Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Bertemu Fabian~


__ADS_3

WARNING!!


JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.


SEKALI LAGI JANGAN DIBACA SEKARANG, NUNGGU WAKTU BUKA ATAU


BACANYA MALAM AJA YA... AUTHOR UPDATE SIANG-SIANG KARENA EPISODE SEBELUMNYA BANYAK YANG KOMEN JADI AUTHOR CEPAT-CEPAT UPDATE PLUS AUTHOR LAGI DAPAT TAMU, JADI GAK PUASA... HEHEHE...


🍁


Sebelumnya Geva tidak pernah membenci hari Senin meskipun setiap Senin dia selalu bertemu dengan pelajaran matematika yang teramat ia benci juga berujung dengan sebuah hukuman karena dia belum mengerjakan beberapa tugas dari mata pelajaran lain. Geva tetap semangat menyambut Senin karena dia bisa menghilangkan kegabutan nya dengan bertemu teman-teman nya di sekolahan.


Namun Senin ini berbeda, Geva benar-benar malas untuk bangun bahkan membuka matanya setelah semalam dia baru sampai di Indonesia dan di jemput oleh Deon. Perjalanan udara yang ditempuh Geva kurang lebih delapan jam dari bandara Narita menuju Soekarno Hatta benar-benar membuat badannya remuk. Apalagi selama 3 hari full dia melakukan olahraga anti-mainstream bersama Bhumi hingga membuat mereka tidak keluar dari kamar sama sekali.


Otak Geva saat di dalam pesawat masih belum bisa berpikir dengan baik tentang alasan apa yang harus dia berikan pada Fabian yang tiga hari lalu menghubungi nya lalu mengetahui statusnya dengan Bhumi.


Rasanya Geva tidak sanggup bertemu dengan Fabian. Pasti dia akan dicecar dengan banyak pertanyaan meskipun pernyataan nya kemarin sudah sangat jelas.


"Aku gak mau tahu Bee.. dia harus tahu tentang status kita yang sebenar-benarnya! aku gak suka dia terus berusaha mendekati kamu! Jika dia mengetahui status kamu yang istri aku, gak mungkin dia akan menjadi pebinor!" Itulah kalimat Bhumi yang berkali-kali terlontar hingga masuk alam bawah sadar Geva dan terbawa dalam mimpi.


Bhumi gak mau tahu? yaudah.. dia pasti beneran gak mau tahu~


Bhumi Bramantya sudah tidak mau basa-basi lagi mengenai Fabian, dia sudah benar-benar Gedeg sama oknum guru yang modusin muridnya seperti itu. Apalagi latar belakang Fabian bukan dari keluarga biasa-biasa saja. Bhumi sudah menyelidiki semua itu.


Sebelum berpisah di bandara Narita kemarin, tentunya ada drama ke-allay-an antara Gevania dengan Bhumi yang tidak ingin jauhan. Padahal Minggu depan Bhumi berjanji akan pulang karena pekerjaannya dibantu oleh Satria dan Renata ditambah Ayumi yang seharusnya tinggal terima bersih itu sudah hampir selesai.


Namun rasanya berpisah seminggu saja terasa berat untuk pasangan bucin tingkat lebay akut itu hingga membuat Satria dan Ayumi eneg melihatnya. Keduanya sama-sama overprotektif tidak boleh ini itu ini dan itu hingga membuat mereka yang mendengarnya sangat jengah. Hingga akhirnya perpisahan sementara mereka ditutup dengan sebuah ciuman panjang penuh cinta.


Lain halnya dengan Fabian yang kemarin setelah mendengar bahwa Bhumi mengatakan jika Gevania adalah istrinya, darah Fabian mendadak mendidih.


Sebuah perkataan Bhumi itu benar-benar diluar dugaan dan logikanya mengingat status Gevania yang merupakan siswa kelas 3 SMA.


Dengan kekayaan yang dimiliki keluarganya, Fabian pun menyuruh orang untuk mengetahui fakta tentang hubungan Bhumi dan Geva yang sesungguhnya. Fabian berharap itu hanya bualan Bhumi Bramantya yang cemburu.


Namun semuanya seakan meruntuhkan hatinya yang selalu terpaku pada Geva karena, seorang suruhan Fabian mengorek informasi dari salah satu ART di kediaman Wijaya, tentunya dengan sogokan uang.


ART tersebut mengatakan bahwa memang benar terjadi pernikahan beberapa bulan lalu antara putri tunggal keluarga Wijaya dengan anak kedua dari Gema Bramantya.


