
Kediaman Wijaya,
Meja makan di kediaman mewah tersebut sudah dipenuhi banyak makanan yang menggunggah selera. Sambil menunggu si pemeran utama hadir, keluarga Wijaya dan keluarga Bramantya bercengkrama membahas berita di sosial media yang sedang tranding topik yaitu Bhima dan Flower ditambah dengan Selena sambil nyemilin buah sebelum makan berat.
"Lalu dimana Bhima dan Flower sekarang?" Tanya Papa Arsa.
"Mereka lagi menginap di Villa. Anggap saja sedang berbulan madu, soalnya kalau di rumah kan gak bisa bebas bangun siangnya." Jawab Mami Naya melirik Bhumi.
Bhumi sedari tadi hanya diam untuk menutupi rasa cemasnya pada Flower karena netizen menghujat Flower habis-habisan. Jangan tanya dari mana Bhumi tahu berita itu ya.. Terkadang Bhumi itu bermain sosial media jika merasa jenuh dengan rutinitasnya.
Hanya saja Bhumi tidak pernah mengunggah foto atau mengshare kegiatannya di sosial media. Berbeda dengan Bhima yang memang berprofesi sebagai artis.
"Siapa sih perempuan yang bernama Siska tadi yang menghujat Flower sampai begitu? berani-beraninya dia menyebut-nyebut persoalan Adena juga. Dari mana dia tahu soal Adena?" Tanya Mama Rachel yang juga naik pitam.
"Entahlah, maklum anak anak gue itu terlalu sempurna, jadi buat rebutan.. " ucap Mami Naya santai.
"Elu gak bantuin Bhima meredam berita Gem? kasian banget tuh Flower, dimana-mana dia yang disalahkan." Tanya Papa Arsa pada Papi Gema.
"Mereka sudah dewasa, pasti mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Dari masalah, nanti mereka akan belajar dan semakin dewasa." Jawab Papi Gema santai.
"Siska, kalau tidak salah dia itu sahabat Alona deh ma." Sahut Deon pada Mamanya.
"Alona?" Gumam Mami Naya.
"Yang semua orang tahu, Bhima suka sama Alona. Bahkan Bhima menunjukkan perhatiannya pada Alona supaya Bhumi tidak curiga dia mencintai Flower dari dulu. Apa jangan-jangan Alona cemburu karena saat ini Bhima bersama Flower. Rasanya gak mungkin Alona melakukan semua itu untuk Adena." Batin Mami Naya.
"Gawat nih kalau singa betina sampai curiga soal Alona. Ujung-ujungnya nanti pasti dia bisa tahu bahwa Alona sempat mau jebak Bhima dan ada videonya pula saat Bhima berciuman dengan Alona. Bisa-bisa, hubungan Keenan hancur jika begini caranya." Batin Papi Gema.
"Bhum, tolong panggil istri kamu dikamar ya.." Kata Papi Gema mengalihkan pembicaraan.
" tumben dia mandi lama banget... biasanya gak ada lima menit." Sambung Papa Arsa yang sudah tidak enak sebab besannya juga menunggu Geva untuk makan malam bersama.
Istri? oh Bhumi lupa akan statusnya sebagai lelaki beristri. Ingin rasanya Bhumi koprol jika mengingat yang dinikahi adalah gadis SMA yang super menyebalkan.
"Kan Geva mau malam pertama pa.. wajar dong luluran dulu gitu." Sambung Mama Rachel.
Uhuk.. uhukk..
Bhumi tersedak.
"Nih minum, gue gak mau elu mati dan adik gue jadi janda." Kata Deon menyodorkan gelas pada Bhumi.
Bhumi hanya menatap tajam pada Deon dan enggan membalas ucapan Deon apalagi meminum air yang diberikan Deon tadi.
__ADS_1
"Permisi, saya panggil Geva dulu." Pamit Bhumi.
"Aku yakin itu orang lama-lama juga ketularan gesreknya Geva. Anak Tante satu itu kaku banget sih." Kata Deon pada Naya.
"Kaku kaku gitu aja banyak direbutin loh.. bahkan Renata juga cinta mati sama dia..." Ledek Mami Naya.
"Kenapa jadi sampai Renata sih Tan." Ucap Deon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kesempatan Yon, Bhumi udah nikah sama Geva. Peluang kamu buat deketin Renata semakin lebar." Ucap Papa Arsa memberikan semangat.
"Serah deh ah.." Kata Deon malas.
