Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
absurdnya kue apem~


__ADS_3

Bhumi merapatkan kembali tubuhnya pada tubuh sang istri. Belum juga Bhumi melancarkan aksinya yang terus tertunda karena obrolan unfaedah Geva tadi,


"Kakak.. itu apa? keras banget? gede banget?"


Pekik Geva merasakan sesuatu yang mengeras tepat di pahanya.


Mata Geva melotot dan pikirannya melayang kemana-mana, apa sebesar itu? kan gak mungkin. Orang dia lihat punyanya anak panti yang usia 5 tahunan aja tidak se besar itu.


Mood Bhumi benar-benar di uji menghadapi gadis menyebalkan sekaligus menggemaskan di depan matanya ini.


"Itu yang akan membuat kamu berteriak keenakan dan ketagihan."


"A.. apa itu....?" Belum juga Geva menyelesaikan pertanyannya, Bhumi sudah menjawab.


" ini? tongkat baseball!" Jawab Bhumi malas.


"Ha? Kenapa tongkat baseball bisa ada disitu?" Geva seperti gadis yang benar-benar bego. entahlah polos sama ogeb emang beda tipis.


"Jangan banyak omong atau aku polosin kamu sekarang juga." Tegas Bhumi membuat Geva langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Bhumi tersenyum penuh kemenangan dalam hati, padahal ujung-ujungnya nanti dia juga benar-benar mem-polosi Geva. Duh Bhum seneng banget sih goda si Eneng.


Perlahan, Bhumi menarik kedua tangan Geva hingga ke atas kepala Geva. Bhumi benar-benar memuja wajah cantik yang memerah karena malu-malu tersebut. Sorot mata Bhumi pada Geva adalah sorot mata penuh damba pada wajah cantik yang berbau blesteran dikit itu.


Geva yang diperlakukan sedemikian, semakin gugup dan bingung. Pikirannya melayang kemana-mana. Aiiih... iya ponsel, bagaimana jika ada yang menghubungi Bhumi dan itu penting. Otak Geva mendadak mikir yang macem-macem.


Pikiran Geva menjadi tidak tenang, Fokus Geva teralihkan.


"Kak ponselku sama ponselmu di..." Bhumi langsung melahap sesuatu yang bisa membuat telinganya merasa bising, dia tidak memberikan Geva kesempatan ngobrol lagi karena ujung-ujungnya adalah obrolan unfaedah yang bisa menggagalkan rencananya untuk tembak dalam.


"Emmmppstt.."


Sebuh lenguhan lolos kala Bhumi memberikannya tanda kepemilikan di leher jenjang nan putih mulus dengan tangan yang sudah menyusuri kemanapun yang ingin dia susuri.


Dress mini yang di pakai oleh Geva sungguh sangat memudahkan untuk Bhumi menanggalkannya apalagi terdapat sebuah pintu di depannya. Oh sungguh keberuntungan untuk seorang Bhumi Bramantya. Dewi Fortuna sedang berpihak padanya.


sssrrrtttttttt~


Pintu depan yang berupa Resleting panjang itu sudah turun kebawah dan Seorang Gevania si gadis absurd bin nyeleneh serta menyebalkan itu memilih menutup matanya karena dia sudah sangat malu jika Bhumi melihat seluruh perabotan yang indah dan menggoda di balik pintu tersebut.


Perabotan yang paling menggemaskan berupa dua buah squishy yang besar berwarna merah muda namun masih tertutup oleh kain berenda.


squishy itu seolah meledek-ledek Bhumi seperti durian Montong yang minta langsung di lahap.


"semua ini kamu benar-benar indah Ge.. kamu cantik dan aku suka." Puji Bhumi membuat Geva merona dalam diam.


Bhumi sudah berjanji pada dirinya untuk tidak kaku dan datar lagi jika Geva sudah bersedia membuka pintunya lebar-lebar.


Sebenarnya janjinya itu udah lama semenjak kandasnya hubungan dia dengan Flower. Dulu dia terlalu kaku dan cuek dengan Flower, hanya saat bermain sesuatu yang berkeringat saja dia bersikap manis. Mungkin karena itulah, Flower tega meninggalkannya dan menyakitinya. Begitulah pikir Bhumi dulu.


