Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Ke Kediaman Bramantya~


__ADS_3

Malam ini, mau tidak mau geva harus berdandan sebaik mungkin untuk datang ke acara makan malam keluarga memenuhi undangan sang kakak ipar dalam rangka merayakan 4 bulan kehamilan sang istri.


Rasanya Geva sangat malas untuk datang karena istri kakak iparnya adalah mantan terindah sang suami.


Memang tidak mudah, baik untuk Geva, Bhumi, Bhima maupun Flower. Namun keadaan ini memang haruslah terjadi sesuai apa yang telah digariskan.


Mertuanya sudah banyak mengirim pesan untuk Geva mengatakan kangen dan ingin segera bertemu karena mertuanya sendiri tidak bisa menemani saat-saat sulit Geva dimana dia harus kehilangan calon buah hatinya.


Ada rasa iri tersendiri melihat Flower yang kini tengah mengandung, Geva merasa Tuhan tidak adil mengapa Tuhan mengizinkan Flower untuk mengandung sementara Tuhan juga mengambil calon buah hatinya.


Bukankah kamu sendiri yang belum menginginkan hadirnya anak ditengah-tengah dirinya dan Bhumi?


ah begitulah manusia, ketika sudah kehilangan baru dia merasa....


"Kamu cantik." Ucap Bhumi mengecup pipi Geva. Geva masih duduk di depan kaca rias dengan gaun yang terlihat simpel tapi sangat mewah.


"Minggir ih..." Ucap Geva ketus.


"Maaf ya soal tadi." Ucap Bhumi.


"Bodoh amat!" Jawab Geva langsung berdiri menjauh dari Bhumi.


"Kamu udah pengen banget ya.. kata dokter kan 4 Minggu, berarti tinggal sebentar lagi... sabar ya sayang..." Ucap Bhumi membuat wajah Geva mendadak merona.


"Nggak! siapa yang pengen! GR!" Ketus Geva langsung keluar kamar dengan membanting pintu sedangkan Bhumi terkekeh melihat tingkah sang istri.


Geva sangat kesel dengan Bhumi dari pagi tadi dimana Bhumi mengajak Geva mencicil jurus Kamehame dengan cara berbeda, Tapi... lagi-lagi jalan yang mereka lalui tidak semulus paha Lucita Luna..


karena ujian silih berganti menghampiri mereka.


Bagaimana tidak, saat bibir keduanya saling bertautan meluapkan segala kerinduan selama dua pekan ini, tiba-tiba mama Rachel masuk membuka kamar Geva dengan tiba-tiba hingga kedua pasangan itu refleks melepas tautan bibirnya yang sudah saling menuntut dan menginginkan lebih.


Apakah mama Rachel terkejut melihat kelakuan anak dan mantunya di pagi hari? jawabannya tidak, karena dia juga pernah muda. Mama Rachel memasang wajah datar dan langsung mengungkapkan tujuannya ke kamar sang putri,


"Pause dulu deh kalian mainnya! Bhum, mama mau minta tolong cariin Deon, kemana itu anak,


sih... jangan-jangan ketemu sama Renata, semalaman gak pulang dan gak ada kabar." Ucap Mama Rachel membuat pasangan suami istri itu mengernyit. Bukankah akhir-akhir ini Deon sibuk dengan pekerjaan dan Naomi? bukankah Deon tidak pernah lagi membahas soal Renata yang seperti menghilang entah kemana.


"ibu gak ada akhlaq!" Gumam Geva pelan karena mamanya gak mau ketuk pintu dulu.


"Iya ma." Jawab Bhumi.


"Cepat sekarang Bhum! ingat kalian belum boleh main kuda-kudaan diatas ranjang!" Peringatan mama Rachel langsung meninggalkan kamar putri satu-satunya.


Baik Geva dan Bhumi langsung mendengus kesal namun Bhumi tetap menjalankan perintah sang mertua, dia mengirim pesan kilat pada Satria untuk mencari keberadaan Deon. Kalau masih ada Satria, mengapa dia harus repot-repot mencari kakak iparnya itu.


"Lanjut yuk.." Ucap Bhumi pada Geva.


"Nggak ah.. udah gak mood!" Kata Geva dengan wajah ditekuk. Namun bukan Bhumi jika dia harus menyerah begitu saja. Yang penting kan gak masuk...


Bhumi yang sudah sangat hafal diluar kepala dimana letak titik-titik sensitif sang istri dengan mudahnya merangsang sang istri hingga membuat sang istri hanya mendesah pasrah tidak berdaya.


Ingin sekali Geva berontak menolak perlakuan Bhumi, namun jiwa mesum Geva langsung meronta-ronta, Geva sangat suka perlakuan Bhumi. sangat!


