
EH BENTAR LAGI LEBARAN...
SLOW UPDATE YAW...
SELAMAT MEMPERSIAPKAN LEBARAN.. KUMPUL KELUARGA 💞
INGAT JANGAN SAMPAI LEBARAN MEMBUAT KITA LEBAR-AN
🍁🍁🍁
" Diam lah...atau nanti Caca akan bangun.." Geva tahu suara siapa itu, bahkan aroma tubuhnya Geva sudah mengenalinya makanya Geva tidak spontan berteriak.
"Lepas kak.." lirih Geva sudah mulai tak nyaman dengan permainan tangan Bhumi.
"Kita nyicil disini yuk.. tapi jangan berisik biar Bianca gak bangun.."
"APA?" Pekik Geva.
"emmmppps.." Geva tidak bisa meredam gejolak pada dirinya karena Bhumi begitu lincah bermain di puncak gunung yang sudah sangat menegang itu.
Namun otak Geva masih cukup waras, bagaimana jika Bianca sampai bangun dan melihat adegan 21+ ini lalu kalau Bianca pengen, mau disalurkan sama siapa? Kan Bianca jomblo.
"Kak.. jangan disini nanti kak Caca bangun..'" bisik Geva dengan suara parau nya.
"Hukuman buat kamu yang meninggalkan aku pas lagi hornii-horniinya.." Ucap Bhumi mengecup bibir istrinya lalu melumaat nya dengan perlahan. Jangan lupakan tangan Bhumi yang terus bergerilya mengusap kulit yang sangat halus dan lembut itu.
"Kak.. stop dulu.. kita pindah tempat!" Ucap Geva kala Bhumi melepaskan tautan bibir mereka.
Bhumi tentu tidak mau kecolongan lagi dengan melepaskan Geva untuk kedua kalinya seperti beberapa jam lalu.
Bhumi paham, istrinya ini selain absurd juga cukup licik untuk mengelabuhi musuhnya. Kapok-kapok dah Bhumi gak mau lagi-lagi ninggalin istrinya pas lagi pengen-pengennya.
Bhumi tidak menggubris. Dia masih asyik dengan mainan kesukaannya yang tidak dijual di manapun karena hanya milik Gevania yang Bhumi suka dan begitu pas di tangannya.
Geva berusaha menahan tangan Bhumi hingga Bhumi melepaskan puncak gunung yang hanya bisa dipanjat dengan jari itu Bhumi itu,
"Kita pindah ke kamar kita!" Ajak Geva dengan sorot mata tajam. Bhumi masih tidak menggubris. Geva galau antara mau marah dengan sikap Bhumi atau menikmati permainan Bhumi. Ah, coba disini gak ada Bianca pasti dengan senang hati dia menerimanya.
"Kak! nanti kak Caca bangun! terserah kakak mau ikut apa nggak! aku mau balik ke kamar kita!" ucap Geva menghempaskan tangan Bhumi dengan kasar dan langsung beranjak menimbulkan gerakan di kasur tanpa memikirkan jika Bianca bangun.
Bhumi tersenyum menatap istrinya, namun sedetik kemudian dia langsung loncat dari ranjang dan menarik tubuh istrinya lalu mengungkungnya di tembok samping pintu dan berakhir dengan ciuman panas yang Bhumi berikan pada Geva.
"Sialan.. siapa juga yang bisa tidur dengar suara aneh itu, apalagi kasurnya gerak-gerak terus. Eh bukan keluar malah ciuman di kamarku! Awas aja nanti akan aku balas kalau udah ketemu sama yang SAH! Astaga..
emang gimana ya rasanya dada disentuh orang lain... astaga jangan mesum Ca.. jangan!" Gumam Bianca dalam hati yang membuka matanya sedikit ingin melihat adegan live menuju 21+ tanpa gerakan tubuh lainnya supaya tidak menimbulkan kecurigaan pasangan mesum tak tahu tempat itu.
Bianca sebenarnya tadi belum benar-benar tidur kala Bhumi datang karena pikirannya selalu melayang pada Keenan. Otak Bianca terus berpikir mencari cara untuk melupakan Keenan, karena cintanya pada Keenan adalah sebuah ketidakmungkinan.
__ADS_1
Mendengar desahan Geva untuk pertama kali, rasanya Bianca ingin langsung menyemprot kakak kesayangannya yang kaku dan minim akhlak itu, tapi dia juga bingung kalau udah menyemprot dia harus bersikap seperti apa, karena pasti nanti yang ada suasana jadi kikuk dan canggung.
Bianca benar-benar minim pengalaman jika mendapati hal semacam itu.
Oh sabar ya Bianca... Mata dan otakmu sudah mulai ternoda oleh dua makhluk absurd itu. Tapi kamu tenang saja, lewat Papi Gema, author sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk kamu kok... biar kamu bisa praktek langsung kan... Dan kamu bisa melupakan Keenan..
eh yakin bisa melupakan Keenan?
Perlahan tapi pasti, Bhumi menggiring keluar tubuh sang istri, bahkan kini Bhumi mengangkat tubuh Geva hingga Geva melingkarkan kakinya ke pinggang kokoh Bhumi dan tangan Geva, Geva lingkarkan pula ke leher jenjang sang suami.
