Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Wanita?~


__ADS_3

Kemarin malam, Geva memberikan amplop dari sekolah kepada Papa Arsa dan Mama Rachel yang tengah asyik nonton TV berdua. Amplop itu berisi surat izin yang diberikan pihak sekolah kepada orang tua atau wali calon peserta acara camping yang akan diadakan besok di puncak.


Papa Arsa menasehati putri kesayangannya untuk meminta izin dulu pada Bhumi, jika Bhumi mengizinkan maka papa Arsa akan tanda tangan karena saat ini apapun yang berhubungan dengan Geva akan berhubungan dengan Bhumi.


Geva awalnya menolak dan tausiyah panjang diberikan mama Rachel pada putri tercintanya itu supaya menjadi istri yang baik.


Baik Mama Rachel dan Papa Arsa penasaran dengan masalah anak mantu mereka. Dimana setiap hari Bhumi selalu menghubungi mertuanya untuk menanyakan kabar Geva. Tidak jarang yang balas chat Bhumi di ponsel Mama Rachel kadang Geva sendiri karena Geva sangat-sangat merindukan Bhumi. Untung Mama Rachel mau di ajak kerja sama, yah dari pada anaknya murung terus seperti beberapa waktu lalu.


sungguh, ingin sekali Geva video call Bhumi melihat wajah tampan itu..


Namun mau dikata apalagi, Geva masih sangat jengkel dengan Bhumi yang sengaja menghilangkan selama sepekan tapi meminta Naomi untuk mengabari apapun yang Geva lakukan. Keterlaluan kan? sepekan itu Geva benar-benar kalut, galau susah tidur hingga nangis dan gak nafsu makan.


Tenyata usaha Mama Rachel dan Papa Arsa untuk mengetahui masalah Geva dan Bhumi itu sia-sia karena keduanya menutup rapat masalah mereka. Meskipun tidak janjian.. tapi baik Bhumi maupun Geva mereka sama-sama meyakinkan kedua orang tua itu jika mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa orang tuanya ikut campur.


Dan...


Pagi ini,


Geva benar-benar bingung lagi antara meminta izin Bhumi atau tidak untuk pergi camping di puncak. Kewajibannya sebagai istri sih meminta izin suami sebelum pergi-pergi apalagi sampai menginap, tapi Geva takut jika berkomunikasi dengan Bhumi pasti hatinya akan meleleh bagaikan es krim yang terkena sinar matahari langsung.


Tau sendiri kan sekarang ucapan-ucapan Bhumi sangatlah manis mengalahkan pabrik Gula yang sedang menggiling tebu hingga Berton-ton beratnya.


Beberapa kali Geva mengetik pesan untuk Bhumi lalu ia hapus sendiri. Dan akhirnya pesan yang ia ketik itu pun tidak sengaja terkirim. Geva benar-benar terkejut. Ingin sekali Geva membatalkan pesan tersebut tapi sayang, ternyata Bhumi sedang online dan sudah membukanya. Malu banget dong kalau tiba-tiba Geva tarik itu pesan lalu kelihatan bagaimana labilnya seorang Gevania Azkia Bramantya.


💌 To : Besi Karatan 🖤


"Kak.. besok aku mau ikut camping acara sekolah di puncak sebelum ujian. Jadi mau kakak izinkan atau tidak... aku akan tetap berangkat dengan Naomi."


"Bego banget sih Gep.. harusnya kamu ngomongnya itu yang rada lembut dikit sama suami.. bukan yang begini." Gumam Geva menepuk-nepuk sendiri jidatnya.


Ting!


Sebuah pesan masuk, jantung Geva berdegup kencang. Geva masih merutuki dirinya sendiri yang berkata tidak sopan dengan sang suami saat meminta izin,


"Harusnya aku tadi bilang... kakak.. maaf ya udah cuekin kakak.. aku mau minta izin untuk camping boleh nggak?"


Setelah meyakinkan dirinya hingga beberapa menit sampai Bhumi berkali-kali mengirim pesan lagi pada Geva. Geva pun membuka pesan dari lelaki yang Geva sebut sebagaj besi karatan itu.


💌 FROM : Besi Karatan 🖤

__ADS_1


"Gevania sayang.. aku mohon maaf banget.. maaf banget.. semua di luar sepengetahuan aku. Karena dari awal yang memberikan ide untuk Renata menyusul kesini adalah Satria. Dan tanpa seizin aku dan sepengetahuan aku.. pagi ini Renata ternyata sudah sampai di Jepang. Semua 100% ide Satria murni. aku gak ikut-ikutan sayang.. sumpah!"


"Re.. Renata menyusul ke Jepang?" Gumam Geva shock hingga tangannya secara refleks menutup mulutnya yang menganga. Kan Geva belum memberikan izin? apa Bhumi memang tidak butuh izinnya?


Geva tidak mau salah dalam memahami pesan singkat dari Bhumi meskipun hatinya sudah sangat bergemuruh, dia kembali membaca pesan Bhumi berulang-ulang. Kalau memang Bhumi niat aneh-aneh tentunya Bhumi tidak akan memberitahu Geva mengenai kehadiran Renata. Lagi pula dari dulu kan Bhumi gak ada perasaan apapun pada Renata? mengapa Geva cemas.


Tapi Renata nya apa kabar? bukankah wanita itu sangat berbahaya?


