
"4 Kissmark harus dibayar dengan 4 Kissmark!"
"Ini di mobil kak.. ada kak Keen dan Bang Sat.. gimana kalau kita check in hotel aja?" Geva mengedip-ngedipkan matanya.
"Gevaniaaa jangan menggagalkan perjalanan bisnis Bhumi.." Peringatan Keenan yang tahu jika iman adiknya tidak akan kuat.
"Di mobil aja. Kalian pakai kaca mata kuda!" Ucap Bhumi.
"A.." Bhumi langsung membekap bibir Geva menggunakan bibirnya. Bhumi juga menahan tengkuk Geva supaya Geva tidak bisa lolos.
Keenan dan Satria yang didepan pura-pura buta ke belakang dan pura-pura tuli. Hingga akhirnya Geva menikmati juga ciuman Bhumi dan Bhumi turun ke leher jenjang Geva.
"Aaahh.. empp." Geva benar-benar tidak bisa menahan desahannya lagi padahal tangannya sudah mencengkram kemeja Bhumi dengan erat.
"Bangsaaddt;"
"Anjiiim!"
"Daanncoook!"
"Bangkeee..."!
Umpat Keenan dan Satria bersahut-sahutan.
Geva memukul-mukul dada Bhumi karena malu mendengar umpatan-umpatan yang Keenan dan Satria layangkan ke dua sejoli dibelakang mereka.
"Kakak ih malu-maluin!" Ucap Geva menyembunyikan wajahnya di leher Bhumi dengan tangan yang melingkar di leher kokoh Bhumi.
"Malu-maluin gak mau turun." Sambung Satria.
"Bang Satttt jangan ledekin aku terus.. aku malu.. nanti aku ngambek loh." Ucap Geva.
"Sejak kapan ngambek itu ngomong-ngomong Ge?" Tanya Keenan.
"Kalian bisa diam tidak!" Ucap Bhumi yang kesal.
"Kak.."
"Pakai airpods kalian! dan jangan nengok ke belakang! awas aja jika kalian nengok kebelakang maka aku gak akan pergi ke Jepang!" Ucap Bhumi.
"Banggsad Lo Sat!" Umpat Keenan pada Satria yang sebenarnya ditujukan pada Bhumi.
"Bangkeee Lo Kee.." Balas Satria tidak kalah kesalnya dengan dua makhluk di belakang itu. Keduanya pun menurut dengan menggunakan airpods, dari pada harus mendengar suara-suara laknat Geva dan membayangkan yang iya.. iya...
Kalau Keenan membayangkan Alona yang sedang menari tanpa sehelai benang pun kan gak masalah, lah kalau yang dibayangkan Bianca kan gawat!
Keenan mengetok- ngetok kepalanya sendiri demi menghilangkan bayangan Bianca yang hanya memakai bikini beberapa hari lalu yang tidak sengaja Keenan lihat.
__ADS_1
Begitu juga Satria, si jomblo itu begitu mengenaskan karena.pasti tidak memiliki objek untuk dibayangkan.
"Kakak mau apa?" Tanya Geva.
"Lanjutkan yang tadi." Ucap Bhumi datar.
"Kak emmpptt..," Bhumi langsung meraih sebuah gunung yang terpampang di depannya dan hanya ditutup oleh Bra juga tangtop.
"Aku gak suka kamu berpakaian seperti ini hingga lekuk tubuhmu terlihat jelas Ge." Kata Bhumi.
"Ma.. maaf kak ah..." Kata Geva lagi.
Geva dan Bhumi kembali melanjutkan ciumannya yang tertunda tadi saling menikmati kebersamaan di saat-saat terakhir.
Hingga mereka telah sampai ke Bandara Soekarno Hatta.
🍁
Perpisahan...
Satu kata yang sangat menakutkan bagi sebagian orang karena ada jarak dan waktu yang akan memisahkan dan diantara perpisahan itulah segalanya akan diuji.
Mulai dari Ketegaran hati, kepercayaan, emosi, kerinduan, kesabaran hingga cinta.
Kadang kita belum bisa menghargai apa yang sudah kita miliki sebelum merasa kehilangan. Ya itulah manusia.
Sama halnya dengan Geva saat ini, tangisnya sudah pecah dalam pelukan Bhumi yang akan check in dan terbang ke Jepang dalam waktu paling lama satu bulan.
yang Geva rasakan saat ini.
