Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Mama Rachel datang~


__ADS_3

Bhumi mencoba tetap stay cool.


"Kak.. minggir.. ada kak Renata." Cicit Geva masih terdengar di telinga Renata.


"Ta.. elu keluar dari disini." Usir Bhumi datar.


"Kalian benar-benar keterlaluan!" Teriak Renata yang sudah menangis di pagi ini.


"Bhum.." Panggil Renata lirih sedikit mengiba.


"Keluar sekarang juga Ta!" Bentak Bhumi yang sudah diliputi gairah. Dengan hentakan kaki kasar, akhirnya Renata yang hanya memakai bathrobes hendak keluar dari kamar Bhumi.


"Kak Renata.. remote AC dan remote pintunya ada di celah antara dudukan dan sandarannya sofa abu panjang depan TV ya... " Kata Geva membuat Renata melotot dan sadar berarti dia hanya dikerjai oleh Geva, adik lelaki yang sangat mencintainya. Bahkan Geva tidak memberikan pinjaman baju untuk Renata loh.. dan pasti juga ponselnya yang nyemplung di closet juga ulah Geva.


"Aku tidak akan terima dengan penghinaan ini!" Ucap Renata.


BRAK!


Pintu kamar Bhumi dan Geva pun dibanting oleh Renata dengan sangat kasar hingga membuat dua manusia yang tengah ada diposisi atas dan bawah itu terperanjat.


"Maksudnya apa? Kenapa dia bisa disini dengan memakai bathrobes."


"Ceritanya panjang kak..Dan semua cerita itu berawal dari kakak yang semalam mabuk!" Ucap Geva sebal.


"Terus kita dimana?" Tanya Bhumi tersadar bahwa dia ada di sebuah ruangan yang tampak asing menurutnya.


"Kakak amnesia? ini itu di apartemen kakak yang baru selesai di renovasi kemarin. " Ucap Geva makin mengerucut saja itu bibir.


Bhumi memutar matanya mengabsen seluruh isi kamar mewah tersebut. Bentuk ruangan yang tidak asing.. tapi semua perabotan juga warna temboknya bahkan se gorden-gordennya berubah total.


"Kamarku gak seperti ini." Ucap Bhumi yang memang tidak ada satupun perabot yang dia kenali sebagai miliknya.


"Ya mana aku tahu... " Jawab Geva malas karena kesel sama Bhumi yang mengajaknya ngobrol, gak meneruskan ciuman panasnya.


"Bodoh amat lah ini dimana.. yang penting aku mau tembak dalam pagi ini." Batin Bhumi cuek dan matanya gagal fokus pada dada Geva yang terbuka dan menggoda iman Bhumi.


"Kak.. . minggir dong. Aku pengen pipis." Kata Geva. Bhumi menatap netra Geva, apakah Geva hanya alasan untuk menghindarinya?


"Gev.. boleh nggak kita melakukannya sekarang?" Tanya Bhumi hati-hati pada gadis yang ada di bawah Kungkungan nya.


"Melakukan apa?" Tanya Geva pura-pura gak tahu dengan maksud Bhumi.


"Making love.." Bisiknya di telinga Geva membuat bulu-bulu harus Geva auto berdiri terkena rangsangan.


"I.. iyaa kak.. ta.. tapi bentar ya.. a.. aku mau ke kamar mandi dulu." Cicit Geva salah tingkah yang justru semakin terlihat menggemaskan buat Bhumi. Bhumi tersenyum karena ternyata Geva sudah tidak menolaknya.


CUP!

__ADS_1


Bhumi mengecup kening Geva,


"Astaga.. kamu demam Gev.. maaf..." Nah ini orang baru sadar jika istrinya sedang tidak baik-baik saja dari semalam hingga memeluk Bhumi untuk bangun,


"Aku antar ke kamar mandi ya."


"Nggak usah kak.. aku bisa sendiri."


"jangan bantah suami Ge.." Bhumi segera memapah Geva menuju kamar mandi. Tidak mau kehilangan kesempatan, Geva justru mengeratkan pelukannya pada tubuh Bhumi yang pelukable.


Betapa bahagianya Geva bisa memeluk tubuh kokoh seperti ini karena tubuh Deon yang biasa dia peluk tidak se-pelukable tubuh Bhumi. Apalagi Bhumi bertelanjang dada. Aaakk.. rasanya hati Geva ingin berteriak-teriak.


"Udah kakak keluar." Perintah Geva yang udah sampai di closet.


"Aku tungguin.."


"Kak aku malu!"


"Ngapain malu.. bentar lagi juga aku lihat semuanya." Jawab Bhumi santai membuat wajah Geva merona.


"Kenapa diam aja? cepet pipis!" Perintah Bhumi.


