Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Impian yang berbeda~


__ADS_3

Hari telah berganti,


Dua hari lalu Bhumi dan Geva mendapat kabar mengejutkan dimana Keenan ditusuk oleh wanita bernama Sisil yang merupakan anak angkat Oma Rani yang durhaka. Karena Sisil adalah dalang kekacauan segala masalah yang menimpa keluarga Bramantya, dan ini adalah puncaknya.


Siapa yang paling sedih dari kejadian tersebut? tentu Bianca. Arti Keenan untuk Bianca sangatlah penting dan semua tahu akan hal itu, tapi semua tidak tahu bagaimana perasaan Bianca pada Keenan yang sesungguhnya. Bianca terlalu pandai menyembunyikan perasaannya.


Bhumi dan Bhima adalah kakak yang pengertian untuk adik perempuan kesayangan mereka, karena mereka berdua mampu menenangkan Bianca yang sangat terpukul dengan kabar tersebut. Apalagi kondisi Keenan sempat kritis sejenak setelah menjalani operasi karena luka yang cukup dalam.


Namun hari ini Keenan sudah sadar, tapi Sisil sang pelaku penusukan sudah kabur menjadi Buronan polisi. Dan Reno, anak Sisil yang merupakan mantan kekasih Bianca itu kini diamankan Bhima dan Bhumi di villa terpencil yang digunakan Bramantya Corp untuk menyekap musuhnya dan mengorek informasi dari musuh.


Reno, sahabat Bhima dan Bhumi itu adalah serigala berbulu domba. Bhima menikahi Flower juga karena Reno. So, dalam lubuk hati Bhima yang terdalam justru dia sangat berterima kasih dengan Reno. Benarkan, seburuk-buruknya orang pasti ada sisi baiknya.


Dan,


Reno pula yang menjadi otak dan pelaku video laknat dimana Alona sebagai pemain wanitanya dan video laknat itu disebar di keluarga Bramantya.


Tujuan Sisil satu, memecah belah keluarga Bramantya dan menjauhkan dengan keluarga Wijaya juga Wirahardja. Sisil ingin keluarga Bramantya merasakan apa yang dia rasakan. Namun Sisil bukanlah author yang membuat skenario, apalagi Tuhan. Semua rencana Sisil yang memanfaatkan Reno dengan mengancam keselamatan juga kebahagiaan Renata justru membuat keluarga Bramantya, Wijaya dan Wirahardja bersatu.


Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sedalam-dalamnya Sisil menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga.


Bhumi mendesah kesal melihat tumpukan berkas di atas meja kerjanya. Perusahaan Bramantya baru membaik setelah kerugian yang Afka buat, semua karena kerja keras Keenan yang Bhumi tinggal honeymoon beberapa hari lalu.


Kondisinya sekarang seolah berbalik,


Kemarin Keenan kerja sendirian, Bhumi liburan. Sekarang Bhumi kerja sendirian, Keenan hanya bisa berbaring lemah di ranjang rumah sakit pasca operasi. Satria, asisten pribadinya itu sekarang ilang-ilangan. Dan kini Satria di tugas oleh Papi Gema untuk menyusul Bhima di Villa tempat Reno disekap.


Bhumi beberapa kali melihat jam tangannya, sebentar lagi dia harus menjemput sang tuan putri di sekolah.


Sedangkan Bianca yang berada di kediaman Bramantya itu mencoba menyembuhkan luka dihatinya yang sangat dalam setelah kemarin melihat kemesraan Keenan dan Alona di rumah sakit setelah Keenan sadar. Untung ada mami Naya yang sedikit menenangkan hatinya.


Meskipun Bianca tidak bercerita, tapi mami Naya tahu bagaimana perasaan putri kesayangannya, dan Mami Naya berpikir keras untuk membantu Bianca biar move on. Bagaimana pun perasaan Bianca pada Keenan itu salah.


🍁


Tawa bahagia terlihat jelas di wajah Geva dan Naomi juga teman-teman sekelasnya. Theo menatap Geva dari jauh dengan senyum yang sulit diartikan. Begitu juga dengan Dewa, lelaki itu memandang Naomi dengan sendu karena mungkin mereka tidak akan bisa bertemu lagi kecuali acara reuni karena ini adalah hari pengumuman kelulusan mereka sekaligus perpisahan yang hanya dihadiri para siswa.


Karena perpisahan resminya masih dilakukan Minggu depan.