Pernikahan yang diadakan dengan sangat-sangat sederhana dan tertutup itu hanya dihadiri oleh anggota keluarga. Bahkan suasana pernikahan itu pun diceritakan secara detail oleh sang ART dimana tidak ada cinta diantara keduanya. Mereka menikah karena tertangkap basah sudah tidur berdua di sebuah kamar hotel yang berada di Lembang.


Fabian mereemas foto pernikahan Bhumi dan Geva dengan segala emosinya. Foto yang didapat juga dari ART kediaman Wijaya dengan harga yang tidak murah.


Fabian sudah kalah start, padahal perjuangannya selama ini untuk sekedar dekat dengan Gevania bisa dibilang sebuah perjuangan dan pengorbanan luar biasa.


Rela menjadi guru honorer demi dekat dengan Geva dan merebut hati Gevania Azkia Wijaya padahal latar belakangnya juga dari keluarga terpandang.

__ADS_1


Dan Senin ini adalah hari yang Fabian tunggu-tunggu. Dia ingin segera mendengar penjelasan dari Gevania langsung tentang semua yang sebenarnya sudah dia ketahui.


Fabian masih berharap jika Geva tidak mencintai Bhumi sehingga masih ada celah untuk nya merebut hati Gevania. Bodoh amat jika dikatakan pebinor, Fabian hanya ingin membahagiakan Gevania.


"Ada apa bapak menyuruh saya kesini?" Tanya Geva yang berdiri di roof top sekolahan saat jam istirahat. Gevania datang sendirian karena Naomi di minta ke ruang BK karena tadi Naomi menggebrak meja guru bahasa Indonesia saat guru sedang mengantuk dan tertidur dikelas, sedangkan siswa hanya disuruh mencatat apa yang sudah ada didalam buku paket.


Sebenarnya Geva malas untuk menemui Fabian yang meminta seorang siswa untuk memberi tahu Geva bahwa dirinya menunggu Gevania di roof top. Tapi Geva sadar, semuanya harus segera di perjelas supaya tidak menimbulkan masalah di lain hari yang mengganggu keharmonisan hubungan dirinya dan Bhumi Bramantya.


"Akhirnya kamu datang Vania.." Kata Fabian tersenyum pada gadis yang dia rindukan.


"Pak.. stop panggil saya Vania pak! saya tidak suka dipanggil Vania. cukup panggil Geva atau Gevania!" Tegas Geva tanpa ada rasa takutnya pada guru matematika yang hampir setiap hari ia temui.


"Kenapa Vania?" Tanya Fabian mendekat ke arah Geva hingga membuat Geva mundur.


"Berhenti disitu pak!" Ucap Geva tegas. Geva mencium bau-bau alkohol dari mulut Fabian.


"Katakan pada saya Vania, bahwa apa yang Bhumi Bramantya katakan itu tidak benar!" Kata Fabian dengan mata yang memang di penuhi dengan amarah.


Gevania diam.


"Katakan Gevania!" Bentak Fabian dengan emosi yang semakin memuncak.


"I.. iya benar.. saya memang sudah menikah dengan Bhumi Bramantya beberapa bulan yang lalu!" Kata Geva lirih dengan menunduk. Gevania sedikit takut jika harus menghadapi orang yang terpengaruh oleh alkohol.


"Bohong!" Kata Fabian.


"Kamu tidak mencintainya Gevania!" Ucap Fabian.


"Bapak salah, dia adalah cinta pertama saya. Begitu pun sebaliknya." Geva mengatakan itu dnegan penuh keyakinan.


"Bhumi Bramantya mencintai wanita bernama Flower!"


"Bapak salah!" Tegas Geva lagi, meskipun dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia tidak begitu percaya pada perasaan Bhumi. Namun dia harus melakukan ini dan menghentikan Fabian.


"Saya adalah cinta pertama Bhumi Bramantya, hanya saja dulu Bhumi harus kehilangan ingatannya sehingga melupakan saya. Dan saya pun harus pindah ke Jerman selama beberapa tahun lalu kita lost kontak Sehingga Bhumi bertemu dengan sosok wanita baik bernama Flower yang sekarang menjadi kakak iparnya dan kakak ipar saya." Kata Geva menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Geva berharap Fabian paham dan mengerti.


