Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Siapa yang Akan Menjadi Pemenangnya?


__ADS_3

NOH UDAH DUA NOH....


meskipun tengah malam banget dan otak sudah oleng 🤣


🍂


"Lalu mana sepatu yang untuk kamu?" Tanya Bhumi penasaran.


"Nggak ada. Sepatu aku udah banyak kak dibeliin Mama.. kemarin juga dibeliin mami sampai lima pasang. Nanti aku minta orang rumah buat kirim ke apartemen aja. Ayo buruan bayar kak!" Rengek Geva.


"ada syaratnya." Kata Bhumi dengan ekspresi datar. Dia tidak mau menunjukkan kekagumannya pada sosok gadis menyebalkan yang ada dihadapannya ini.


"Apa?"


"Janji dulu..nurutin apa yang aku mau." Ucap Bhumi tersenyum licik.


"Kak.." Rengek Geva.


"Janji dulu.. kalau gak mau ya sudah.. aku cabut..." Ucap Bhumi.


"Oke baiklah.. aku janji..."


"Janji apa?" Goda Bhumi.


"Janji nurutin semua yang kakak mau."


"Deal?" Bhumi me


"Yes deal." Geva membalas uluran tangan Bhumi.


"Berapa belanjaan kamu?" Tanya Bhumi.


"235 juta kak."


Bhumi menyodorkan Black card miliknya kepada seorang kasir wanita. Dan kasir tersebut memproses transaksi yang dilakukan oleh Geva.


"Ini kartunya pak.. dan ini struk belanjanya." Bhumi menerimanya dan melihat struk belanjaan Geva.


"Oke 235 juta berarti kamu harus menuruti 235 permintaanku!" Ucapnya melangkah keluar outlet meninggalkan Geva. Sebuah senyum terlukis di bibir Bhumi


"Apa?" Teriak Geva.


"Dasar besi berkarat menyebalkan!" Decak Geva.


🍂


Geva benar-benar kesal dengan apa yang Bhumi lakukan. 235 permintaan Bhumi? itu bukan jumlah yang sedikit dan pasti Bhumi akan menyulitkan dirinya. Tahu sendiri kan Bhumi selalu membuat Geva jengkel.


Eh, bukannya kebalik ya?"


Kekesalan Geva bertambah kala Bhumi tidak mau menemaninya berbelanja. Kan biasanya juga pengantin baru yang berbelanja itu si lelakinya akan mendorong troli dan si wanitanya memilih belanjaan. Sedangkan Bhumi? boro-boro, dia lebih memilih duduk manis bermain ponselnya di sebuah restoran cepat saji dengan alasan pekerjaan.


Dan Bhumi hanya memberikan Geva kartu kredit biasa yang Geva yakini limit nya tidak lebih dari 10 juta.


Sambil menyusuri market mencari cemilan, Geva terus berpikir bagaimana caranya agar dia terbebas dari 235 permintaan tersebut dan bisa membalikkan keadaan dimana dia yang memegang kendali atas Bhumi. Ah rasanya Geva ingin berteriak disini.

__ADS_1


Puas membeli cemilan, roti, berbagai rasa selai juga minuman kemasan, Geva memilih untuk segera menghampiri suaminya di restoran cepat saji.


"Gepp!" Panggil seseorang yang tiba-tiba merangkul pundak Geva dari belakang.


"Eh Ki.. ngagetin aja elu." Ucap Geva pada anak lelaki seumuran dengan dirinya.


"Ngapain elu belanja sebanyak ini? sini gue bantuin." Ucap anak lelaki bernama Luki itu langsung merebut belanjaan dari tangan Geva.


"Nggak usah Ki.."


"Udah jangan bawel. Sekarang dimana mobil elu?" Tanya lagi.


"gue gak langsung ke mobil Ki. gue mau nyusul kakak gue dulu Ki, dia ada di restoran Burger quuen."


"Oke.."


"Eh..." Geva bingung, pasalnya tangan kanan Luki menenteng belanjaan Geva sedangkan tangan kirinya merangkul pundak Geva.


"Ki lepasin deh tangan elu.. gak enak tau." Ucap Geva.


"Nggak!"


"Ki.. gak enak dilihat orang!" Kesal Geva.


"Biarin,, noh juga banyak yang bergandengan bahkan berpelukan noh."


"Lepaaas lukiii."


"Kenapa sih Gep.. karena Theo?"


"Udah deh Gep, putusin aja Theo.. aku tuh udah suka sama kamu itu udah lama Gep." Ucap Luki.


"Lepaskan tangan kamu!" Ucap Bhumi dengan suara dingin dan aura yang mencekam. Tatapan mata Bhumi seolah menguliti anak lelaki yang sedang merangkul istrinya itu memasuki restoran cepat saji tersebut.