Theo berdoa semoga Geva selalu bahagia bersama Bhumi dan dia juga akan mulai mengejar impiannya juga kebahagiaannya sendiri apalagi Bhumi menawarkan biaya pendidikan jurusan Teknik di Jerman.


Awalnya Theo menolak, namun Bhumi memaksa, dan kalau Theo tidak mau menerima cuma-cuma, Theo bisa membayarnya kelak jika sudah sukses.


Bhumi cukup prihatin dengan kehidupan Theo yang sebenarnya anak orang kaya tapi tidak mampu kuliah sebab ayahnya bermain gila dan tidak menafkahi dia dan ibunya lagi. Dan Bhumi juga tahu bahwa Theo memiliki kemampuan yang patut diacungi jempol di bidang teknik mesin.


Otak Bhumi yang penuh planning itupun mencoba memanfaatkan kecerdasan Theo, karena 5 tahun ke depan Bhumi berencana membuka bisnis di bidang otomotif. Ah Bhumi ada udang di balik rempeyek.


Lain halnya dengan Dewa yang anak orang berada dan akan melanjutkan studi di Australia. Dewa tampak sangat murung, memang berita pernikahan Naomi masih menjadi rahasia keluarga, tapi berita Naomi yang berpacaran dengan putra tunggal keluarga Wijaya itu membuat Dewa patah hati. Kalah sebelum perang karena berita yang beredar Naomi dan Deon akan segera melangsungkan pernikahan.


"Wa.. ayo foto bersama-sama!" Kata Naomi menghampiri Dewa dan Theo yang sedari tadi banyak diam.


" Iya." Jawab Dewa mencoba tersenyum.


Beberapa pose sudah diabadikan, mungkin ini adalah momen yang akan mereka rindukan di masa depan. Hanya lembaran-lembaran foto yang dapat mereka simpan sebagai bukti pernah saling mengenal bahkan pernah mengisi hati.


"Nom.. elu di jemput kak Deon?" Tanya Geva mengambil tasnya setelah acara selesai.


"Nggak. Kak Deon katanya ada meeting penting, aku udah izin sama kak Deon buat ke panti kok.. nanti sore kak Deon jemput di panti."


"Ya sudah bareng aku aja ya. aku mau pulang ke rumah Mama. ada acara apa di panti?" Kata Geva lagi.


"Ibra ulang tahun. nggak usah Gep.. kan gak searah, aku naik taksi online aja gampang." Jawab Naomi yang juga mengambil tasnya. Ibra anak panti yang berusia 9 tahun dan sangat dekat dengan Naomi.


"Salam ya buat Ibra, kamu gak bilang dari tadi sih.. tau gitu aku ikut ke panti, sekarang pasti kak Bhumi udah jemput." Wajah Geva nampak cemberut.


"Nanti disampaikan.. kamu tenang aja.. udah sono buruan keluar, siapa tahu kak Bhumi udah datang." Kata Naomi, Geva mengangguk.


"Kamu ati-ati ya kakak ipar!" Kata Geva mengecup pipi Naomi.


"Ih anjay cium cium!" Teriak Naomi tertawa.


"Alah dicium kak Deon aja girang, giliran dicium adiknya teriak-teriak." Ucap Geva terkekeh dan pergi.


🍁


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Geva tengah asik diruang TV bersama dengan Bhumi dan Papa Arsa juga Mama Rachel. Bhumi dan Geva menikmati waktu dengan kedua orang tua itu, karena besok jadwal mereka menginap di kediaman Bramantya bersama Mami Naya dan Papi Gema.

__ADS_1


"Jadi ambil jurusan apa Ge?" Tanya Papa Arsa pada putrinya yang bawel itu tanpa menatap sang putri karena layar TV lebih menarik menurut papa Arsa.


"Manajemen Pa." Jawab Geva sambil menyuapkan buah ke mulut Bhumi.


"Kenapa? gak jadi kedokteran?" Tanya Mama Rachel cukup terkejut. Pasalnya anaknya dulu kekeh ambil kedokteran di luar negeri. Ini udah mau di dalam negeri saja sudah syukur.


"Kebahagiaan dan impian aku sudah berubah ma.. nantinya aku akan punya anak-anak kembar yang lucu. kalau aku ambil kedokteran kasihan anakku nanti kalau mommy nya sibuk. Terus lagi nanti suami aku malah diperhatikan wanita lain." Jawab Geva membuat Mama dan Papanya tersenyum.


"Untung deh.. otak kamu udah waras!" Sahut Mama Rachel.


