
Acara makan malam telah usai. Tentunya setelah perdebatan unfaedah antara dua keluarga. Yaitu keluarga Bramantya dan keluarga Wijaya setelah yang lain pulang.
Lagi-lagi semua berawal dari Bhumi yang frustasi dengan sikap acuhnya Geva dan keras kepalanya Geva yang kekeh ingin tinggal di apartemen Bianca. Lalu karena bingung harus bagaimana menghadapi Gevania, Bhumi memilih curhat dengan sang mertua, Mama Rachel.
Mama Rachel yang sudah selesai mendengar curhatan sang menantu mengenai masalah rumah tangga anaknya pun langsung menjewer telinga Bhumi karena mengatakan cinta pada sang mantan. Bhumi hanya berteriak-teriak memohon ampun pada mertuanya. Untung semua sudah pulang. Kalau nggak, Bhumi auto malu karena harga dirinya langsung terjun bebas. Untung juga Papa Arsa dan Papi Gema sedang ngobrol serius soal pekerjaan di ruangan lain~
Mama Rachel pun menyadari jika pernikahan Bhumi dan Geva masih tua-an umur jagung di kebun, sehingga semua butuh proses. Baik Mama Rachel maupun Mami Naya, keduanya pun pernah melewati proses yang demikian. Kesalahpahaman, keegoisan, berbeda pendapat dll. Apalagi soal mantan~
Menyatukan dua raga, dua kepala, dua hati bukan perkara mudah. Karena hanya di FTv yang dari benci menjadi cinta hanya butuh beberapa menit saja.
Mama Rachel tidak kuasa menahan air matanya saat membayangkan ada di posisi Gevania. Namun disisi lain, Mama Rachel juga melihat bagaimana kesungguhan Bhumi dan ketulusan Bhumi dalam meminta maaf hingga bertekad memperbaiki semuanya. Mama Rachel yakin, Geva pasti kuat.
Bhumi selama ini memang selalu terpuruk akan pikiran dan keegoisannya sendiri. Dia belum paham mengenai cinta yang sesungguhnya dan kebahagiaan yang sesungguhnya, jadi mungkin inilah awal titik balik seorang Bhumi Bramantya yang mampu meluluhkan hati mertuanya lagi.
Alhasil,
Seorang Gevania diomeli habis-habisan oleh sang Mama. Karena tidak seharusnya seorang wanita itu meninggalkan suaminya untuk tinggal sendiri apapun alasannya. Itu sama juga Geva memberi ruang yang luas untuk para pelakor.
Geva sangat kesal dengan Bhumi karena curhat pada Mama Rachel masalah rumah tangganya. Geva tidak mau membuat mamanya kepikiran, tapi semua sudah terlanjur bukan, jadi mau bagaimana lagi.
"Dasar tukang ngadu! awas aja ya!" Batin Geva.
Mami Naya yang mendengar menantunya di omelin besannya itupun tidak terima. Mami Naya sangat membela sang menantu dan mengomeli putranya sendiri. Karena memang semua masalah berawal dari kebodohan dan keegoisan Bhumi Bramantya. Teringat banget bahkan dulu papi Gema yang sudah menikahi mami Naya hampir saja making love sama mantannya yang bernama Talia alias Tali Rafia.
Kalau Bhumi dan Flower kan itu sudah masa lalu.
Hingga keputusan finalnya, Geva tetap kekeh tinggal di apartemen Bianca dan Mami Naya mendukung. Mami Naya mendukung bukan ingin memisahkan keduanya, tapi membuat Bhumi berpikir dan tahu perasaannya yang sebenarnya pada Gevania itu bagaimana. Sehingga Mama Rachel hanya meminta Bhumi sabar dan berjuang. Bagaimana lagi?
Apalagi dengan tegasnya Geva mengatakan alasan mengapa tidak mau tinggal bareng Bhumi yaitu dia gak mau hamil diusia yang masih sangat muda, dia ingin menggapai impiannya. Dia ingin seperti teman-temannya yang sudah membicarakan masalah kuliah di luar negeri. Dia juga gak mau anaknya nanti kekurangan kasih sayang karena bapaknya masih cinta sama mantan.
Gevania yang kemarin seolah mengejar Bhumi dan meminta Bhumi menyentuhnya benar-benar sudah hilang dan berganti dengan Gevania yang menjaga jarak pada Bhumi Bramantya.
🍁
Kini, dua manusia yang masih menomor satukan egonya pun hanya diam dalam keheningan di dalam mobil menuju apartemen tanpa ada mau yang buka suara lebih dulu.
Tuh kan masih aja pada ego..
Yang satu kesal karena sudah ngadu, yang satunya kesal karena keras kepala~
mau sampai kapan seperti ini?
__ADS_1
Hingga saat mobil Bhumi sudah berhenti di lobby, Geva langsung keluar dan berlari untuk kabur dari Bhumi yang tadi diminta tegas oleh Mama Rachel karena Bhumi berhak sepenuhnya pada Geva. Asal Bhumi tidak melakukan kekerasan verbal dan fisik pada Geva udah cukup.
Tegas bukan berarti galak.
"Gevania tunggu" Teriak Bhumi langsung berlari mengejar sang istri dan melemparkan kunci mobilnya pada security.
BUGH
Geva yang mau memasuki lift justru menabrak tubuh seseorang yang hendak keluar dari Lfit.
