
HAPPY READING 🍁
Sore ini Geva menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Bhumi mengingat bagaimana nasib dan perasaan sahabatnya yang tidak diketahui keberadaannya mendengar berita pernikahan Deon dan Renata telah menjadi tranding topik dimana-mana.
Sudah sepuluh hari Deon meninggalkan kediaman Wijaya tanpa membawa apapun. Tentu hal itu tidak menjadi masalah untuk Renata karena harta Renata sebagai anak dari keluarga Wirahman juga cukup melimpah.
Ayah dan Ibu tiri Renata sangat bahagia dengan pernikahan putri mereka, selain tidak menanggung aib berkepanjangan karena kehamilan Renata diluar nikah. Ayah Renata juga merasa beruntung memiliki menantu seorang Gedeon Aiden Wijaya yang memiliki potensi besar dan nama cukup diperhitungkan di dunia bisnis. Jadi Gedeon bisa memajukan perusahaan Wirahman kedepannya.
Gak menjadi masalah jika Deon keluar dari rumahnya tanpa membawa apa-apa. Nama belakang Gedeon sebagai putra keluarga Wijaya sudah cukup menjual kok.
"Sayang... sudah ya... jangan nangis.. itu sudah menjadi keputusan Deon. Kita gak bisa mencegahnya, dia udah dewasa pasti dia sudah memikirkan semuanya." Kata Bhumi mengusap punggung sang istri.
" Bee.. tapi bagaimana Nom Nom, aku gak bisa bayangin ada di posisi Nom Nom... sruuukk." Geva menyedot kembali ingusnya yang hampir keluar.
Jorok sih, tapi Bhumi cinta. Jadi gimana lagi dong?
"Gak usah dibayangin.. aku gak akan melakukan hal bodoh yang dilakukan kakak kamu itu!" Kata Bhumi.
"Cariin Nom Nom pokoknya." Kata Geva merengek.
"Iya sayang.. aku udah minta Satria mencari keberadaan Naomi. Kita tunggu kabar baik Satria ya."
Geva mengangguk. Dalam hatinya bersumpah akan memberikan perhitungan pada sang kakak yang menolehkan luka teramat dalam bukan hanya pada sahabatnya melainkan juga pada orang tuanya.
Dosa apa yang telah dilakukan orang tuanya hingga keluarganya menjadi sangat berantakan seperti ini?
Geva dan Bhumi merasa beruntung, Papa Arsa yang mendengar kabar pernikahan Deon bisa mengontrol emosinya. Papa Arsa gak mau terkena serangan jantung lagi, dan sakit lagi.. dia gak mau mati muda karena masih ingin bermain dengan cucu-cucunya dari Bhumi dan Geva kelak.
Berbeda dengan Mama Rachel yang sudah berkali-kali pingsan dan tidak ***** makan. Mama Rachel hanya menangis karena keputusan besar anaknya yang bodoh itu.
"Kenapa kak Deon gak test DNA dulu sih baru memutuskan.. astaga Nom Nom Ku.. hiks.. hiks... hiks.." Tangis Geva lagi.
Geva heran, apa yang ada dalam otak kakaknya sih, Geva sudah meminta Deon untuk test DNA, tapi sedikitpun Deon tidak mengindahkannya. Deon terlihat sangat yakin bahwa itu anaknya.
Tanpa sepengetahuan Geva, Bhumi pun sudah menemui Deon dua hari lalu. Deon tampak kalut dan berantakan, bukan seperti Deon sahabatnya si tampan namun jomblo abadi karena cintanya tidak terbalaskan. Lingkar mata Deon sampai menghitam mungkin karena kurang tidur, rambutnya berantakan dan bulu-bulu diwajahnya dia biarkan tumbuh begitu saja. Benar-benar tidak terurus!
Demi Papa Arsa dan Mama Rachel, Bhumi meminta Deon untuk tidak menikahi Renata. Apalagi keberadaan Naomi belum jelas ada dimana.
Tapi Deon berkata bahwa tidak ada pilihan lain saat ini, sebab Deon juga mengaku jika dirinya masih sangat mencintai Renata dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Renata. Berarti Deon memang beneran sudah tidur dengan Renata?
Bhumi sangat terkejut dengan penuturan Deon, jika Deon tidak tulus mencintai Naomi mengapa Deon bisa bersikap begitu manis pada Noami? Bhumi aja dulu belum sadar mencintai Geva ogah deket-deket-an sama Geva apalagi berkata manis.
