Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Cerita Deon~


__ADS_3

Bhumi masih termenung menatap wajah Geva sejak sore tadi, padahal langit sudah mulai gelap namun Bhumi enggan beranjak sedikitpun untuk meninggalkan Geva.


Entah karena sebuah rasa bersalah bercampur tanggung jawab atau kepedulian sesama manusia atau mungkin karena ada sebuah perasaan yang sudah mulai tumbuh di dalam sana. Entahlah~


Merasa menjadi lelaki terbodoh di dunia kala dia memikirkan dan mengingat mantan kekasihnya dan justru berakibat fatal hingga membahayakan nyawa istrinya sendiri.


Ya, Geva sudah pernah bilang pada Bhumi jika ia alergi keju. Bhumi bilang tidak tahu? sungguh itu adalah kebohongan besar.


Namun karena mengingat seorang Flower si pecinta keju, Bhumi memesan pizza dengan topping favorit flower berharap bisa mengurangi sedikit perasaan rindunya. Bhumi kenapa kamu ogeb banget sih..


"Maafin aku Gev.." Kata Bhumi menggenggam tangan Geva dan sekali-kali mengecupnya.


Bhumi saat ini sedang menunggu Satria yang dia minta untuk mengirimkan baju dan segala keperluannya juga makanan. Dari siang tadi Bhumi belum sempat makan apapun.


BRAK!


Pintu ruang rawat inap Geva terbuka dengan kasar.


"Sat..." Bhumi menengok ke arah pintu. Tapi ternyata yang datang bukan Satria melainkan Deon yang menatap Bhumi dengan tajam.


"Yon.. " Kata Bhumi. Dia sudah tahu apa yang akan dilakukan sahabatnya itu padanya. Dan benar saja. Deon mendekat kearah Bhumi hingga...


BUGH!


Satu pukulan dari tangan Deon mendarat di pipi Bhumi hingga membuat Bhumi tersungkur ke belakang dan menabrak Brankar Geva.


kreeettt....


Brankar Geva bergeser hingga menimbulkan suara nyaring, namun hal tersebut tidak membuat seorang Geva terbangun.


"Bangun banggsad!" Bentak Deon.


Tidak akan ada orang yang berani memarahi Deon meskipun berteriak-teriak di rumah sakit karena mereka berada di ruangan VVIP khusus keluarga dan kerabat Bramantya jadi tidak akan mengganggu pasien lainnya.


" gue minta maaf Yon.. gue gak bermaksud buat mencelakai Geva.." Bhumi mencoba bangun dan memberikan penjelasan pada kakak iparnya.

__ADS_1


"Kalau elu emang gak cinta sama adik gue.. kembalikan dia baik-baik pada keluarganya jangan elu bunuh dia Bhum.. Bangssad emang elu!" Mata Deon berkaca-kaca melihat sang adik lemah tak berdaya diatas brankar.


"Yon gue emang salah Yon... tapi gak sedikitpun gue berniat mencelakai Geva." Kata Bhumi.


"Setelah dia sembuh, urus perceraian kalian! gue gak mau adik gue jadi korban ke egoisan elu karena perasaan elu sama Flo!" Tegas Deon.


"Yon.. kasih gue waktu buat belajar mencintai Geva. Elu tahu sendiri kan Yon.. ini bener-bener gak mudah buat gue."


"Nggak Bhum.. elu pikir ini mudah Geva? Ha? diusia dia yang masih sangat muda dan harusnya masih asyik pergi sama teman-temannya!" Kata Deon membuat Bhumi kicep.


"Elu tahu Bhum.. beberapa kali, gue hampir kehilangan dia gara-gara keju. Gue hampir kehilangan adik kesayangan gue satu-satunya." air mata Deon pun menetes. Deon menggenggam tangan adiknya.


"Maaf Yon.." Bhumi menepuk pundak Deon. Kedua lelaki dewasa itupun termenung menatap Geva.


"Gue akan ceritain sesuatu ke elu Bhum.. dan gue minta elu jangan banyak tanya dulu sebelum gue selesai cerita." Kata Deon yang duduk disamping kanan Geva sedangkan Bhumi duduk disamping kiri Geva. Keduanya menggenggam tangan Geva.


Deon mencoba meredam emosinya dengan tarikan nafas karena dia mengingat ucapan adik kesayangannya,


"Kak, jika suatu saat aku sampai kenapa-napa hanya karena makanan, baik itu keju ataupun susu sapi.. aku mohon.. jangan salahkan orang yang sedang menemaniku makan. Bisa jadi dia gak tahu atau bisa jadi dia lupa, dan semua yang terjadi padaku itu adalah takdir terbaik dari Tuhan."


"Apa?" Tanya Bhumi.


