
RENCANA MAU LAUNCHING BANG KEE HARI INI, TAPI MOOD MENDADAK PAGI-PAGI BERANTAKAN HINGGA DETIK INI.
NOVELTOON OH NOVELTOON...
AUTHOR BENERIN MOOD DULU YA 😘
HAPPY READING 🍁
Geva mengajak Bhumi masuk kamar menyusul sang pengantin baru yang juga memasuki kamar untuk melaksanakan ibadah yang teruwu-uwu. Sedangkan Mama Rachel dan Papa Arsa asik menikmati momen berdua didepan televisi sambil bermesraan dan menikmati teh hangat dengan aroma Jasmine.
Orang tua dari Deon dan Geva itu tidak mau protes ataupun meledek saat anak-anak mereka pamit ke kamar dengan pasangan masing-masing karena mereka ingin segera memiliki cucu. Biar segera ngadon.. entah siapa nanti yang adonannya jadi lebih dulu, yang jelas Mama Rachel akan kasih hadiah spesial yang adonannya duluan jadi.
ya kali adonan, emang mau buat donat.
Dan..
Disamping kamar pengantin, Geva baru selesai membersihkan diri di kamar mandi, dia mengenakan baju tidur pendek yang ada di almari pakaiannya yang cukup lama tidak dia kenakan karena sudah jarang menginap di rumah orang tuanya.
Wajah cantik Geva terukir jelas meskipun tanpa make up, senyum bahagia tidak pudar sedari tadi dari wajah indo bercampur Jerman dikit-dikit itu.
Geva mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang suami, hingga matanya menangkap pintu balkon yang sedikit terbuka. Geva yakin suaminya pasti sekarang ada disana menghirup udara malam.
"Bee.." Panggil Geva.
Bhumi yang berdiri membelakanginya itu pun terkejut dan segera membuang benda ditangannya itu ke bawah,
"Kenapa kamu disini? aku udah siapin air hangat buat kamu.. cepat mandi, terus nanti kita cepat bobok.. capek banget hari ini." Kata Geva yang sudah belajar menjalankan peran sebagai istri dengan baik, yaitu melayani suaminya.
"Iya, aku mandi dulu." Kata Bhumi dengan nada cukup dingin tidak seperti biasanya bahkan Bhumi tidak melihat ataupun hanya melirik ke istrinya yang jaraknya tidak jauh.
Geva mengernyit, tadi suaminya baik-baik saja kan? kok mendadak Aneh. Dan bau apaan ini?
"Tunggu!" Kata Geva mencekal pergelangan suaminya saat sang suami melewatinya hendak masuk kamar.
"HM." Bhumi menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke Geva.
Geva mendekat ke arah Bhumi, dan reflek Bhumi pun menjauh karena takut ketahuan. Padahal sudah pasti ketahuan juga.
"Kamu merokok?" Tanya Geva dengan mode galak. Bhumi heran, entah terbuat dari apa itu hidung Geva, bisa-bisanya dia mencium aroma rokok padahal Bhumi baru menyesapnya satu sesapan doang itu rokok lalu refleks dibuangnya ke bawah karena mendengar suara Geva dibelakangnya.
"Aku mandi dulu, nanti ada yang mau aku omongin sama kamu." Kata Bhumi dengan wajah datar.
Ingin rasanya Geva memaksa Bhumi untuk tetap disini dulu membahas masalah rokok, karena Geva paling tidak suka dengan lelaki yang merokok.
Namun dia harus menekan emosinya, karena feeling-nya sebagai seorang istri mengatakan jika suaminya sedang tidak baik-baik saja. Dari tadi Bhumi datang ke rumah ini dan mengikuti acara pernikahan Deon dan Naomi sepertinya ada yang menjadi beban pikiran Bhumi. entah apa itu.
"Ya sudah.. aku siapkan baju kamu ya.." jawab Geva sembari tersenyum hangat. Bhumi mengangguk dan berlalu.
Itulah yang membedakan Geva dan Flower, jika sedang penasaran akan apa yang sedang Bhumi rasakan saat masih pacaran dengan Flower, Flower akan terus bertanya hingga membuat Bhumi kadang merasa jengah sendiri.
Sedangkan Geva, selalu tahu bagaimana bersikap dengan sifat suaminya yang dingin dan kaku itu. Geva tahu waktu untuk mengalah dan waktu untuk memaksa suaminya bercerita, Geva hanya mengandalkan feeling saja.
Sehingga Bhumi selalu merasa nyaman berada disamping Gevania.
