Menikahi Gadis Menyebalkan!

Menikahi Gadis Menyebalkan!
Patah~


__ADS_3

WARNING!!


JANGAN DIBACA SAAT PUASA.. KARENA TAKUTNYA MEMBUAT AMAL IBADAH PUASA KALIAN RUSAK KARENA MEMBACA NOVEL INI YANG TIDAK ADA MANFAATNYA SAMA SEKALI.


BACANYA MALAM AJA YA... HEHEHE...


Siang ini Deon nampak sibuk dengan berbagai berkasnya. Bisnis keluarga Wijaya semakin hari semakin berkembang pesat setelah papa Arsa memberikan kepercayaan pada Deon untuk memimpin perusahaan meskipun papa Arsa belum memberikan kekuasaan sepenuhnya pada sang putra.


Akhir-akhir ini Deon sedang berjuang keras untuk melupakan sosok wanita yang mengisi hatinya selama bertahun-tahun. Semua Deon lakukan untuk kedua orang tuanya juga adiknya yang sangat tidak menyukai wanita yang ia cintai, siapa lagi kalau bukan Renata, anak dari seorang wanita jahat bernama Sisil musuh besar keluarga Bramantya.


Terlebih beberapa waktu lalu, Deon sudah mengetahui bahwa Renata sudah bukan wanita suci. Renata memberikan kesuciannya pada Alex, sahabatnya sendiri. Buat apa lagi mempertahankan perasaannya pada Renata, toh Renata juga tidak pernah membalas sedikitpun perasaannya.


Memang mudah melupakan cinta pertama? nyata tidak. Bahkan Deon memblokir semua sosial media Renata demi melupakan wanita itu. Dan beberapa waktu lalu, kakak kembar dari adik iparnya yang tidak lain adalah Bhima Bramantya memberikan ceramah panjang lebar mengenai sebuah cinta.


Dimana seorang Bhima memberikan gambaran dirinya dan Flower yang bisa saling memiliki dan mencintai hingga detik ini. Dan Bhima sangat yakin, jika Renata tidak akan bisa bersikap seperti Flower yang mau membuka diri dan melupakan Bhumi hingga akhirnya Flower mencintai Bhima, karena Bhima sangat paham bagaimana watak wanita bernama Renata itu.


Deon akan terus berjuang sendiri dan itu sangat-sangat tidak enak. Apalagi tanpa restu keluarga? semuanya tidak akan baik . Bhima menyarankan untuk Deon membuka hatinya untuk Naomi, sahabat dari Gevania.


Bhima pun menegaskan, jangan sampai Deon menyesal jika kelak Naomi akan pergi setelah cintanya tak terbalaskan. Membayangkan Naomi menjauhi dirinya membuat hati Deon mendadak bergemuruh.


Iya, Deon sudah memantapkan dirinya untuk membuka hatinya. Dari semua wanita yang menyukainya, hanya Naomi yang menurut Deon paling menarik dan membuat penasaran.


Otak Deon terus berkelana membayangkan hari-harinya dibuat ricuh oleh Gevania juga Naomi, gadis cantik yang tidak sengaja dia selamat kan dan gadis cantik itu pula ternyata yang telah menolong adik kesayangannya saat kambuh.


Senyum terbit kala mengingat gadis itu, namun tiba-tiba ponselnya berdering memberikan tanda sebuah pesan masuk hingga membuyarkan lamunan Deon,


📨 From : Bhumi Bramantya


"Yon.. hari ini Naomi ulang tahun. Geva ngajak gue ke timezone di Schwarz Mall untuk merayakan ulang tahun Naomi. Kalau elu mau ikutan gue tunggu di restoran XX jam 5 sore setelah jam pulang kantor."


"Naomi ulang tahun?" Gumam Deon tersenyum. Bhumi memang tahu jika Deon ingin belajar membuka hatinya untuk Naomi, siapa lagi tersangka yang cerita sama Bhumi jika bukan Bhima. Makanya, saat mendengar Naomi ulang tahun, Bhumi segera menghubungi sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


Deon dengan semangat menyelesaikan pekerjaannya biar bisa pulang cepat dan membeli kue ulang tahun lebih dulu untuk gadis yang sudah lama mencintai nya. Deon tahu bagaimana rasanya mencintai tanpa dihargai, kini dia tidak ingin menyia-nyiakan cinta Naomi lagi.


🍁


Schwarz Mall


"Kakak.. ih jangan senyum begitu dong didepan wanita lain!" Protes Geva tidak terima suaminya melempar senyum pada sahabatnya.


"Ck. dasar bucin!" Kata Deon mengejek sang adik.


"Aku senyum doang sayang.. bukan cinta." Ucap Bhumi.


"Tetap aja gak boleh!" Geva sudah cemberut.


"Gep.. tenang.. walau aku akui kak Bhumi emang tampan. Tapi aku gak akan jatuh cinta.. karena hatiku sudah dimiliki oleh seseorang." Kata Naomi.

__ADS_1


"Deon?" Tanya Bhumi dan Geva bersamaan membuat Naomi melotot dengan wajah memerah.


"Makasih ya.. udah mencintai aku setulus ini." Ucap Deon mengusap rambut Naomi. Naomi tambah melotot.


"Vania..." Panggil seseorang yang tiba-tuba datang ditengah mereka.


Deg!


Melihat siapa yang datang, Bhumi langsung mengeraskan rahangnya.


