Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Pukulan Bhumi~


__ADS_3

Diminta keluar dari kelas Pak Fabian tidak membuat Geva dan Naomi sedih. Justru mereka sangat girang karena bisa meluncur ke kantin lagi dengan kondisi kantin sepi banget.


Mereka bisa melanjutkan gosip mereka yang tertunda.


"Gila.. parah.. elu nikah gak ngundang gue gep!" Decak Naomi setelah melihat video dan foto dari ponsel Geva.


"Gue ngundang pake apa? telepati? ponsel aja baru dapat semalam. ini video akad nikah sama foto-foto gue juga dikirim mama tadi pagi. Acaranya sangat dadakan sekali makanya mama mungkin lupa ngabarin elu."


"Gak nyangka gue.. nasib elu baik bener deh Gep.. iri gue sama elu." Kata Naomi tiba-tiba matanya berkaca-kaca.


"Iri kok ngomong langsung.."


"Gue bener-bener iri sama elu Gep.. elu punya semuanya... "


"Nom.. nom.. kan aku udah bilang apapun yang aku punya.. itu juga punya kamu... jangan berkata seperti itu ya.. " Peluk Geva pada sahabatnya yang merupakan anak panti dari bayi. Dia ditemukan ibu Panti di depan gerbang Panti Asuhan.


"Thank Ya Gep." Kata Naomi.


"Tapi sekarang ada pengecualiannya, apa yang gue miliki gak boleh kamu miliki."


"Apa?" Tanya Naomi bingung.


"Suami gue." bisik Geva membuat Naomi tertawa.


"Elu lupa? gue ini calon kakak ipar elu Neng Gepa."


"Oh ya ding calon istrinya kak Deon.." Tawa Geva.


"Makasih ya Gep.. elu udah mau jadi sahabat gue hingga gue bisa sekolah disini, sekolahan favorit dan mahal." Kata Naomi.


"Apaan sih.. justru gue yang makasih sama elu.. karena elu yang selamatin gue saat lima tahun lalu. Bahkan elu selalu bela gue saat gue pada di bully anak-anak gara-gara dada gue yang lebih besar daripada anak pada umumnya hingga dikata selingkuhan om om."


"Dan elu udah bawa kebahagiaan yang luar biasa di hidup gue Gep, eh berarti elu udah gak perawan dong? gimana rasanya Gep?." Tanya Naomi penasaran.


Geva berdecak kesal. Sahabat perempuan satu-satunya itu selalu signalnya cepat kalau membahas masalah seperti itu.

__ADS_1


Orang lain menatap hidup Geva sangatlah sempurna, wajah cantik, body goals, punya orang tua yang sayang banget sama dia, kakak yang sangat perhatian dan tampan, juga kaya raya. Ditambah sekarang suami yang ketampanannya diatas rata-rata dan kaya raya.


Akhirnya Geva memilih bercerita tentang semuanya pada Naomi masalah hubungannya dengan Bhumi. Bagaimana sikap Bhumi padanya.


Naomi yang tadi iri dengan Geva, sekarang justru menangis karena dia tidak bisa membayangkan jadi sahabatnya yang pura-pura kuat menghadapi rumah tangga tanpa cinta.


Yang pacaran seperti kredit mobil hingga KPR saja jika sudah berumah tangga kadang masih ada cekcok karena ego masing-masing.


Lalu apa kabar dengan Geva dan Bhumi?


"Bagaimana perasaan elu saat ini?" Tanya Naomi.


"kalau perasaan, jelas gue gak cinta sama tuh besi dan gue bener-bener bentengi diri gue buat gak suka sama dia sebelum dia suka sama gue. secara fisik memang itu besi gak ada cacat-cacatnya tapi kata kak Deon, dia masih belum move on sama mantannya saat SMA delapan tahun lalu yang menghilang, katanya setelah bertemu eh si mantan udah nikah." Jelas Geva santai


" Itu lebih baik.. cuma gue gak yakin elu bisa bener-bener bentengi diri elu.. ingat ya elu itu gampang jatuh cinta dan gampang pula move on-nya." Geva tertawa saat mendengar kalimat itu dari sahabatnya. Itu memang benar, makanya dia tidak mau pusing soal cinta.


