
Geva membulatkan tekad nya untuk melakukan hal yang sama dengan Bhumi. Yaitu sibuk dengan dunianya sendiri supaya Bhumi merasakan apa yang dirinya rasakan selama lebih dari sepekan ini yang menunggu kabar Bhumi. Geva begitu menyedihkan akhir-akhir ini, seperti orang yang hidup segan tapi mati tak mau. Hanya karena tidak ada kabar dari Bhumi.
Awalnya Geva hanya curiga dari beberapa hari lalu pada Naomi, namun tadi telinga Geva cukup jelas mendengar jepretan kamera ponsel, Naomi lupa mengaktifkan mode silent. Dan kecurigaan Geva semakin mengarah pada sahabatnya itu. Makanya, Geva langsung mengajak Naomi makan di luar untuk mengintrogasi sahabatnya.
Dari pada terus meratapi hubungan dirinya dan Bhumi yang absurd, mending dia isi tenaga dengan makan di restoran cepat saji untuk membalas Bhumi Bramantya kan.
Saat sampai di restoran, Geva langsung menyambar ponsel Naomi yang ada di meja. Naomi yang berusaha merebut ponselnya itu kalah cepat dengan Geva yang sudah membuka kunci ponsel miliknya.
Bodoh amat privasi-privasi, Geva dan Naomi memang saling tahu kata sandi ponsel masing-masing.
Sebuah pesan yang langsung muncul di layar ponsel Naomi adalah dari Dunia?
Geva mengernyit, namun karena sangat penasaran Geva pun membuka pesan itu.
📨 From : Kak Dunia
"Nom.. Geva udah masuk ke rumah belum. Tolong suruh dia masuk, nanti dia sakit.. nanti masuk angin. Tolong minta bibi buatin dia jahe hangat dan kasih madu.. tolong banget ya Nom.. maaf merepotkan."
Oh jadi dunia itu Bhumi..
Senyum tipis terbit di bibir Geva membaca pesan suaminya yang mengkhawatirkan dirinya. Sejak kapan suaminya itu tahu kata tolong dan terima kasih juga maaf?
Geva membuka pesan berikutnya, Kamen Rider?
Geva semakin mengernyit, namun otak Geva yang memang memiliki kelebihan mengingat hal-hal absurd dan pelupa kalau hal-hal pelajaran pun mengingat sosok Kamen Rider.
Iya, Satria Baja Hitam yang dulu merupakan tontonan Deon saat kecil. Geva inget itu karena dulu Deon mengoleksi Kamen Rider.
Bang Sat?
📨 From : Kamen Rider
"Nom please, suruh Geva angkat telfon Bhumi deh.. gue ngantuk nih.. Bhumi kerecokin gue Mulu.. dia minta gue cariin tiket balik indo malam ini jika Geva gak angkat telfon nya.
Jadi selama ini Bhumi selalu memperhatikan dan peduli dengannya? mendadak hati Geva berbunga-bunga sedangkan gadis dihadapannya hanya menatap dirinya dengan pasrah hingga makanan Geva mau habis.
"Cepet makan Nom! gue udah mau habis dua porsi eh elu satu gak habis-habis!" Perintah Geva.
"HM." Jawabnya lemas.
"Elu makan dan turutin semua apa yang gue mau.. apa elu gue larang buat ketemu kak Deon. Ingat ya.. gue adalah adik kesayangan kak Deon, kak Deon akan melakukan apapun yang gue mau." Ancam Geva menikmati kulit ayam yang jadi favoritnya. Bukan kulit ayamnya, tapi kulit ayam Naomi.
"Ancam aja terus.. ancam terus.. kalian itu emang pasangan yang super aneh tau gak!" Decak Naomi kesal menatap kulit ayamnya yang disantap Geva dengan nikmat.
__ADS_1
"Salah siapa elu jadi sahabat laknat.. gue masih berbaik hati dengan memaafkan elu loh." Kata Geva sambil menyeruput lemon tea dingin.
"Iya maafin gue.. tapi gue harus merelakan kulit ayam gue buat elu! " kesal Naomi cemberut pasalnya kulit ayam yang menjadi favoritnya sudah diambil Geva demi mendapatkan maaf dari sahabat yang sudah dia tikung tipis-tipis itu karena berpihak pada Bhumi.