"Dan kak Flower adalah cinta pertama kak Bhima Bramantya... memang awalnya kak Flower sangat mencintai kak Bhumi tapi ketulusan dan kesabaran kak Bhima mampu membuat kak Flower jatuh hati. Dan asal bapak tahu, hubungan kami semua nya baik-baik saja dan tidak ada konflik apa-apa. Cerita kak Bhumi dan kak Flower hanyalah Masa lalu, yang ada saat ini hingga kelak selamanya adalah saya dan kak Bhumi, dan kak Flower dengan kak Bhima." Lanjut Gevania.


Meskipun hubungan Gevania dengan Flower belum bisa dikatakan baik, tapi didepan umum Geva harus menutup rapat masalah keluarganya. Karena Geva akui Flower memang baik, tapi hati Geva sendiri yang belum bisa menerima sepenuhnya masa lalu Bhumi dan Flower sehingga Geva memilih menjaga jarak sejauh-jauhnya dengan sang kakak ipar.


"Kasih saya kesempatan Gevania!" Kata Fabian terdengar begitu putus asa.


"Pak..maaf!" Kata Geva singkat dan jelas.


"Bapak bisa mendapat kan wanita yang jauh lebih baik dari saya, saya yakin itu pak." Kata Geva tersenyum sangat tulus. Gevania menepis segala rasa takutnya dan mencoba bersikap baik pada Fabian yang setiap harinya tampil rapi, ramah juga baik dan sopan plus dewasa. Berbeda sekali dengan hari ini.

__ADS_1


"Saya maunya kamu Gevania!" Bentak Fabian langsung mendorong tubuh Geva secara tiba-tiba hingga Geva terpentok ke tembok tinggi yang ada di pojok roof top.


"Aw.." Pekik Geva mengusap pundaknya yang sakit karena terbentur tembok.


"Kasih aku kesempatan Gevania!" Kata Fabian lagi yang sudah mengurung Geva dengan tubuhnya. Bau alkohol memenuhi indera penciuman Gevania hingga membuat Gevania ingin muntah.


"Bapak mau apa? minggir! Bapak habis mabuk ya? minggir pak!" Bentak Geva yang tidak nyaman dengan jarak yang sangat dekat dengan lelaki lain selain Bhumi Bramantya.


"Kasih aku kesempatan untuk mendapatkan hati kamu Gevania! " Kata Fabian lagi dengan sangat lirih.


"Nggak! minggir!" Ucap Geva hendak mencoba keluar dari Kungkungan Fabian, tapi gagal.


"Aku mohon Gevania.. aku mohon... aku mencintai kamu!" Kata Fabian terdengar sangat lirih dan menyayat hati.


"Lepaskan saya pak.. saya mohon! " Kata Geva sudah sangat takut dengan situasi seperti ini apalagi di roof top lantai 5 ini sangat-sangat sepi.


"Aku mencintai kamu Vania." Ucap Fabian mengusap lembut pipi Geva. Geva berontak, namun sayang posisinya sudah terhimpit karena tubuh Fabian sudah menempel pada tubuhnya dan tangannya sudah di kunci oleh Fabian.


"Pak.. jangan seperti ini lepaskan saya pak!" Pekik Geva yang mencium bau alkohol dari mulut guru matematika nya itu.


"Lepasin saya Breeengsek!" Teriak Geva terus berontak.


Tanpa menunggu lama, Fabian langsung menyerang bibir Geva yang mengumpatnya. Geva semakin meronta namun kekuatannya kalah dengan kekuatan Fabian meskipun Fabian dalam kondisi kurang sadar akibat alkohol.


Air mata Geva langsung terjun bebas begitu saja saat bibirnya dicium dengan kasar oleh orang lain. Bahkan kini tangan Fabian sudah meremas salah satu dada Gevania.


Gevania terus berusaha mendorong Fabian untuk menjauh dari dirinya dengan air mata yang terus mengalir deras meskipun usaha Gevania tidak berarti apa-apa..


"BAAAANGGGSAAAT!" Teriak seseorang yang melihat apa yang Fabian lakukan pada Gevania.


BERSAMBUNG...


NAH LO.. NAH LO...


SIAP-SIAP DI PROTES PARA READER NIH AUTHOR... BOLEH PROTES TAPI HARUS DENGAN KATA-KATA YANG BIJAK YA.. SOALNYA HATI AUTHOR INI KAYAK EGG ROLL MONDE, MUDAH REMUK DAN SUSAH BUAT DAPAT FEEL UNTUK MENULIS LAGI!


NIKMATI ALURNYA AJA YA 😜


KASIH BUNGA SAMA KOPI DONG.. MUMPUNG AUTHOR LAGI GAK PUASA INI LOH......


AYO BUNGA SAMA KOPINYA DONG!


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


__ADS_2