Namun ternyata nyali anak lelaki itu cukup tinggi, dia justru saat ini tersenyum ramah pada Bhumi.


"Haii.. kak.. kenalin aku Luki. Calon pacarnya Geva. Adik kakak." Katanya.


"Pasti gak mau lagi diajak kenalan. Fix dah ini si besi Karatan." Batin Geva.


"Bhumi Bramantya, salah satu direktur di Bramantya Corp. Dan pacar dari Gevania!" Bhumi membalas uluran tangan Luki.


Geva benar-benar terkejut dengan pengakuan Bhumi secara tiba-tiba didepan teman sekolahnya yang merupakan rival seorang Theo.


Mata Geva sepertinya hampir keluar,


"Jangan bercanda deh kak hahaha." Tawa Luki.


"Sayang.. sudah selesai belanjanya? ayo kita pulang." Ucap Bhumi menarik Geva begitu saja hingga Geva menabrak tubuh tinggi kokohnya.


Bhumi merengkuh tubuh Geva dengan posesif.


"Kak.. apa-apaan sih!" Protes Geva berbisik.


"Bersikaplah sebagai kekasih yang baik. Tinggal 234 permintaan atau nanti malam kita making love lalu 234 permintaan itu aku anggap lunas?." Ucap Bhumi datar.

__ADS_1


Geva menelan saliva nya,


"Gep.. apa maksudnya ini?" tanya Luki penasaran.


"Eh.. em.. Ki kenalin ini pacar gue.. sahabatnya kakak gue." Ucap Geva berusaha bersikap manis.


Luki sangat heran dengan sikap Geva yang biasanya bar-bar dan cenderung kasar kenapa dihadapan seorang Bhumi menjadi sangat manis. Dan lagi, setahu Luki Geva belum putus dari Theo.. dan Theo pacar pertama Geva.. tapi kok?


"Bukannya elu belum putus sama Theo Gep?" Tanya Luki. Geva hanya memejamkan matanya.


"Ki... kita duluan ya.." Pamit Geva menarik tangan Bhumi begitu saja keluar dari restoran cepat saji tersebut.


🍂


Bhumi dan Geva kini sudah berada di dalam mobil, Bhumi mengendari kendaraannya dengan tenang. Namun ketenangan Bhumi memberikan suasana yang mencekam didalam mobil.


Telinga Bhumi tidak dungu, dia cukup mendengar dengan jelas bahwa status Geva masih pacaran dengan Theo.


"Putuskan pacar kamu Geva!" Perintah Bhumi tanpa melirik Geva sedikitpun.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Karena aku adalah suami kamu!" Ucap.Bhumi.


"Gak bisa gitu dong!" Protes Geva.


"Silahkan memilih pilihan yang saya berikan, menuruti ucapan saya, melakukan making love setelah sampai apartemen atau mengganti uang 234 juta Sekarang juga." Kata Bhumi.


"Gak adil tau kak.."


"Gak adilnya dimana?"


"Kenapa kakak mengekang aku sampai gak boleh pacaran? sedangkan aku gak pernah ikut campur urusan pribadi kakak. Aku gak peduli kan kakak jalan sama wanita lain.. atau sama mantan kakak yang katanya gak tahu malu.itu." Ucap Geva.


"Jaga ucapan kamu Geva!" Bentak Bhumi membuat Geva terperanjat.


"Jangan pernah berkata hal buruk sedikitpun tentang dia, jika tidak..."


"Jika tidak apa ha?" Tantang Geva.


"Aku akan membuat kamu menyesal Geva."


"Terus aja terus.. terus bela mantan kamu...


Bela terus mantan kamu, dan cukup anggap istri kamu sebagai mainan juga pelampiasan termasuk calon pelampiasan hasrat kamu!" Bentak Geva.


"Diam!" Bentak Bhumi lagi langsung mengerem mendadak mobilnya.


" Sekali lagi aku peringatkan padamu, jangan mengusik masa lalu aku!"


"oke sekarang aku gak akan peduli sama kamu lagi.. gak akan mau tahu lagi apapun urusan kamu semua TEESERAH!" bentak Geva langsung memalingkan wajahnya.


Ah Bhumi terbawa emosi jika menyangkut soal Flower. Saking cintanya pada Flower membuat Bhumi sampai lupa akan nasehat Keenan yang memintanya untuk sabar dan bersikap baik pada Geva. Jika Geva diperlakukan kasar maka dia bisa membalas dengan kekasaran yang lebih dan lebih.


"Oke.. mulai sekarang aku akan menghindari kamu dan menjauhi kamu.. bahkan aku tidak akan menggunakan uang kamu sepeserpun lagi! hasil dari endorse sudah lebih dari cukup, kita lihat siapa yang menang nanti?."Batin Geva

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2