Eh.


"Mama ngatain anak mama?" Tanya Geva. Bhumi nampak anteng aja menikmati suapan buah sang istri sambil menatap layar televisi melihat pertandingan bola.


"Nggak, biasanya kamu kan gak bisa diatur." Ucap Mama Rachel.


"Bisalah kalau itu menguntungkan buat aku.. kan kalau aku ambil management udah ada yang siap bantu kerjain tugas aku saat aku hamil, melahirkan dan menyusui. Iya kan sayang?" Tanya Geva pada Bhumi.


"He'em." Jawab Bhumi.


"Ck. ternyata!" Ucap Mama Rachel.


Tidak berselang lama terdengar pertengkaran yang cukup mengusik telinga dua pasangan suami istri beda generasi itu. Geva langsung mengambil remote TV dan mematikannya.


Belum juga Bhumi dan papa Arsa protes karena layar TV mati, tapi suara pertengkaran dari luar itu semakin terdengar jelas dari ruang TV itu hingga membuat semuanya penasaran.


"Keluar kamu Ta!" Teriak Deon.


"Nggak Yon! aku mau ketemu mama dan papa kamu!"


"Ta, please jangan sekarang! aku harus mengurus semuanya dulu!"


"Nggak Yon! perut aku akan semakin membesar." Teriak Renata hingga mereka sudah berada di ruang TV.


Empat pasang mata itu menatap Deon dan Renata dengan tajam, apalagi tangan Deon memegang pergelangan tangan Renata. Perasaan Geva tidak enak. Geva harap tadi yang ia dengar dari mulut Renata adalah halusinasi.


"Ada apa ini?" Tanya Papa Arsa dengan tegas.


"Aku hamil! dan aku mau Deon segera menikahi aku Om! aku gak mau anak aku lahir tanpa bapak!" Jawab Renata dengan tegas.


Dyar!


Renata tidak bohong karena perutnya sudah terlihat sedikit membuncit dengan drees yang sangat ketat itu. Wajah Renata juga sangat pucat dan lebih tirus. Sepertinya wanita itu cukup stress dan tidak memperhatikan kesehatannya.


"Lelucon macam apa ini?" Tanya Mama Rachel dengan wajah yang merah padam.


"Dasar wanita pembohong! kamu bohong kan!" Kata Geva tersulut emosi. Baik Renata maupun Deon keduanya bungkam.


"Sabar bee.. kita dengar dulu.. jangan ikut campur dulu." Bisik Bhumi mengusap punggung sang istri.


"Wanita itu pasti bohong kan Deon?" Tanya Mama Rachel.


"Jawab mama Deon!" Wanita paruh baya itu sudah menangis tersedu-sedu.


"Deon!"


"Renata hamil karena kesalahan aku ma.. dan aku akan bertanggung jawab pada Renata." Kata Deon sangat lirih dan masih bisa didengar oleh semua orang yang ada disana.


Rasanya dunia Papa Arsa dan Mama Rachel benar-benar runtuh malam itu juga.


"Anak kurang ajar!" Teriak Papa Arsa penuh emosi.


"Ma.." Teriak Bhumi dan Geva bersamaan melihat mama Rachel yang langsung jatuh pingsan. Bhumi segera menolong mertuanya itu. Geva sudah menangis tersedu-sedu,


"Ma.." Ucap Deon.


"Berhenti kamu! jangan sentuh istri saya!" Kata Papa Arsa menunjuk Deon dengan penuh amarah.


"Maafin aku pa.. aku harus bertanggung jawab pada Renata." Ucap Deon lirih dan sudah mengeluarkan air mata.


"Aku gak pernah mendidik anak brengseeek seperti kamu! aku gak Sudi memiliki menantu seperti dia! wanita murahan keturunan iblis!" Tunjuk papa Arsa pada Renata.


Sementara Bhumi dan Geva sibuk mengurusi mama Rachel dan membaringkan mama Rachel di atas sofa panjang.


"Jaga mulut anda om! semua salah Geva karena dia yang menyerangku saat di Club waktu itu hingga semua ini akan terjadi!" Kata Renata tersenyum sinis pada Geva.

__ADS_1


"Pa... aku akan menikahi Renata hanya sampai anak itu lahir pa. Aku akan jelaskan sama papa semuanya."


"Anak kurang ajar! pergi kamu dari sini! aaahh...," Papa Arsa memegang dadanya yang terasa sangat sakit mengingat menantunya Naomi, bagaimana nanti nasib gadis cantik dan baik itu.


