Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Terimakasih Kecebong-kecebongnya~


__ADS_3

AYO DONG VOTE...


BIAR AUTHOR SEMANGAT NULISNYA.. BIAR OH MY KEEN JUGA CEPAT LAUNCHING.


HAPPY READING YA 🍁


Bhumi mengecup kening Geva dengan lembut setelah pergulatan panjang nan panas dengan Geva yang memimpin pergulatan itu.


Memang benar, tidak ada manusia absurd melebihi absurdnya sang istri. Jika di adakan lomba gadis ter-absurd tingkat kabupaten, pasti Geva juara satu no debat.


Bagaimana bisa, saat memimpin pergulatan dan Bhumi hampir mencapai puncak nirwana tiba-tiba Geva menghentikan pergerakannya dan bilang,


"Kak.. pause dulu ya.. aku laper banget.. perut aku keroncong." Keluh Geva hendak mengeluarkan Gohan yang ada dibawahnya dan bersemayam sempurna di gua terindah.


Tentu Bhumi tidak terima dong,


Enak aja, dia yang mulai kok dia juga yang menghentikan secara tiba-tiba, padahal Bhumi sudah membuat planning setelah 30 menit tidur mereka mandi dan sarapan, baru deh melakukan ritual ngadon mengadon. Tapi istri absurdnya itu selalu tidak sabaran.


Kan dokter sudah bilang, jika ingin adonannya segera jadi jangan melakukannya terlalu sering hingga kecapean, berikan jeda biar para kecebong itu tidak pingsan sebelum bertemu dengan sel telur. Sehingga Bhumi ingin mempersiapkan pergulatan dengan sempurna biar langsung jadi.


Rencana Bhumi hanya tinggal rencana, apalagi imannya yang sangat lemah melihat bagaimana indahnya ciptaan Tuhan didepan matanya tanpa sehelai benang pun.


Bhumi masih ingin berlanjut hingga tuntas.


Bhumi menahan pinggang polos sang istri dengan sekuat tenaganya,


"Selesaikan apa yang sudah kamu mulai, baru mengerjakan yang lainnya." Kata Bhumi yang sudah kesal tingkat ubun-ubun.


"Tapi aku laper banget, perut aku keroncongan." Rengek Geva.


"Aku gak mau tahu!"


"Idih, suami kok tega bener sama istri... dosa loh.. ini namanya penyiksaan sama istri yang kelaparan!" keluhnya.


"Dan kamu namanya penyiksaan pada suami yang sudah kamu perkosa tapi tidak kamu tuntaskan!" Tegas Bhumi, selalu saja begini.. momen yang harusnya romantis pasti diiringi dengan obrolan unfaedah yang berkepanjangan, apa perlu Bhumi siapkan lakban untuk membungkam bibir Geva biar gak banyak protes?


"Nanti aku selesaikan.. tapi setelah sarapan.. mau pesan makanan dulu." Kata Geva cemberut.


"Selesaikan! aku telfon resepsionis sekarang."


"Masa' kamu telfon resepsionis sambil mendesah? kan gak lucu!"


"Cepat lakukan tugasmu atau kita sarapan jam 1 siang!" Ancam Bhumi meraih ganggang telfon yang ada di nakas tidak jauh dari tempatnya berbaring.


"Ck. bilangnya di perkosa, padahal sangat menikmati... namanya perkosa itu harusnya teriak-teriak dan melawan.. ini pasrah aja mendesah terus lagi." Gerutu Geva.


Bhumi memejamkan matanya merasakan pergerakan Geva yang hendak menyelesaikan tugasnya,


"joh-eun achim.."

__ADS_1


"ganeunghan han ppalli achim-eul baedalhasibsio.


sam yetang du gae, gomtang, hong saeng-gang."


[Mon maap jika salah, author bukan lulusan sastra Korea... itu nyomot di Mbah Gugel, biar keren gitu lah. Udah jangan di protes ya! anggap aja bener biar nyenengin author, siapa tahu authornya khilaf up lagi.]


Bhumi menutup telfonnya begitu saja setelah ngobrol menggunakan bahasa Korea. Geva melongo melihat betapa kerennya sang suami hingga perasaan cinta semakin mengguncang dadanya.


"Kenapa berhenti? Jika belum sampai puncak, belum boleh sarapan!" Kata Bhumi bersikap otoriter, memang harus seperti itu kan?


"Suami aku keren banget... udah bener-bener kayak oppa oppa Korea.. ugghh makin cinta.. udah mirip banget dengan Lee Min Ho!" Kata Geva mengacungkan dua jempolnya pada Bhumi.


"Jangan banyak omong! selesai kan tugas kamu sekarang juga!"


"Emang pesan makanan apa tadi?"


"Sup ayam dan sup tulang! cepat selesaikan biar kita segera sarapan!"


"Okidoki!" Jawab Geva girang karena katanya restoran ini terkenal dengan olahan Sup nya yang menggugah selera apalagi ada jaminan halal nya.


