Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ancaman Gevania~


__ADS_3

WARNING!!


JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.


BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...


Aroma sup ayam buatan Renata benar-benar membuat perut Geva semakin keroncong. Geva sungguh tidak sabar untuk menyantap sup ayam buatan rivalnya yang tidak sebanding dengan dirinya itu. Umur boleh lebih muda, tapi otak tidak boleh kalah cerdik kan?


Masih menunggu Renata menyiapkan makanan yang Renata kira untuk Bhumi Bramantya, Geva termenung sementara Satria dan Ayumi masih sibuk dengan berkas-berkas yang ada dihadapan mereka.


Hati kecil Geva menyesali mengapa dia tidak bisa masak dan tidak pernah tertarik dengan ruangan yang bernama dapur. Bukankah kodrat seorang wanita harus bisa menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak nya. Apalagi mendengar jika Flower bisa masak dan Bhumi sangat menyukai masakan Flower, apa itu yang menjadi salah satu faktor Bhumi susah move on dari Flower?


Ah ini Gara-gara Ayumi yang beberapa menit lalu juga ikut keceplosan dengan berkata jika masakan Flower sangat enak, tidak ada duanya dan Bhumi suka makan masakan Flower. Wajar gak sih tiba-tiba Geva insecure dan cemburu?


Apakah Geva harus belajar masak juga? Rasanya berat, melihat bawang merah aja dia sudah menangis.


Geva menghela nafasnya dengan kasar menimbang-nimbang kelebihan apa yang ada di dalam dirinya hingga dia bisa dianggap layak berada disamping Bhumi Bramantya.


Tentu Masyarakat apalagi netizen pasti akan membahas itu?


Geva tidak mau direndahkan siapapun. Tapi dia juga tidak bisa menemukan kelebihan apa yang ada dalam dirinya.


"Huh!" Decak Geva kesal.


"Kamu kenapa?" Tanya Bhumi dengan datar sambil mengusap rambut sang istri yang sedang melamun dengan tatapan kosong. Bhumi duduk disamping Geva. Alhasil sofa kecil itu diduduki tiga orang.


Merasa tidak nyaman Ayumi mendengus kesal tanpa berkata apapun dan berpindah ke samping Satria yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Kak.." Geva mendongak melihat wajah sang Suami lalu menghela nafasnya mengingat sang suami sangat menyukai masakan Flower. Benarkah Bhumi sudah move on?


"Kamu kenapa?" Tanya Bhumi lagi.


Belum juga Geva menjawab, suara Renata sudah mengganggu gendang telinga Gevania.


"Bhum.. ini aku buatin sup ayam spesial untuk kamu."


"Ha? gue..." Bhumi melongo, ngapain juga Renata membuatkannya makanan.


Geva segera memotong ucapan sang suami dengan gerakan cepat mengambil nampan yang berisi mangkuk berisi sup ayam dan juga nasi putih itu secara tiba-tiba.


"Ah iya... makasih ya kak Renata." Ucap Geva tersenyum menghirup aroma sup ayam itu dalam-dalam.


"Aku.." Renata tampak melongo karena makanan yang dia kira untuk Bhumi tiba-tiba diambil paksa oleh Geva disaat dirinya belum siap. Kenapa Renata belum siap? Renata tertegun melihat wajah tampan Bhumi dengan rambut yang masih basah.

__ADS_1


"Kak Bhumi.. tau gak.. kak Renata baik banget loh buatkan aku sup ayam saat aku sedang lapar-laparnya.. Iya kan kak Renata?." Kata Geva tersenyum manis pada Renata lalu menatap sang suami.


"I.. iya." Jawab Renata dengan sorot mata penuh kekecewaan. Dia sadar jika dia sudah dikerjai anak SMA yang berstatus sebagai istri dari lelaki yang teramat ia cintai.


"Brengssek! gue akan balas ini Gevania!" Batin Renata yang tadi hatinya sudah melayang tinggi mendadak jatuh hingga dasar karena anak SMA yang Menyebalkan itu.


Bhumi mengernyit, bukanlah Geva baru saja meminta dirinya memecat Renata, kenapa mendadak Geva bersikap baik pada Renata?


Mana mungkin juga Renata mau membuatkan Geva makanan? rasanya tidak mungkin.


"Sebentar!" Ucap Bhumi mengambil mangkuk yang berisi sup ayam, padahal Geva hendak memasukkan nya ke dalam mulutnya. Geva sudah tidak sabar dengan perutnya yang super keroncongan.


"Kenapa kak?" Tanya Geva bingung. Tanpa menjawab Bhumi langsung mengarahkan sendok yang berisi sup ayam itu ke mulutnya. Renata tersenyum Bhumi mau mencicipi makanan yang sudah ia buat.