So, ketika sudah memiliki pendamping hidup dan impiannya adalah tetap Flower, Bhumi berjanji akan berubah jika Flower jadi istrinya.


Tapi takdir berkata lain, bukanlah Flower yang berada disamping Bhumi. Melainkan gadis kecil tapi menggemaskan dan bawel juga menyebalkan itulah yang mendampingi Bhumi. Gadis absurd bernama Gevania.


Saat tidak sengaja mendengar obrolan Geva dengan Mama Rachel tadi, membuat Bhumi berpikir dan itu menjadi tamparan yang cukup keras untuk Bhumi sendiri sebagai seorang lelaki yang berstatus sebagai suami.


Lelaki macam apa yang tidak bisa adil, dan Bhumi untuk memperbaiki segalanya dan memulainya kembali dari awal. Bhumi sudah putuskan untuk belajar melupakan Flower meskipun akan sangat sulit. Oleh sebab itu, Bhumi ingin segera membuat Geva menjadi istrinya yang seutuhnya dengan begitu, perlahan Geva akan membantunya melupakan Flower dan dia memiliki hak penuh pada Geva supaya tidak dekat-dekat lagi dengan yang namanya Theo, Fabian ataupun lelaki manapun.


Bhumi terus mendamba segala yang ada dibalik pintu tadi dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Sang pemilik pintu sudah benar-benar pasrah. Bhumi dengan mudahnya melepaskan penutup squishy.. mungkin sudah berpengalaman delapan tahun lalu bersama dengan Flower. Eh.


"kakkk..." panggil Geva lirih, Bhumi sudah membuang penutup squishy tersebut ke sembarang arah.


Pemandangan indah yang hanya bisa Bhumi lihat kemarin pagi saat mencuri-curi kesempatan ketika Geva terlelap kini di depan matanya. Bhumi seperti orang buta yang baru melihat indahnya dunia.


Penuh kekaguman yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata lagi.


"Kakkk.." Panggil Geva lagi.

__ADS_1


Bhumi tidak menjawab panggilan Geva yang sepertinya akan protes,


Geva auto menutup squishy itu dengan kedua telapak tangannya karena malu. Wajah Geva benar-benar sudah seperti kepiting rebus di atas piring dengan bumbu saus Padang yang siap untuk dilahap.


"Pepaya Bangkok yang sangat menggemaskan Ge.. aku suka Ge.. ini benar-benar melebihi ekspektasi ku..." Bisik Bhumi sambil menggigit daun telinga Geva. Geva mengumpulkan kewarasannya dan menarik nafasnya dalam-dalam karena suara Bhumi terdengar sangatlah seksi.


"Kakak sering ya buka pembungkus pepaya Bangkok ?" Tanya Geva.


Tidak menjawab lagi, karena akan jadi pembahasan yang lama dan bisa dipastikan jurus Son Goku bernama Kamehame akan gagal jika Geva mendengar kenyataan yang sebenarnya.


Bhumi menyingkirkan tangan Geva dan langsung melahap salah satu ujung pepaya Bangkok yang memiliki kualitas super tersebut. Bhumi benar-benar bisa memanjakan sang istri.


"Aaahhhhhhh...." Pekik Geva kala Bhumi menggigit pepaya Bangkok dengan lahapnya. Pepaya yang penuh vitamin itu tidak akan membuat Bhumi puas Meskipun berlama-lama menikmatinya. Bhumi benar-benar tidak ingin kehilangan kesempatan sedetik pun dengan pepaya yang sudah membuatnya menggila dari kemarin.


Geva terlihat sangat kaku dan tegang. Dan Bhumi tidak cukup peka akan hal itu. Karena tujuannya satu, tembak dalam.


"Kali ini gak boleh gagal." Batin Bhumi.


Kreeekkkk!


Plastik pembungkus kue apem yang cantik itu telah Bhumi sobek dan Bhumi lembar ke sembarang arah. Geva hanya bisa menganga sambil menutup mulutnya sendiri.


Pasrah udah pasrah... melawan juga sudah tidak ada gunanya. Lagi pula kan memang ini keinginannya, Sebuah pengalaman luar puasa.


Semua pintu sudah dibuka lebar-lebar untuk Bhumi. Tidak ada pengganggu lagi yang menghalangi mata Bhumi untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan yang bersungguh nya.


