
BESOK JANGAN DITUNGGU UPDATE YA...
KARENA BESOK AUTHOR SIBUK DENGAN DUNIA NYATA...
SEMOGA SAJA BISA SEMPAT SAMBIL NULIS NASKAH...
OH YA.. BAGAIMANA IBADAH PUASA KALIAN.. SEMOGA LANCAR YA... SEMANGAT... RAMADHAN TINGGAL SEBENTAR LAGI...
🍁🍁
Lima hari sudah Geva dirawat di rumah sakit, selama lima hari itu pula seorang Bhumi Bramantya tidak meninggalkan istrinya sedikitpun. Bhumi selalu menjaga sang istri dengan baik dan penuh kasih sayang meskipun tidak jarang sikap absurd sang istri cukup membuat Bhumi pusing, tapi dia harus selalu sabar.
Bhumi yang sosok pendiam mendadak sosok cerewet yang selalu mencari bahan pembicaraan pada sang istri. Jika Bhumi sibuk dengan ponselnya atau pun laptopnya saat Geva tidak tidur, maka tidak perlu menunggu lama Bhumi akan mendengar suara Geva yang tengah terisak mengingat janinnya yang telah tiada.
Bhumi pun sadar jika obrolan-obrolan Geva yang absurd gak jelas itu hanya pengalihan Geva untuk tetap tertawa melupakan sedikit luka yang masih basah di hatinya.
Hari ini dokter sudah mengizinkan Geva untuk pulang. Mama Rachel mengajak Geva dan Bhumi untuk tinggal di rumah supaya mama Rachel bisa merawat Geva dan menemani Geva karena mama Rachel cukup paham pekerjaan menantunya terbengkalai Selama beberapa hari terakhir.
Bhumi pun menyetujui usul mama Rachel, karena dia tidak ingin Geva kesepian di apartemen lalu sedih lagi.
Jangan ditanya bagaimana sekolah Geva, Geva akan mengikuti ujian praktikum susulan dan tentunya ujian praktikumnya yang tidak memberatkan Geva. Bhumi tidak mau menuntut Geva untuk mendapatkan nilai baik atau apa. Geva lulus saja Bhumi sudah bersyukur.
Kalau dipikir-pikir semenjak nikah, Geva kebanyakan bolos sekolah~
"Kamu kenapa termenung?" Tanya Bhumi setelah membereskan barang-barang Geva.
"Aku menyesal... karena aku belum siap dan menolak kehadirannya dengan sempat membeli obat penunda kehamilan, ternyata Tuhan beneran ambil dia tanpa memberi tahu ku lebih dulu akan kehadirannya." Kata Geva sedih.
Bohong jika Bhumi tidak merasakan apa yang Geva rasakan. Bahkan hari Bhumi benar-benar hancur mengetahui calon anaknya tiada. Tapi sekuat tenaga Bhumi berusaha kuat didepan Geva untuk menguatkan Geva.
Bhumi tersenyum menahan gemuruh dadanya, dia mencoba untuk tidak berkedip supaya air matanya tidak jatuh dihadapan sang istri yang terisak.
Bhumi duduk disisi ranjang yang Geva tempati beberapa hari ini,
Dengan lembut Bhumi mengusap rambut halus Geva yang baru kemarin habis creambath setelah Geva meminta Bhumi memanggil orang salon untuk Geva melakukan perawatan dan treatment.
"Aku juga merasa kan hal yang sama denganmu sayang.. tapi aku yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Jika dia masih ada diantara kita, bisa jadi kita belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk dia kelak karena aku sebagai suami belum bisa menjadi suami siaga dan peka, aku belum bisa menjadi Daddy yang baik untuknya." Ucap Bhumi.
"Dan bisa juga, Tuhan ingin kita lebih dekat lagi. Kita diberikan waktu berdua untuk lebih belajar saling memahami lagi dan kita menikmati masa-masa pacaran berdua.
Bukankah kamu bilang mau menghabiskan uangku untuk melakukan hal-hal konyol seperti Sky Diving, free diving atau bungee jump. Setelah acara kelulusan dan resepsi kita selesai, aku akan mengajak kamu bulan madu kemanapun tempat yang kamu mau." Ucap Bhumi lembut.
__ADS_1
Wajah sedih Geva mendadak berbinar,
ah sudah setahun lebih dia tidak melakukan olahraga-olahraga ekstrim tersebut, sepertinya menyenangkan melakukannya bersama orang yang sangat Geva cintai.
"Yah telat dong.. masak bulan madu akunya udah nggak perawan!" Decak Geva tiba-tiba.
Bhumi menarik nafasnya dengan berat.
Lalu mengeluarkannya dengan kasar.
Bukannya membalas dengan kalimat yang manis gitu.. atau yang penuh semangat, justru mendadak membahas soal keperawanan.
"Masih perawan atau tidak, aku akan membuat honeymoon kita menjadi sangat indah dan tentunya tidak akan terlupakan seumur hidup kita Toh yang dapat keperawanan kamu juga aku kan..." Kata Bhumi tersenyum.