"Nggak! aku malu. kakak keluar.. nanti aku malah ngompol disini." Bhumi menatap Geva dengan jenuh, kemarin aja minta-minta di sentuh dan di jamah.. sekarang mau lihat aja bilangnya malu. Apa-apaan coba.. kan Bhumi juga penasaran banget sama milik Geva, apalagi dada Geva yang tidak sopan kesana kemari aja begitu menggoda apa lagi itu.


"Ya udah.. aku tunggu diluar sekalian kamu cuci muka. Setelah itu kita ke dokter." Ucap Bhumi.


"Kok ke dokter? kita gak jadi making lovee kak?" Tanya Geva polos.


Udah Gev, tenggelamin Bhumi di rawa-rawa aja.


"nunggu kamu sembuh dulu biar kamu bisa benar-benar menikmatinya." Jawab Bhumi datar.


Bukan Geva namanya jika tidak mengajak Bhumi berdebat.


"Emang menikmatinya gimana kak? perlu banget ya dinikmati? aku bisa kok menikmati meskipun sedikit demam." Ujar Geva polos.


"Jangan banyak omong! cepat buang air kecil sekalian cuci muka pakai air yang sedikit hangat. Jangan mandi dulu nanti kamu menggigil." Mode datar Bhumi sudah on menghadapi gadis menyebalkan yang super labil dan polos itu.


🍂


Geva nampak celingak-celinguk mencari keberadaan Bhumi di kamar setelah dia membersihkan diri dan memakai dress pendek yang sudah tersedia di almari pakaian.


Ya meskipun sedikit menggerutu karena kebanyakan bajunya adalah dress tapi mau gimana lagi, dari pada pakai hots pans yang hanya menutupi bagian vantat doang kan. Geva berpikir sepertinya dia harus mengambil baju-bajunya di rumah orang tuanya.


"Kak.." Panggil Geva sambil menuruni tangga. Mata Geva menemukan sosok lelaki tampan dengan masih bertelanjang dada sedang asik di dapur. Geva bengong melihat betapa cekatannya Bhumi dengan alat-alat dapur.


Selain Pelukable ternyata Bhumi adalah sosok suamiable...

__ADS_1


"Kalau kayak gini, gimana aku gak jatuh cinta coba!" Gumam Geva.


Geva tidak mau berisik, dia memilih duduk di kursi pantry sambil menatap Bhumi penuh kagum dengan kedua tangannya yang menyangga dagunya. Pemandangan yang sangat menakjubkan pagi ini, apalagi titisan bibit pelakor sudah hilang entah kemana tanpa pamit.


"Ehmmm.." deheman Bhumi membuyarkan lamunan Geva.


"eh."


"Ngapain? nih sarapan.." Ucap Bhumi menyodorkan semangkuk bubur instan yang dia masak tadi pada Geva.


"Kakak yang masak? kakak bisa masak?" Tanya Geva menatap bubur yang disodorkan Bhumi dengan tampilan yang benar-benar menggoda.


"HM.. cepat habiskan aku mau mandi setelah itu kita ke Dokter." Ucap Bhumi.


"Kenapa gak dokternya yang kesini seperti keluarga sultan-sultan lainnya?" Tanya Geva.


"Karena dokter itu pasiennya bukan cuma kita, dia juga harus menolong puluhan orang yang membutuhkan di rumah sakit, kecuali keadaan memang sedang sangat urgent baru kita boleh panggil dokter kesini." Ucap Bhumi datar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Eh ada tamu.." Ucap Geva.


"Kamu diam dan sarapan, biar aku yang buka." Ucap Bhumi.


"Cih.. ucapan manisnya hanya di dalam kamar, udah keluar kamar kembali mode datar." Decak Geva.


Ceklek. Bhumi membuka pintu apartemennya.


"Astaaaagaaaaa!" Pekik seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba masuk kedalam apartemen Bhumi tanpa permisi.


"Gevaniaaaa..." Pekiknya lagi membuat Geva yang sedang menyantap bubur terperanjat.


"Mama.." Gumamnya pelan.


"Anak-anak kurang ajar! kalau pergi itu pamit. jangan pergi tengah malam, lewat pintu belakang pula.. untung kan mama ngecek CCTV. Coba kalau nggak Mama udah lapor polisi kalau kamu di culik! belum juga sembuh, udah pakai motor tengah malam dengan baju tipis." Omel Mama Rachel menatap anak dan mantunya dengan tajam.


"Motor? Geva semalam naik motor?" Tanya Bhumi.


BERSAMBUNG...


Come back di bulan Maret.


Terima kasih yang sabar menunggu...


Terima kasih yang udah kasih vote..


Terima kasih yang udah kasih like dan komentarnya 🥰

__ADS_1


Karena dengan kontribusi kalian dalam memberikan like, komentar dan vote sangat sangat membantu para author untuk tetap berkarya. Terima kasih juga buat yang mau baca meskipun tanpa meninggalkan jejak..


Love you all!


__ADS_2