
TARIK NAFAS....
KELUARKAN...
TARIK NAFAS...
KELUARKAN...
HAPPY READING...
🍁🍁🍁🍁
Naomi mondar mandir di ruang UGD,
air matanya terus mengalir deras. Dua guru yang juga mengantarkan Geva ke rumah sakit mencoba menenangkan Naomi, namun gadis itu terus menangis menatap pintu UGD yang belum terbuka. Gadis itu merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa sahabatnya.
"Apa yang terjadi Nom?" Tanya Bhumi yang datang dengan nafas terengah-engah. Wajah putih dan tampan Bhumi kini terlihat dipenuhi peluh juga sedikit memerah karena terkena sinar matahari ditambah polusi udara.
Keenan belum nampak batang hidungnya karena memang ada truk kontainer yang mogok hingga menghambat laju jalan yang cukup padat.
"Kak... maafkan aku.." Kata Naomi lirih. Naomi bahkan sampai terduduk lemas di lantai karena tidak mampu menopang tubuhnya.
"Apa yang terjadi? Tolong jelaskan apa yang terjadi?". Tanya Bhumi menatap tajam dua guru yang masih memakai seragam olahraga.
"Gevania terserempet kendaraan roda dua." Kata seorang guru perempuan.
"BAGAIMANA BISA?!" bentak Bhumi.
Para guru sudah tahu jika Bhumi adalah tunangan Gevania karena pemberitaan di media sangat santer dimana Gevania menyusul Bhumi ke Jepang beberapa waktu lalu...
Kedua guru itu nampak diam dan sedikit ketakutan mendengar Bhumi membentak hingga suaranya menggema di lorong rumah sakit mewah tersebut, padahal suasana rumah sakit tersebut cukup ramai sehingga membuat para orang-orang yang tidak jauh dari pintu UGD itu mengalihkan perhatiannya pada sosok putra keluarga Bramantya itu.
"JAWAB! BAGAIMANA BISA GEVA DI DALAM SEKOLAH TERSEREMPET MOTOR?" Teriak Bhumi lagi dengan nada semakin tinggi seperti orang kesetanan.
Ceklek.
Pintu ruang UGD terbuka,
Bhumi tidak peduli dengan semuanya, dia hanya ingin mendengar kondisi Gevania saat ini baik-baik saja. Bhumi menghampiri seorang dokter lelaki yang membuka pintu tersebut.
"Dok.. bagaimana keadaan Geva dok?" Tanya Bhumi dengan wajah yang sangat kalut.
"Saya ingin berbicara dengan Anda berdua tuan Bhumi Bramantya." Ucap dokter itu dengan sopan. Bhumi mengangguk lalu mengikuti dokter tersebut untuk masuk ruang UGD.
Bhumi tidak dapat melihat Geva karena tertutup nya tirai berwarna hijau sebagai pembatas meja dokter jaga dengan brankar untuk tindakan pasien. Jarak ruang tindakan dengan meja dokter untuk konsultasi itu cukup jauh.
__ADS_1
Wajah Bhumi terlihat begitu serius dengan nafas yang masih naik turun tidak beraturan.
"Sebelumnya saya minta maaf... saya ingin menanyakan sesuatu pada anda perihal nona Gevania.."
"Jangan berbelit-belit cepat katakan bagaimana kondisi Geva!" Ucap Bhumi dengan nada sedikit membentak.
" Dari hasil pemeriksaan, nona Gevania tengah hamil.... usia kandungannya baru berjalan menuju 6 Minggu." Kata dokter tersebut dengan nada sedikit ketakutan. Dokter tersebut tahu jika Gevania adalah tunangan dari Bhumi Bramantya tapi dia berpikir jika Gevania hamil dengan lelaki lain mengingat bagaimana Gema Bramantya melarang anaknya untuk sex bebas itu sudah menjadi konsumsi publik.
"I.. istri saya hamil dok?" Tanya Bhumi raut wajahnya berubah drastis menjadi senyum kebahagiaan.
"I.. istri? bukankah nona Gevania masih sekolah?" Tanya dokter itu terkejut namun juga lega karena bukan lelaki lain yang menghamili Gevania. Kalau Gevania hamil dengan lelaki lain , dia tidak bisa membayangkan bagaimana ruang UGD itu di buat porak-poranda oleh Bhumi Bramantya.
"Saya sudah menikah dengan Gevania beberapa bulan lalu." Kata Bhumi. Dokter itu mengangguk mengerti, ternyata pikirannya selama ini terlalu negatif. Masih sekolah nikah? ah terserah lah, orang kaya emang kadang sangat sulit dimengerti.
"Istri saya beneran hamil dok..?" Tanya Bhumi lagi menghapus air mata bahagianya. Impiannya untuk segera memiliki anak akan segera terwujud, dan Geva akan menjadi seorang ibu dari anak-anaknya. Dengan hadirnya anak... maka, Bhumi berharap Geva tidak akan ragu lagi dengan cintanya. Iya, dengan adanya anak Bhumi bisa mengikat Geva.
Ini adalah kabar yang paling membahagiakan untuk Bhumi... Bhumi sangat bahagia mendengar ini semua.
