.


Geva termenung dan berpikir sejenak, apakah dia harus menceritakan apa yang terjadi di sekolah tadi.


"Mama.. aku mau cerita, tapi mama gak boleh marah ya." Ucap Geva menatap Mamanya penuh harap.


"Ada apa sayang?" Tanya Mama Rachel.


"Mama janji dulu.. mama gak boleh ngomel apalagi marahin aku."


"Baik.. baik.. mama janji.."


FLASHBACK ON


"Gev.. nih makanan buat kamu.. kenapa kamu gak ke kantin.. ini jam istirahat loh." Ucap seorang lelaki yang berstatus sebagai guru matematika termuda dan tertampan di sekolahan Geva.


"Pak Fabian gak adil deh.. buat aku mana? masak cuma Geva?" Tanya Naomi yang duduk di samping Geva. Naomi begitu kesal dengan guru tersebut, harusnya itu guru kan adil meskipun niatnya deketin Geva tapi bisa kan nyogok Naomi buat mendukung nya. Eh ini yang dibelikan makan Geva doang. Kan Naomi auto KZL!


"Ini hanya spesial buat Gevania." Kata Fabian sambil menatap Geva yang mendengus kesal karena panggilan dari seseorang terputus. Geva meletakkan ponselnya dengan kasar ke meja.


Penantian dan harapannya yang dari pagi ingin mendapatkan kata-kata romantis dari Bhumi berakhir Menyebalkan.


"Pak.."


"Iya Vania.."


"STOP panggil aku Vania pak.. aku gak mau orang lain salah paham."


"Kenapa? bukankah kita sudah sepakat? aku akan memanggil kamu Geva seperti yang lainnya jika kamu memanggilku dengan kakak." Kata Fabian santai.


"Drama ini mah drama." Decak Naomi kesal dan hendak berdiri dari duduknya. Naomi paling malas menyaksikan drama-drama allay begini.


"Duduk." Geva menarik tangan Naomi cukup kuat hingga membuat gadis cantik namun tomboi itu terduduk lagi. Geva tidak mau berdua dikelas dengan Fabian. Harus ada Naomi jika nanti terjadi sesuatu atau gosip-gosip yang tidak diinginkan ada Naomi saksinya.


"Pak Fabian.."Panggil Geva. Fabian menggeret kursi yang ada di sebrang bangku Geva dan duduk di hadapan Geva.

__ADS_1


"Emmhh.. maksud bapak apa membelikan saya makanan. Saya masih punya uang untuk membeli seluruh makanan yang ada di kantin." Kata Geva.


Fabian tersenyum..


"Aku suka sama kamu Gevania. Kamu belum membeli makanan dan aku yakin kamu juga tidak membawa bekal. Aku gak mau kamu kelaparan." Ucap Fabian to the point. Sungguh kurang etis, seorang guru mengungkapkan perasaannya pada murid nya di jam sekolah ya meskipun jam istirahat.


"Pak."


"Aku tidak menerima penolakan Vania.. meskipun aku tahu kamu sudah dijodohkan dengan salah satu putera keluarga Bramantya.


Bagiku selama janur kuning belum melengkung semua masih bisa aku perjuangkan." Tegas Fabian penuh percaya diri. Geva memejamkan matanya. Melihat Geva yang diam dan tidak menanggapi, Fabian sudah bisa menebak jika Geva menolaknya.


"Janur kuningnya sudah melengkung pak, gak bisa di lurusin lagi. dan aku gak mau PHP in bapak atau pun lelaki lain." Batin Gevania.


"Apapun caranya aku akan memperjuangkan perasaanku Gevania. Dan aku akan berusaha membuatmu cinta. aku gak peduli. Bahkan aku menjadi guru disini saja demi bisa melihat kamu setiap hari. aku mengorbankan impianku hanya untuk dekat denganmu Vania, tapi aku akan selalu mendukung segala mimpi-mimpi kamu." Ucap Fabian membuat Geva melongo. Fabian sudah tahu impian Geva yang ingin kuliah di luar negeri dan menjadi dokter, dan Fabian cukup tahu jika Bhumi tidak mendukung hal itu, sehingga itu akan menjadi senjata ampuh Fabian mempengaruhi Gevania.