"Vania..." Ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Fabian, sang guru matematika yang juga tinggal di apartemen yang sama dengannya. Fabian langsung meraih pinggang Geva dan memeluk Geva supaya tidak jatuh setelah menabrak dirinya.
Fabian pinter pisan euy ambil kesempatan dalam kesempitan.
"Jantung aku ingin meledak gara- gara kamu Gevania..." Batin Fabian terpesona dengan penampilan Gevania saat ini.
"Pak.." Geva terkejut.
"Kok Pak sih Van.. ini diluar lingkungan sekolah." Fabian semakin mengeratkan pinggang Geva hingga mengikis jarak diantara keduanya.
"Pak Lepasin.." Ucap Geva.
"Lepaskan Gevania!" Perintah Bhumi langsung dengan kasarnya mendorong Fabian hingga terjungkal ke belakang dan Bhumi menarik Geva dalam pelukannya.
"Ayo kita naik!" Bhumi langsung menarik tangan Geva.
"Vania tunggu!" Teriak Fabian membuat Bhumi menghentikan langkahnya. Bhumi menatap tajam pada Fabian,
"Saya peringatkan pada anda tuan Fabian yang terhormat, jangan pernah mengganggu dan mendekati apa yang menjadi milik saya! saya tidak pernah suka milik saya di sentuh orang lain!" Kata Bhumi tajam.
"Ck. milik? belum tentu kalian akan sampai pelaminan kan?" Ejek Fabian hingga Bhumi mengeraskan rahangnya.
"Kak.. ayo naik.".Geva langsung menarik tangan Bhumi, kalau dibiarkan bisa-bisa mereka bertengkar dan Fabian tahu statusnya dengan Bhumi saat ini sudah menikah. Tunggulah sebentar lagi setelah selesai Ujian Nasional.
Melihat mata sendu Geva, Bhumi menurunkan ego dan emosinya lalu masuk ke dalam lift.
"mulai besok aku akan mengantar dan menjemputmu ke sekolah." Kata Bhumi dengan datar.
"Gak mau! aku bisa bawa motor! " Ucap Geva.
"Aku tidak menerima penolakan!"
__ADS_1
"Sekalinya gak mau juga gak mau kak! jangan egois dan maksa dong! udah dari pada kakak buang-buang waktu buat nganterin gue ke sekolah mending kakak apelin tuh kakak ipar!" Ucap Geva sudah mulai ngeselin saat teringat Flower.
"Jaga mulut kamu Gevania!"
"Kenapa? gak terima gue sebut-sebut nama mantan yang merupakan partner kakak making out?" Tanya Geva tajam membuat Bhumi langsung mendorong Geva hingga ke pojok lift dan mengungkungnya.
Bhumi menatap tajam pada Geva. Tatapan yang sangat menakutkan hingga membuat Geva menelan salivanya. Namun Geva berusaha untuk tidak takut dan membalas tatapan tajam Bhumi.
"Bagaimanapun aku suami kamu Gevania Azkia Bramantya, jadi jaga ucapan kamu!" Kata Bhumi dengan tegas.
"Kenapa? bukankah yang gue omongin benar? elu itu cinta kan sama kak Flower?"
"GEVANIA! BERHENTI MENGGUNAKAN ELU GUE!" bentak Bhumi.
"Hormati suami kamu Geva! aku gak peduli kamu mau membahas soal Flo.. Bagaimana pun aku suami kamu dan aku berhak sepenuhnya atas diri kamu." Ucap Bhumi menetralkan emosinya.
"Kakak aja gak pernah menghargai aku sebagai istri kan.. kakak aja cuma anggap aku sebagai pemuas nafsu kan..! kakak Breeengsek!"
"Gevania.."
"Puas kakak sudah menghancurkan hidup aku merenggut semua impian-impianku hingga aku terjebak dalam pernikahan gak jelas ini? ha?" Bhumi menghela nafasnya. Sepertinya memang keduanya masih butuh waktu sendiri.
"Sekarang terserah.. kamu mau tidur dimana terserah aku gak akan mengganggu kamu..
Tapi, berhenti menggunakan elu gue!" Ucap Bhumi meninggalkan Geva saat pintu lift terbuka.
"Entah kenapa hati aku sakit kak kalau inget bangaimana kamu mengatakan cinta dengan kak Flo dan membayangkan kalian yang sedang making out. Aku gak mau merasakan perasaan ini kak.. gak mau..." Gumam Geva keluar mengikuti langkah Bhumi. Namun Geva berbelok ke unit apartemen Bianca.
Bhumi merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya setelah membersihkan tubuhnya.
Gevania benar-benar tidak ingin tinggal bersamanya itu artinya Geva tidak mau memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya.
Menghancurkan impian Geva? Bhumi tidak pernah berpikir seperti itu. Dia hanya ingin menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
Dan berproses saling menerima, namun kemarin ketika dihadapkan dengan Flower didepan matanya, Bhumi benar-benar kehilangan akal sehatnya.
Sedangkan Gevania termenung dalam sepi, dia memikirkan bagaimana masa depannya selanjutnya dan apa kabar dengan impiannya?
Apakah dia harus benar-benar melepaskan Bhumi untuk mengejar impiannya atau bagaimana?
Jika terus seperti ini pun Geva tidak sanggup~
__ADS_1
Hingga akhirnya dua manusia yang masih menjunjung tinggi keegoisan itu terlelap dalam ruang yang berbeda.
BERSAMBUNG...