Hingga akhirnya, kancing baju Geva terkoyok dan dilempar Bhumi ke sembarang tempat tanpa peduli pintu kamar yang belum di kunci.


Geva sudah mendesah...


otaknya sudah tidak bisa berpikir dengan baik kalau dihadapkan dengan Bhumi yang bisa membuatnya melayang hingga ke nirwana seperti ini.


"Tu...an..." Ucap bibi membuka kamar Geva karena tadi mama Rachel tidak menutup pintu dengan rapat.

__ADS_1


"Astaga..." Pekik Bibi langsung menutup pintu kamar dengan kasar hingga kedua manusia yang tengah dimabuk nafsu itu terperanjat.


"Sialan.." Umpat Bhumi melepaskan pucuk yang merupakan sumber nutrisi untuk anaknya kelak.


"Kenapa sih kakak gak nutup pintu dulu!" Omel Geva kesal.


"Lah kenapa bukan kamu yang nutup pintu." Bhumi tidak mau disalahkan.


"Tuan di tunggu tuan Keenan dibawah. Katanya ada hal yang sangat penting! kata tuan Keenan tidak ada waktu jika menunggu lama." Teriak Bibi dari luar.


Keenan tiba-tiba datang menemuinya? pasti ada hal yang sangat penting.


Pasti masalah yang semalam Bhumi minta Keenan menyelediki nya. Pasti Keenan sudah menemukan titik terang dari semua ini.


"Sayang.. aku temui kak Keen dulu ya." Ucap Bhumi mengecup kening istrinya lalu langsung beranjak mencari kaos didalam almarinya dan berlari keluar kamar.


Bibi yang tadi memergoki sepasang suami istri yang tengah mesum itupun sudah lari ke dapur dan meminum air dingin untuk menetralkan suhu tubuhnya yang tiba-tiba panas.


Geva?


dia masih bengong dengan kondisi setengah telanjang..


sakit....


ngeselin...


nyebelin...


demi apapun Geva akan balas perlakuan Bhumi kali ini..


"Kurang ajar! Lihat aja nanti malam! " Gumam Geva jengkel.


"Ayo berangkat! Mama sama papa udah berangkat duluan ya?" Tanya Bhumi membuyarkan lamunan Geva akan kejadian pagi tadi yang sangat-sangat menjengkelkan.


"Sayang... nanti malam deh aku janji bakal puasin kamu! Janji gak PHP lagi.. tadi itu memang kak Keen ngomongin hal penting.. sekalian mau ada yang aku ceritakan sama kamu." Ucap Bhumi mengejar sang istri.


"Nggak minat!" Jawab Geva membanting pintu mobil.


🍁🍁


Geva menggandeng lengan Bhumi memasuki kediaman mewah mertuanya yang memiliki halaman super luas. Meskipun hatinya masih sangat jengkel dengan Bhumi, namun dia tidak mau orang lain mengetahui permasalahan rumah tangganya meskipun itu keluarganya sendiri.


Sesak yang Geva rasakan melihat Flower nampak cantik dengan perut membuncit.


Flower tersenyum pada Geva dan menyambut Geva dengan hangat dan lembut, namun Geva kembali mengingat Bhumi bertemu dengan Flower berdua di restoran. Hati Geva bergemuruh, sebisa mungkin Geva mengontrol emosinya.


Geva yang tidak bisa berpura-pura itupun bersikap cuek dengan Flower. Geva kalau tidak suka sama seseorang maka terlihat jelas dari ekspresi wajahnya.


Jangan suruh Geva tetap tersenyum ramah atau basa-basi pada yang menjengkelkan. Karena jawabannya tidak bisa.


Kediaman Bramantya mendadak rame dengan obrolan-obrolan receh keluarga besar, yaitu keluarga Bramantya, keluarga Wijaya dan keluarga Wirahardja. Namun sayang belum ada suara tangis bayi.


Makanan yang dihidangkan di meja makan terlihat sangat enak dan menggoda. Makanan-makanan tersebut sudah meronta-ronta meminta untuk santap.


Deon sudah hadir disana setelah siang tadi pulang dan mendapat ceramah panjang lebar dari sang mama karena ternyata Deon memang menemui Renata. Bukan untuk PDKT lagi, tapi Deon berkata untuk mencabut ungkapan cintanya pada Renata dan akan membuka hatinya untuk wanita lain.


Tanpa di duga, obrolan-obrolan receh itupun mengarah pada rencana perjodohan Deon dan Adena, biar keluarga semakin menyatu. Namun Geva langsung mencebikkan bibirnya, tidak setuju karena bagi Geva yang paling cocok untuk Deon adalah Naomi seorang.