"Gilaaaa... sebucin itukah bapak sama Gepa!" Pekik Naomi.


Fabian tidak menimpali ucapan Naomi, dia kembali menatap Geva,


"Lihatlah nanti apa yang akan terjadi Gevania. Aku tidak akan menyerah untuk dekat dengan kamu dan membuat kamu cinta." Kata Fabian meninggalkan ruang kelas.


"Gue harus gimana Nom?" Tanya Geva yang bingung sendiri karena tidak pernah ada di posisi seperti ini. dihadapkan pada lelaki yang benar-benar serius dengannya. Mantan pacarnya saja hanya Theo si pecicilan.


"Gue gak tahu Ge.. kalau dilihat-lihat sih tingkat kedewasaan suami elu sama pak Fabian beda. Masih dewasaan pak Fabian dari pada suami elu yang masih terpaku sama mantan." Ucap Naomi.


"Suami?" Tanya Theo yang sudah berdiri didekat dua sahabat yang sedang gabut itu.


"Theo.." Lirih Geva dan Naomi bersamaan.


"Apa maksudnya Ge? Jawab!" Ucap Theo yang yakin bahwa tidak mungkin hanya sekedar bercandaan Geva dan Naomi melihat raut wajah mereka yang sangat serius.


"Gue udah nikah sama kak Bhumi Yo." Kata Geva lirih membuat Naomi melotot.


Geva tidak mau Theo berharap lagi sama dirinya, dan Geva juga berharap Theo masih bisa jadi teman terbaiknya atau sahabat makanya Geva tanpa pikir panjang langsung memberi tahu Theo.


emang ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan tanpa melibatkan perasaan?


Nggak ada.


Theo terkejut dengan status sang mantan yang ternyata sudah menjadi istri orang. Mata Theo berkaca-kaca mendengar kejujuran Geva yang hanya mengatakan jika mereka menikah karena dijodohkan.


"Gue mohon rahasiakan ini ya Yo.." Ucap Geva.


"Minimal sampai ujian nasional dan sekolah selesai Yo.." Bujuk Geva lagi.


"Elu tega sama gue Ge.. elu menikah disaat status elu masih kekasih gue.. tega elu Ge." kata Theo yang pergi meninggalkan ruang kelas.


"Gila.. gue gak nyangka secepat ini elu jujur sama Theo Gep." Kata Naomi.


"Entah.. gue gak bisa berpikir panjang, pak Fabian aja udah buat gue pusing.. apalagi jika ditambah dengan tingkah Theo. Begini lebih baik Nom dari pada dia harus tahu dari orang lain." Ucap Gevania.


Masih dengan mood yang sama , Geva dan Naomi mengikuti pelajaran hingga bel sekolah tanpa waktu pulang sudah berdering.


Semenjak setelah istirahat tadi, Theo sama selalu saja membuang muka saat Geva melihatnya.


"Gevania.. kamu di suruh menghadap ke kepala sekolah sekarang." Kata Guru mata pelajaran terakhir pada Geva.


"Baik bu.. terima kasih." Ucap Geva lalu berkemas.

__ADS_1


"Kenapa elu dipanggil?" Tanya Naomi.


"Mungkin karena sering bolos." Ucap Geva.


🍁


Dengan membawa tas sekolahnya, Geva mengetuk pintu ruangan kepala sekolah hingga si pemilik ruangan itu mempersilahkan dirinya masuk.


Dengan sopan Geva memasuki ruangan tersebut dan ternyata ada Fabian duduk disana.


"Gevania Azkia.. silahkan duduk." Ucap Kepala sekolah dengan kepala botak bernama Totok.