" Aman.. gak ada kandungan keju dan sejenisnya." Ucap Bhumi tersenyum sambil mengusap rambut Gevania.


Geva tersenyum, Geva kira Bhumi akan menuju masakan Renata, huh. Untung nggak kan.


"Makan yang banyak sayang karena nanti malam aku tidak akan membiarkan kamu tidur." Ucap Bhumi dengan gamblang membuat Ayumi dan Satria langsung tersedak salivanya sendiri.


Sedangkan Renata, lagi-lagi hatinya harus terjun bebas tanpa pelindung dan jatuh hingga remuk karena nyatanya memang Bhumi tidak pernah menghargai usahanya sedikit pun.


"Kak.. aku udah capek.. kamu gak capek apa?" Tanya Geva cemberut.


"Selalu seperti itu!" Decak Geva kesal.


Dada Renata semakin sesak, dan berkebalikan dengan Ayumi yang tersenyum mendengar obrolan absurd pasangan tidak jelas itu. Tanpa berkata apapun Renata hendak pergi dari ruangan yang sangat panas untuknya itu.


"Mau kemana Ta?" Tanya Bhumi.


"A.. aku mau ke kamar sebentar." Jawab Renata.


"Duduk dulu.. ada yang ingin saya bicarakan." Kata Bhumi dengan formal. Pasti ini soal pekerjaan.


Renata pun duduk di sofa single yang tidak jauh dari Gevania yang terlihat sangat menikmati hasil masakannya itu.


"Kak Renata, masakan kakak enak banget." Puji Geva jujur.


"Sudah seharusnya seorang wanita bisa memasak, apalagi untuk suami dan anak-anak nya." Ucap Renata sudah mulai tidak bisa mengontrol emosinya.


Geva hanya tersenyum enggan menimpali ucapan Renata.


"Makanya belajar masak Ge. jangan cuma modal mengangkaang saja, karena udah seperti wanita pemuas nafsu doang." Kata Renata lagi membuat Geva langsung meletakkan sendok nya dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring.

__ADS_1


Bahkan Satria dan Ayumi dibuat menganga dengan ucapan Renata yang sangat frontal.


"Jaga ucapan kamu!" suara tegas itu membuat buku kudu semuanya berdiri. Bukan Geva yang berucap tapi Bhumi dengan tatapan tajam.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu Ta? kalau istri aku gak bisa masak kenapa? aku gak pernah mempermasalahkan itu! untuk mencintai pun aku tidak butuh alasan dia harus ini dan itu.. cukup dia jadi diri dia sendiri!" Ucap Bhumi.


"Ck. sudah kak aku gak apa-apa." Kata Geva memegang tangan suaminya yang mengepal.


"lebih baik gak bisa masak kak.. nanti kalau mau belajar juga lama-lama bisa kok.. dari pada yang pintar masak tapi sayang... gak punya harga diri sebagai wanita, bahkan tidak tahu malunya mencintai suami orang dan berusaha untuk mendekatinya juga mendekati kak Deon. ck." Kata Geva dengan sangat tenang tanpa terlihat emosi sedikitpun.


"Terlebih masakannya digunakan untuk menarik perhatian suami orang. Berapa sih harga diri kak Renata? aku beli sekarang juga!" Kata Geva dengan senyum mengejek.


Ayumi geleng-geleng kepala dibuat kagum dengan anak yang dianggap masih kecil. Gila benar-benar gila.


"Kau!" Renata mulai terbakar emosi tapi posisinya saat ini sangat tidak aman.


"Aku peringatkan sama kak Renata, jangan pernah mencoba mendekati suami aku.. atau pun kakak kandung aku! bekerjalah dengan baik dan profesional. Jika tidak, jangan salahkan aku jika sebuah video akan tersebar. Bahkan aku juga bisa membuat perusahaan keluarga kak Renata hancur.. Om Ditto Wirahman (ayah Renata) " Ucap Geva tersenyum.


"Video? maksud kamu?" Tanya Renata bingung.


"Apa perlu aku sebutkan disini?" Tanya Geva menatap tajam pada Renata.


"Video apa Ge?" Tanya Bhumi pada istrinya.


"Aku gak akan izinkan kakak buat melihat!" Ucap Geva tegas.


"Sumpah gue kepo bu boss!" Kata Satria.


"Video pornn ya Ge? bagi dong." Sambung Ayumi.


"Apa maksud kamu.. jangan berani mengancam ku kamu Ge." Kata Renata.


"Siapa yang mau mengancam kakak.. orang aku gak sengaja Nemu flashdisk beberapa waktu lalu di parkiran mall, eh aku buka isinya video kakak lagi making love sama seorang lelaki." Ucap Geva tersenyum.


"Kamu melihat tubuh lelaki lain?" Pekik Bhumi tidak terima.


BERSAMBUNG...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR

__ADS_1


__ADS_2