"Kak.." Lirih Geva dengan wajah ketakutan dan tangan mereemas tangan Bhumi.


"Mau apa elu kesini?" Tanya Bhumi dengan tajam dan sudah berdiri dari duduknya dengan kasar. Sedangkan Geva menunduk dengan tangan menggenggam erat tangan sang suami. Geva tidak berani melihat siapa yang datang.


Bhumi dapat melihat wajah lelaki yang menyapa istrinya itu yang tidak lain adalah Fabian dengan penuh penyesalan saat menatap Geva, namun itu tidak akan membuat seorang Bhumi luluh.


"Ada apa ini?" Tanya Deon mengernyit bingung melihat raut wajah sang adik dan adik ipar mendadak berubah. Tidak ada yang menjawab, Naomi pun memilih diam, jika tidak.. maka tamat sudah riwayat Fabian.


"Saya memberanikan diri datang kesini karena saya mau minta maaf atas kejadian kemarin. Saya benar-benar khilaf. semua saya lakukan karena mabuk. Maafkan saya Gevania.." Kata Fabian dengan suara yang bergetar menahan sesak di dadanya.


"Duh pak Fabian benar-benar cari mati, kak Bhumi dan kak Deon ada disini lagi.. luka pukulan Theo kemarin belum sembuh pak.. pak.." Kata Naomi dalam hati sedikit ngeri kalau akan terjadi baku hantam lagi.


"Apa lagi yang ingin elu katakan!" Tanya Bhumi dengan tajam.


"saya benar-benar meminta maaf semua diluar kendali saya.. saya begitu frustasi bercampur emosi mengetahui.." Fabian menghentikan ucapannya lalu menarik nafasnya dalam-dalam.


BUGH!


Bogem mentah Bhumi berikan secara tiba-tiba pada Fabian hingga membuat itu tersungkur kebelakang dan menabrak kursi sebelum jatuh ke lantai.


"Ada apa ini." Tanya Deon bingung.


"Kak. ." Pekik Geva terkejut karena tangan kiri Bhumi masih Geva genggam , kenapa Bhumi bisa semendadak ini.


"Lepaskan tangan kamu sayang.." Kata Bhumi menatap Geva dengan tatapan tajam karena sudah dipenuhi emosi namu. kata-katanya pada Geva terdengar sangat lembut. Geva menggeleng.


"Jangan kak.. jangan.. aku gak mau kakak kenapa-kenapa." Kata Geva lirih dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu menahan ku karena kamu mau melindungi dia?" Tanya Bhumi tajam. Geva menggeleng dan mendadak tangannya sudah melepaskan genggamannya dari tangan Bhumi.


Fabian tidak membalas, dia hanya diam sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Fabian dapat merasakan satu kali pukulan Bhumi sama dengan tiga kali pukulan Theo.


Fabian tidak ada niatan sedikitpun untuk membalas karena dia sadar, dia telah melakukannya kesalahan besar.


"Breeengseek!" Bhumi menarik kerah baju Fabian lagi dan


BUGH!

__ADS_1


BUGH!


BUGH!


"Kak.. jangan diam aja.. pak Fabian bisa mati!" Teriak Naomi pada Deon.


Geva memejamkan matanya, keringatnya bercucuran. Namun bibirnya terus berteriak meminta suaminya untuk berhenti. Geva tidak mau Bhumi sampai dipenjara karena kasus ini. Apalagi Bhumi sampai membunuh Fabian. Jangan...


"Kak Stop!" Teriak Geva dengan air mata yang mengalir deras. Deon yang masih bingung itupun kuwalahan untuk meredakan amukan Bhumi.


"Kak berhenti.. aku gak mau kakak kena masalah karena ini." Lirih Geva memeluk tubuh sang suami dari belakang.


Nafas Bhumi naik turun...


Fabian sudah lemah tidak berdaya, namun masih sadar...


Bhumi menarik tangan kiri Fabian dan


Kretek!


"Awww..." Teriak Fabian kala tulang pada tangan kirinya dipatahkan oleh Bhumi.


Naomi dan Deon dibuat melongo sekaligus ngilu dengan apa yang mereka lihat. Naomi yang ketakutan pun langsung di peluk Deon. Namun Geva wanita itu benar-benar bergetar ketakutan, air matanya membahasi punggung sang suami. Dia benar-benar shock melihat secara langsung Bhumi mematahkan tangan kiri Fabian, dimana tangan kiri Fabian itulah ya digunakan untuk meereemas dada Geva dengan sangat kasar.


"Itu hukuman untuk elu yang sudah melecehkan wanita gue! kalau bukan karena Gevania.. gue udah bunuh elu disini juga!" Ucap Bhumi.


Bhumi segera beranjak sambil memeluk sang istri yang terlihat sangat shock.


📱 "Ton.. urus sampah masyarakat di resto Xx sekarang juga!" Kata Bhumi langsung memutuskan sambungan telfonnya.


"Sayang tenanglah." Ucap Bhumi mengusap punggung sang istri.


"A.. aku takut." Lirih Geva.


BERSAMBUNG...


KURANG GAK SIH HUKUMAN BUAT FABIAN?


KALAU KURANG, COCOKNYA APALAGI?


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR KOMENTAR


EH ADA YANG PUNYA CITA-CITA NGASIH AKU HADIAH KOPI ATAU BUNGA GITU GAK SIH?

__ADS_1


__ADS_2