Geva lagi ingin menyendiri, dia berjalan ke kolam belakang untuk menghirup udara malam sementara Bhumi sibuk ngobrol dengan Keenan dan Bhima.


"Ge.. bisa kita ngobrol sebentar?" Tanya Flower menghampiri Geva yang sedang berdiri didekat kolam renang sambil memegang jus di tangan kanannya.

__ADS_1


"Kak." Ucap Geva cukup terkejut dengan hadirnya Flower, orang yang paling Geva hindari. Geva bingung harus bersikap bagaimana pada wanita cantik yang Geva tahu juga berhati lembut.


"Bisa ngomong berdua?" Tanya Flower menampilkan senyum tulusnya pada sang adik ipar.


"Ngomong aja kak..apa yang mau kakak omongin."


"Kakak sebelumnya minta maaf karena kesalahan-kesalahan kakak sama kamu Ge."


"Nggak kok.. kakak gak punya salah apa-apa kok." Ucap Geva tanpa berani melihat ke arah Flo yang juga berdiri disampingnya. Geva menatap kesembarang arah.


"Tapi kamu menghindari kakak Gev."


"Nggak.. perasaan kakak aja kali. aku hanya sibuk kak kemarin fokus sama ujian." Ucap Geva namun nadanya terdengar sedikit ketus.


"Apa kakak harus berlutut di depan kamu supaya kamu mau memaafkan masa lalu kakak dengan Bhumi?" Tanya Flower dengan mata berkaca-kaca. Gevania diam.


"Kakak menyesal Ge sudah pernah menjadi wanita murahan.. maafkan masa lalu kakak yang justru menyakiti kamu saat ini... kakak menyesal karena bukan hanya kamu yang sakit, aku sudah membuat mas Bhima juga sakit." Ucap Flower lagi dengan air mata yang menetes.


"Sudahlah kak.. jangan dibahas lagi." Ucap Geva santai meski hatinya sangat bergemuruh hebat saat ini.


"Kenapa Ge.. kenapa kamu menghindari kakak?"


"Karena setiap melihat kakak, aku terbanyang-bayang dengan gaya kalian making out. Bahkan saat aku bercinta dengan kak Bhumi, terkadang bayangan kakak ada." Jawab Geva dengan jujur sambil tersenyum getir.


"Ge.."


"Sudahlah kak. aku gak benci sama kakak.. aku gak marah sama kakak.. hanya saja aku butuh waktu buat melupakan itu semua, apalagi kakak kemarin kan habis makan berdua sama kak Bhumi di restoran ck! ." Ucap Geva tersenyum mengejek.


"Jaga mulut kamu Gevania!" Ucap Alona tiba-tiba datang. Alona tidak terima melihat adiknya menangis.


"Kak.. " Flower menatap Alona dengan sedikit terkejut.


"Harusnya kamu berusaha membuat Bhumi mencintai kamu.. bukan kamu terus menyalahkan masa lalu Flower dan Bhumi. Ingat, sebelum kamu hadir.. Flow sudah lebih dulu bertahta di hati Bhumi." Kata Alona tajam.


"Kak.. bukan begitu ceritanya.." Sela Flower memegang lengan kakaknya supaya tidak emosi dan banyak omong lagi.


"Ck. tahu apa kamu tentang hubungan aku dan kak Bhumi?" Ucap Geva tidak takut pada Alona. Bahkan Geva menatap Alona dengan tatapan mengajak peperangan.


"Aku tahu kamu kemarin keguguran.. makanya kamu iri kan sama Flower yang tengah hamil. Aku sumpahin deh kamu mandul! " Ucap Alona mengejek Geva.


Plak!


"Kak Stop!" Pekik Flower tiba-tiba secara spontan menampar kakaknya yang justru membelanya.


"Kamu?" Alona terkejut dengan tindakan adiknya.


"Ma.. maaf kak . tapi harusnya kakak gak boleh bilang gitu sama Geva.. Geva itu adik aku ." Ucap Flower merasa bersalah.


Rasanya Geva ingin sekali meneteskan air matanya saat ini juga. Namun dia tidak mau terlihat lemah.


Dia harus kuat dan tegar. Pembicaraan mengenai bayi, kehamilan, janin dan sejenisnya masih sangat sensitif sekali di telinga Geva.


"Aku Masuk dulu kak.. udaranya disini makin dingin..." Ucap Geva.


Mood Geva benar-benar hancur hari ini.


BERSAMBUNG...


ADA BEDANYA YA DISINI DAN DISONO..


NIKMATI AJA LAH...

__ADS_1


INI ADALAH TITIK BALIK DIMANA NANTI GEVA JADI PENDUKUNG NOMOR SATU UNTUK BIANCA BERSATU SAMA KEENAN MELAWAN KUBU ALONA 😜


__ADS_2