"Renata gadis baik dan sopan, kenapa sih Nay kamu dari dulu gak ada niatan buat menjadikan dia menantu?" Tanya Mama Rachel.
"Nggaklah.. entah kenapa gak cocok aja sama Bhumi. Bhumi cocoknya cuma sama Geva doang."
"Iya.. juga sih.. semoga saja Bhumi gak kaku terus ya."
"Makanya itu alasan gue kenapa pengen banget segera menikahkan Bhumi sama Geva. Toh Geva juga bentar lagi ujian dan lulus. Gak ada masalah kan asal semua tersimpan dengan rapi." Kata Mami Naya.
"Dan supaya ada yang bisa bersikap tegas pada Geva supaya gak bar-bar. Maklum punya papa dan kakak yang selalu memanjakannya." Ucap Mama Rachel menyindir Deon dan Papa Arsa.
"Udah.. udah.. nih habisin dulu semangkanya. Makan buah sebelum makan berat jauh lebih baik dari pada makan buah setelah makan berat. Nanti buahnya jadi sampah." Ucap Papa Arsa.
Ceklek.
"Astaga monyet!" Teriak Geva terkejut. Saat Geva hendak membuka pintu ternyata pintu sudah dibuka oleh Bhumi.
"Dasar Alien!" Kata Bhumi kesal karena dia juga kaget. Hanya saja enggan menunjukkan ekspresi keterkejutannya.
"Ditunggu semua orang dibawah! cepet turun" Kata Bhumi dengan wajah datar.
"Kakak.." Rengek Geva memegang lengan Bhumi.
Memanggil Kakak? tumben? tadi aja panggil Om? pasti ada maunya.
"Lepas!" Kata Bhumi menatap tangan Geva yang menggelayut manja di lengannya.
"To the point, apa mau kamu?"
"OMG.. aku gak nyangka aja ternyata kak Bhumi itu diam-diam peka." Wajah Geva berbinar.
"Katakan, saya lapar. Ingin segera makan."
__ADS_1
"Beliin aku ponsel dong kak. Gabut banget gak punya ponsel."
"Kenapa minta sama saya?" Bhumi mengernyit.
"Kan kakak suami aku.. kakak gak lupa kan? kewajiban suami itu harus memberi nafkah pada istri jadi kakak harus.."
"Dan kamu juga harus memberi nafkah pada saya!" Kata Bhumi.
"Kan aku gak kerja. Memberi nafkah itu kerjaan lelaki kak." Kata Geva.
"Bukan nafkah uang, tapi nafkah diatas ranjang!" Kata Bhumi.
Geva terbelalak.
"Nggak bisa nggak mau?"
"Kenapa? bukankah itu juga kewajiban kamu?" Rasanya Bhumi mendapat sedikit hiburan melihat wajah Geva yang sangat shock.
"Kan kakak sendiri yang bilang tidak menginginkan aku, ngapain aku harus memberikan nafkah pada kakak." Ucap Geva.
"jadi kamu menginginkan saya, makanya kamu ingin saya menafkahi kamu?"
"Besi ini pinter banget sih bolak balikin kalimat. oke jurus terakhir Gev." Batin Geva.
"Nggak masalah kalau kak Bhumi gak mau belikan aku ponsel keluaran terbaru besok. Nggak masalah, aku besok bisa pinjam ponsel temanku untuk mem-viralkan pernikahan kita." Ancam Geva.
"Jangan bodoh kamu!" Umpat Bhumi.
"Yang ada kamu akan dikeluarkan dari sekolahan!" Lanjutnya.
"Emang gue pikirin? orang sekolah itu buat apa sih? ujung-ujungnya buat kerja. Kerja buat cari duit. Kan aku udah punya suami dan mertua kaya, jadi buat apa aku pusing jika dikeluarkan dari sekolah. Toh mertua aku tercinta yang cantik jelita pasti bisa membayar homeschooling terbaik dan aku tetep bisa dapat ijazah."
Geva tersenyum penuh kemenangan melihat Bhumi yang sudah jengkel.
"Pikirkan baik-baik suamiku, Jika aku mengumumkan pernikahan kita, followers sosial media aku pasti akan bertambah banyak gara-gara menikahi om om tampan." Geva segera turun tangga.
"Alien MENYEBALKAN!" teriak Bhumi.
BERSAMBUNG..
Alex : Thor gue kapan keluar.. masih nancep ini...
Author : sabar..
__ADS_1
Alex : Readers please dong... banyakin komentar dan like nya. Biar gue segera melakukan pelepasan! ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