"Baik pak." Jawab Geva duduk disamping Fabian karena hanya ada satu kursi itu.


"Bapak mendapat laporan dari beberapa guru jika kamu sering bolos sekolah dan dengan izin yang tidak jelas, " Si botak yang menjabat sebagai kepala sekolah itu me-jeda kalimatnya.


"Dan dari laporan beberapa guru, semua nilai kamu merosot, terlebih pada mata pelajaran matematika." Geva hanya diam mencoba mencerna.


"Oleh sebab itu, mulai besok.. Pak Fabian akan memberikan pelajaran tambahan untuk kamu di luar sekolah." Fabian tersenyum melirik Geva yang terkejut.


"Tapi pak. saya bisa cari guru lainnya di luar sana." Tolak Geva.


"Pak Fabian lebih tahu kekurangan kamu di mata pelajaran matematika Gevania. Jangan membantah atau saya kasih hukuman kamu karena sudah sering bolos. Masak nilai matematika tidak lebih dari 3." Ucap Pak Totok.


"Pak.."


"Tidak ada bantahan.. pak Fabian akan membantu kamu. Bagaimana pak?" Pak Totok menatap pak Fabian.


"Saya siap pak memberikan jam tambahan untuk Gevania." Ucap Pak Fabian.


"Mamvuss gue.. kenapa sih gue ogeb banget sama matematika padahal ngitung duit juga pinter.. " Batin Geva


FLASHBACK OFF


"Apa? matematika cuma dapat 3?" Pekik Mama Rachel pada puteri nya.


"Mama udah janji ya gak bakal ngomel." Kata Gevania membuat Mama Rachel menghela nafasnya.


BERSAMBUNG..


ASTAGA SUSAH BANGET YA CUMA MINTA LIKE DOANG BUAT NOVEL SEBELAH ICPA ( ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU)


ADA YANG BILANG JADI MALES BACA LAH.. APALAH... SERAH DAH SERAH...


AUTHOR CUMA MINTA DUKUNGAN AJA BUAT NOVEL ICPA ATAU "ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU" SEBELUM TAMAT. KALAU GAK MAU YAUDAH GAK MAKSA JUGA... DAN GAK MAKSA JUGA BUAT KALIAN BACA NOVEL INI KOK...


KALAU TELAT UPDATE DI BILANG LAMA UPDATENYA LAH.. MINTA CEPETAN LAH...


GAK APA-APA SIH... AUTHOR JUGA SENENG UPDATE BANYAK. DISELA-SELA RUTINITAS NYATA SEHARI-HARI DISEMPATKAN NULIS NASKAH BIAR SEHARI BISA UPDATE 2 KALI.


TAPI GILIRAN MINTA LIKE AJA OMONGANNYA GAK ENAK. BAHKAN ADA YANG DM DI INSTAGRAM BILANG BANYAK GAYA PADAHAL AUTHOR RECEH BELUM TERKENAL GARA-GARA KEMARIN GAK UPDATE NUNGGU LIKE TEMBUS 1000 DI EPISODE TERAKHIR ICPA.


YA UDAH AUTHOR GAK MINTA- MINTA LIKE KALIAN LAGI DI NOVEL SEBELAH KALAU KALIAN MAU LIKE YA TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA KARENA KALIAN UDAH MENGHARGAI KERJA AUTHOR YANG BERIKAN BACAAN KALIAN TANPA BAYAR-BAYAR PAKAI KOIN.


KALAU KALIAN BILANG AUTHOR NYA BAPERAN, JAWABANNYA IYA.


KALAU KALIAN JADI MALES BACA, GAK APA-APA GAK MAKSA JUGA DARI PADA BACA OMONGANNYA GAK ENAK HINGGA NGILANGIN MOOD BUAT NULIS LAGI~


TERIMA KASIH BANYAK.

__ADS_1


JANGAN LUPA BAHAGIA YA.. 🥰


__ADS_2