Bhumi memejamkan matanya.


"Faster baby!" Rancau Bhumi menikmati betapa agresifnya sang istri.


"Faster baby.. oh.. amazing!"


Geva tersenyum bahagia ketika suaminya menikmati permainannya.


"Tunggu sebentar! kita sama-sama!" Kata Bhumi.


"Gevaaaaa!"


"Bhumiiii!"


Rancau keduanya bersamaan saat mencapai puncak kenikmatan yang biasa orang sebut dengan surga dunia.


Geva langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sang suami. Bhumi tersenyum dan mengecup kening Geva dengan lembut.


"Terima kasih.. " Kata Bhumi.


"Makasih juga kecebong-kecebongnya, semoga ada dua yang bertahan dan tidak pingsan sebelum sampai ke tempatnya." Lirih Geva membuat Bhumi terkekeh.


"Cepat tumbuh disini ya.." Ucap Bhumi mengusap perut Geva yang rata.


"Daddy janji akan jaga kalian dengan baik.." Lanjut Bhumi mendadak sendu mengingat kejadian beberapa waktu lalu yang mengakibatkan istrinya keguguran.


"Iya Daddy.. tunggu kita ya di perut mommy." Sahut Geva.


Terdengar ketukan pintu dari luar, Bhumi dengan lembut melepaskan pelukannya pada sang istri karena tidak mungkin ia menyuruh sang istri membuka pintu..

__ADS_1


Dan benar, makanan untuk sarapan sepasang manusia yang mabuk cinta itu telah datang. Bhumi meminta Geva mandi dulu biar segar kan tadi habis main panas-panasan. Tapi Geva menolak karena sebelum pergulatan panas tadi dia sudah mandi.


"Hemat air kak.. kasihan hotelnya harus banyak tagihan air banyak-banyak kalau aku pagi-pagi udah mandi dua kali." Begitulah alasan Geva yang menyantap Sam yetang atau sup ayam yang diberi Ginseng.


Bhumi lagi-lagi harus mengalah sama sang istri yang kelaparan dan kelelahan.


" Yaudah, aku mandi dulu... gerah."


"Di luar padahal dingin loh...kok gerah sih.. hayo habis apa? hayo ngaku hayo!" Goda Geva terkekeh yang hanya memakai bathrobes.


"Habis diperkosa istri!" Jawab Bhumi langsung menutup pintu kamar mandi.


Geva tertawa terbahak-bahak karena merasa berhasil memperkosa sang suami hingga sang suami pun menikmati permainannya.


🍁


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore di Korea,


Geva dan Bhumi berjalan dengan tangan yang bergandengan satu sama lain menikmati indahnya musim gugur sebelum musim dingin tiba. Ketika musim gugur, udara saat sore hingga pagi akan terasa sangat dingin. Sedangkan saat siang hari terasa sangat panas.


Hingga kaki mereka tiba di daerah Asan Gingko Tree Road yang merupakan landmark dari semua pemandangan musim gugur di Korea.


Jalan setapak yang dipenuhi daun-daun berguguran yang berwarna kuning keemasan membuat suasana semakin romantis. Kata Geva seperti di drakor-drakor yang sering Naomi tonton.


"Bagus banget ya ." Puji Geva menatap langit yang ditutupi dedaunan seperti kanopi. Iya, kanopi alami sepanjang jalan.


"Hemm." Jawab Bhumi.


"Kakak lebih suka mana? Jepang atau Korea?" Tanya Geva menatap sang suami yang merengkuh pundaknya dengan kaki yang terus melangkah.


"Dimana pun, asal sama kamu... tidur berdua sama kamu.. aku akan suka." Jawab Bhumi dengan pandangan lurus ke depan.


"Ck. udah jadi kang gombal ya sekarang." Ucap Geva. Bhumi menghentikan langkahnya lalu memegang kedua pundak sang istri.


"Aku gak gombal, aku gak peduli berada di negara manapun, asal bersama kamu maka aku akan senang dan tenang." Ucap Bhumi menatap mata Geva.


Geva tersenyum,


"Aku mencintaimu kak." Ucap Geva memberanikan diri menjinjit lalu mengecup bibir Bhumi.


Bhumi langsung menarik tengkuk Geva dan menahannya hingga membuat kecupan itu menjadi sebuah ciuman dan lummaatan sebagai ungkapan cinta mereka.


Geva mencoba melepaskan diri dari sang suami karena sadar mereka sedang ditempat umum.


Tapi Bhumi tidak melepaskan sang istri, ini Korea bukan Indonesia kan?


Hingga tiada pilihan lain untuk Geva selain menikmati ciuman sang suami. Ciuman penuh cinta dibawah daun-daun yang berguguran karena terpaan angin yang berhembus.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Kasih Vote lah ya.. please 🙏


Like dan komentar juga lah yaw 🙏 Makasih banyak.


__ADS_2