
Taman Rumah Sakit yang di desain senyaman taman di rumah keluarga Bramantya tanpa ada orang berlalu lalang disana, membuat suasana hening antara Mama Bela dan Bhumi semakin terasa.
Mama Bela memang diminta tolong oleh Mami Naya dan Papi Gema untuk menghandle Bianca yang ngambek dengan Keenan setelah itu menghandle Bhumi yang otaknya oleng sana sini. Ya Flower ya Geva. Sedangkan Mami Naya saat ini belum bisa turun tangan langsung karena masih menjalani pengobatan herbal.
Sebab Papi Gema tidak mau mami Naya dilakukan kemoterapi. Karena dengan kemoterapi yang di obati bukan hanya sel kanker saja, melainkan sel-sel yang lainnya akan ikut terganggu dan berefek besar.
Makanya jika orang habis kemoterapi kebanyakan bibirnya akan tumbuh banyak sariawan, muntah, lemas, tidak doyan makan bahkan hingga rambut rontok dan kulit menghitam juga kendur.
Kalau soal fisik yang berubah papi Gema tidak masalah, tapi Papi Gema tidak mau melihat Mami Naya menderita seperti itu.
Jika bisa bertukar posisi, ingin rasanya papi Gema yang ada di posisi Mami Naya. Uwu banget kan?
tapi anaknya yang satu ini ngeselin banget dah~
"Bhum.."
Bhumi tidak menjawab, dia sudah tahu apa yang akan Tante rasa Mamanya itu katakan. Pasti semua laporan dari Satria pada Papi Gema hingga seluruh keluarga Bramantya tahu mengenai tragedi Pizza keju.
"Mau sampai kapan? sampai kehilangan keduanya?" Tanya Mama Bela.
"Aku yakin Flo masih mencintai aku ma." Jawaban Bhumi membuat Mama Bela tertawa terbahak-bahak.
"Mama bukan bertanya kamu kehilangan keduanya itu Flower dan Geva, tapi kehilangan keduanya itu yang Mama Bela maksud adalah Mami Naya dan Geva." Ucap Mama Bela tenang.
"Ma.."
"Bhumi... sadar nak.. sudah tidak ada lagi nama kamu dihati Flower. Sikap kamu seperti ini akan semakin menjauhkan kamu dari Gevania." Kata Mama Bela yang kini justru menyodorkan ponselnya yang memutar siaran live konferensi Pers yang dilakukan Bhima.
Kebetulan timing nya sangat tepat soalnya Bhima sedang memegang mic.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang yang menjebak saya, yang pastinya itu bukan Flower. Saudara Edo yang merupakan mantan asisten saya dan Shilla yang merupakan mantan sahabat Flower adalah pion dari seseorang yang kamu sudah kantongi identitasnya. Hanya saja mereka ingin menjatuhkan Flower." Ucap Bhima.
Bhumi melihat interaksi Flower dan Bhima melalui tatapan mata dan senyuman seakan tidak percaya, semua ini seperti mimpi. Apalagi saat Bhima menggenggam tangan Flower dan memamerkannya pada media.
"Terima kasih, karena anda yang menjebak saya dengan niat memecah belah keluarga Bramantya justru anda sudah menyatukan saya dengan cinta pertama saya, Dan kami sudah menikah beberapa waktu lalu karena kejadian tersebut." Bhima menunjukkan cincin pernikahan mereka membuat semuanya terkejut.
Dada Bhumi sesak melihat Flower yang menatap Bhima dengan mata berkaca-kaca.
"Saya menikahi Flower bukan sekedar tanggung jawab karena saya sudah merenggut kesuciannya, tapi saya menikahi Flower karena saya sangat mencintai dia.. dan kabar baiknya saat ini adalah, istri saya yang cantik ini tengah mengandung buah cinta kami." Kata Bhima lantang.
Buah Cinta? bolehkah Bhumi saat ini muntah mendengar hal itu?
"Lelucon macam apa ini ma? sejak kapan Flo mencintai Bhima?" Bhumi tertawa mengejek namun tetap mendengar kalimat Bhima selanjutnya.
__ADS_1
"Jadi siapapun media, ataupun oknum yang menghujat dan menghina istri saya baik secara langsung maupun lewat media sosial, tentu saya tidak tinggal diam karena istri saya adalah wanita baik-baik dan saya yang sudah mengambilkan kesuciannya. Meskipun dia bekerja di Club malam tapi, dia menjaga kehormatannya." Ucap Bhima dengan tegas.
