
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Geva masih mondar mandir menunggu suaminya datang. Bukan cemas karena apa-apa, hanya saja Geva sudah sangat lapar sedangkan dia harus menunggu suaminya untuk makan malam bersama. Karena Bhumi tidak akan mau makan malam jika tidak Geva temani. Ah manja sekali itu si besi karatan.
Geva cemberut sambil menumpuk tangannya di meja makan lalu menyandarkan kepalanya ke tangan. Sudah puluhan pesan Geva kirim ke Bhumi, tapi belum ada jawaban satupun.
Bhumi entah kemana jam segini belum juga balik. Ah rasanya Geva ingin makan duluan.. tapi gak tega.. pasti nanti Bhumi gak makan kalau Geva gak ikut makan juga. Hingga akhirnya Geva terlelap di ruang makan~
Pukul 10 malam,
Bhumi baru saja tiba di apartemennya, dia membuka pintu apartemennya dengan hati-hati.
Sepi. Satu kata yang menggambarkan suasana apartemen mewah tersebut. Bhumi segera melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang tengah apartemen. Kenapa se-sepi ini? Apa Geva gak ada di apartemen? Apa Geva kembali ke hobby lamanya yaitu nonton balapan liar?
Langkah Bhumi terhenti kita sorot mata tajamnya itu menatap wanita cantik yang menunggunya hingga ketiduran di meja makan. Pemandangan yang benar-benar membuat hati Bhumi bahagia. Rasa lelah seharian karena numpuknya pekerjaan itu pun hilang seketika berganti senyum yang terukir di wajah tampannya.
Bhumi mengecup rambut Geva dengan lembut.
"Sayang..." Panggil Bhumi berbisik di telinga Geva sambil mengusap lengan Geva.
"Sayang bangun.." Panggil Bhumi lagi. Sang pemilik tubuh itupun menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Kak.." Geva segera bangun dan mengucek matanya. Ah kenapa dia bisa tertidur disini, perutnya mendadak terasa bergejolak karena kosong, untung tidak menimbulkan bunyi yang memalukan.
"Kenapa tidur disini?" Tanya Bhumi basa basi. Mendengar pertanyaan sang suami, Geva auto melotot. Bisa-bisanya suaminya itu bertanya kenapa tidur disini? kan itu pertanyaan bodoh yang tidak perlu membutuhkan jawaban. Mood Geva mendadak hancur. Setidaknya bilang maaf karena telat pulang tanpa kamar kek, atau apa kek..
"Yaudah aku mau tidur di kamar!" Decak Geva kesal langsung berdiri. Yang di tungguin gak berasa apa ya?
"Sayang.." Bhumi langsung merengkuh tubuh Geva memeluknya dari belakang hingga sang pemilik tubuh itupun menghentikan langkahnya. Bhumi kecup pipi Geva.
CUP!
"Lepas ih! aku mau tidur!" Kata Geva kesal. Bhumi melirik meja makannya. Semua makanan masih utuh. Jelas Geva belum makan disaat jam menunjukkan pukul 10 malam.
Jangan kira Geva masak ya.. nggak, Geva pesan makanan dari Kediaman Wijaya dan supir mengantarkannya ke apartemennya. Kadang juga menghubungi si mbok dari kediaman Bramantya untuk mengantarkan makanan atau minta delivery order dari restoran yang tidak jauh dari apartemen.
"Makan dulu ya."
"Nggak! udah gak nafsu.. lepas ih. aku ngantuk." Geva sudah mulai ngambek.
"Kamu belum makan sayang."
"Kalau kakak mau makan ya makan aja sana.. aku gak nafsu!" Ucap Geva.
"Aku tadi udah makan sama Satria dan Ayumi saat meeting sayang.. kamu kan belum makan?." Jawab Bhumi jujur.
Dada Geva makin sesak, bisa-bisa nya suaminya makan diluar, dan pasti makan di resto bintang lima. Sedangkan dia kelaparan menunggu sang suami pulang. Ah besi karatan mah memang besi karatan! semeleleh -lelehnya besi karatan, tetap saja tidak peka.
"Aku gak mau makan!" Decak Geva melepas tautan tangan Bhumi.
Krukk.. Krukk.. Krukk..
"Sialan.. suara laknat ini benar-benar memalukan!" Batin Geva.
__ADS_1
"Sayang.. kamu itu lapar!" Teriak Bhumi saat Geva sudah menaiki tangga.
"Nafsu makannya udah hilang gara-gara kamu!" Ucap Geva langsung membanting pintu kamarnya.
Bhumi melongo dengan tingkah istrinya itu. Dia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidka gatal. Jelas-jelas lapar, kenapa Geva berkata gak nafsu makan? apa salahnya coba?
Ah Bhumi memikirkan tingkah Geva jadi frustasi sendiri, mending dia malam ini menghubungi coach relationship-nya untuk konsultasi yaitu Bhima Bramantya.