"Lalu selanjutnya elu harus gimana?"


"Pertanyaan konyol ketika elu udah kenal mama gue nom.. apalagi mami mertua gue.." Terlihat helaan nafas Geva yang sangat berat mungkin itu ungkapan betapa berat bebannya sekarang.


"Ya ampun.. elu jatuhkan harga diri elu yang elu junjung tinggi banget itu." Naomi tak percaya, dia langsung menutup mulutnya yang menganga.


"Eh Gep.. gue punya ide.. " Naomi langsung membisikkan sesuatu ke telinga Geva.


🍂🍂🍂


Bhumi masih termenung. Dia masih saja mencoba mencerna apa saja yang Keenan ucapkan tadi. Salah satu langkah yang dia ambil adalah harus menyelesaikan masalahnya dengan Bhima terlebih dahulu baru memikirkan hubungannya dengan Gevania.


Bhumi meminta Bhima untuk datang ke kantornya. Gak mungkinlah Bhumi yang mendatangi Bhima. Gengsi Bhumi terlalu besar untuk itu. Dan benar saja, tanpa menunggu lama Bhima datang, tapi tak sendiri melainkan sama Keenan.


Jika ada Keenan maka pastinya akan ada drama cekcok gak bermutu. Namun setelah Keenan keluar dari ruangan Bhumi karena ada sang tunangan yang datang, suasana mendadak menjadi hening dan kaku.


"Kenapa elu gak pernah bilang kalau sebenarnya Flower adalah cinta pertama elu?" Tanya Bhumi dengan aura sang penguasa.


"Jangan sok tahu!" jawab Bhima santai.

__ADS_1


"Elu sengaja ya tidak memberi tahu gue jika papi meminta elu buat menikahi Flo!" Bhumi terlihat sangat sinis.. tapi dia mencoba mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya.


"Iya! karena elu gak bisa tegas pada diri elu sendiri buat segera menemukannya dan memperjuangkan cintanya. Elu terlalu banyak diam dan berpikir doang! elu gak bisa percaya pada perasaan Flower untuk elu! jadi sorry gue tikung elu." Kata Bhima sedikit tidak bisa santai. Melihat Bhumi tetap saja Bhima mendadak membayangkan bagaimana bagaimana dulu gaya berpacaran Bhumi dan Flower.


Bhima aja yang sebenarnya udah bucin sama Flower aja begitu, apalagi Bhumi jika dia yang menikahi Flower?


ah keputusan kedua orang tua mereka memang tepat.


"Lupakan istri gue Bhum!" Pinta Bhima.


"Gue akan melupakan dia jika gue udah bener-bener pastiin dia bahagia, namun soal hati gue gak bisa janji apa-apa."


"Flower udah bahagia sama gue, dan sekarang waktunya elu bahagia bersama Geva Bhum!"


"Gue gak percaya Flower sudah bahagia, karena gue tahu hati Flower untuk siapa dan dia hanya menjalankan tugasnya sebagai istri elu!"


Bhima tersenyum,


"Iya elu benar, mungkin hati Flower masih buat elu. Karena Flower sendiri belum pernah bilang cinta sama gue.. dan itu semua hanya butuh waktu Bhum..


hingga saat itu tiba, gue harap elu udah mau membuka hati elu buat Geva. kasian dia." Ucap Bhima.


"Tapi, meskipun Flower belum bisa mencintai gue.. setidaknya gue bisa tiap saat tembak dalam sama dia sedangkan elu?" Tanya Bhima.


Bugh!


Kepalan tangan Bhumi mendarat cantik tepat di sudut bibir kiri Bhima. Darah mengalir di sudut bibir Bhima, Bhima hanya tersenyum.


"Kenapa? elu gak terima?


hal itu cukup menegaskan dimana posisi elu saat ini Bhumi! jangan keras kepala hingga kamu akan kehilangan Geva sebab Flower sudah pasti tidak akan kembali denganmu.. ada anak gue dalam perutnya."


Bhumi mencoba mengontrol emosinya,


"Gue cabut! mau nganterin Flo ke dokter kandungan.. melihat Bhima junior dalam rahim Flower."

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2