__ADS_1
Benarkah Deon gak mencintai Naomi? tapi kenapa orang suruhan Bhumi yang mengikuti Deon berkata bahwa Deon terus mencari Naomi hingga Deon gak sempat istirahat, pulang ke apartemen saja hanya untuk mandi dan ganti baju saja.
Bhumi pun akhirnya menyerah menghadapi Deon. Yang terpenting saat ini membantu mertuanya mengurus perusahaan juga fokus membahagiakan istrinya. Bhumi gak mau terlalu dalam ikut campur urusan orang lain jika orang itu tidak meminta padanya.
"Bee...kepala aku pusing." Kata Geva lirih.
"Kamu pasti kebanyakan nangis kan sampai lupa makan." Omel Bhumi. Geva mengangguk.
"Sekarang cuci muka dulu, aku ambilkan makanan di bawah sekalian aku mau ngecek papa dan mama, mereka sudah makan dan minum obat apa belum." Ucap Bhumi. Geva mengangguk.
"Suamiku yang dingin gak peduli sama orang ternyata sangat perhatian sama mama papa aku .. emang benar, menikah itu bukan hanya menyatakan dua orang, melainkan menyatukan dua keluarga dan saling menyayangi. Lelaki yang sangat menyayangi orang tuanya ternyata juga sangat menyayangi istri dan mertuanya. Beruntungnya aku memiliki kamu.." Kata Geva menatap pintu yang sudah ditutup oleh Bhumi.
🍁
Semarang,
Naomi termenung di depan layar televisi dengan wajah pucat nya dan air mata yang terus mengalir. Beberapa hari ini Noami tidak ***** makan, apa yang dia makan selalu dia muntah kan kembali. Mungkin banyak pikiran hingga asam lambungnya naik. Sehingga makanan enggan masuk.
Hati Naomi seperti disayat sembilu melihat suaminya menikahi wanita lain.
Foto-foto Deon dan Renata yang memegang buku nikah pun terpampang jelas dilayar televisi yang memiliki ukuran cukup besar. Sedangkan dia, dinikahi Deon hanya sebatas agama. Bolehkah Naomi merasa iri?
Seketika Naomi sadar, memang dari dulu cinta Deon hanya untuk Renata, dia yang terlalu berharap banyak pada Deon hingga menjadi istri Deon.
"Nak.. sudahlah.. matikan saja itu layar televisinya." Kata wanita paruh baya yang beberapa hari lalu dibawa Ayumi untuk menemani Naomi.
"Hati aku sakit Bu...kenapa aku harus mencintai lelaki seperti itu! hikshikshiks.. kenapa Bu.. semua ini terjadi sama aku.. Tuhan gak adil!"
Wanita paruh baya itu memeluk Naomi dengan lembut. Di usapnya rambut Naomi untuk menenangkan gadis itu.
Harusnya diusia Naomi sekarang, dia bisa menikmati waktunya untuk meraih impiannya, berpacaran dengan lelaki yang dia sukai, bukan terpuruk seperti ini.
"Hust; gak boleh bilang gitu nak.. yakinlah kamu pasti akan bahagia.. kamu masih muda, jalan kamu masih panjang. Carilah kebahagiaan kamu nak, lepaskan apa yang menyakiti kamu.. ibu janji tidak akan meninggalkan kamu lagi." Kata wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah Mirna.
Mirna, ibu kandung Naomi yang Ayumi culik bersama Satria saat Mirna membuang sampah diluar kediaman Wirahman, karena Mirna memang tidak diizinkan keluar dari kediaman Wirahman dan berinteraksi dengan orang lain. Mirna selalu menjadi pelayan Renata dari Renata kecil. Dia sangat tahu bagaimana Renata. Renata kecil tanpa itu, membuat Mirna menyayangi Renata karena Mirna juga merindukan putrinya yang hilang.
Tapi apa?
Renata lah yang menghancurkan hidup putrinya bersama lelaki yang Mirna temui beberapa waktu lalu. Iya, Mirna sempat bertemu dengan Deon. Deon sangat sopan padanya bahkan mencium tangannya.
Lelaki yang menolong Renata saat Renata menyayat pergelangan tangannya dengan pisau untuk mengakhiri hidupnya.
Mirna sempat sangat kagum dengan Deon, anak muda yang bertanggung jawab atas kesalahannya dan mau menikahi Renata. Tapi itu tidak berlangsung lama, ternyata lelaki itu juga yang menyakiti putrinya.