"Astaga, pesan dari Geva banyak banget.. aku lupa ponselnya aku silent." Gumam Bhumi.
📲 "Apa sih elu telfon Mulu malam-malam;" Decak Bhima terdengar sangat kesal oleh panggilan saudara kembarnya.
📱 "Bhim.. tolongin gue Bhim.. gawat ini gawat!" Kata Bhumi dengan nada panik.
📲 "Ada apa?" Tanya Bhima ikutan panik.
📲 "Mas ih.. ngelesin! sumpah ngeselin banget! kentang banget sih.. pas lagi enak-enaknya berhenti!" Suara Flower terdengar hingga telinga Bhumi.
📱" Elu lagi apa sih Bhim?" Tanya Bhumi kepo.
📲 "Lagi mau main kuda-kudaan elu ganggu aja. ada apa sih? ganggu orang aja." Ucap Bhima sewot.
📱 "Gue bingung.. geva tiba-tiba ngambek terus marah-marah gak mau makan...."
📲 "Emang kenapa?" Kali ini suara Flower. Bhumi pun menceritakan kronologi kejadian saat dia pulang dari meeting dengan detai.
📲 "Bodoh!"
📱" elu kok ngatain gue sih Flo?" Tanya Bhumi tidak terima.
📱 "Terus gue harus gimana Flo?" Tanya Bhumi. Flower dan Bhima pun memberikan solusi jitu pada Bhumi Bramantya untuk meluluhkan hati sang istri yang telah ngambek.
...🍁🍁...
Ceklek.
Bhumi membuka pintu kamar setelah mengumpulkan keberaniannya, ceramah panjang dari Bhima dan Flower itupun membuat Bhumi merasa sangat bersalah pada sang istri.
Langkah Bhumi terhenti menatap Geva yang Bhumi tahu sedang pura-pura terlelap dengan berbalut selimut tebal.
"Sayang.. temani aku makan yuk." Kata Bhumi mengusap lembut punggung sang istri. Bhumi berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan wajah Geva yang terpejam.
"Maafkan aku yang nggak peka." Kata Bhumi lagi mengecup kening sang istri.
"Maafkan aku sayang.. hari ini aku benar-benar sibuk..karena aku harus menghandle semua pekerjaan sekertaris. Kan Renata mulai hari ini sudah aku pecat. Jadi tadi meeting cuma bertiga dengan Satria dan Ayumi untuk membahas proyek di negara tetangga." Kata Bhumi memberikan penjelasan pada Geva.
"Apa? Renata udah dipecat? Yes.. yes.. yes! aku bahagia!" Gumam Geva dalam hati. Namun Geva masih pura-pura terlelap.
Oke, mendengarkan nasihat Flower. Mengakui kesalahan dan meminta maaf lalu menjelaskan dengan perlahan alasan akan kesalahannya itu. Sekarang giliran membujuk.
"Sayang, temani aku makan yuk.. hari pekerjaan ku double jadi harus makan double." Ucap Bhumi yang sebenarnya perutnya masih sangat kangen sekali.
__ADS_1
"Tau gak sayang.. tadi Renata sampai nangis supaya aku gak memecat dia.. tapi aku masih teguh sama prinsip aku, gak mau buat kamu kepikiran karena aku sayang dan cinta banget sama kamu." Kata Bhumi mengatakan kalimat yang di rangkai oleh Bhima.
Geva langsung membuka matanya.
"Beneran Renata sudah Kakak pecat?" Geva bertanya dengan antusias.
"Iya sayang.. makan yuk!" Bhumi tersenyum sambil mengusap pipi Geva dengan lembut.
"Bukannya udah makan sama Bang Sat dan kak Ay?" Tanya Geva sinis.
"A.. aku lapar lagi sayang. Tadi makan di restoran western dan cuma dikit banget." Bohong Bhumi tidak mau membuat istrinya kecewa.
"Bohong!"
"Suer!"
"Yaudah ayo.. aku mau makan bakso gila!"
"Bakso gila?" Tanya Bhumi kaget. Bukan tidak tahu bakso yang lagi viral itu.. tapi Bhumi pastikan perutnya tidak akan muat.
"Iya, bakso Gila.. jadi kata teman aku ada restoran bakso baru di dekat kantor kakak, porsinya benar-benar gila. 3 kali lipat dari porsi biasa." Ucap Geva.
"Sebanyak itu?" Tanya Bhumi terkejut, dia tidak bisa membayangkan makan lagi sebanyak itu. Padahal tadi juga Bhumi makan disana sama Satria dan Ayumi.
"Mau gak?"
"Kita makan sekitar sini aja sayang.. ada banyak restoran kan?" Bujuk Bhumi.
"Kakak gak cinta sama aku?" Tanya Geva.
Bersambung...
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR
__ADS_1
KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA KOPI BUNGA
MAKASIH 🥰