Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Terlalu Spesial~


__ADS_3

WARNING!!


JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.


BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...


Bhumi tidak peduli dengan perdebatan dua wanita dan satu lelaki yang selalu pura-pura bego di depan dua wanita bodoh yang mencintai lelaki yang katanya hingga tak lekang oleh waktu itu.


Bagaimana Bhumi tidak menyebut mereka bodoh,


Ayumi mencintai Deon dari SMA tapi tidak mau berusaha mendekati Deon, Ayumi lebih suka memandang Deon dari jauh, alasannya malu. Tapi saat Deon dekat wanita lain dia sangat cemburu bahkan mendiamkan Flower sampai bertahun-tahun.


Sedangkan Deon juga tidak kalah begitu bodohnya dan tidak sadar ada wanita yang mencintainya dengan sangat tulus dan justru Deon mencintai dan mengejar Renata, selalu ada untuk Renata yang jelas-jelas Renata hanya selalu memanfaatkan nya. Renata tidak pernah melihat ke arah Deon karena cinta Renata hanya untuk Bhumi meskipun Bhumi tidak peduli sedikitpun dengan Renata.


Kenapa cinta harus serumit itu sih? Kenapa kita tidak bisa mencintai orang yang juga mencintai kita? kalau seandainya semuanya bisa berjalan seperti itu mungkin tidak ada yang namanya patah hati.


Ah kurang bodoh apalagi coba mereka?


Dan Bhumi pun masa bodoh dengan semuanya... Bhumi melewati ruang tengah itu dan kembali ke kamarnya.


Bagi Bhumi tidak ada yang lebih penting dari Gevania Azkia untuk saat ini, gadis SMA yang menyusulnya hingga ke negeri matahari terbit lalu mengajaknya untuk mempraktekkan jurus Kamehame yang di skip oleh author. Bhumi masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat Geva sampai ke sini.


Sebelumnya Mon Maap ya.. karena author males dapat surat cinta dari pihak NT lagi terus di suruh revisi lagi. Belibet banget~


"Ge.. aku kompres dulu ya." Ucap Bhumi menaruh mangkuk yang berisi air es dan waslap diatas meja depan sofa.


"Apanya kak?" Tanya Geva yang sudah mengenakan kaos Bhumi yang sedikit kebesaran. Geva masih berdiri didepan almari besar setelah mengambil dan mengenakan kaos sang suami.


"Squishy kamu yang bengkak" Jawab Bhumi menarik Geva hingga Geva terduduk di atas pangkuannya karena jarak mereka sangat-sangat lah dekat.


"Kak.." pekik Geva kaget.


"Kamu sangat sexy.." Bisik Bhumi mengecup pipi Geva.


"Gak usah di kompres kak.. nanti juga membaik sendiri kok." Ucap Geva menutup dadanya yang tanpa menggunakan bra.


"Apa yang kamu rasakan saat ini? Apa masih pengen? Nanti aku akan kasih pelajaran buat Ayumi yang udah ngerjain kamu dengan kasih obat perangsang." Ucap Bhumi begitu lembut sambil mengusap pipi halus Geva.


Gadis menyebalkan dihadapannya yang selalu ia rindukan, kali ini bersikap sangat manis sekali.

__ADS_1


Geva menggeleng lalu menyembunyikan wajahnya di cengkuk leher sang suami.


"Jangan kasih pelajaran ke kak ayumi.. Aku malu.. kenapa aku semurahan tadi ya." Cicit Geva membuat Bhumi terkekeh.


"Heii kata siapa kamu murahan? aku nanti akan tetap memberi pelajaran pada Ayumi." Ucap Bhumi mengusap punggung sang istri memberikan pelukan yang sangat hangat.


"Jangan."


"Kenapa?"


"Karena aku juga mau meminumnya. aku malu mau ketemu kakak setelah dua pekan aku cuekin, terus kak Ayumi kasih obat biar aku gak malu eh.. jadinya aku benar-benar gak tahu malu. Masak aku ngajakin kakak duluan sih?" Gerutunya pelan.


"Aku sangat suka kamu mengajak duluan.. bahkan aku pun sangat suka kamu memimpin permainan dengan sangat semangat, nanti aku mau seperti tadi lagi tapi tanpa obat ya" Bisik Bhumi mengecup puncak kepala sang istri.


"Ck. sangat memalukan sekali. Aku gak mau.. aku kayak wanita malam ya? " Ucapnya pelan yang merasa sangat malu dan insecure.