Mirna seperti menemukan benang merah atas apa yang tengah menimpanya selama ini.
__ADS_1
Mirna pun sempat curiga, jangan-jangan keluarga Wirahman bekerja sama dengan nenek dan kakeknya Ayumi. Makanya Mirna selalu di kurung di kediaman mewah itu, dan hanya keluar untuk mengikuti Renata. Meskipun dikurung tapi Mirna diperlakukan dengan baik oleh keluarga Wirahman. Rasanya semuanya memiliki keterkaitan.
Entahlah.. yang jelas saat ini hati Mirna begitu bahagia bertemu buah hatinya yang terpisah sangat lama. Dia harus banyak berterima kasih pada Ayumi dan Satria yang mengantarkan dirinya ke Semarang, kota yang jauh dari ibu kota supaya tidak bersinggungan dengan orang-orang jahat itu.
Ayumi menyiapkan semuanya untuk Adik dan Tante Mirna nya itu, rencanannya Ayumi akan membawa Naomi kembali setelah papanya pulang dari luar negeri.
"Mulai sekarang, berbahagialah sayang..."
"Makasih ya Bu.. " Ucap Naomi. Mereka berpelukan dengan hangat. Naomi akhirnya merasakan dekapan ibu kandung yang selalu ia rindukan. Naomi juga sudah tahu masa lalunya berdasarkan cerita Ayumi dan ibunya.
Suasana haru itu pecah saat penyiar acara gosip itu menyiarkan secara langsung acara resepsi Deon dan Renata yang berantakan karena seorang wanita cantik tiba-tiba datang dan membuat keributan.
Mata Naomi dan Ibu Mirna membulat sempurna menyaksikan layar kaca.
Tanpa berkata apapun,
Wanita cantik itu menyiram soda pada Renata yang mengenakan kebaya putih dengan riasan yang cantik. Wanita itu juga menjambak rambut Renata hingga berantakan.
Deon yang berusaha melindungi istrinya itu juga tidak luput dari amukan wanita cantik bermata sipit yang mengenakan gaun berwarna hitam itu,
Jadi jangan tanyakan, bagaimana dengan Deon? Kue pernikahan yang ukurannya cukup besar mendarat sempurna di wajah Deon saat acara resepsi baru dimulai dan sudah dihadiri banyak kolega bisnis.
Resepsi mewah tanpa kehadiran satu orang pun dari keluarga Deon.
Wanita cantik bermata sipit itu tidak lain adalah Ayumi, dia tidak terima Deon menyakiti adiknya. Dia sudah datang dari pagi tadi bersama Satria. Satria menunggu Ayumi di mobil supaya tidak ada yang curiga bahwa dia ada di pihak Ayumi yang menyembunyikan keberadaan Naomi.
Namun ternyata, Renata sudah mempersiapkan semuanya. Ayumi ditahan di luar dan tidak diizinkan masuk saat acara ijab qobul . Mengaku sebagai teman Deon dan Renata dari SMA akhirnya Ayumi yang membawa undangan pernikahan Deon itu diizinkan masuk oleh beberapa bodyguard. Maklum penampilan Ayumi begitu meyakinkan untuk datang pesta, dan jangan ditanya dari mana ia mendapatkan undangan, tentu dari Satria yang mengambil undangan milik Bhumi di kantor.
"Jaaaalaaanggg! berani-beraninya elu mempermalukan gue!" Kata Renata emosi dengan wajah yang basah kuyup dan rambut lepek.
Sementara Deon diam menerima semuanya.
Dia pantas untuk ini.
"Jalaang! elu yang jalaang! pelakor! gak tahu diri."
"Kenapa emang? elu gak bisa dapatkan Deon sehingga elu gila begini?" Tanya Renata tanpa malu ditatap banyak mata. Orang tua Renata aja udah malu.
"Ck. gak sudi gue punya laki model banci begini! ini baru permulaan sebagai balasan dari gue untuk kalian! gue doain rumah tangga kalian gak pernah bahagia!" Teriak Ayumi dengan lantang.
Ayumi mendekat pada Deon dan Renata, "Dan selain itu, gue doain semoga Deon selamanya gak akan pernah bisa melupakan yang namanya Naomi! ingat NAOMI! Gue akan buat adik gue bahagia tanpa sampah kek kalian berdua." Kata Ayumi ;berbisik.
...BERSAMBUNG......
.
__ADS_1