
Waktu berjalan cukup cepat,
Sudah sepekan berlalu, Papa Arsa yang terkena serangan jantung pada malam itu, kini kondisinya sudah semakin membaik meskipun dokter belum mengizinkannya pulang.
Begitu pula mama Rachel, wanita paruh baya itu terlihat tegar di luar tapi hatinya sangat rapuh, Setiap Mama Rachel sendiri, pasti dia akan bersedih dan meneteskan air matanya karena merasa gagal mendidik anak lelakinya yang akan menjadi penerus bisnis keluarga.
Sedangkan Geva, saat ini emosinya sudah mulai stabil karena selalu ditenangkan oleh Bhumi dan diajak Bhumi untuk berpikir dari berbagai sisi menghadapi masalah ini, supaya semua permasalahan ini jelas dan terbukti kebenarannya.
Suami Geva memang bisa diandalkan dalam hal beginian..
Geva yang lukanya sudah mulai mengering benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran sang kakak. Geva tahu, sebenarnya hati Deon itu sangat lembut dan Deon adalah orang yang tidak tega-an. Mungkin Renata memanfaat kebaikan Deon itu dengan mengiba atau mengancam Deon akan bunuh diri karena Geva melihat ada luka bekas sayatan di pergelangan tangan Renata malam itu sehingga Deon mau menikahi Renata tanpa berpikir panjang.
Mengapa Deon tidak menunggu kandungan Renata kuat, lalu mengajukan test DNA. Biar jelas itu anak Deon apa bukan. Jika itu benar anak Deon, maka keluarga Wijaya akan menerima bayi itu dengan baik. Menyayangi nya dan mendidiknya dengan baik. Tapi tidak dengan sang ibu, Renata.
Mama Rachel tidak akan Sudi memiliki menantu seperti Renata karena bagi mama Rachel, menantu perempuannya cukup satu dan hanya satu untuk selamanya...yaitu Naomi.
Apa cinta Deon pada Renata jauh lebih besar daripada cinta Deon pada Naomi? Mengapa Deon sampai setega itu pada Naomi. Entahlah.. Rasanya otak Geva blank, karena Deon juga tidak membuka suara sedikitpun tentang malam setelah Geva dan Renata bertengkar di Club malam.
Oh kasihan sekali Naomi yang ternyata mendapatkan barang bekas, itulah pikir Geva.
Geva juga cemas dengan sahabat sekaligus kakak iparnya, Naomi. Sebab setelah malam itu, Naomi pergi entah kemana. Tidak ada yang tahu sedikitpun keberadaan Naomi. Naomi bagai hilang ditelan bumi.
Bahkan Satria yang diminta Bhumi mencari keberadaan sahabat istrinya itu saja tidak mendapatkan petunjuk apapun tentang keberadaan Naomi.
Dan.. Papa Arsa juga Mama Rachel tidak ada yang mau menemui Deon sebelum Deon membawa pulang Naomi. Berkali-kali Deon mendatangi rumah sakit, selalu pulang dengan kekecewaan. Kata Maaf pun belum sempat ia ucapkan kepada orang tuanya. Deon merasa sangat menyesal. Tapi semua sudah terjadi.
Namun berbeda dengan siang ini, Mama Rachel memanggil Deon untuk ke rumah karena setelah malam itu Deon memilih tinggal di apartemen dan sesekali pulang ke rumah.
Sudah dua kali pagi ini mama Rachel jatuh pingsan melihat berita di Televisi maupun sosial media dimana rekaman suara pertengkaran mereka malam itu tersebar luas di public. Untung Geva ada disana menemani sang mama. Sedangkan Papa Arsa masih di rumah sakit tidak tahu berita yang tengah tranding tersebut.
"Putra tunggal keluarga Wijaya, Gedeon Aiden Wijaya menghamili Putri tunggal keluarga Wirahman, Renata Fransisca Wirahman. Pernikahan dadakan mereka akan segera dilangsungkan mengingat perut Renata yang semakin membesar!"
__ADS_1
Bhumi juga ikut pusing mendengar berita tersebut, Bhumi sudah berusaha membendung berita tersebut, namun terlambat. Berita itu sudah tersebar dengan sangat cepat hingga membuat saham Wijaya Group anjlok dalam hitungan menit sebab pemimpin perusahaannya menghamili wanita.