"Kakak janji harus terus kabari aku!" Ucap Geva kesekian kalinya hingga membuat Bhumi hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
"Kakak jangan senyum-senyum gitu! aku gak suka!"
"Kenapa?"
"Lesung pipi kakak kelihatan dan itu membuat para wanita meleleh." Jawab Geva. Oh beginilah rasanya menjalin hubungan dengan anak di bawah umur?
"Kamu juga janji jangan dekat-dekat Fabian, Theo atau lelaki lain. Ini adalah waktu kamu untuk fokus pada sekolah.." Kata Bhumi mencium kening Geva.
"Kakak juga gak boleh cipika cipiki sama cewek lain!" Kata Geva.
"Kamu juga tidak boleh chattingan dengan cowok lain!" Ucap Bhumi.
"Kakak tiap malam harus video call aku! aku gak mau kakak sampai tidur dengan wanita lain." Kata Geva melirik ke arah Keenan. Yang di lirik membuang muka sambil bersiul-siul gak jelas.
"Howweekkk... " Kata Satria jengah Keenan hanya terkekeh melihat drama romansa aneh bin ajaib itu.
__ADS_1
"Katanya belum cinta?" Tanya Keenan.
"Iya belum cinta? gimana kalau udah cinta?" Sahut Satria hingga Keenan dan Satria bisa puas menertawakan Bhumi sedangkan Bhumi hanya cuek-cuek saja.
Satria seperti hidup di dunia berbeda, Bhumi yang biasanya bukan seperti itu. Bhumi yang begitu dingin, kaku kenapa mendadak bucin gak jelas gini?
Entah kerasukan jin jenis apa itu si Bhumi. Perubahannya terlalu cepat.
Drama itu cukup panjang dan memalukan karena menarik perhatian beberapa orang di bandara karena tangis Gevania disaat Bhumi dan Bang Sat masuk ke Bandara untuk check-in hingga punggung Bhumi menghilang dari penglihatan nya.
Perasaannya seperti tidak karuan, padahal dari kemarin-kemarin dia tidak mau didekati oleh Bhumi karena apa yang sudah terjadi diantara mereka. Tapi kini, kenapa semua terasa begitu menyesakkan dada? Apakah Geva sudah mulai mencintai Bhumi?
Air mata Geva masih terus mengalir deras hingga masuk mobilnya Keenan. Banyak orang memandang Keenan dengan tatapan menyelidik seolah-olah Keenan telah menyakiti Geva. Keenan hanya bisa mendengus kesal.
Untung Keenan sudah cukup berpengalaman dalam mengurus anak labil satu ini. karena sikapnya Geva gak jauh beda dengan Bianca. Tapi tetap sepolos-polosnya Geva masih polosan Bianca makanya Bianca sampai di begoin si Reno percaya-percaya saja.
"Gev.. udah dong diem.. "Ucap Keenan.
"Pengennya diem bang.. tapi ini air mata netes terus.. terus aku gimana dong?" Tanya Geva.
"Kok elu jadi panggil gue bang sih.. kan biasanya kakak?"
"Lebih menarik... Bang Kee, alias bang Keenan." Ucap Geva menghapus air matanya.
"Siyalan elu!" Ucap Keenan yang males berdebat.
"Anterin ke mana nih?" Tanya Keenan menghidupkan mobilnya.
"Ke kediaman Wijaya bang.. " Jawab Gevairih sambil menghapus air matanya.
Berbeda dengan Bhumi, meskipun hatinya sedih jauh dengan Geva setelah keduanya berkomitmen untuk sama-sama mau membuka hati, namun Bhumi cukup bahagia bisa sedikit meluluhkan hati seorang Gevania.
Bhumi tidak meninggalkan Geva sendirian, Dia sudah menyuruh orang untuk menjaga Geva dari jauh tentu tanpa sepengetahuan Gevania.
Bhumi juga sudah berbicara soal Geva kepada Papa Arsa, dan menitipkan Geva ke mertuanya itu.
Satu bulan,
Itulah janji Bhumi pada Geva..
Bhumi hanya bisa berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan semuanya sebelum sebulan, dan dia sangat berharap di hari ulang tahun Geva nanti yang ke 18, Bhumi bisa kembali ke tanah air.
Semoga saja....
BERSAMBUNG....
Bagaimana kisah cinta jarak jauh antara Bhumi dan Geva?
__ADS_1
hayo tebakkk...
Like dulu dong.. jangan baca doang..