Pikiran-pikiran aneh mulai muncul. Geva menarik nafasnya mencoba untuk tenang dan berpikir. Bukankah kepergian Renata ke Jepang ada baiknya juga karena Deon tidak akan menemui Renata. Karena beberapa hari lalu Geva secara tidak sengaja membaca pesan Renata yang banyak dan panjang padahal inti dari semua pesan itu adalah meminta Deon ke apartemennya namun untungnya Deon tidak membalas karena sudah berjanji pada orang tuanya untuk menjauhi Renata


Lalu, bagaimana dengan suaminya? bukankah suaminya dalam bahaya saat ini jika disana ada Renata?


"Awas kamu Bang Sat!" Gumam Geva kesal sambil mengepalkan kedua tangannya dan siang menghajar yang namanya Bang Sat.


Geva tidak sabar menunggu kepulangan Satria ke Indonesia dan memberikan pelajaran pada Satria.


Dengan cepat Geva langsung menghubungi seseorang, cukup lama dia melakukan panggilan. Setelah Geva menghubungi seseorang itu, dia segera mengirim pesan pada suami pelukable nya,


💌 To : Besi Karatan 🖤


"Sekali saja macam-macam dengan yang namanya Renata apapun alasannya baik di lakukan dengan sadar atau dijebak, maka surat gugatan cerai akan langsung kamu terima kak!"


Bhumi galau lagi..


🍁


Hari telah berganti, Geva sudah packing-packing untuk pergi camping sebelum. pusing memikirkan ujian yang sudah ada di depan mata. Satu koper besar dipenuhi oleh makanan ringan. Mama Rachel heran dengan semangat sang putri pagi ini, mama Rachel berpikiran jika mungkin Geva bahagia camping bersama teman-teman. Dengan begitu Geva bisa refreshing, melupakan sejenak masalah rumah tangganya yang sebenarnya hanya kurang komunikasi dan masih sama-sama egois.


"Non.. ini baju non cuma segini?" Tanya Salah seorang ART yang membantu Geva packing.


"Iya bi orang cuma semalam dong nginepnya, yang penting dalaman aja yang dibanyakin terus yang penting kan makanan buat teman-teman, Kasian nanti malam pasti pada kelaparan.." Jawab Geva.


"Ini koper berisi makanannya bibi bawa turun biar dimasukkan supir ke mobil ya non."


"Iya bi. makasih." Jawab Geva semangat padahal semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan Bhumi yang dalam bahaya jika diganggu Renata.


🍁


Di belahan dunia lainnya, Bhumi mendesah kesal. Meskipun banyak pekerjaan nya yang terbantu karena kehadiran Renata namun Renata masih berusaha mendekati Bhumi hingga membuat Bhumi risih. Apalagi Geva tidak memberikan kabar sedikitpun padanya, mood Bhumi bertambah buruk.

__ADS_1


Pesan Bhumi yang panjang kali lebar dimana melarang Geva dekat-dekat dengan Theo ataupun Fabian saat camping. Jangan kan membalasnya, Geva buka dan baca aja tidak. Duh Gep.. tega banget sih Eneng Gepa.


Kemarin Satria sudah di omelin habis-habisan oleh Bhumi karena mengambil keputusan penting dengan mendatangkan Renata tanpa seizinnya dulu. Namun Sekertaris minim akhlak itupun bersikap santai saat di omelin atasannya. Baginya, Omelan Bhumi terdengar sangat merdu karena untuk pertama kalinya Satria mendengar Bhumi ngomel panjang layaknya emak-emak kompleks.


"Bhum.. please... sewain Renata apartemen apa hotel deh.. semalam capek gue tidur di sofa ruang tenang. Tega elu jadi atasan.. kamar jatah gue dipakai Renata."


"hukuman buat elu." Jawab Bhumi yang memang meminta Renata tidur di kamar Satria. Sedangkan Satria tidur di sofa kecil.


"Gimana nanti kalau Renata godain elu? bahaya loh.. bawa dia ke hotel aja deh." pinta Satria yang badannya benar-benar terasa remuk.


"nggak bisa. gue selalu kunci kamar gue dengan kunci ganda dan Renata gak akan berani berniat berbuat hal nekat itu lagi." Ucap Bhumi.


"Bhum.. kita diundang ayahnya Ayumi untuk makan malam." Ucap Satria.


"Elu wakili gue aja. Pasti disana nanti minum alkohol. Gue cabut apartemen duluan ya." Pamit Bhumi.


"Boss gak ada akhlaq. Eh dimana Renata ya? gak kelihatan." Kata Satria bingung.


Bhumi ternyata tidak langsung masuk ke unit apartemennya, dia menuju roof top apartemen miliknya yang di ketinggian 25 lantai. Bhumi menatap langit menayangkan Geva. Sungguh Bhumi sangat merindukan gadis itu. Pasti malam ini Geva sendang asyik bersama teman-teman.


Membayangkannya saja membuat Bhumi kesal, tidak terasa waktu sudah pukul 7 malam. Bhumi yang lapar itupun memilih langsung kembali ke unit apartemen ya.


Cukup rapi. Kesan pertama saat masuk karena ternyata Renata membersihkan semuanya.


Bhumi tidak mau memuji Renata ataupun berterima kasih pada Renata. wanita itu pasti nanti ke GRan.


Bhumi memilih langsung memasuki kamarnya yang tenyata lupa tidak ia kunci pagi tadi.


Oh betapa terkejutnya Bhumi melihat wanita dengan lingerie sangat minim dan langsung menyambar Bibir Bhumi yang mematung di depan pintu tanpa permisi.


BERSAMBUNG...


SELAMAT ISTIRAHAT YA...


BIAR GAK KESIANGAN SAHURNYA


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DI HARI KE - 2


LOVE YOU ALL

__ADS_1


__ADS_2