Geva benar-benar sudah terangsang setelah beberapa kali Gagal karena gangguan-gangguan dari luar yang luar biasa saat sedang intim-intimnya dengan Bhumi.
Tanpa melepaskan tautan bibirnya karena keduanya sudah dimabuk asmara bercampur gairah yang membara, Bhumi dan Geva memasuki lift dari lantai tiga menuju lantai dua.
Untung tengah malam kan kediaman mewah itu, benar-benar minim akhlak.
Ting.
Pintu Lift berbuka di lantai dua, masih dengan posisi yang sama dimana Geva dalam gendongan Bhumi seperti anak koala, dengan bibir yang masih menyatu dan saling memburu mereka menuju kamar untuk menyalurkan segala hasrat meskipun tidak bisa tembak dalam.
"As..." Pekik Bhima yang menaiki tangga dengan Flower, untung Flower langsung membekap mulut sang suami hingga tidak menghancurkan momen uhuy uhuy nya pasangan absurd itu.
"Zztt..." Ucap Flo mengajak Bhima mplipir supaya pasangan absurd itu tidak mengetahui keberadaan mereka yang baru selesai dari urusan dapur karena Bhima mendadak pengen makan Indomie rebus buatan Flower. Namun Flower yang juga pengen tidak Bhima izinkan untuk hanya sekedar mencicipi. Tengah malam pun dengan senang hati Flower memasak untuk suaminya yang tengah ngidam itu.
Ceklek.
Suara pintu kamar Bhumi sudah tertutup dan terkunci rapat.
"Gilaa... di rumah orang tuanya bisa-bisanya kelakuan macam begitu, kalau yang lihat bibi mereka pasti auto malu." Gumam Bhima.
"Mereka lucu ya... semoga deh segera jadi... biar baby girl kita nanti punya teman main. Pasti seru... " Ucap Flower.
"Kelakuan Bhumi emang Papi banget... gak tahu malu buat bermesraan." Kata Bhima gak nyambung dengan ucapan sang isteri. Bhima hanya menggelengkan kepalanya.
"Sayang.." Panggil Bhima.
"Apa mas?" Tanya Flower berjalan menuju kamar dengan Bhima merangkul pundak sang Istri.
"pengen mereka.. " Rengek Bhima dengan tatapan mesumnya.
"Hayuk!" jawab Flower tersenyum malu.
"Yes!" Ucap Bhima semangat langsung menggendong sang istri masuk ke kamar, Flower yang dapat serangan dadakan dari sang suami hanya bisa memekik kaget sambil tertawa bahagia.
🍁🍁🍁🍁
Pagi yang cerah, secerah kebahagiaan keluarga Bramantya. Namun senyum cerah tidak terpancar pada wajah tampan seorang Keenan Bramantya dan Bianca Putri Bramantya ketika duduk di meja makan.
__ADS_1
"Keen.. putuskan Alona! papa gak mau kamu memiliki hubungan dengan wanita itu lagi." Kata Papa Genta.
"Gak akan!" Jawab Keenan cuek.
"papa gak mau punya menantu yang suka begituan sama banyak lelaki. karena papa ingin kamu dapat wanita baik-baik dan merubah kamu jadi lelaki yang baik pula bukan membuat kamu justru sesat!" ucap papa Genta.
"Kita sarapan dulu ya.. ini meja makan Gen.." tegur Papi Gema dengan nada lembut. Papi Gema gak mau semua orang juga tahu kelakuan Keenan diluar, karena akan membuat mami Naya kepikiran.
"baiklah." jawab papa Genta paham dengan kode yang Papi Gema berikan.
" Ca.. minta tolong ambilkan kakak nasi." ucap Keenan menyodorkan piring kosongnya pada Bianca seperti biasa.
"Kakak punya tangan dua buat apa? ambil sendiri lah.. kalau mau ada yang ngambilin, makanya nikah!" Ketus Bianca membuat orang semua terkejut.
"Kamu kenapa sih Ca? kok pagi ini aura kamu nakutin banget!" Tanya Bhima dibuat bengong karena sikap adiknya yang biasa lembut tapi pagi ini, siapapun kena semprotnya Bianca.
"Maaf jika aku merepotkan kamu!" Kata Keenan langsung mengambil nasi sendiri.
"Bagus deh kalau nyadar!" Jawab Bianca.
"Caca..." Tegur mami Naya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mama Bela lembut. Semua terlalu menyayangi dan memanjakan Bianca karena dia hanya satu-satunya anak gadis di keluarga Bramantya.
"Maaf." lirih Bianca merasa bersalah yang tidak bisa mengontrol emosinya.
"Elu Kesambet apa Ca?" Tanya Kaisar, adik tiri Keenan.
"Kesambet jin mesum yang semalam ada dikamar ku hingga membuat kasurku goyang seperti ada Gempa Bhumi!" Jawab Bianca melirik Bhumi dan Geva dengan polosnya membuat Bhumi dan Geva langsung saling pandang.
"Kasur goyang?" Flower seperti berpikir.
"Oh jangan-jangan yang semalam ada pasangan mesum keluar lift ya?" Ceplos Bhima membuat Geva dan Bhumi langsung tersedak.
Bersambung...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI
__ADS_1
MAKASIH 🥰