Ada beberapa account yang menggiring opini dan menyebutkan bahwa Deon telah memperkosa Renata hingga hamil, sebab cinta Deon selalu ditolak oleh Renata. Semuanya menyudutkan Deon dan meminta Deon untuk segera bertanggung jawab pada Renata.
Bisa apalagi Deon jika kondisinya sudah terpojokkan seperti ini, sedangkan istrinya tidak tahu ada dimana.
"Ma..." Panggil deon lirih, penampilan Deon sangat berantakan. Geva menatap miris sang kakak. Rasanya tidak tega, namun juga dia sangat kecewa dengan kakaknya.
Mama Rachel yang duduk bersandar headboard ranjang menatap putranya dengan nanar.
"Ma... maafkan aku ma..," Deon terduduk dan menangkup kedua kaki Mamanya.
"Kata maaf tidak akan mengembalikan semuanya! Terserah jika kamu mau nikahi wanita itu, tapi angkat kaki dari rumah ini dan perusahaan! sebab aku gak mau perusahaan yang dibangun suamiku dengan kerja keras hancur begitu saja karena ulah kamu!" Kata Mama Rachel dengan air mata yang tengah menetes.
"Maafkan aku ma... aku gak punya pilihan lain untuk tidak menikahi Renata ma.. Nama keluarga kita akan semakin buruk jika aku tidak menikahi Renata ma.. aku janji akan menceraikan nya setelah anak itu lahir.." Air mata lelaki tampan berdarah Jerman itupun menetes dengan deras.
"Perusahaan Wijaya akan aku serahkan pada Geva. Kamu bisa ambil barang-barang kamu dan pergi dari sini." Mama Rachel membuang mukanya dari sang anak yang saat ini ingin sekali ia peluk.
"Ma..."
"Maafkan aku ma.."
"MAMA BILANG PERGI YA PERGI SEKARANG JUGA GEDEON! Mama gak mau lihat wajah kamu lagi sebelum kamu mengklarifikasi berita yang beredar itu dan mengatakan bahwa kamu tidak pernah meniduri wanita sialan itu apalagi membuatnya hamil! Kamu juga harus mengatakan pada publik kalau kamu sudah menikahi Naomi!" Ucap Mama Rachel dengan sangat emosi.
"Ma tenang ma.." Kata Geva.
"Pergi kamu sekarang juga! Jangan injakkan kaki kamu di rumah ini sebelum membawa Naomi pulang dan memperbaiki segala kekacauan yang kamu buat!"
"Ma.."
"Kak.. aku mohon keluar, biar mama istirahat dan tenang." Geva menggandeng lengan kakaknya untuk keluar dari kamar sang mama.
__ADS_1
"Ge..."
"Bukankah sudah menjadi keputusan kakak untuk menikahi Renata, maka nikahilah dan selamat menikmati penyesalan yang tiada habisnya!" Kata Geva tersenyum mengejek sang kakak.
"Ge.. bantu aku mencari Naomi Ge.. aku mohon..." Kalimat itu lolos juga dari Deon. Sepekan ini diam sudah mengelilingi ibu kota dan mengerahkan banyak anak buahnya untuk mencari keberadaan Naomi di Jabodetabek. Tapi nihil.
"Gak usah cari dia, biar dia mencari kebahagiaan nya sendiri. Pergilah kak, dan kembali jika kakak sudah bisa mengembalikan semuanya seperti semula." Kata Geva meninggalkan kakaknya dan kembali ke kamar sang mama.
Deon hanya berdiri mematung, dia benar-benar terusir dari rumah yang penuh kenangan kebahagiaan bersama keluarganya.
Hanya karena satu kesalahannya pada Renata, dia menyakiti hati orang-orang yang dia sayang.
Menyesal ? pasti. Tapi dia bisa apa. Apalagi mendadak Mirna, mertuanya itu menghilang. Pergi dari rumah keluarga Renata tanpa pamit dan hanya membawa barang-barang penting saja.
Deon berpikir apa mungkin Mirna pergi dengan Naomi? Tapi dari mana Naomi tahu ibu kandungnya, kan Deon belum membicarakan hal itu pada Naomi.
"Omi.... kamu dimana.." Lirih Deon.
BERSAMBUNG...
SEKEDAR INFO :
OH YA UNTUK NOVEL OH MY KEEN, .
AKU SHARE DI INSTASTORY @diadiadhiia_
TERIMA KASIH DUKUNGAN KALIAN SEMUA 🖤
__ADS_1