Dulu aja gue suka kesel sama dia kalau main bareng. Ah pokoknya gak asyik lah itu pangeran kecil Geva yang katanya kelak akan menjadi pengantinnya ketika dewasa." Ucap Deon tersenyum mengingat adik kecilnya.


"Namun, segala kekesalan gue sama si pengeran kecil Geva itu hilang saat melihat Geva memintanya untuk main nikah-nikahan." Lanjut Deon.


"Nikah-nikahan?"


"Iya.. dan mama atau siapa gitu suruh dandanin dia kayak pengantin gitu...terus si pangeran kecil itu juga nurut aja sama Geva, hanya karena dia gak mau lihat Geva menangis. Alasannya sih berisik, dia gak suka. Tapi gue tahu dia sangat menyayangi Geva." Jawab Deon mencoba menerawang kenangan masa kecilnya.


"Kebayang gak sih, wajahnya yang datar itu selalu mau disuruh Geva buat menjadi pengantin lelakinya. Pokoknya dia nurut banget sama Geva, meskipun dia menggerutu dan bilang Geva gadis kecil yang super menyebalkan di muka bumi ini." Deon terkekeh.


"Lalu? elu mau nyalahin gue karena gue nikahin Geva dan membuat Geva gak bisa menikah dengan pangeran kecilnya?" Tanya Bhumi.


Deon menatap Bhumi dengan penuh tanya karena sambil mengernyit,

__ADS_1


"Sayang, pangeran kecil Geva sudah melupakan Geva.." Lirih Deon.


"Tapi ada satu kejadian, sama seperti saat ini..


Pangeran kecil Geva itu memberikan hadiah Geva berupa cake coklat tapi ternyata di dalamnya ada kejunya. Dia gak tahu kalau cake itu ada kejunya. Hingga akhirnya Geva hampir saja merenggang nyawa karena itu." Bhumi diam mematung mendengarkan cerita Deon.


"Pangeran kecil Geva sangat menyesal karena dia membuat Geva sekaratt waktu itu. Dia berjanji akan menjaga dan menyayangi Geva seumur hidupnya. Tapi Papa dan Mama bawa Geva ke Jerman untuk menjalani pengobatan Anafilatik yang di derita Geva, karena itu bukan hal sepele lagi."


"Dimana pangeran kecil Geva?" Tanya Bhumi dengan suara bergetar karena jantungnya berdegup kencang meskipun dia tidak tahu sebabnya apa.


"Kan sudah gue bilang Bhum... Pangeran kecil Geva udah melupakan Geva. Dia terlalu overthinking karena hampir membuat nyawa Geva melayang.. hingga suatu kejadian adik perempuannya di culik penjahat dan dia membunuh penjahat itu hingga lagi-lagi overthinking nya membuat dia trauma dan akhirnya sebagian memori otaknya dihapus oleh psikiater." Jelas Deon dengan sangat santai.


"A.. apa ma.. maksud elu Yon?"


"elu.. untuk kedua kalinya elu hampir melenyapkan nyawa Geva karena keju. Karena kecerobohan elu. Dan sekarang gue mau menagih janji elu yang dulu mau menjaga Geva dan menyayangi Geva seumur hidup elu! gue gak peduli elu ingat itu atau gak Bhum!"


"GUE GAK PEDULI!" Teriak Deon.


"Nggak! elu bohong Yon.. gue gak mungkin pernah membuat Geva seperti ini sebelumnya." Ucap Bhumi memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing karena berusaha mengingat.


Namun Bhumi sadar, saat tadi dia menggendong dan membawa Geva ke rumah sakit, Bhumi merasa Dejavu akan kejadian itu.


"Siapa dia? Gak mungkin Bhima kan?" Deon menyodorkan ponselnya yang memotret foto dalam figura yang ada dikamar Geva. Dimana Geva mencium Pipi Bhumi saat kecil ketika bermain jadi pengantin kecil.


"Yon..." Bhumi masih merasa tidak percaya namun itu memang foto waktu kecilnya dan beruntungnya Bhumi dan Bhima tidak kembar identik jadi tidak ada drama tukar menukar.


"A.. apa Geva tau kalau itu gue?"


"Ya! dan itu alasan terkuatnya mencoba menerima elu dan bertahan disamping elu.. meskipun dia tidak mencintai elu." Tegas Deon.


Bhumi langsung lemas seketika, rasa penyesalan semakin memenuhi rongga dadanya~


BERSAMBUNG...


kalau ada telat update dll karena sesuatu hal, aku info di GC/Group Chat ya...

__ADS_1


Di GC pada kangen sama babang Deon, jadi request di penuhi tapi tidak merubah alur yang ada di otakku hehe...


Terima kasih semangat dan dukungannya ,🥰


__ADS_2