"Makan cepat.. besok kita mulai dramanya!" Kata Geva tersenyum penuh kemenangan. Malam ini Geva benar-benar bisa tidur nyenyak setelah membaca seluruh pesan dari Kamen Rider yang dipakai Bhumi untuk komunikasi dengan Naomi. Ternyata Bhumi memang mencintai dirinya~
🍁
Tuhan memang mudah sekali membolak-balikkan hati dan membolak-balikkan keadaan. Sudah dua pekan ini juga Bhumi sangat kalut, kinerjanya berkurang drastis meskipun masih berjalan dengan baik.
Siapkah yang menjadi korban dari keadaan Bhumi saat ini? siapa lagi kalau bukan Satria. Lelaki itu bekerja sangat keras untuk menutup segala kekurangan Bhumi hingga akhirnya ayah dari Ayumi sudah menyetujui untuk melanjutkan kerja samanya asal Bhumi juga mau bekerja sama dengannya untuk proyeknya yang ada di Malaysia. Dan Bhumi menyetujui itu semua karena juga berpotensi untung yang cukup besar.
Pola makan Bhumi pun jadi tidak teratur. Bhumi yang ingin segera kembali ke tanah air itupun terus bekerja keras, namun sayang.. otaknya tidak mau bekerja sama dengan keinginannya. sebab otaknya selalu sudah fokus karena mikir aneh-aneh sebab Naomi sudah tidak mau kerja sama dengannya. Bahkan nomor Bhumi dan Satria di blokir oleh Naomi.
Hanya Mama Rachel yang bisa menolong Bhumi, itupun mama rachel hanya mengabari Bhumi jika Geva sudah pulang sekolah. Bumi sudah benar-benar merindukan Gevania.
"Sat... Kamis depan gue harus balik ya."
"Elu gila ya.. ?" Tanya Satia melotot karena Kamis depan berarti tinggal 5 hari lagi.
"Ya gimana.. Bisa-bisa Geva beneran ninggalin gue.. elu gak ingat dia cuma kasih waktu 30 hari dan gak boleh lebih. ini aja dia udah dua Minggu gak bales chat gue gak angkat telfon gue." Ucap Bhumi Mendesah frustasi.
"Lah.. elu juga cari Gara-gara.. diemin Geva seminggu cuma pengen denger kata cinta dari Geva." Ucap Satria sambil memeriksa beberapa berkas yang ada dihadapannya.
"Elu gak bisa tinggalin kerjaan elu begitu saja meskipun itu demi cinta. Ingat elu calon pemimpin Bramantya Corp selanjutnya jadi elu harus bertanggung jawab penuh pada nasib ribuan karyawan elu.. jangan seenak elu sendiri lagi." Omel Satria menatap Bhumi yang menyandarkan dirinya di sofa.
"Elu juga menerima tawaran kerja sama dengan bokap nya Ayumi. Jadinya kita makin lama disini." Lanjut Satria.
" Gue pikir dengan terima tawaran itu gue bisa cepat balik dari sini kan dan ketemu Geva. Eh malah makin lama, padahal proyeknya ada di Malaysia." Bhumi benar-benar salah perhitungan. Satria ingin sekali mengucapkan selamat pada Gevania Azkia Bramantya yang telah mampu memporak-porandakan hari seorang Bhumi Bramantya yang beberapa bulan lalu seperti mati karena tidak menemukan Flower.
"Astaga.. ini datanya kenapa masih berantakan begini." Omel Satria lagi saat memeriksa data di laptopnya.
" Makanya, elu jangan banyak ngomong aja sat dan salah-salahin gue terus.. kerja deh kerja." Sahut Bhumi.
"Bhum.. elu pengen pulang cepat kan? gue punya ide." Tanya Satria.
"Apa?" Tanya Bhumi dengan semangat.
"Minta Renata nyusul kesini dan bantuin kerjaan kita. Kalau soal administratif-administratif begini kan Renata ahlinya pasti cepat banget deh dia kelarinnya."
"Lalu Geva?" Tanya Bhumi yang mengingat jika tidak mau Renata ikut ke Jepang.
"Tanpa sepengatahuan Geva. Toh semua juga demi Geva.. biar elu segera pulang dan segera bermanjaan dengan Geva." Jawab Satria.
__ADS_1
Bhumi nampak berpikir keras.
"Ayolah Bhum.. gue juga capek kerja rodi begini terus... pengen cepet balik.. kangen pacar gue..Lagian kerjaan Renata sekarang di kantor juga cuma duduk-duduk doang dan bantuin kak Keenan." Ucap Satria penuh harap.
BERSAMBUNG...
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
KOMENTAR
KOMENTAR
KOMENTAR
KOMENTAR
KOMENTAR
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
LIKE
KOMENTAR
KOMENTAR
KOMENTAR
KOMENTAR
__ADS_1
KOMENTAR