Ah Gevania, gadis remaja yang selalu bisa bersikap dewasa jika ada masalah, terbukti kan berapa kali Geva melindungi nama baik Bhumi dari semua orang meksipun Bhumi menyakitinya. Rasanya Bhumi sangat bersyukur mendapatkan Geva, tapi mau tidak mau dia harus jujur, menyampaikan sesuatu yang dia yakini akan mengecewakan Geva.
🍁
Ternyata bukan hanya menyiapkan baju tidur untuk Bhumi, melainkan juga secangkir teh hangat juga senyum hangat dan Cantik dari Gevania.
Dengan santainya pun Bhumi memakai celana pendek yang siapkan sang istri. Sudah tidak ada adegan malu-malu, karena mereka sudah bukan pengantin baru lagi. Namun wajah Geva selalu merona kala melihat Gohan. Maklum bukan lagi dalam suasana panas.
__ADS_1
Geva justru membantu suaminya mengenakan kaos berwarna putih.
Bhumi sempat menolak mengenakan kaos, karena waktu tidur juga dicopot. Kan Bhumi lebih suka telanjang dada kalau tidur. Tapi Geva tetap memaksa, karena diluar sekarang sudah turun hujan yang sangat deras. Cocok kan buat kamar sebelah yang lagi menjalankan malam kedua rasa pertama.
"Bee.. minum teh nya dulu, selagi masih hangat." Kata Geva memberikan secangkir teh pada Bhumi.
"Duduk sini dulu." Kata Bhumi menepuk sofa kosong disampingnya.
Geva pun menurut, dan Bhumi meminum teh buatan bibi yang dibawakan sang istri. Jangan tanya apa Geva yang buat teh? jawabnya tidak karena Geva belum berani menghidupkan kompor.
Geva menatap Bhumi penuh dengan cinta, senyum terus merekah di wajahnya.
"Kenapa lihatin terus?" tanya Bhumi mengernyit.
"Kamu ternyata tampan banget ya?" Puji Geva. Astaga mendengar kalimat yang keluar dari bibir Geva kenapa mendadak jantung Bhumi berdegup kencang sih.
"Baru tahu kamu?" tanya Bhumi memasang wajah datar karena dia tidak mau Geva mengetahui bunga-bunga yang bermekaran dalam hatinya.
Emang wanita saja yang hatinya bisa berbunga-bunga.
"Nggak! aku tuh dari kecil udah tahu kalau kamu tampan banget.. makanya aku nyuruh kamu janji buat nikahin aku dan bahagiain aku!" Kata Geva.
"Dasar kecil-kecil udah pikirannya nikah Mulu.." Ucap Bhumi terkekeh mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Aku cinta kamu Ge.." Kata Bhumi mengecup kening Geva. Geva tersenyum, meski tahu bagaimana perasaan Bhumi lewat segala sikap Bhumi, tapi ketika Bhumi bilang cinta, entah kenapa hatinya selalu menghangat.
"Aku juga cinta kamu kak.." Kata Geva memeluk Bhumi. Mereka larut dalam pelukan hangat penuh cinta meskipun tanpa sepatah kata pun. Tiba-tiba Geva teringat akan sesuatu,
"Oh ya.. Apa yang mau kakak omongin ke aku tadi?" Tanya Geva mendongakkan wajahnya tanpa melepas tangannya yang melingkar di tubuh Bhumi.
"Ehmm." Bhumi mendadak gugup.
"Kamu tadi habis mampir rumah sakit juga untuk mengambil hasil pemeriksaan kemarin ?" Tanya Geva. Bhumi mengangguk. Dengan antusias Geva langsung membuka amplop itu,
"Apaan sih ini maksudnya?" Tanya Geva dengan wajah jengkel karena tidak paham dengan bahasa kedokteran. Sok-sokan si Geva semangat bukanya sih..
Bhumi menghela nafasnya tanpa berani menatap ke arah Geva.
"Kata dokter Obgyn, semakin hari.. kualitas spermaa ku akan semakin menurun meskipun secara kuantitas masih banyak."
"Lalu?" Geva masih belum paham arah pembicaraan sang suami.
"A.. aku.. aku takut nantinya mandul Ge. Dan kamu akan ninggalin aku." Ucap Bhumi yang sebenarnya selalu berpikiran soal ini karena dari dulu dokter Andreas sudah memberi tahu efek obat yang Bhumi konsumsi bisa mengganggu kesuburan. Selain itu juga kondisi psikis mampu menurunkan kualitas dan kuantitas produksi speermaa, sehingga kemarin dokter Andreas meminta Bhumi mengecek para kecebong-kecebongnya jika memang mau program hamil.