"Ahh.."


"Pa.." Teriak Geva.


"Kak tolongin papa." Perintah Geva pada Bhumi.


Bhumi segera berlari menangkap tubuh mertuanya yang tumbang seperti terkena serangan jantung.


"Jaaaalaaanggg!" Teriak Geva.


Plak!


Geva menampar Renata dengan penuh emosi, dalam hati Renata tersenyum puas.. dia bisa membuat istri Bhumi Bramantya terlihat seberantakan itu.


"Kurang ajar kamu ya.. kamu buat keluarga aku kacau!" Teriak Geva menjambak Renata dan menarik Renata dengan kuat.


"Ibu dan anak sama-sama iblis!" Teriak Geva lagi .


"Auuw... Yon... aihh... tolong yonnn perut aku sakit banget!" Teriak Renata mengiba pada Deon sambil menahan sakit akibat tarikan Geva yang kasar.


Renata meringis kesakitan memegangi perutnya.


"Ge.. lepas Ge. Renata lagi hamil." Deon yang membantu Bhumi memapah papa Arsa langsung berlari menolong Renata.


"Menjauh kak! gue benci laki-laki bancii kayak elu! gimana dengan Naomi! gue benci elu kak! otak elu dimana. biar dia mati sekalian, biar semuanya selesai."


"Lepas Ge!"


"Nggak! gue gak punya kakak bancii kayak elu. dia harus diberi pelajaran!" Ucap Geva. Deon berusaha melepas cengkraman Geva pada Renata yang sangat erat.


Tanpa sengaja, Deon mendorong tubuh adiknya dengan kuat hingga Geva terjatuh dan kepalanya terbentuk pojok meja.


"Awwwww." Teriak Geva memegang kepalanya yang berdarah.


Bhumi yang kebelakang memanggil para asisten rumah tangga dan semua orang yang bekerja disana untuk segera membawa mertuanya ke rumah sakit. Para asisten disana tidak ada yang berani mendekat mendengar perang dunia itu.


Saat Bhumi kembali dari belakang, Bhumi melihat Kepala Geva yang terluka, amarah Bhumi langsung memuncak begitu saja. Sedari tadi Bhumi diam karena tidak ingin mengurusi dan ikut campur masalah orang lain atau rumah tangga kakak iparnya, namun jika sudah menyakiti istrinya Bhumi tidak akan tinggal diam.


"Baaaajiiingan;" Teriak Bhumi langsung berlari dan menghajar Deon habis-habisan.


"Gak pernah gue punya sahabat bancii kayak elu!" Geva menatap kakaknya tanpa berniat menghentikan aksi suaminya.


Sedangkan Renata, meskipun sakit dia tersenyum.. keluarga Wijaya selalu merendahkan dirinya dan melarang Deon berhubungan dengan dirinya dari dulu.


"Gue habisi elu buat istri gue terluka!" Umpat Bhumi terus memukul Deon.


Tanpa ada yang menyadari,


Semua keributan yang terjadi sejak awal hingga akhir, tidak ada yang terlewat sedikitpun dari sepasang mata gadis cantik yang berdiri mematung dengan air mata yang membasahi wajahnya. Gadis itu adalah Naomi yang baru datang dari panti menggunakan taksi online tepat dibelakang mobil taksi online yang ditumpangi oleh Renata yang mengikuti mobil Deon.


"Nom.." Kata Geva lirih menatap sahabatnya dengan perasaan yang juga hancur.


Bhumi mengentikan pukulannya menengok ke arah pintu ke luar, begitu juga Deon.


"Omi... sayang..." Lirih Deon dengan air mata yang menetes.


Naomi langsung berlari keluar rumah mewah tersebut dengan perasaan yang sangat hancur.


Seorang ART diminta Geva mengejar Naomi karena kepala Geva terasa sangat pusing hingga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Naomi merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang,


"Kak Ayumi.. tolong aku kak.. bawa aku pergi sejauh-jauhnya dari sini! bawa aku pergi kak!" Ucap Naomi sambil berlari menjauhi rumah mewah keluarga Wijaya.


BERSAMBUNG...


Udah ya udah ..


Jangan hujat author ya...


boleh kesel dan marah di kolom komentar.. tapi jangan hujat authornya ya..

__ADS_1


yang nebak renata hamil, kalian benar banget hahahaha.. selamat ya..


kabur!!!


__ADS_2