"Iya.. dan itulah pelanggaran sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!" Kata Geva.
"Maksudnya?"
"Aku merasa gak adil, kakak yang pertama menciumiku, kakak yang pertama menyentuhku, kakak juga orang yang mendapatkan keperawanan aku... tapi aku... mendapat bekas meskipun secara tak langsung!" Ucap Geva berdecak kesal.
Kalau udah seperti ini bakalan panjang, dan mending Bhumi mengalah dan mecari pembahasan lainnya sebelum semakin panjang dan melebar karena Bhumi dapat merasakan bahwa Geva sangat-sangat tidak menyukai sosok Flower meskipun kemarin Bhima sudah menjelaskan panjang lebar bahwa dia yang meminta tolong pada Bhumi untuk membelikan makanan pada Flower. Dan Bhima juga menjamin bahwa Flower dan Bhumi tidak pernah komunikasi secara pribadi.
Mereka hanya berbincang saat Bhumi konsultasi masalah cinta pada Bhima, dan Flower banyak memberikan masukan untuk Bhumi peka pada Geva. Tentu masalah konsultasi cinta tidak Bhima jelaskan pada adik iparnya dong.. cukup itu menjadi rahasia mereka bertiga.
"Ck! kenapa? mencoba mengalihkan pembicaraan biar aku gak menjurus ke mantan terindah kamu?" Tanya Geva sinis. Bhumi menghela nafasnya.
"Jangan bahas dia lagi... aku udah gak ada perasaan apapun dengannya... dia udah bahagia dengan Bhima.. dan aku udah bahagia sama kamu... please jangan terus membahasnya, masa laluku sama dia biarlah terkubur oleh waktu.. kalau aku bisa mengulang waktu, aku pun akan menghapus semua itu.. aku tidak akan pernah melakukan itu meskipun aku berpacaran dengan wanita lain saat remaja... belajarlah sedikit dewasa Ge... karena dia pun tidak pernah sedikitpun mengusik kehidupan kita lagi." Kata Bhumi lembut namun terdengar tegas.
Geva diam dan membuang wajahnya ke arah lain, entahlah mengingat Flower juga membuat Geva mengingat kegiatan panas Bhumi dengan Flower .. dan itu membuat mood Geva sangat buruk.
Baik Geva dan Bhumi, mereka adalah sama-sama manusia yang tidak pernah suka miliknya pernah disentuh oleh orang lain.
Jodoh adalah cerminan kan?
🍁
Di Club malam milik Alex,
Lima orang lelaki duduk dalam diam, sudah 30 menit lebih mereka meminum alkohol tanpa sepatah katapun. Mereka adalah Keenan, Deon, Satria, Bhima dan Alex. Mereka bertiga menunggu kedatangan Deri, sahabat yang menjabat sebagai asisten sekaligus orang kepercayaan Keenan.
Jangan ditanya, diantara mereka siapa ya g tidak menyentuh alkohol sama sekali, jawabannya adalah Bhima. Lelaki yang jika datang ke Club malam pesannya orange juice.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu ruang VIP terbuka,
Sosok Dery yang ditunggu dari tadi tengah datang...
"Gimana?" Tanya Keenan to the point saat Dery duduk disampingnya.
"Heran gue keen... otak elu terbuat dari apa sih sampai elu bisa kepikiran sampai kesana jika kecelakaan yang Gevania alami kemarin ketidakwajaran?" Tanya Dery.
"Cepat katakan deh Der.." Kata Deon tidak sabar.
"Heh! gue lebih tua dari elu 4 tahun ya.. panggil kakak!" Ucap Dery tidak terima.
"Baik kakak..." Ucap Deon, Alex dan Bhima bersamaan. Dery berusaha menahan tawanya mendengar tiga lelaki itu seperti kerbau dicocok hidungnya. Jika tidak melihat tatapan Keenan yang serius, mungkin Dery sudah tertawa terbahak-bahak.
"Katakan!" Perintah Keenan.
" Pengendara motor itu sengaja mengincar Naomi..." Ucap Dery.
"Naomi?" Pekik Deon terkejut... wanita yang perlahan masuk ke relung hatinya itu memiliki musuh yang bahkan berani membahayakan nyawa Naomi.
"Iya... setelah gue selidiki, motifnya dia ingin menyelakai Naomi adalah cemburu. Namun Naas Geva yang menyelamatkan Naomi. Padahal udah dari beberapa hari lalu orang suruhan itu mengawasi Naomi dari jauh. Kalau dari pengamatan gue, orang tersebut tidak berniat membunuh Naomi, mungkin hanya ingin memberikan pelajaran pada Noami." Jelas Dery.
"Jika motifnya karena cemburu.. lalu siapa dalang dari itu semua?" Tanya Satria penasaran.
"Ayumi!" Kata Dery dengan tenang membuat semuanya terkejut tapi tidak dengan Keenan.
BERSAMBUNG...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI
__ADS_1
MAKASIH 🥰