Mata Geva terpejam dengan sangat rapat serapat dia berusaha menutup kue apem yang terlanjur basah.


Bhumi terkekeh melihat ekspresi sang istri yang sangat menggemaskan sekaligus menggoda iman.


Bhumi pun tidak mau kalah, dia segera ngeluarin tongkat baseball yang dia simpan untuk menikmati kue apem basah tersebut. Tongkat baseball yang kokoh itu pun tidak tahu malunya karena dia mampu berdiri sendiri.


"Gevania... buka mata dan kaki kamu." Bisik Bhumi. Geva hanya menggeleng dengan mata masih terpejam.


"Kenapa?"


"Aku malu kak." Cicit Geva yang sungguh menggemaskan.


"Kamu harus melihat dan nanti juga terbiasa karena kita akan melakukannya setiap pagi, siang dan malam." Bisik Bhumi.


"Apa? Emang harus begitu ya?" Pekik Geva membuka matanya dan langsung melotot.


Tongkat Baseball yang Bhumi katakan tadi benar-benar seperti tongkat baseball, panjang dan besar. Geva menelan salivanya dengan sangat kasar.


"Aaakkk.. mata aku tercemar!" Teriak Gevania sambil mengelus-elus dadanya membuang pandangannya ke segala arah karena ini adalah kali pertama Geva melihat tongkat baseball sebesar itu.


"Gevania... asal kamu tahu ya.. banyak wanita yang menginginkan tongkat baseball ini. Emang kamu gak pengen tau dan penasaran gimana rasanya?" Goda Bhumi.


"Aku pengen lah." jawab Geva spontan dan langsung menutup mulutnya. Bhumi tertawa sangat keras mendengar kejujuran sang istri.


"Kita mulai ya.." Ucap Bhumi yang sebenarnya juga gugup dan bingung harus melakukan apa dulu karena Geva yang super berisik mengganggu konsentrasinya.


"Tenang Bhum... Gohan si tongkat baseball akan menemukan tempat favoritnya." Batin Bhumi.


Bhumi hanya mengandalkan nalurinya sebagai lelaki supaya Geva bisa menikmati kesan pertama ini dan menjadikannya kenangan indah.


Bhumi mengarahkan wajahnya tepat kue apem basah itu, sontak membuat Geva terkejut


"Kak... aaahhhhh...." Pekik Geva yang sudah terlambat karena Bhumi sudah mendaratkan didalam sana dengan sempurna tanpa perlu navigasi.


Geva semakin menggila, dia tidak sanggup lagi untuk protes karena hendak protes pun yang keluar justru kata-kata maut yang membuat Bhumi semakin bersemangat menikmati kue apem basah sebelum diberikan pada si Tongkat Baseball bernama Son Gohan.


"kak.. aku pengen pipisss." Kata Geva resah.


"Keluarkan saja Ge.."


"Tapi aku mau ke kamar man.."


"Keluarkan saja atau aku paksa?." Ancam Bhumi yang tahu bahwa Geva ingin ke kamar mandi. Dan apa-apan pasti nanti ujungnya gagal.

__ADS_1


"Aku malu..." Cicit Geva.


Bhumi hanya geleng-geleng dengan tingkat absurd gadis menyebalkan dibawah Kungkungan nya ini.


"Ge.. ini akan sedikit sakit untuk pertama... are you ready baby."


"kata guru Biologi dan teman-teman aku enak kok." Protes Geva. Bhumi tidak menjawab lagi.


Bhumi memberikan jarak antara kedua paha yang menutupi kue apem basah dan akhirnya kue apem basah itu tampil eksis karena dirawat dan dijaga dengan baik oleh pemiliknya.


Bhumi kembali melahap pepaya Bangkok untuk mengalihkan sang pemilik rumah yang bersedia membuka pintunya lebar-lebar. Sang pemilik rumah terasa melayang-layang apalagi jari-jari Bhumi bermain di kue apem basah itu. dan...


"Aaaaaakkkkkk... sakit...." Teriak Geva memukul-mukul lengan Bhumi karena terkejut.


"Aku gak mau kak.. sakit banget.." Geva mendorong tubuh Bhumi hingga membuat Bhumi mendesah kesal padahal sebentar lagi masuk loh.


"Ge.. sakitnya sebentar saja."