"Gevania Azkia Bramantya.. aku ini suami kamu.. jadi apa yang kamu lakukan tadi tidak bisa disebut dengan murahan. karena aku sebagai suami pun sangat sangat menyukai hal itu. Dan kamu hanya boleh seperti tadi dan seperti ini hanya dengan ku."


"Benarkah kakak menyukainya?" Geva menatap wajah sang suami. Sorot mata tajam itu kini sangat meneduhkan. Bhumi mengangguk sambil tersenyum.


"Kakak... jangan senyum gitu." Ucap Geva dengan rengekan dan cemberut.


"Kenapa?" Bhumi bingung.


"Apa aku udah bisa membuat kamu jatuh cinta?" Kata Bhumi menatap Geva dengan serius dan posisi sangat intim.


Geva mengangguk lemah...


"Jawab dong Ge.." Ucap Bhumi yang ingin mendengar kata cinta dari mulut Gadis Menyebalkan ini.


"Udah ah.. jangan bahas, aku malu."


"Gevania.. aku mencintaimu sangat mencintai kamu dari dulu hingga sekarang dan nanti. Kamu gak ada cita-cita gitu membalas perasaan suami kamu yang tampan dan mapan ini? Kamu gak mau memberikan cinta kamu pada lelaki yang selalu siap menghangatkan ranjang kamu hingga kita Bermandi keringat seperti tadi? Goda Bhumi dengan wajah dibuat-buat sedih.


"Gemesin banget sih suami aku.." Ucap Geva menarik hidung mancung Bhumi sambil tertawa.


"aku mencintai kamu suami." Bisik Geva sangat pelan di telinga Bhumi.


"Beneran? kamu udah cinta sama aku?" Tanya Bhumi setengah tidak percaya.

__ADS_1


"Beneran lah... ngapain juga aku nyusul kesini kalau gak cinta." Kali ini Geva mencubit kedua pipi Bhumi sambil tertawa riang. Bhumi yang gemas dengan tingkah sang istri pun langsung menyambar Bibir ranum sang istri yang sangat-sangat menggemaskan dan membuatnya ketagihan.


Keduanya tertawa dan sangat bahagia mendengar pernyataan cinta masing-masing.


Geva yang di gelitik Bhumi itu tertawa sambil meronta-ronta dan membuat sesuatu yang dibawa itu menegang. Geva menyadari itu, dia sudah kecapean jika harus melayani suaminya lagi,


"Kak laper." Rengek Geva.


Astaga, Bhumi benar-benar lupa jika istrinya baru saja sampai setelah berjalanan udara yang mencapai 8 jam dan dia ajak main emaaa enaa terus...


Meskipun nafsunya sudah memuncak, tapi Bhumi gak mau egois.


"Kamu bobok dulu ya...aku buatin makanan bentar." Kata Bhumi antara merasa bersalah dan menahan nafsu.


"Aku gendong.. tapi sampai kamar mandi.. aku pengen bersihkan diri, gerah banget." Pinta Geva.


"Sayang.. ini udah malem." Ucap Bhumi.


"Ciiee panggilnya sayang ciie.. nggak bee ?" Goda Geva pada sang suami.


"Apaan sih Ge." Ucap Bhumi yang justru menjadi salah tingkah.


"Ciiee sayang salting ciee... suamiku yang kaku dan datar kayak besi karatan bisa salting juga toh?" Geva justru semakin melancarkan aksinya untuk menggoda sang suami. Kapan lagi dia melihat wajah sang suami begitu menggemaskan.


"Gevania stop! Memang sekali Menyebalkan juga akan tetap Menyebalkan! " Ucap Bhumi yang super malu saat ini.


"sayang... gendong.." Rengek Geva dengan manja dan tentunya masih dengan nada mengejek Bhumi. Geva merentangkan kedua tangannya berharap Bhumi menerima uluran tangannya lalu menggendongnya.


meskipun malas karena terus digoda sang istri, Bhumi akhirnya menggendong sang istri yang ingin mandi.


"Kenapa gak panggil Bee?" Tanya Geva menatap Bhumi lekat.


"Karena aku pernah memanggil seseorang dengan itu, dan kamu terlalu spesial untuk diberikan panggilan yang sama." Ucap Bhumi.


"Makasih sayangku!" Kata Geva mengecup pipi Bhumi.


"Kita mandi bersama dulu.. setelah itu baru makan bersama." Kata Bhumi.


"APA?" Pekik Geva.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


__ADS_2