Dan hasilnya membuat Bhumi kepikiran, karena tidak sesuai dengan harapannya,
"Kak.."
"Ge.."
Pasangan itu saling berhadapan, mata mereka saling bertemu, Bhumi masih terlihat tegang dan Geva justru melebarkan senyumnya.
"Jangan tinggalin aku saat nanti aku gak bisa memberikan kamu anak lagi Ge." Lirih Bhumi terlihat sangat galau, sedih dan kacau.
"Ninggalin kamu? jangan ngarep deh kak, aku tuh gak mau lepasin kamu.. apapun yang terjadi, kita hadapi berdua." Ucap Geva.
"Beneran?" Bhumi seolah tidak percaya. Geva usianya jauh lebih muda darinya, dunianya masih panjang dan Geva berkesempatan besar bertemu orang-orang baru, itulah yang membuat Bhumi insecure.
"Kak, meskipun semakin hari kualitas spermaa kamu semakin menurun gak apa-apa, mumpung masih bagus-bagusnya, besok kalau aku udah selesai haid kita kerja keras yuk!" Ucap Geva dengan kedipan mata ganjennya. Tuh kan suasana langsung mencair seketika.
"Tapi nanti gi.."
__ADS_1
"Jangan memikirkan yang belum pasti!" Tegas Geva menggenggam tangan Bhumi.
"Punya anak dari kamu satu aja aku udah bahagia banget, jangan mikir terlalu jauh, satu aja dulu.." Kata Geva lagi. Bhumi masih menatap Geva tidak percaya.
"Jadi ini yang membuat suami aku dari tadi keningnya terus berkerut meskipun bibirnya terus tersenyum... Jadi ini pula yang membuat suami aku sampai beli rokok dan merokok!" Selidik Geva.
"Mamvus! inget aja sama rokok!" Batin Bhumi.
"Sayang.. ta.. tadi.. i.. itu.."
"Kali ini aku maafin, tapi nggak lain kali.. aku gak mau kamu merokok, dan tahu gak merokok itu bikin cepat impoteen! tau gak sih!"
"Maaf.." Bhumi sadar akan kesalahannya.
"Kalau ada apa-apa itu langsung omongin, jangan kelamaan di pikirin sambil merokok."
"Baiklah, aku janji.." Lirih Bhumi.
"Oh ya.. bentar." Kata Geva melepaskan genggamannya pada Bhumi.
"Apa?" Tanya Bhumi penasaran menatap istrinya yang berdiri dan membuka tasnya.
"TARAAA!!!" Geva menunjukkan amplop berwarna coklat pada Bhumi.
"Apa itu?"
"Tiket liburan ke Korea berdua sama kamu."
"Li.. liburan, tapi..." Otak Bhumi teringat sama pekerjaan.
"Gak boleh di tolak; ini hadiah dari Kaka Caca buat kita berdua kak.. besok malam kita berangkat ke Korea!"
"Be.. besok malam? tapi?" Bhumi tampak shock , bisa-bisanya Caca kasih hadiah dadakan, dan pasti Caca udah merengek pada Geva untuk tidak menolaknya. Seperti bukan Caca deh.
Dan, Watak Geva ya langsung mau lah menerima gratisan.
"Kerjaan aku banyak sayang..honeymoon kita aja terpaksa ditunda kan.". Kata Bhumi memberi pengertian pada sang istri.
"Lusa aku udah selesai haid loh.. kamu gak mau coba ngadon di Korea?" Tanya Geva sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang membuat Bhumi gemas pengen cium.
"Tapi kerjaan.."
"Kata kak Caca, nanti akan di kerjain sama kak Keen semuanya.. dijamin kak Keen pasti mengizinkan kita honeymoon!" Kata Geva memotong ucapan Bhumi.
"Kamu gak mau segera ngadon biar segera jadi, nanti keburu cebong kamu pada pingsan loh kan kamu masih minum obat sampai sekarang?" Tanya Geva dengan polosnya.
"Sepertinya Caca pengen kerjain kak Keen deh!" Batin Bhumi.
BERSAMBUNG....
DAPAT GAK SIH FEEL NYA?
NGGAK YA?
MON MAAP YA.. LAGI GAK MOOD BANGET SOALNYA 🤧
MAKASIH YA ATAS DUKUNGAN KALIAN..
VOTE KOMENTAR DAN LIKE KALIAN JUGA HADIAH KALIAN MEMBUAT MOODKU BUAT NULIS SEDIKIT LEBIH BAIK...
BYE ,,
__ADS_1