"Tapi sakit banget kak... sangat sakit.." Mata Geva memang sudah berkaca-kaca padahal tadi baru ujung doang yang sedang salam.


"Ge.. aku mohon..." Ucap Bhumi frustasi dan sangat kacau. Bhumi sampai menjambak rambutnya sendiri. Geva tersadar, apa yang dilakukannya salah. Tongkat Baseball yang sudah bertemu dengan kue apem itu harusnya kolaborasi untuk menenangkan pertandingan


"Ma.. maaf kak." Cicit Geva.


"Kalau kamu memang tidak mau, jangan memberikan aku harapan palsu!" Bhumi sudah sedikit emosi dan hendak beranjak karena kata maaf Geva, Bhumi anggap sebagai menolakan secara halus.


"Siapa yang nyuruh kakak pergi?" Tanya Geva.


"Maaf aku tadi kaget... kita lanjutkan kak main kolaborasi nya." Lanjut Geva. Bhumi tersenyum.


"Kamu boleh gigit atau Jambak atau cakar atau apapun itu untuk meluapkan rasa sakitmu." Bisik Bhumi. Geva hanya mengangguk menyiapkan fisik, mental dan hatinya.


"Elu jalankan kewajiban elu.. tapi jangan pakai hati Ge.. jangan....atau nanti elu yang paling tersakiti sendiri saat Bhumi tidak bisa memenuhi janjinya." batin Gevania.


Bhumi mengarahkan Gohan dengan perlahan menuju kue apem yang di damba dari tadi. Kue apem yang dikhususkan dan hanya boleh di nikmati oleh Gohan untuk belajar jurus Kamehame yang jitu seperti yang dilakukan oleh Son Goku untuk memberantas segala musuhnya.


Dan dengan jurus Kamehame ini, Geva akan terikat padanya dan menurut Bhumi setelah ini Geva akan bucin padanya. Katanya buat bucin wanita kan gampang, ajak dia main panas-panas di atas ranjang. Dengan begitu maka Geva dengan sendirinya akan menjauh pada Fabian atau Theo.


"Kak.. sakit..." lirih Geva dibarengi oleh air mata yang sudah mengalir.


"bentar lagi Ge... sumpah lubang apem nya sempit banget padahal udah basah.. Gohan kesusahan masuk. " jawab Bhumi.


Jlebbb~


Gohan masuk dengan sempurna membuat Geva menegang hebat dan menahan sakit yang luar biasa yang baru pertama kali dia rasakan..


Gohan diam dulu dan beradaptasi di dalam kue apem yang memiliki lubang istimewa itu untuk pertama kalinya.


Bhumi kembali memanjakan Geva dengan sebuah sentuhan hangat hingga Geva sedikit melupakan rasa sakitnya. Setelah Geva sedikit tenang. Bhumi mulai menjalankan misinya.


darah segar sudah keluar dari sana. Itu artinya, Geva sudah menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.


Bhumi tersenyum penuh kemenangan, jadi begini rasanya~


BERSAMBUNG...


AIHH PAGI-PAGI SARAPANNYA 🤧


HARUSNYA INI UPDATENYA SEMALAM.. TAPI JARAKNYA TERLALU DEKAT DENGAN EPISODE SEBELUMNYA DAN ITU NANTI AKAN MENGURANGI JUMLAH LIKE DAN KOMENTAR DI EPISODE SEBELUMNYA, KARENA BEGITULAH ALGORITMANYA.


SO PLEASE BUAT PARA READER JANGAN CUMA MENGHARAP AUTHOR UPDATE CEPET. TAPI BERIKAN KONTRIBUSI KALIAN JUGA DENGAN MINIMAL TINGGALKAN LIKE DISETIAP EPISODENYA SETELAH BACA UNTUK MEMBERIKAN APRESIASI PADA AUTHOR. INI BERLAKU UNTUK SETIAP NOVEL YANG KALIAN BACA YA...


SETIDAKNYA DENGAN LIKE KALIAN, AUTHOR BISA SEDIKIT MENAIKKAN POPULARITASNYA.


SEMOGA YANG GAK PELIK KASIH LIKE REJEKINYA LANCAR 😍


TERIMA KASIH~


EPISODE SELANJUTNYA NUNGGU LIKENYA BANYAKAN YA... HEHEHE

__ADS_1


__ADS_2