Kali ini Bhumi tidak bisa mengelak, tatapan Bhima pada Flower adalah tatapan penuh cinta. Hal itu tidak bisa dipungkiri lagi,
Haruskan Bhumi benar-benar menyerah pada saudara kembarnya yang sudah merelakan perasaannya dari SMA?
Kalau Bhumi mau jujur, mungkin jika dulu SMA Bhima mau bersikap baik dengan Flower, tentu Flower akan lebih mudah jatuh cinta pada Bhima bukan Bhumi yang kaku.
Karena sesuka-sukanya cewek pada cowok yang cool tetap akan meleleh jika Bhima sudah mengeluarkan jurusnya untuk meluluhkan hati wanita.
"Aku mencintaimu mas...." Kata Flower dengan lembut namun terdengar jelas dari ponsel Mama Bela.
Deg!
Nafas Bhumi sudah naik turun, inikah akhir dari penantiannya selama delapan tahun?
Hancur sudah hati Bhumi mendengar itu secara live dari bibir Geva dan disaksikan banyak wartawan yang pastinya di tonton oleh jutaan pasang mata di di negeri ini.
"Aku sangat-sangat mencintai kamu ibu dari anak-anakku.." Jawab Bhima membalas senyuman istrinya.
Brak!
Ponsel Mama Bela jatuh begitu saja ke tanah berumput hijau yang bersih.
"Bhumi.. itu ponsel baru Mama!" Pekik Mama Bela.
Bhumi langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke arah luar. Mungkin Bhumi butuh waktu menenangkan diri karena entah sadar atau tidak, hati kecil Bhumi masih mengharapkan sosok Flower.
Tipe-tipe lelaki seperti Bhumi ini emang susah sekali jatuh cinta ya, tapi kalau udah cinta ya bucinnya maksimal~
🍂
Mama Bela kembali ke ruang rawat inap Geva.
Geva menatap Mama Bela seakan bertanya kemana suaminya?
"Gimana keadaan kamu sayang?" Tanya Mama Bela.
"Udah mendingan ma, cuma nafasnya masih agak sesak."
"Makannya juga cuma dikit banget." Sambung Mama Rachel.
"Gimana Bel?"
__ADS_1
"Udah Chel." Jawab Mama Bela yang ternyata memang ini sudah direncanakan oleh para emak-emak.
"Kamu istirahat ya sayang.. nanti Mama Bela akan nginap disini sama Bianca, bentar lagi dia kesini setelah mengumpulkan tugas di kampus." Kata Mama Bela.
"Kak Bhumi?" Mama Bela tersenyum, dan dia sudah bisa menebak jika Geva sudah bermain perasaan pada Bhumi meskipun baru sedikit.
Mungkin Bhumi juga demikian, tapi dia belum menyadarinya.
" Bhumi ada kerjaan di kantor penting sayang.. dari tadi pagi media heboh pemberitaan soal Bhima dan Flower, dan semua orang dibuat sibuk akan hal itu dan akhirnya tidak ada yang menghandle urusan kantor."
"Berita apa Ma?" Tanya Geva.
Akhirnya Mama Bela dan Mama Rachel menceritakan masalah Bhima dan Flower pada Geva. Geva tidak percaya alasan Bhima dipaksa menikahi Flower karena pemerkosaan dan tidak menyangka juga Flower adalah anak kandung Tante Mesya.
"Ma.. boleh gak aku tanya sesuatu?"
"Apa sayang?" Tanya Mama Rachel balik.
" Siapa sih mantan kak Bhumi hingga kak Bhumi susah move on ?" Tanya Geva.
"Jangan bilang kamu sudah mulai suka sama Bhumi?" Selidik Mama Rachel dengan melotot.
"Nggak ma! " Elak Geva.
"Lalu?"
"Ya aku penasaran aja ma." Jawab Geva.
"Dia juga gadis yang baik sama seperti kamu, cantik juga.. menurut mama Bhumi itu bukan karena gak bisa move on. Tapi karena perpisahan mereka delapan tahun lalu begitu menyakitkan untuk Bhumi dan mungkin itulah yang tertanam di alam bawah sadar Bhumi."
"Siapa namanya ma? aku pengen lihat wajahnya?" Desak Geva.
BERSAMBUNG...
.
.
.
nahloh...
kasih tahu nggak ya?~
__ADS_1
oh ya.. ini satu judul novel satu kesatuan ya.. jadi supaya orang gak bingung saat baca part ini, jadi aku kasih cuplikan novel sebelah, dan begitu pula sebaliknya nanti di part-part tertentu.
OMG, tantangan banget buat dua novel yang saling berkaitan dengan waktu yang sama 😂