"Tapi tuan Bhumi Bramantya...ada kabar buruk yang harus saya sampaikan." Ucap dokter tersebut yang terdengar sangat berat di telinga Bhumi.
"Apa?" Tanya Bhumi.
"Akibat olahraga yang dia lakukan, membuat perut nona Gevania cukup terguncang, ditambah perut nona Gevania terkena benturan yang cukup keras, di duga terhantam stang motor.. sehingga janin dalam kandungannya tidak bisa bertahan... mengingat kandungan nona Gevania termasuk masih sangat lemah dan rentang di usia sedini itu." Kata Dokter tersebut.
Bhumi rasanya bagai di sambar petir. Dia tidak bisa mengekspresikan seperti apa lagi. Dia tahu Geva sudah telat datang bulan hampir 2 pekan. Bhumi sudah pernah meminta Geva untuk mengecek menggunakan testpack atau mengajak ke dokter, tapi gadis itu selalu menolak.
Bhumi diam mematung mencerna ucapan dokter tersebut,
Nafasnya semakin naik turun. Tidak mungkin, tidak mungkin Gevania keguguran disaat Bhumi belum mengetahui kehamilan sang istri. Ini tidak adil, dan ini tidak boleh terjadi.
"Jangan bercanda kamu!" Bhumi langsung menarik kerah jas yang dikenakan dokter tersebut. Air mata Bhumi bahkan kini mengalir deras. Beberapa detik lalu dia seperti diajak terbang ke langit ke tujuh mendengar kehamilan Gevania. Namun mendadak, rasanya dia seperti didorong dan terjun bebas. Hatinya hancur, ini lebih menyakitkan dari pada patah hati saat ditinggal Flower pas masih sayang-sayangnya cinta-cintanya.
"Maa maaf tuan.. tidak memungkin kami bisa menyelamatkan janin nona Gevania, dia sudah tiada sebelum sampai di rumah sakit. Jika dibiarkan terlalu lama, akan berbahaya untuk nona Gevania." Kata Dokter itu.
Tangan Bhumi yang mencengkram kerah baju Dokter tersebut berlahan mengendur. Bhumi melangkah mundur. Dia terduduk di lantai dengan air mata yang mengalir deras. Bahkan Bhumi menangis tersedu-sedu tidak peduli lagi imagenya bagaimana didepan para suster dan dokter yang ada disana.
"Bagaimana kondisi istri saya dok? bagaimana.. tolong bantu dia dok.. selamatkan nyawanya." Ucap Bhumi menyerah.
"Nona Gevania kondisinya masih sangat lemas, sudah ditangani oleh dokter spesialis yang bertugas.. dokter Aprilani sedang melakukan tindakan pada Nona Gevania.. anda tenanglah.." Kata Dokter.
"Tenang? bagaimana aku bisa tenang.. calon anakku tiada! istriku masih belum sadar? bagaimana aku bisa tenang? ha?" Bentak Bhumi dengan sorot mata tajam pada dokter tersebut. Padahal dokter tersebut niatnya juga baik untuk menenangkan keluarga pasien.
Bhumi meraung-raung didalam ruang UGD.. hingga membuat yang berada di luar semakin kebingungan dan ketakutan terlebih Naomi, pikiran Naomi sudah sampai kemana-mana. Gadis itu sampai pingsan mendengar tangis Bhumi. Beruntung ada dua guru disana lalu menolong Naomi yang pingsan.
Bahkan Keenan yang baru datang terkejut mendengar tangis Bhumi, tanpa izin terlebih dahulu... Keenan langsung menerobos masuk ruang UGD mencari keberadaan adik sepupunya.
__ADS_1
Gak mungkin Bhumi menangis, itulah pikir Keenan.
BRak!
Keenan membuka pintu dengan kasar, nafasnya juga tersengal.
"Bhum.."
"Tuan.. anda dilarang masuk ruang ini tanpa izin."
"Bhum ada apa?" Tanya Keenan berjongkok mensejajarkan tubuh adiknya yang duduk dilantai bersandar di dinding keramik dengan tangan yang mengepal sebagai tumpuan kepalanya.
Keenan tidak menggubris dokter tersebut. Dia fokus pada adiknya yang terlihat sangat kacau dengan tangis yang sampai sesegukan.
"Ada apa? Jawab ada apa?" Bentak Keenan pada dokter yang berada disana karena Keenan tidak mendengar jawaban dari Bhumi.
"Nona Gevania keguguran." Kata dokter itu membuat Keenan memejamkan matanya.
Keenan tahu, Bhumi pasti merasa sangat hancur, merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Gevania. Keenan cukup tahu bagaimana Bhumi, kematian adalah momok yang menakutkan untuk Bhumi, kehilangan adalah hal yang paling Bhumi benci bahkan sampai membuat Bhumi trauma.
"Bhum..." Keenan menarik Bhumi dalam pelukannya.
"Gue gak bisa jaga istri dan calon anak gue kak... calon anak gue tiada kak." Kata Bhumi.
Benarkan dugaan Keenan, Bhumi akan menyalahkan diri sendiri.
BERSAMBUNG...
NIKMATI ALURNYA YA....
SEMUA AKAN ADA HIKMAHNYA,
PLEASE JANGAN DI HUJAT.. HEHEHE...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI
__ADS_1
MAKASIH 🥰